Connect with us

Puan Maharani Optimis Kapolri Idham Azis Mampu Hadapi Tantangan

Ketua DPR Ucapkan Terima Kasih Kepada Aparat Pengamanan Kompleks Parlemen
Ketua DPR Puan Maharani

Jakarta – Idham Azis resmi menggantikan Tito Karnavian sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Ketua DPR Puan Maharani punya banyak harapan untuk Idham.

“Idham akan berhadapan dengan tantangan nyata pada 2020 mendatang. Tantangan tersebut meliputi pencegahan radikalisme, penanganan hukum, pencegahan terorisme, serta kejahatan siber dan transnasional,” kata Puan, Minggu, 3 November 2019.

Puan optimistis Idham mampu menghadapi semua tantangan itu. Keyakinan ini tecermin dari hasil fit and proper test yang dilakukan Komisi III DPR.

Namun, putri Presiden ke-5 RI itu meminta Idham memberikan perhatian serius kepada kejahatan narkotika yang masuk dalam bagian kejahatan transnasional. “Konsolidasi internal dan kerja sama dengan aparat penegak hukum lain sangat direkomendasikan untuk menyokong tugas Idham nantinya,” kata Puan.

Presiden Joko Widodo resmi melantik Komjen Idham Azis sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) pengganti Tito Karnavian. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 1 November 2019.

Idham dilantik berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 97 Polri Tahun 2019 tentang pengangkatan Kapolri. Di dalamnya dinyatakan pengangkatan Idham Azis sebagai Kapolri.

Seusai membacakan Keppres, Jokowi kemudian memandu Idham untuk mengambil sumpah jabatan di bawah kitab suci. Mantan Kabareskrim ini selanjutnya menandatangani berita acara pengangkatan yang disaksikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Di saat bersamaan, Jokowi memberikan kenaikan pangkat kepada Idham dari Komjen menjadi Jenderal bintang empat. Keputusan itu berdasarkan Keppres Nomor 98/polri/2019 tentang Kenaikan Pangkat dalam Golongan Perwira Polri.

 

Mujafi

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Gelar Refleksi Akhir Tahun, KPN Sikapi Tantangan dan Isu Strategis terhadap Kondisi Bangsa di 2020

Oleh

Fakta News

Bogor – Gabungan organisasi relawan Komite Penggerak Nawacita (KPN) menyelenggarakan acara ‘Refleksi’ Akhir Tahun (2019) – KPN di Cisarua, Bogor Rabu-Jumat (11-13/12/2019).

Acara yang dihadiri, Almisbat, Alumni Menteng 64 (AM 64), Blusukan Jokowi, Bara JP, Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT), Kornas-Jokowi, MAPPAN, Paguyuban Relawan Nusantara, Pengawal Pancasila Damai (PPD), RPJB dan Seknas Jokowi, juga membahas isu-isu strategis 2020-2024 mendatang.

“Banyak hal yang sudah dilakukan bersama oleh para organ relawan yang bergabung dalam KPN, sehingga dirasa perlu untuk melakukan evaluasi menyeluruh dalam menghadapi tantangan kedepan, utamanya persiapan menghadapi krisis global 2020,” ujar Ketua Organizing Committee Richard Henry di Cisarua, Bogor Jumat (14/12/2019).

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Stering Committee (SC) Pitono Adhi menambahkan, bahwa tujuan acara selain refleksi juga membahas isu-isu strategis ke depan, khususnya ditahun 2020.

Begitu juga lanjut Pitono menyampaikan, dalam pertemuan itu semua Organ menyepakati akan tetap mengawal program-program pemerintahan Presiden Joko Widodo dan memastikan bahwa program pemerintah sampai ke tangan masyarakat, berjalan dan sesuai dengan Visi Presiden.

“Acara ini juga membahas mengenai outlook kondisi bangsa dan negara ke depannya lebih khususnya 2020,” tegas Pitono yang juga Ketua Umum RPJB ini.

Sambungnya, dari hasil Refleksi itu juga KPN akan membuat buku kecil yang diharapkan dapat menjadi referensi gerakan relawan serta masukan bagi pemerintahan dan Presiden Jokowi.

“Kita akan menyusun buku kecil yang diharapkan dapat menjadi sebuah catatan dalam pergerakan relawan dan juga masukan-masukan bagi pemerintah,” pungkasnya.

 

Chrst

Baca Selengkapnya

BERITA

Erdogan Undang Risma Jadi Pembicara Utama Forum Perempuan Internasional di Turki

Oleh

Fakta News
Tri Rismaharini

Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini didaulat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk menjadi pembicara utama (keynote speech) dalam forum internasional bertajuk International Forum of Women in Local Governments.

Forum internasional itu berlangsung selama dua hari 11-12 Desember 2019 di ATO Congresium, Ankara, Turki. Selain Risma, ada pula 17 wali kota perempuan dari beberapa negara juga hadir dalam forum itu.

Tri Rismaharini menuturkan, undangan keynote speaker dari tim Presiden Turki itu disampaikan melalui Duta Besar RI di Ankara. Presiden kelahiran 26 Februari 1954 ini ingin supaya Risma menjadi keynote speaker dalam forum yang diadakan partai yang didirikannya.

“Pak Dubes (Duta Besar RI) telepon kalau dia diminta timnya Presiden Erdogan untuk mengundang saya bicara di sana. Karena dia ada forum, itu yang mengadakan partainya Pak Presiden Erdogan, tapi kaum perempuannya (AK Party Women’s Wing) untuk menjadi pembicara sebagai pemimpin perempuan,” ujar dia, Selasa (10/12).

Kesempatan menjadi pembicara di forum internasional itu pun tak disia-siakan Risma. Risma akan memanfaatkan forum itu untuk mempromosikan Surabaya. Berbagai hasil produksi UMKM Kota Pahlawan, pun ia bawa. Tujuannya, supaya orang luar negeri mengenal lebih jauh tentang Surabaya dan barang-barang hasil produksinya.

Tri Rismaharini menuturkan, dalam setiap forum internasional yang diikuti, orang luar negeri selalu tertarik dengan barang-barang dan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dibawa. Seperti kue kering dan aneka olahan minuman.

“Makanya kadang koper saya banyak. Kalau ada pertemuan (forum), langsung saya buka, saya bagi-bagi. Jadi selanjutnya mereka pesan sendiri, karena di sini (kemasan produk) sudah ada alamatnya (kontak),” kata dia.

Baca Selengkapnya

BERITA

Deddy Sitorus: Proses Pemilihan Bakal Calon Kepala Daerah Perhatikan Lima Aspek

Oleh

Fakta News
Deddy Yevri Hanteru Sitorus

Jakarta – Politisi PDI Perjuangan Deddy Sitorus mengatakan proses pemilihan bakal calon wali kota masih panjang.

“Saya kira ini prosesnya masih panjang, proses penjaringan kita baru sampai tahap di DPD, nanti akan dibahas DPP,” jelas Deddy Sitorus.

Deddy Sitorus menyebutkan ada lima aspek mulai dari kapasitas hingga perhitungan geopolitik.

“Aspek pertama elektabilitasnya itu seperti apa, kapasitasnya seperti apa, rekam jejaknya seperti apa, penerimaan di internal partai seperti apa, lalu hitungan-hitungan geopolitik dan segala macamnya seperti apa,” paparnya.

Ia mengatakan kelima isu tersebut akan diolah di dalam partai untuk melihat potensi dari bakal calon wali kota yang akan dimajukan oleh partai.

“Lima isu ini akan diolah di dalam partai untuk melihat,” kata Deddy Sitorus.

Deddy Sitorus kemudian mengatakan, mendaftar di DPP bukan berarti bakal otomatis bisa lolos dan menjadi pilihan partai.

Ketika calon yang mendaftar di DPC maupun DPD lebih memenuhi 5 kriteria tersebut, maka partai tentu akan memilih calon dari DPC atau DPD.

“Karena bisa jadi begini, katakanlah dibandingkan dengan yang dijaring di tingkat DPC maupun DPD, secara elektabilitas masih lebih baik,” kata Deddy Sitorus.

“Ya tentu partai yang ingin memenangkan pertarungan akan memilih yang lebih baik,” tambahnya.

 

Yuch

Baca Selengkapnya