20 Tahun Reformasi Restorasi Cita-cita Reformasi 1998, Sekarang Juga!

Jilal Mardhani
  • Fakta.News - 16 Mei 2018 | 13:31 WIB
Restorasi Cita-cita Reformasi 1998, Sekarang Juga!

Reformasi 1998, ditandai Suharto lengser dan meninggalkan segudang masalah yang memusingkan kepala kita semua. Maka salah penyikapan dan cara menanganinya pun segera menjadi bom waktu!

Masalah yang paling parah adalah budaya KKN (korupsi, kolusi, nepotisme). Sebab, selama 32 tahun kekuasaannya, prilaku menyimpang yang ‘disponsorinya’ itu telah berkembang demikian pesat. Menular hampir merata ke segenap penjuru. Banyak yang kemudian terbiasa mencukupkan penghidupan dari praktek itu. Lalu memandangnya halal dengan 1001 alasan pembenaran.

Mulai dari pemakluman kecil dan sederhana karena sekedar untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Sebab, penghasilan yang sah dan resmi memang banyak yang tak cukup. Sampai kerakusan besar-besaran untuk menumpuk cadangan kekayaan. Mereka tentu berpesta pora di atas penderitaan yang lain.

Ketika Reformasi bermula, setiap aktifitas yang bergulir tentu membutuhkan berbagai biaya untuk menyokongnya. Mulai dari hal-hal kecil untuk sekedar memenuhi kebutuhan pokok mereka yang sehari-hari terlibat. Seperti sewa tempat, biaya perjalanan, dan konsumsi pertemuan-pertemuan yang perlu dilakukan.

Hingga hal-hal yang jauh lebih besar agar dapat memuluskan perwujudan gagasan yang dicita-citakan. Kampanye serta upaya meraih simpati dan dukungan, adalah salah satunya.

Ketika itu, semua geram, sekaligus marah. Apapun peninggalan Suharto dipandang bobrok. Pada umumnya memang demikian. Sehingga perlu dibongkar, dperbaiki, atau diganti segera.

BACA JUGA:

Tulis Komentar