Connect with us

Raker Bersama DPR, Menag Yaqut Jelaskan Proses Sertifikasi Halal Vaksin Covid-19 Sinovac

Jakarta – Vaksin COVID-19 Sinovac telah dinyatakan suci dan halal oleh MUI. Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas memberikan penjelasan mengenai perjalanan sertifikasi halal vaksin buatan perusahaan asal China itu.

Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut mengatakan permohonan sertifikasi halal Vaksin Sinovac telah didaftarkan ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) sejak Oktober 2020. Kemudian, BPJPH menunggu keputusan fatwa MUI mengenai vaksin tersebut.

“Kita tahu vaksin Sinovac didaftarkan permohonan sertifikasi halal ke Badan Penyelanggara Jaminan Produk Halal Kemenag pada Oktober 2020 lalu. Kemudian terkait sertifikat halal vaksin tersebut BPJPH menunggu hasil lengkap ketetapan fatwa MUI,” ujar Menag Yaqut di rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senin (18/1/2021).

Menurut Gus Yaqut, ada 7 proses yang dilalui Vaksin Sinovac untuk mendapatkan sertifikasi halal. Dari fase permohonan, pengujian, hingga penerbitan sertifikasi.

“Ada 7 proses yang harus dilalui dalam sertifikat halal, mulai dari permohonan, pemeriksaan, penetapan, pengujian, pengecekan, fatwa, dan terakhir penerbitan sertifikasi halal,” jelasnya.

Gus Yaqut menegaskan proses sertifikasi halal terhadap vaksin Sinovac sudah sesuai dengan aturan perundang-undangan, yakni Undang-Undang (UU) Nomor 33 Tahun 2014.

“Intinya proses sertifikasi halal Vaksin Sinovac sudah sesuai UU 33 Tahun 2014 soal jaminan produk halal,” tegasnya.

Setelah vaksin Sinovac melalui sejumlah proses, Gus Yaqut mengatakan vaksin itu mendapat fatwa halal MUI dan emergency use authorization (EUA) dari Badan POM (BPOM).

“Sebagaimana kita ketahui, komisi Fatwa MUI Pusat telah menetapkan Vaksin COVID-19 produksi Sinovac dinyatakan halal dan suci pada 8 Januari 2021. Kemudian, BPOM resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atas emergency use authorization untuk vaksin COVID-19 pada hari Senin, 11 Januari 2021,” sebutnya.

“Atas dasar tersebut, BPJPH telah menyampaikan sertifikat halal Vaksin Sinovac pada Bio Farma pada tanggal 13 Januari 2021,” ucapnya.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Bangkitlah Kota Medan, Geka Medan: Amanah Masyarakat Kota Medan Dapat Diwujudnyatakan oleh Bobby Nasution dan Aulia Rahman

Oleh

Fakta News
Gerakan Kebangkitan Medan (Geka Medan) Medan dititik NOL bersama Bobby Nasution dengan Tim Futsal Millennial di Kota Medan pada 25 November 2020 lalu

Medan – Gerakan Kebangkitan Medan (Geka Medan) Medan di titik NOL, menyambut baik atas pelantikan Walikota Medan dan Wakil Walikota Medan periode 2021-2024. Geka Medan mengucapkan selamat menjalankan Amanah Masyarakat kota Medan, untuk dapat melakukan pembaharuan di segala sektor secara simultan.

“Melaksanakan kerja kerja kerja dari walikota sebelumnya yang belum terlaksana dan merencanakan kerja kerja kerja di tahun 2022. Geka Medan berharap pasangan walikota dan wakil walikota yang baru ini segera siap aksi kerja kerja dan kerja, guna penataan diberbagai sektor bersama-sama dengan SKPD yang sudah ada di Pemko Medan,” ucap Ketua Umum Gerakan Kebangkitan Medan dititik NOL Mangatas Simarmata dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/3/2021).

Mangatas menambahkan, Geka Medan berharap sudah ada kerja kerja kerja nyata dalam 100 hari ke depan sejak dilantik tanggal 26 Februari 2021 yang lalu.

“Dalam suasana masih masa pandemi Covid-19 ini, kami Geka Medan berharap banyak agar kiranya pengawasan prokes dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 benar benar dapat terlaksana dengan baik. Dan kiranya bang Bobby Nasution serta bang Aulia Rachman dapat menciptakan terobosan baru untuk Kota Medan dalam menurunkan angka penderita Covid-19 di Kota Medan,” ujarnya.

Mangatas Simarmata yang juga didampingi oleh Rintosa Girsang sebagai Ketua Harian bersama sekretaris Indah Tobing, sangat berharap kepada pasangan walikota dan wakil walikota yang baru ini mampu melakukan terobosan pembaharuan di Kota Medan sehingga makin lebih baik dan bergerak dari titik NOL.

Baca Selengkapnya

BERITA

Wapres Ma’ruf: Genose, Wujud Prestasi UGM Ciptakan Inovasi di Masa Pandemi

Oleh

Fakta News

Jakarta – Pandemi Corona Virus Desease-2019 (Covid-19) yang belum berakhir, membuat pemerintah terus berupaya meminimalisir penyebaran virus. Selain terus mengampanyekan gerakan 3 M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan), pemerintah juga mengupayakan 3 T (tracing, testing, treatment).

Hal ini memicu para peneliti untuk melahirkan sebuah inovasi yang dibutuhkan masyarakat saat ini, salah satunya Genose dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Karena memang juga pada saat seperti pandemi ini kan semua memerlukan alat-alat kesehatan yang bisa menunjang, termasuk untuk mendeteksi ditemukannya Genose oleh UGM ini, ini suatu prestasi dari pada sebuah inovasi yang kita sudah lakukan,” kata Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin saat menerima Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) selaku Kepala Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) Bambang Brodjonegoro dan Tim Peneliti Genose UGM Yogyakarta, di Kediaman Resmi Wapres Jalan Diponegoro Nomor 2, Selasa (02/03/2021).

Lebih jauh Wapres memberikan apresiasi kepada Tim Genose UGM Yogyakarta yang terus melakukan inovasi dan mencari solusi dari permasalahan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada BRIN dan Kemenristek karena kita kan memang selama ini dianggap riset kita masih terlalu tertinggal dibanding dengan negara tetangga kita,” ucap Wapres.

Wapres pun berharap agar penelitian di bidang selain kesehatan dapat terus dikembangkan sebagai upaya meningkatkan daya saing dengan negara-negara lain.

“Saya berharap mudah-mudahan akan terus dikembangkan upaya-upaya riset dan penelitian untuk memperoleh hasil-hasil inovasi yang tidak saja di bidang kesehatan tapi juga di bidang-bidang lain. Kita harus memacu diri karena inovasi yang menentukan kita di dalam persaingan global,” harap Wapres.

Sementara itu, Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro menjelaskan bahwa selain menggunakan teknologi kesehatan, penelitian dari Genose juga merupakan kombinasi dari penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang diharapkan dapat menjadi tren teknologi masa depan.

“Alat ini intinya menggunakan teknologi terkini yaitu kecerdasan artificial yang dipakai untuk mendeteksi apakah positif atau negatif. Jadi menggabungkan kesehatan dengan artificial intelligence. Metode kecerdasan artifisial dengan melakukan analisa terhadap hembusan napas kita.” ujar Bambang.

Pada kesempatan tersebut, Bambang juga menyampaikan bahwa Genose merupakan bukti nyata bahwa di balik pandemi masih ada semangat dari para peneliti untuk dapat mengembangkan produk risetnya.

“Selama masa Covid ada berkah yang tidak disangka, yaitu semangat untuk melakukan riset dan inovasi tumbuh luar biasa. Ternyata kualitasnya luar biasa dan dapat dipertanggungjawabkan karena melalui semua proses standarisasi perizinan yang diharuskan,” ungkap Bambang.

Sebagai informasi, Genose merupakan alat yang dikembangkan oleh Tim Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, yang metode samplingnya menggunakan hembusan napas. Hembusan napas pada manusia diklaim memiliki senyawa yang dapat membedakan seseorang yang terpapar virus Covid-19 atau yang tidak terpapar. Hasil tes menggunakan Genose dapat diketahui dalam waktu kurang dari satu menit.

Selain Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, hadir pula Sekretaris Kemeristek/BRIN Mego Pinandito, Ketua Konsorsium Riset Inovasi Covid-19/Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Plt. Deputi Penguatan Riset dan Pengembangan Ismunandar, dan Tim Penemu Genose UGM Eko Fajar Nur Prasetyo, Safitri, dan Irma Setyawati Lubis.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar dan Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi.

Baca Selengkapnya

BERITA

Ganjar: 3,2 Juta Lansia di Provinsi Jawa Tengah Jadi Prioritas Vaksinasi Gelombang II

Oleh

Fakta News

Semarang – Warga lanjut usia (lansia) menjadi prioritas vaksinasi pada gelombang II bersama layanan publik. Hal itu dikatakan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang merujuk pada adanya kebijakan baru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa lansia menjadi prioritas utama.

“Hari ini kita percepat vaksinasi untuk pelayanan publik plus kita prioritaskan untuk lansia. Lansia ini memang sekarang menjadi prioritas pertama,” kata Ganjar ditemui usai memimpin rapat evaluasi penanganan COVID-19 di kantornya, Selasa (2/3/2021).

Ganjar meminta, semua bupati/wali kota di Provinsi Jawa Tengah untuk menjadikan lansia sebagai prioritas vaksinasi. Sebelumnya, program vaksinasi lansia hanya dilakukan di ibu kota Provinsi.

“Silakan didaftar, pasti lebih mudah karena umpama saya mencari lansia eks Pegawai Negeri Sipil itu gampang, TNI dan Polri juga punya datanya. Kalau tidak, kelurahan atau desa juga pasti punya data lansia itu,” jelas Ganjar.

Meski begitu, tidak semua masyarakat mendapatkan vaksinasi secara serentak dikarenakan stok vaksin yang terbatas.

“Nanti tidak bisa semua, jadi bertahap. Maka saya minta masyarakat bersabar. Sebenarnya kita jauh lebih siap, mau dikasih berapa saja vaksinnya pasti habis cepet. Mohon maaf kepada seluruh masyarakat, sabar ya karena ini bertahap,” pungkas Ganjar.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan total ada sekitar 3,2 juta lansia di Jawa Tengah. Mereka nantinya akan menjadi prioritas vaksinasi bersama 2,1 juta pelayan publik.

“Total lansia dan pelayan publik di Jawa Tengah ada sekitar 5,3 juta. Tapi sekali lagi, karena vaksin yang ada baru sebagian kecil, jadi tidak bisa bareng semuanya. Saat ini saja, jumlah vaksin yang kami terima hanya sekitar 10 persen dari total target sasaran itu. Maka kami minta masyarakat bersabar,” terang Yulianto.

Baca Selengkapnya