Connect with us

Presiden Jokowi Ajak Semua Terus Semangat dan Bekerja Keras Lewati Masa Pandemi Covid-19

Presiden Jokowi pada acara pemberian bantuan modal kerja pada hari Rabu (19/8) sore, di Halaman Tengah Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta.

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua untuk terus bersemangat, bekerja keras agar kita bisa melewati masa pandemi Covid-19 ini.

“Pemerintah terus berusaha menurunkan agar yang terpapar itu semakin sedikit, semakin sedikit. Tapi juga itu hal yang tidak mudah karena barangnya aja enggak kelihatan, yang namanya Covid-19 itu barangnya enggak kelihatan,” tutur Presiden pada acara pemberian bantuan modal kerja pada hari Rabu (19/8) di Halaman Tengah Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta.

Oleh sebab itu, Presiden mengajak semua untuk terus tetap pakai masker, menjaga jarak, kemudian setelah kegiatan selalu cuci tangan.

“Saya kira memang itu cara menghindarinya dan tidak berada di tempat kerumunan yang saling berdesakan, saya kira itu cara yang harus kita lakukan,” jelas Presiden.

Vaksin Covid-19

Sementara itu, Presiden juga menyampaikan bahwa untuk vaksin saat ini proses vaksinnya juga baru diuji yang memasuki uji klinis yang ketiga dan telah dicobakan kepada para relawan.

“Kita harapkan nanti kalau sudah syukur nanti doa Bapak-ibu semuanya bisa maju, tidak Januari tapi maju lebih cepat ya itu alhamdulillah kita syukuri,” jelas Presiden.

Sebagai informasi dalam acara pemberian bantuan disampaikan kepada 71 pedagang. Semua pedagang merasakan kegembiraan dengan pemberian bantuan modal kerja sebagai disampaikan oleh Wiwi, yang berprofesi sebagai pedagang kelontong rumahan yang merasakan imbas dari pandemi Covid-19.

“Setelah Covid, omsetnya langsung drastis. Saya cuma sehari itu bisa dapat uang Rp100.000 aja sudah bersyukur, Pak. Minim banget, gitu. Kebetulan saya punya 4 orang anak. Anak saya SD, SMP, SMA dan kuliah. Itu sekarang sangat sulit, suami saya pun kerja harian bukan pegawai,” cerita Wiwi kepada Presiden.

Dalam agenda tersebut, Presiden turut didampingi oleh Mensesneg Pratikno dan MenkopUKM Teten Masduki.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Arteria Minta Hentikan Sebar Fitnah dan Hoax tentang PKI ke PDIP

Oleh

Fakta News
Kepentingan rakyat
Arteria Dahlan

Jakarta – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan meminta fitnah tentang PKI terhadap PDI Perjuangan segera dihentikan. Arteria berharap semua pihak yang berusaha memfitnah atau menista dengan informasi tidak benar tersebut untuk meminta maaf.

Para pihak yang melontarkan ucapan tak benar tersebut diharapkan dapat mengklarifikasi bahwa perbuatan dan informasi yang mereka sebarkan tidak benar.

“Keluarga memang masih berat dan meminta untuk tetap dilakukan upaya hukum, tapi saya berpikir lain. Saya ingin mengimbau untuk kita semua untuk berhenti menyebarkan berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian terlebih dengan memainkan isu PKI, isu agama, maupun isu SARA,” katanya di Jakarta, Selasa (22/9).

Arteria mengatakan bagaimana jika fitnah ini terjadi kepada orang lain yang tidak memiliki fasilitas untuk memberikan klarifikasi dan hanya dihakimi secara sepihak. Dampaknya dapat membuat sosok yang bersangkutan `mati` secara politik.

“Tentunya sebagai anggota Badan Sosialisasi MPR RI, saya memiliki kewajiban moral sekaligus kewajiban politik untuk memastikan bahwa isu-isu terkait dengan politik identitas harus segera diantisipasi dan dicermati secara lebih mendalam, karena di samping mengusik rasa kerukunan di tengah kebhinekaan kita, juga berpotensi menyerang keutuhan eksistensi NKRI,” ujarnya.

Politikus asal Sumatera Barat itu mengaku bersyukur, diberikan kesempatan untuk mempelajari negara-negara yang pernah besar yang luluh lantah dan porak poranda akibat isu SARA dan politik identitas. Diharapkan hal itu tidak terjadi di Indonesia.

Semoga permasalahan-permasalahan terkait politik identitas termasuk juga pengulangan atas isu-isu rutin tahunan seperti PKI di bulan September yang selalu menyerempet PDI Perjuangan dapat segera dihentikan,” ujarnya.

Arteria juga mengungkapkan dirinya juga sempat mengalami hal yang serupa saat keluarganya dituding lekat dengan stigma PRRI.

Namun pascareformasi, Indonesia sudah memiliki TAP MPR Nomor 1 Tahun 1998, di mana semuanya sudah diatur secara tegas dan berkepastian hukum.

“Sudah saatnya, berpikir waras tunjukan soliditas semangat kesetiakawanan untuk melawan krisis global di tengah pandemi Covid-19, jangan kita terbelenggu dengan menghalalkan segala cara sekadar untuk mendapatkan kekuasaan sesaat,” ujarnya.

Baca Selengkapnya

BERITA

In Memoriam Muhammad Sulthon

Oleh

Fakta News

Jakarta – Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kabar duka datang dari relawan pendukung Joko Widodo. Telah meninggal kawan kita bernama Muhammad Sulthon A.I. Adchan pada Rabu 23 September 2020 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pria lulusan ITB Mesin 91 ini mempunyai jasa besar dalam mengawal kemenangan Jokowi di 2014 bersama Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) dalam gerakan 2 juta relawan saksi melalui aplikasi yang dibuatnya, yakni I-Witness. Aplikasi ini berfungsi untuk memonitoring jumlah hasil perhitungan suara pemilihan di masing-masing TPS suatu wilayah dengan konsep real count.

Selain itu ia juga mengembangkan pembangunan ekonomi daerah melalui MAHADESA dengan membuat jaringan online warung desa di kampung halamannya Lumajang.

Belakangan ini ide besar MAHADESA dikembangkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan program infrastruktur ekonomi digital terintegrasi di NTB.

Ide besar MAHADESA yakni membangun sistem perdagangan berbasis teknologi digital di NTB. Sistem perdagangan ini diharapkan menjadi jembatan agar produk UMKM di NTB mudah mengakses pasar digital.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah dalam akun Facebook pribadinya menyampaikan dukacitanya yang mendalam. Diketahui Zulkieflimansyah sangat intens bertukar pikiran kepada almarhum sebelum kepergiannya.

“Semalam Sahabat saya Mas Sulthon berpulang mendahului kita semua menghadap Yang Maha Kuasa di Mataram… Alumni ITB ini memang Teman diskusi yang hangat sejak lama di Jakarta dan beliau menghabiskan waktunya belakangan banyak di NTB karena obsesinya ingin membangun ekonomi masyarakat dari desa.. Desa dan BUMDES harus kita berdayakan.. Konsep dan Ide tentang Mahadesa adalah ide dan konsep beliau.. Setelah saya menjadi Gubernur di NTB ini ingin kami terapkan konsep Mahadesa ini di NTB.. Sdh coba kami jalankan di 20 Desa.. Dan rencananya menyambut Ultah NTB ini kita akan Launching di 500 Desa dan tahun depan semua desa di NTB sdh digital dan mengaplikasikan konsep Mahadesa ini… Sahabat yg sangat gigih dan penuh dedikasi.. Kami ingin terus bersamamu, mendengar mimpi dan visi2 besarmu membangun desa dgn konsep digital..Namun Tuhan ternyata lebih menyayangimu Kawan.. Selamat jalan Chief. Rest in Peace.. Antum orang baik dan Insya Allah dirimu akan dimuliakan Allah di sisiNya.. Insya Allah mimpi2mu akan kami coba terapkan di NTB ini..Aamiin…,” tulis Zulkieflimansyah dilihat dari akun Facebooknya Rabu (23/9).

Sementara itu Koordinator Nasional KAPT, Ammarsjah, berbagi kenangannya saat bersama almarhum membuat gerakan 2 juta relawan saksi dalam mengawal kemenangan Joko Widodo di Pilpres 2014 silam. Saat itu almarhum Sulthon merupakan pembuat aplikasi I-Witness yang memudahkan relawan bisa melaporkan penghitungan suara di TPS secara real time.

“Suatu hari seorang anak muda mendatangi saya di markas pemenangan jalan Widya Chandra, dibawa seorang kawan sambil memperkenalkan diri, “Saya Sulthon adik kelas abang, dimasa lalu saya mendapat kesempatan berusaha sehingga ada sedikit rezeki, mungkin ada yang saya bisa kontribusikan untuk pemenangan pak Jokowi, dia orang baik bang, dan harus didukung.” Itulah awal perkenalan saya dengan sosok Sulthon dan awal kerjasama kami dalam proses pemenangan Jokowi Presiden 2014,” ungkap Ammarsjah.

Bukan hanya itu, lanjutnya, Sulthon juga menginisiasi pengawalan suara dengan membangun platform I -Witness, aplikasi mobile dan mendorong gerakan 2JutaRelawan kawal suara, jauh sebelum kawal pemilu diluncurkan.

“Tidak tanggung tanggung dia menyiapkan tempat bukan saja di lokasi strategis, tetapi juga besar dan mewah, di jalan Jusuf Adiwinata, kemudian setelah selesai dia pindahkan ke jalan Sawo, bersebelahan dengan rumah pak Jokowi selama masa kampanye,” imbuhnya.

Ammarsjah menuturkan, gagasan pengawalan suara ini muncul dari kekhawatiran kawan kawan terhadap kemungkinan kecurangan mulai ditingkat TPS. Sayang sistem ini dibombardir para hacker sehingga kolaps dan akhirnya jejaring ini diarahkan memperkuat Kawal Pemilu.

Usai pemilu Sulthon kembali menggagas penguatan ekonomi akar rumput berbasis RW, menggabungkan konsep koperasi dan Local Mart, yang kemudian dia alihkan untuk pengembangan pedesaan. Dia memperkenalkan program MAHADESA, membangun platform untuk membantu perdagangan berbasis desa.

“Pagi ini saya mendapat kabar mengejutkan, Sulthon telah berpulang. Dia sedang mengabdikan dirinya di NTB, memperkenalkan MAHADESA di NTB, membangun infrastruktur ekonomi desa berbasis IT. Berita yang saya dengar dua hari setelah dinyatakan positif, kesehatannya drop dan akhirnya tidak bisa tertolong lagi,” ucap Ammarsjah.

“Selamat jalan kawan, kontribusi dan pengabdianmu begitu besar, semoga engkau mendapat tempat yang layak disisi Allah SWT,” sambung Ammarsjah.

Baca Selengkapnya

BERITA

Presiden Jokowi Resmi Lantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Ketua Dewan Komisaris LPS

Oleh

Fakta News
Presiden Jokowi saat menyaksikan prosesi pengucapan sumpah anggota Dewan Komisioner LPS periode 2020-2025 di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Rabu (23/9).

Jakarta – Presiden Joko Widodo menyaksikan pengucapan sumpah 4 (empat) anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2020-2025 di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Rabu (23/9). Acara diawali dengan prosesi berkumandangnya lagu Indonesia Raya setelah Presiden dan Wakil Presiden tiba di tempat acara.

Usai Indonesia Raya berkumandang, Sekretaris Menteri Sekretaris Negara (Sesmensesneg), Setya Utama, membacakan Surat Keputusan Presiden RI No 58/M/2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan.

Keempat anggota LPS yang mengucapkan sumpah di depan Presiden adalah:

  1.     Purbaya Yudhi Sadewa sebagai anggota merangkap ketua Dewan Komisioner LPS;
  2.     Didik Madiyono sebagai anggota Dewan Komisioner LPS;
  3.     Luky Alfirman sebagai anggota Dewan Komisioner LPS ex-officio Kementerian Keuangan RI;
  4.     Destry Damayanti sebagai anggota Dewan Komisioner LPS ex-officio Bank Indonesia.

Setelah pengucapan sumpah, Indonesia Raya berkumandang kembali dan selanjutnya prosesi diakhiri dengan pemberian ucapan selamat sesuai Protokol Kesehatan oleh Presiden bersama Wapres yang diikuti undangan lainnya.

Turut hadir Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Gubernur BI Perry Warjiyo, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg Pratikno, Menkeu Sri Mulyani, dan Ketua OJK Wimboh Santoso.

Baca Selengkapnya