Connect with us
Resmikan Pabrik Polietilena di Cilegon

Presiden Jokowi Berharap Indonesia Tak Lagi Impor Petrokimia

“Kita tahu semuanya PT Chandra Asri ini adalah pionir industri petrokimia yang ada di Tanah Air. Oleh karena impor kita di bidang petrokimia masih besar, kita harapkan bahwa investasi penanaman modal yang terus menerus di bidang ini harus terus kita berikan ruang agar nantinya yang namanya impor bahan-bahan petrokimia itu betul-betul setop dan kita justru bisa mengekspornya,” ujar Presiden saat memberikan sambutan.

Presiden mengapresiasi investasi yang dilakukan untuk pembangunan pabrik baru tersebut yang hasil produksinya dapat dijadikan produk substitusi impor. Sebagaimana diketahui, impor minyak dan gas serta petrokimia untuk kebutuhan industri nasional masih terlampau besar sehingga memberatkan neraca perdagangan.

“Salah satu masalah besar yang dihadapi oleh negara kita ini adalah defisit transaksi berjalan, juga yang namanya defisit perdagangan. Karena barang-barang yang kita produksi di dalam negeri bahan bakunya kebanyakan masih impor. Termasuk di dalamnya adalah yang paling besar adalah petrokimia dan juga yang namanya impor minyak dan gas,” ucapnya.

Presiden mengungkap, berdasarkan data yang diterima, kebutuhan domestik polietilena sebagai bahan baku industri mencapai 2,3 juta ton per tahun. Sementara kapasitas produksi nasional untuk bahan baku tersebut baru mencapai 780 ribu ton.

“Artinya kita masih impor 1,52 juta ton. Jangan berikan dong peluang-peluang seperti ini ke negara lain. Kalau kita bisa membuat sendiri kenapa harus impor?” kata Presiden.

Pembangunan pabrik baru polietilena tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi di dalam negeri sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada impor komoditas tersebut. Kepala Negara berharap bahwa di masa mendatang industri nasional mampu memproduksi sendiri seluruh bahan-bahan petrokimia sehingga mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri dan bahkan melakukan ekspor ke negara lainnya.

“Pembangunan pabrik baru polietilena PT Chandra Asri Petrochemical merupakan langkah konkret. Seperti ini yang diperlukan oleh negara kita, bukan wacana-wacana,” tuturnya.

Lebih jauh, investasi yang dilakukan oleh industri juga dipandang akan berdampak pada pembukaan lapangan kerja yang besar sehingga dapat menyerap tenaga-tenaga kerja yang berada di sekitar wilayah industri atau pabrik-pabrik yang didirikan.

“Inilah pentingnya kenapa saya selalu menyampaikan penanaman modal dan investasi. Larinya ke mana sih? Pembukaan lapangan kerja yang sebesar-besarnya yang akan membantu dan berkontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi, tidak hanya di Cilegon dan Banten saja, tetapi juga perekonomian nasional kita,” kata Presiden.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Erwin Ciputra dalam laporannya mengatakan, pabrik baru berkapasitas 400 ribu ton per tahun tersebut dibangun dengan nilai investasi sebesar USD380 juta. Pabrik baru tersebut menjadikan kapasitas produksi perusahaan meningkat menjadi 736 ribu ton per tahun.

Hasil produksi pabrik tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri nasional sebagai produk substitusi impor mengingat hingga saat ini sejumlah produk petrokimia masih harus diimpor untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah selama ini melalui insentif pajak dan tax holiday yang sangat berguna dalam mendatangkan investasi,” ucap Erwin.

Ke depannya, Erwin melanjutkan, pihaknya akan kembali berinvestasi untuk mengembangkan kompleks pabrik petrokimia kedua mereka dengan nilai investasi berkisar antara Rp60 triliun hingga Rp80 triliun yang diperkirakan akan selesai dalam waktu empat tahun.

“Kami berharap agar kompleks petrokimia Chandra Asri dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Presiden Joko Widodo berharap agar investasi yang akan kembali dilakukan tersebut dapat segera meningkatkan kapasitas produksi dan mengurangi ketergantungan impor petrokimia sehingga beban defisit negara menjadi berkurang. Bahkan, Kepala Negara berharap agar penyelesaian pengembangan kompleks baru tersebut dapat diselesaikan lebih cepat dari target semula.

“Segera selesaikan pabriknya. Kalau bisa jangan sampai empat tahun, dua tahun selesai. Dikebut,” kata Presiden.

Mendampingi Presiden dalam acara peresmian tersebut di antaranya ialah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dua Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar dan Adamas Belva Syah Devara, serta Gubernur Banten Wahidin Halim.

 

Ping

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Ingatkan Negara Kaya Tak Timbun Vaksin Corona, Paus Fransiskus Minta Orang Miskin Diprioritaskan Dapat Vaksin

Oleh

Fakta News
Paus Fransiskus

Vatican City – Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, menyerukan bahwa anggota masyarakat yang miskin dan lemah harus mendapatkan perlakuan istimewa saat vaksin virus Corona (COVID-19) siap digunakan. Paus Fransiskus memperingatkan negara-negara kaya untuk tidak menimbun vaksin Corona.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (26/9/2020), seruan itu disampaikan Paus Fransiskus dalam pidatonya di hadapan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada Jumat (25/9) waktu setempat. Paus Fransiskus berbicara dari Vatikan via video yang direkam lebih awal.

Dituturkan Paus Fransikus dalam pidatonya bahwa pandemi global telah menyoroti kebutuhan mendesak untuk memajukan kesehatan publik dan memastikan akses pada vaksin.

“Jika ada yang harus diberi preferensi, biarlah mereka yang paling miskin, yang paling rentan, mereka yang begitu sering mengalami diskriminasi karena mereka tidak memiliki kekuasaan atau sumber daya ekonomi,” tegas Paus Fransiskus dalam pidatonya.

Lebih lanjut, Paus Fransiskus memperingatkan bahwa negara-negara kaya tidak seharusnya menimbun vaksin Corona.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memperingatkan terhadap ‘nasionalisme vaksin’ dan mendorong negara-negara maju untuk bergabung dalam pakta global untuk berbagi kandidat vaksin Corona dengan negara-negara berkembang.

Lebih dari 150 vaksin Corona kini tengah dalam pengembangan, dengan dua lusin kandidat vaksin di antaranya tengah dalam tahap uji coba terhadap manusia dan beberapa sedang dalam tahap uji coba tahap akhir.

Dalam pidatonya, Paus Fransiskus juga mengulang seruan kepada negara-negara kaya untuk mengurangi atau menghapus utang yang membebani negara-negara miskin. Dia menyerukan perubahan dalam institusi ekonomi dan keuangan agar mereka bisa lebih baik dalam ‘merespons kesenjangan yang tumbuh pesat antara orang super-kaya dan orang miskin permanen’.

Baca Selengkapnya

BERITA

Kabar Duka, Mertua dari Wagub DKI Ahmad Riza Patria Meninggal Dunia

Oleh

Fakta News
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Jakarta – Kabar duka datang dari keluarga Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Ibu Mertua Riza, Yan Yusma meninggal dunia. Asisten Pribadi (Aspri) Wagub DKI, Yudha mengatakan almarhumah meninggal dunia hari ini, Sabtu (26/9) sekitar pukul 05.20 WIB.

“Telah berpulang ke rahmatullah ibu kami, Hj. Yan Yusma binti Ismail Nain, pada hari ini Sabtu, 26 September 2020, sekitar pukul 5.20 WIB yang merupakan ibunda dari ibu Hj. Ellisa Sumarlin dan Ibu Mertua dari Wagub DKI Jakarta Bpk H. Ahmad Riza Patria,” ujar Yudha melalui keterangan tertulisnya.

Yudha meminta kepada masyarakat untuk mendoakan almarhumah. Dia berharap semoga seluruh amal ibadah almarhumah diterima Allah SWT.

“Mohon doanya. Semoga almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan diterima segala amal ibadahnya oleh Allah SWT,” ucapnya.

Lebih lanjut, Yudha mengatakan pihak keluarga meminta kepada semua pihak untuk tidak mengirim karangan bunga ke rumah duka. Menurutnya, uang untuk membeli karangan bunga itu sebaiknya digunakan untuk sedekah dengan niat atas nama almarhumah.

“Keluarga berpesan tidak perlu mengirim karangan bunga ke rumah duka. Keluarga menyampaikan harapan agar uang yang sedianya digunakan untuk karangan bunga lebih baik dijadikan sedekah dan atau diniatkan atas nama almarhumah Yan Yusma binti Ismail Nain,” kata Yudha.

Baca Selengkapnya

BERITA

Masuki Masa Kampanye, Bawaslu Ingatkan Paslon Pilkada Patuhi Protokol Kesehatan

Oleh

Fakta News
Penyelenggara Pemilu Ad Hoc
Anggota Bawaslu Mochammad Afiffudin

Jakarta – Tahapan Pilkada Serentak 2020 mulai memasuki masa kampanye hari ini. Bawaslu mengingatkan agar semua pasangan calon yang maju Pilkada 2020 mematuhi aturan protokol kesehatan.

“Kita minta semua pihak memedomani semua aturan, protokol kesehatan dan aturan-aturan kampanye. Ini penting untuk menjaga kita semua menjaga keselematan dan menjaga kualitas proses Pilkada,” kata Anggota Bawaslu Mochammad Afiffudin, Jumat (25/9/2020).

Ia mengatakan Bawaslu juga menyiapkan para petugas untuk mengawasi jalannya kampanye di Pilkada 2020 agar tetap sesuai dengan aturan berlaku. Menurutnya, di kondisi penyelenggaran Pilkada di tengah masa pandemi ini diperlukan kesadaran bersama akan pentingnya penerapan protokol kesehatan.

“Dalam situasi seperti ini dibutuhkan ketertiban hukum, ketertiban aturan, dan ketertiban politik. Agar pilkada kita tetap berjalan baik dengan mematuhi protokol kesehatan oleh semua pihak,” ujarnya.

Ia menegaskan Bawaslu akan menindak para paslon yang melanggar aturan kampanye di Pilkada 2020. Aturan tentang kampanye di Pilkada 2020 sudah diatur dalam PKPU Nomor 13 Nomor 2020.

“(Sanksi pelanggar kampanye) sudah diatur dalam PKPU 13. Kita jalankan sebagaiman aturan memberi kewenganan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pilkada 2020 tetap digelar secara serempak pada masa pandemi COVID-19. Tahapan, jadwal dan program Pilkada disusun KPU berdasarkan protokol kesehatan.

Tahapan dan jadwal ini, di masukan dalam Peraturan KPU (PKPU) nomor 5 tahun 2020. Tentang perubahan ketiga atas PKPU nomor 13 tahun 2019 tentang tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan Pilkada tahun 2020.

Untuk tahapan masa kampanye dimulai hari ini tanggal 26 September dan berakhir pada 5 Desember 2020. Kemudian masa tenang dimulai pada 6 sampai 8 Desember 2020.

Lalu, pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada 9 Desember 2020. Pengumuman hasil penghitungan suara pada 9-15 Desember 2020. Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat provinsi untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur pada 16-20 Desember 2020.

Baca Selengkapnya