Connect with us

Relawan Ganjar Pranowo Solo Raya Siap Bersinergi dan Berkolaborasi Menangkan Ganjar Pranowo

Jakarta – Pengurus Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) Wilayah Solo Raya secara resmi dikukuhkan pada Sabtu, 1 Juli 2023, di Hotel Novotel, Surakarta. KAPT Solo Raya ini dipimpin oleh T Sunu Prasetya SH, S.Sn sebagai ketua.

Koordinator Nasional KAPT Bambang J Pramono secara langsung meyerahkan pataka KAPT kepada Sunu sebagai simbol pengukuhan untuk memimpin KAPT Solo Raya.

Adapun pengurus KAPT Solo Raya yang dikukuhkan pada malam ini diantaranya:

Ketua 1: T Sunu Prasetya SH, S.Sn
Ketua 2: Bambang SH
Bendahara 1: Rita Esti SH Mkn
Bendahara 2: Ani Damayanti SE
Sekertaris 1: Fenty Dewiyani SE Ak
Sekertaris 2: Novia Tripomo SE Ak
Keorganisasian: Ponco Setyo Ir.
Kesenian dan Budaya: Sutarno
Pemberdayaan perempuan: Erni Retnosari SPd

Hadir dalam pengukuhan ini DPN KAPT, serta perwakilan KAPT dari wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bogor Raya, , Ciamis, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, serta dari organ milenial AMIN KAPT. Selain itu hadir pula perwakilan 30an organ relawan pendukung Ganjar Pranowo dari wilayah Jawa Tengah dan Solo Raya diantaranya Sobat Ganjar Nusantara, Sergap, Ganjarist Solo Berseri, JMI,  Alumni SLTA, Komunitas Kebaya, Pagar Pro, Sahabat Ganjar, Lelembut Ganjar, Garis, RIS, BSB, Jari Tangan, Poros Ganjar Nusantara, BMIR, Forgan, Teman Ganjar Pranowo, ASPPERHOTI, DGP, Srikandi Solo, Priyayi Solo, Srikandi Nusantara, Ganesha Surakarta, Laskar Ganjar, JKW4GP, Relawan Ganjar Berkarya, DGA, A&J Konveksi, OPO, Teman Jokowi, GK, dan lainnya.

Perwakilan organ relawan Jaringan Militan Ganjar (Jari Tangan) Teddy Saputro menyampaikan selamat atas pengukuhan KAPT Solo Raya yang dipimpin oleh T Sunu Prasetya tersebut.

“Sebelumnya kami ucapkan selamat dan sukses atas pengukuhan KAPT Solo Raya ini. Kami dari organ relawan Jari Tangan siap bersinergi, bekerja sama dan berkolaborasi, dengan KAPT dan organ relawan lainnya yang ada di Solo Raya untuk memenangkan Ganjar Pranowo sebagai presiden RI ke-8,” ucapnya usai di sela acara pengukuhan.

“Kegiatan-kegiatan yang bisa kita lakukan bersama-sama pada saat ini sudah harus menuju yang disebut nano target. Jadi kita menyapa kelompok atau komunitas terkecil di masyarakat, misalkan tingkat RT atau yang terkecil dasa wisma, kelompok-kelompok Posyandu, Lansia dan kelompok-kelompok terkecil lainnya,” imbuh Teddy.

Teddy menambahkan, dari situ kita bisa bersinergi dan menyapa mereka, dan melihat apa yang mereka butuhkan.

“Kita nanti saling mendukung untuk bisa berupaya dan bekerja sama dengan masyarakat untuk memenuhi apa yang dibutuhkan,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Agung Walet, perwakilan dari organ relawan Garda Relawan Indonesia Semesta (Garis), ia berharap dapat bersinergi dengan KAPT maupun organ relawan lainnya, baik dari program maupun membangun komunikasi politik dalam pemenangan Ganjar Pranowo.

“Kami sendiri dari Garis juga mempunyai program yang menyasar kalangan Gen Z dan perempuan. Apalagi figur Ganjar sendiri kami nilai mempunyai daya tarik bagi kalangan anak muda maupun perempuan, beliau paham betul bagaimana mengelola dan membranding dirinya supaya disukai oleh kalangan ini,” kata Agung.

Agung menambahkan, selain Kota Solo, ia juga mensosialisasikan atau memperkenalkan figur Ganjar ke daerah-daerah luar Jawa. Terutama upaya mengcounter isu-isu negatif yang menerpa Ganjar.

“Untuk Kota Solo maupun Jateng, saya yakin figur Ganjar ini sangat dikenal oleh masyarakat, tak ada keraguan mereka untuk memilih Ganjar. Namun untuk daerah-daerah lain terutama di luar Jawa, figur Ganjar ini juga harus dikenalkan, untuk itu saya aktif memperkenalkan Ganjar melalui grup-grup WA (Whatsapp) baik prestasi maupun kinerja yang telah dilakukannya selama ini. Selain itu kami juga menjelaskan atau ikut mengcounter isu-isu negatif yang menimpa Ganjar kepada teman-teman di luar Jawa,” paparnya.

Sementara itu Nunik dari Ganjarist Solo Berseri menyampaikan selamat atas pengukuhan KAPT Solo Raya, ia pun berharap dapat bersinergi antar relawan, sehingga upaya pemenangan Ganjar dapat mudah dilakukan bersama-sama.

“Selamat atas pengukuhan KAPT Solo Raya, semoga kita dapat bersinergi antar relawan, sehingga dapat terbentuk apa yang dicita-citakan yakni membawa Ganjar Pranowo menjadi Presiden 2024,” ucap Nunik.

Nunik menyampaikan pergerakan Ganjarist dalam upaya pemenangan Ganjar mencoba menghindari bentuk kegiatan yang bersifat euphoria, namun lebih menyasar atau turun ke bawah menyapa masyarakat langsung melalui program-program yang telah ada.

“Kami mempunyai 5 program dalam upaya memenangkan Ganjar Pranowo yang menyasar ke masyarakat langsung, diantaranya Posyandu Bakita maupun Lansia, PKK, Karang Taruna yang berisi kalangan milenial, pendampingan UMKM. Bagi saya pribadi, daripada mengadakan kegiatan yang bersifat hura-hura atau euohoria yang memakan biaya besar, lebih baik uang tersebut disalurkan untuk kegiatan seperti diatas tadi, hal ini lebih bermanfaat dan lebih mengena ke masyarakat,” tuturnya

Nunik pun berharap semua relawan termasuk KAPT untuk bersinergi, berdampingan untuk turun kebawah menggarap masyatakat langsung bagi pemenangan Ganjar Pranowo.

Tak jauh berberda, Agung Yos dari Sobat Ganjar Nusantara (Sogan) menyampaikan bahwa pihaknya juga telah bergerak menyasar UMKM, pedagang pasar-pasar tradisional bagi pemenangan Ganjar Pranowo. Selain itu juga sinergi dan kolaborasi antar relawan juga terus dibangun.

Agung berharap dengan telah dikukuhkannya KAPT Solo Raya, dapat lebih leluasa bergerak menggarap dan merangkul milenial terutama dari kalangan kampus yang menyukai Ganjar Pranowo.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Komisi III Minta Komnas HAM Tingkatkan Peran, Selesaikan Pelanggaran HAM Berat

Oleh

Fakta News
Komisi III Minta Komnas HAM Tingkatkan Peran, Selesaikan Pelanggaran HAM Berat
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh saat memimpin rapat kerja dengan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di ruang rapat Komisi III, Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (30/5/2024). Foto: DPR RI

Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh memimpin rapat kerja dengan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Dalam rapat ini Komisi III meminta Komnas HAM untuk meningkatkan peran dan mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi dalam mendukung penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM, termasuk pelanggaran HAM berat.

“Baik itu penyelesaian yudisial maupun non-yudisial, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” ujarnya di ruang rapat Komisi III, Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (30/5/2024).

Lebih lanjut Komisi III DPR meminta Komnas HAM untuk segera menyelesaikan peraturan terkait Penilaian Tindak Lanjut Kepatuhan Rekomendasi, agar dapat menjadi informasi dan tolak ukur dalam tindak lanjut rekomendasi yang telah diberikan.

Bahkan Komisi III meminta Komnas HAM dan Komnas Perempuan untuk lebih proaktif dan sinergis dalam mengidentifikasi potensi permasalahan, melakukan penanganan, maupun pendampingan terhadap seluruh pihak, dalam penerapan dan penegakan prinsip-prinsip HAM, termasuk perlindungan terhadap perempuan di seluruh sektor dan kegiatan.

Sementara itu di lain pihak, Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah menyusun rancangan Peraturan Komnas HAM terkait Penilaian Tindak Lanjut Kepatuhan Rekomendasi Komnas HAM. “Sebagai salah satu upaya pemasangan untuk meningkatkan efektivitas dari rekomendasi yang diberikan oleh Komnas HAM,” papar Atnike saat rapat.

Menurutnya rekomendasi yang diberikan oleh Komnas HAM dari hasil pemantauan, mediasi, maupun kajian tidak selalu ditindaklanjuti oleh stakeholders maupun kementerian/lembaga karena dianggap tidak mengikat. “Sejumlah kasus juga menunjukkan fungsi mediasi Komnas HAM masih belum dipahami sebagai sebuah solusi strategis,” ucap Atnike.

Baca Selengkapnya

BERITA

Anggaran Pendidikan Kemenag Dinilai Masih Kecil

Oleh

Fakta News
Anggaran Pendidikan Kemenag Dinilai Masih Kecil
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily. Foto: DPR RI

Jakarta – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily menilai besaran anggaran pendidikan yang diterima Kemenag (Kementerian Agama) untuk mendanai seluruh lembaga pendidikan Islam dan keagamaan masih timpang dibanding kementerian lain.

“Soal anggaran pendidikan di bawah Kementerian Agama harus betul-betulan keadilan anggaran. Kalau kita dengar pidato Menteri Keuangan (Sri Mulyani) dalam rapat paripurna, ya anggaran pendidikan Rp630 triliun, tapi kalau Kemenag hanya dapat Rp35 triliun, buat saya mengkhawatirkan,” kata Kang Ace, sapaannya, dalam keterangan persnya, Rabu (29/5/2024).

Politisi Partai Golkar itu menyatakan, selain Sekretariat Jenderal (Sekjen) Kemenag, anggaran terbesar juga diberikan kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag sebesar Rp35 triliun.

Ada satu hal yang sangat penting untuk didiskusikan bersama adalah soal berbagai hal terkait anggaran pendidikan nasional. Dari penjelasan Plt Dirjen Pendis, berapa persen KIP Kuliah untuk Perguruan Tinggi Agama Islam (PTKAI) dan perguruan tinggi agama lain.

“Apakah PIP, KIP, apakah sudah mencerminkan suatu keadilan anggaran? Rehab ruang kelas juga belum mencerminkan keseluruhan,” ujar dia.

Kang Ace melihat dari total anggaran pendidikan Rp630 triliun di APBN, Kemenag hanya mendapatkan Rp35 triliun, artinya belum mencerminkan suatu kesetaraan anggaran.

“Padahal anak-anak madrasah, yang kuliah di UIN, STAIN, STAI atau di manapun, mereka juga anak-anak bangsa yang sama untuk mendapatkan perlakuan sama dalam akses pendidikan,” tutur Kang Ace.

Ace mengatakan, keputusan tepat telah diambil Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang menunda status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) bagi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. “Itu keputusan yang tepat. Kalau tidak, meresnya sama mahasiswa. Berat,” ucap dia.

Jujur saja, ujar Ace, hampir sebagian besar  siswa dan mahasiswa yang sekolah di bawah Kemenag berlatar belakang sosial ekonomi kelas menengah bawah. Namun penyaluran program KIP dan PIP untuk mereka juga sedikit.

“Itu anehnya. Jadi ada yang salah dari proses pendataan penyaluran program negara untuk kelompok-kelompok yang membutuhkan itu,” ujar Kang Ace.

Baca Selengkapnya

BERITA

Imbas Kebakaran Smelter Nikel PT KFI, Komisi VII akan Audit Investigasi

Oleh

Fakta News
Imbas Kebakaran Smelter Nikel PT KFI, Komisi VII akan Audit Investigasi
Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru saat memimpin Tim Kunspek Komisi VII DPR mengunjungi PT KFI di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (29/5/2024). Foto: DPR RI

Kutai Kartanegara – Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru mengatakan, pihaknya akan segera melakukan audit investigasi terhadap pabrik smelter nikel PT Kalimantan Ferro Industri. Hal tersebut imbas dari peristiwa dua kali ledakan di pabrik smelter PT KFI yang menewaskan pekerja asing dan lokal belum lama ini.

“Kami akan panggil PT KFI beserta seluruh jajaran direksinya, untuk datang ke Gedung Senayan dan kami akan melakukan audit investigasi. Secara mekanisme, bisa dengan membuat panja nikel atau kita panggil secara khusus di Rapat Dengar Pendapat (RDP). Kami juga tentunya akan melibatkan Kementerian Perindustrian dan Kementerian KLHK dari sisi amdalnya, supaya benar-benar kita melihat secara komprehensif sebab terjadinya ledakan,” ujarnya saat memimpin Tim Kunspek Komisi VII DPR mengunjungi PT KFI di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (29/5/2024).

Menurut Politisi F-PDI Perjuangan ini, pihaknya menilai, hasil dari temuan dilapangan seperti sarana untuk keselamatan kerja dan sebagainya juga masih jauh dari kurang. Walaupun mereka sudah mendatangkan tim dari Kementerian Industri untuk mekanisme aturan pedomannya, tetapi pihaknya menemukan fakta di lapangan masih belum sesuai dengan harapan.

“Saya berpesan agar tidak terulang terjadi kebakaran atau ledakan, yang paling penting ini adalah mesin yang ada di setiap semelter itu perlu dicek selalu setiap periodik. Kemudian, kalibrasi mesin itu juga penting karena dengan begitu kita akan tahu ukuran mesin ini sesuai dengan kapasitasnya dia berproduksi atau tidak. Sehingga, Insya Allah dengan adanya perawatan yang berkala dan pengawasan yang kita lakukan ini Insya Allah tidak akan terjadi kembali,” jelas Nasyirul.

Selain itu, kami juga tidak menemukan alat pemadam kebakaran sepanjang jalan menuju lokasi meledaknya smelter. Kemudian, rambu-rambu yang ada juga masih sangat terbatas sekali, sehinhha dianggap tidak layak untu perusahaan smelter. “Jadi ini harus segera diperbaiki,” imbuhnya.

“Kita menemukan sesuatu yang di luar dugaan, ketika PT KFI lagi dibangun ada proses namanya commissioning atau uji coba tetapi sudah menimbulkan kejadian terjadinya ledakan. Padahal masih tahap uji coba, tetapi dua tenaga kerja asing dan dua pekerja lokal turut menjadi korban akibat ledakan di smelter nikel tersebut,” ucapnya lagi.

Baca Selengkapnya