Connect with us

Presiden Jokowi Terima Pimpinan TNI AL dan TNI AU Bahas Komitmen Kebangsaan

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menerima pimpinan TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara secara terpisah, di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/11) pagi.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menjelaskan, pertemuan Presiden Jokowi dengan pimpinan TNI AL dan pimpinan TNI AU yang dilakukan secara terpisah itu membahas komitmen kebangsaan.

“Hal yang disampaikan secara normatif oleh Presiden Jokowi adalah satu tentang konsensus kebangsaan agar Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Kepolisian memegang teguh konsensus kebangsaan,” kata Fadjroel kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, senin (18/11) siang seperti dikutip laman setkab.go.id.

Konsensus kebangsaan tersebut, menurut Fadjroel, yakni Pancasila, UUD 1945, semboyan Bhineka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia dan membela merah putih. Presiden juga mengarahkan agar TNI dan Polri menjaga agenda besar pembangunan yang menjadi program pemerintah.

“Hal yang pertama adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia, kedua menyelesaikan pembangunan infrastruktur, ketiga penyederhanaan birokrasi, lalu penyederhanaan regulasi, dan kelima transformasi ekonomi,” jelas Fadjroel.

Dalam kesempatan bertemu Presiden Jokowi itu, menurut Juru Bicara Presiden Fadjroel Rahman, pimpinan TNI AL maupun pimpinan TNI AU menyampaikan apresiasi kepada Presiden atas kemajuan TNI dalam sejumlah hal.

“Terutama dalam penyediaan alat-alat untuk keperluan militer, sosial, dan keperluan pasukan,” pungkas Fadjroel.

 

Adn

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Presiden Jokowi: Praja TNI-Polri Harus Ikut Partisipasi dan Belajar Selesaikan Krisis di Masa Pandemi

Oleh

Fakta News
Presiden saat menyaksikan penandatanganan berita acara pelantikan Praja TNI-Polri, di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (14/7).

Jakarta – Para Perwira Remaja Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus ikut berpartisipasi dan belajar menyelesaikan krisis saat pandemi Covid-19 serta memperkokoh kebersamaan berlandaskan Pancasila untuk meraih lompatan kemajuan.

Pesan tersebut diungkapkan Presiden Jokowi saat melantik Praja TNI-Polri, yang diikuti pula secara virtual, di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (14/7).

Lebih lanjut Presiden sampaikan bahwa semua harus dapat mengambil makna dari pandemi Covid-19 saat ini yang melanda 215 negara di dunia. Ia menambahkan bahwa memang Indonesia menghadapi masalah kesehatan dan ekonomi yang sangat pelik, seperti juga halnya 215 negara di dunia mengalami hal yang sama.

“Namun sebagai bangsa pejuang kita tidak boleh menyerah, kita bukan hanya harus mampu mengatasi permasalahan akibat pandemi tetapi kita harus memanfaatkan pandemi ini untuk memperkokoh kekuatan bangsa dan melakukan lompatan-lompatan kemajuan,” tutur Presiden.

Krisis akibat pandemi Covid-19, menurut Presiden, dapat memperkokoh kepedulian dan kegotongroyongan, memperkokoh persatuan dan kebersamaan, mempercepat upaya untuk memperbaiki cara kerja, serta mempercepat pengembangan teknologi dan industri.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Lebih lanjut, Presiden berpesan bahwa sebagai pengawal masa depan Praja TNI-Polri harus cakap membaca tantangan dan peluang ke depan karena dunia berubah dengan begitu cepat, disrupsi terjadi di semua sektor kehidupan dan revolusi industri jilid ke-4 semakin mendorong perubahan super cepat tersebut.

“Dunia juga akan diwarnai oleh hiperkompetisi oleh persaingan yang ketat, antar negara bersaing untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk dalam indutrialisasi,” ungkap Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan bahwa teknologi militer juga berkembang dengan cepat bahkan yang terkini telah memanfaatkan kecerdasan buatan, augmented reality, dan teknologi siber telah jauh berkembang.

“Tantangan kejahatan yang dihadapi oleh perwira kepolisian juga sangat berat, kejahatan menggunakan teknologi canggih dan kejahatan siber yang lintas negara juga memerlukan kemampuan antisipasi dan mitigasi yang lebih baik,” tuturnya.

Untuk itu, Presiden minta Praja TNI-Polri harus mengikuti dan mengejar perkembangan zaman, harus menjadi bagian dari kualitas SDM Indonesia hebat serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang lincah dan inovatif dalam menghadapi perubahan dengan karakter kebangsaan kokoh penjaga NKRI dan penjaga Pancasila yang sejati.

“Saudara harus memegang teguh kode etik dan jati diri sebagai perwira TNI dan Polri, junjung tinggi kehormatan dan kecintaan sebagai perwira TNI dan Polri, memelihara kekompakan dan persatuan, dan berikan pelayanan yang terbaik kepada bangsa negara dan rakyat kita,” jelas Presiden.

Turut hadir Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Idham Azis.

 

(edn)

Baca Selengkapnya

BERITA

Presiden Jokowi Lantik Perwira Remaja TNI-Polri di Istana Negara dan Secara Virtual

Oleh

Fakta News
Presiden saat melantik Perwira Remaja TNI-Polri di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (14/7).

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik perwira remaja Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (TNI/Polri) yang sebelumnya telah menempuh pendidikan dalam upacara Prasetya Perwira (Praspa) di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (14/7).

“Pada kesempatan yang berbahagia ini atas nama pribadi, atas nama masyarakat, atas nama negara dan bangsa saya menyampaikan selamat atas pelantikan saudara-saudara para kesatria muda sebagai Perwira Remaja TNI dan Polri sebagai patriot muda kebanggaan negara kita Indonesia,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden sampaikan rasa bangga bisa melantik para Praja TNI dan Polri yang akan menjadi calon pemimpin Indonesia ke depan.

Para perwira tersebut dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 55/TNI/2020 dan Keppres Nomor 56/Polri/2020 tentang Pengangkatan Taruna dan Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian menjadi Perwira TNI dan Perwira Polri yang dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden.

Dalam kesempatan itu, dibacakan juga perwira penerima Adhi Makayasa kepada empat perwira, yaitu: Angga Andhika Y. dari Akademi Militer; Rizqy Z. Djuhaeri dari Akademi Angkatan Laut; Juanda Siregar dari Akademi Angkatan Udara; dan Ivan Pradipta M. dari Akademi Kepolisian.

Turut hadir Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Idham Azis.

 

(edn)

Baca Selengkapnya

BERITA

Plan Indonesia Bagikan Ribuan Alat Kebersihan dan Perlengkapan Sekolah di Lembata

Oleh

Fakta News
Asisten 2 Bidang Administrasi, Pembangunan dan Ekonomi Kabupaten Lembata, Paulus Kedang (kedua dari kiri) bersama Program Implementation Manager Plan Indonesia Area Lembata, Erlina Dangu (ketiga dari kiri) dan petugas Gugus Tugas penanganan COVID-19 saat penyerahan secara simbolis MHM Kits dan School Kits di Sekretariat Gugus Tugas, Lewoleba. (Photo: Plan Indonesia)

Lewoleba – Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) menyumbangkan ribuan alat kebersihan dan perlengkapan sekolah kepada anak dan siswa didik dimulai pada Senin (13/7/2020) hingga satu bulan ke depan di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Pembagian paket perlengkapan manajemen kebersihan menstruasi (MHM Kits) bagi 4.059 anak-anak berusia 10 hingga 18 tahun, serta 4.406 paket perlengkapan sekolah (School Kits) untuk anak-anak Sekolah Dasar akan didistribusikan pada 84 SD dan 28 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 82 taman kanak-kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Pendistribusian alat kebersihan dan perlengkapan sekolah ini dilaksanakan di 79 desa dampingan Plan Indonesia di Kecamatan Omesuri, Buyasuri Ile Ape, Ile Ape Timur dan Lebatukan dalam upaya mendukung pemerintah dalam melakukan pencegahan Pandemik COVID-19.

Asisten 2 Bidang Administrasi, Pembangunan dan Ekonomi Kabupaten Lembata, Paulus Kedang (ketiga dari kiri) bersama Program Implementation Manager Plan Indonesia Area Lembata, Erlina Dangu (Keempat dari kiri) dan beberapa petugas Gugus Tugas penanganan COVID-19 saat penyerahan MHM Kits dan School Kits di Sekretariat Gugus Tugas, Lewoleba. (Photo: Plan Indonesia)

Saat distribusi Plan Indonesia dibantu relawan Forum Penanggulangan Resiko Bencana (PRB) kabupaten dan tingkat desa serta para relawan Plan Indonesia wilayah dampingan di Lembata.

“Pembagian perlengkapan manajemen kebersihan menstruasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi terkait menstruasi bagi anak dampingan dan agar mereka memanfaatkan paket perlengkapan untuk kebersihan diri secara baik dan benar saat menstruasi,” kata Erlina Dangu, Program Implementation Area Manager Plan Indonesia di Kabupaten Lembata.

Erlina mengatakan tujuan dari pembagian paket menstruasi dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak dampingan agar mereka dan tenaga pendidik bisa terbantu dalam pelaksanaan proses belajar selama masa pandemik virus corona di lima wilayah  kecamatan dampingan Plan Indonesia.

Distribusi ini merupakan kelanjutan program tanggap darurat Plan Indonesia saat pandemik COVID-19. Pada bulan April hingga juni 2020, Plan Indonesia telah memberikan bantuan kepada masyarakat secara langsung dengan menyasar anak dan keluarganya yang tinggal di wilayah dampingan. Bantuan yang telah diberikan berupa ribuan paket kebersihan diri, fasilitas air bersih.

Asisten 2 Bidang Administrasi, Pembangunan dan Ekonomi Kabupaten Lembata, Paulus Kedang (baju putih) bersama Program Implementation Manager Plan Indonesia Area Lembata, Erlina Dangu (baju biru) sedang melakukan penandatanganan tanda terima bantuan MHM Kits dan School Kits di Sekretariat Gugus Tugas, Lewoleba. (Photo: Plan Indonesia)

Lebih dari 400.000 anak dan orang dewasa telah menerima manfaat langsung dalam program tanggap darurat Plan Indonesia termasuk penyediaan air bersih dan alat kebersihan, kegiatan promosi kebersihan, perlindungan anak dan memastikan akses pendidikan untuk anak-anak di daerah terpencil.

Wilayah tanggap COVID-19 dari Plan Indonesia yaitu Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nagekeo, Lembata, Belu, Malaka, Manggarai, Nusa Tenggara Barat di Lombok Barat, Lombok Utara dan Mataram, Sumbawa, DKI Jakarta di 18 kelurahan dan Jawa Tengah.

Baca Selengkapnya