Connect with us

Polri Tetapkan 85 Orang Jadi Tersangka Kerusuhan Papua-Papua Barat

Jakarta – Jumlah tersangka yang terlibat dalam kerusuhan di Papua dan Papua Barat bertambah. Berdasarkan data terbaru Polri, 85 orang sudah berstatus tersangka terkait kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

“Di Jayapura sejumlah tersangka 31 orang, dari sebelumnya 28, Timka 10, Kabupaten Deiyai 14 orang. Jumlahnya sampai hari ini, Polda Papua sudah menetapkan 55 tersangka,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019).

Sedangkan Polda Papua Barat sudah menetapkan 30 orang tersangka. Sebanyak 19 orang juga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Kemudian Papua Barat jumlah tersangka Manokwari 15, Sorong 11 orang, kemudian 11 DPO, Fakfak 3 tersangka dan 8 DPO, untuk Teluk Bintuni ditetapkan 1 tersangka. Total Papua Barat 30 tersangka,” ucapnya.

Para tersangka diduga melakukan provokasi hingga perusakan di Papua dan Papua Barat. Polda Metro Jaya dan Polda Jatim juga menangkap sejumlah orang karena diduga terlibat provokasi di media sosial hingga perbuatan makar.

“Kaitannya dengan Papua juga, Polda Metro Jaya menangkap 6 tersangka, Polda Jatim dari 2 menjadi 3 tersangka,” kata Dedi.

Sebelumnya, polisi menangkap dua otak kerusuhan di Papua, yakni Ferry Kombo dan Alexander Gobay. Keduanya diduga menjadi aktor intelektual di lapangan dan menggerakkan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

Baca Juga:

 

Yuch

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Gugus Tugas Laporkan 11 Provinsi Nihil Kasus Baru Covid-19

Oleh

Fakta News

Jakarta – Pemerintah mengumumkan sudah ada 28.233 kasus positif virus Corona (COVID-19), dengan tambahan 684 kasus, per 3 Juni 2020. Dari data yang sama, diketahui ada 11 provinsi yang nihil kasus baru pada hari ini.

“Kita mendapatkan kasus konfirmasi positif sebanyak 684 sehingga totalnya menjadi 28.233,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, dr Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BNPB, Rabu (3/6/2020).

Yuri juga merinci ada tambahan 471 pasien yang sembuh dari virus Corona, sehingga total menjadi 8.406 orang. Pasien positif Corona yang meninggal bertambah 1.698 orang dan totalnya kini 1.698.

“(Sebanyak) 418 kabupaten/kota telah terdampak,” sebut Yuri.

Sementara itu, orang dalam pantauan (ODP) hingga hari ini berjumlah 48.153. Kemudian pasien dalam pengawasan terkait Corona ada 13.285 orang.

Berikut ini daftar daerah nihil penambahan kasus positif Corona pada 3 Juni:

  1. Aceh: 0 kasus baru
  2. Bengkulu: 0 kasus baru
  3. DI Yogyakarta: 0 kasus baru
  4. Jambi: 0 kasus baru
  5. Kalimantan Utara: 0 kasus baru
  6. Kepulauan Riau: 0 kasus baru
  7. Lampung: 0 kasus baru
  8. Riau: 0 kasus baru
  9. Papua Barat: 0 kasus baru
  10. Sulawesi Barat: 0 kasus baru
  11. Nusa Tenggara Timur: 0 kasus baru
Baca Selengkapnya

BERITA

Kasus Positif COVID-19 Naik 684, Pasien Sembuh 471, Meninggal 35

Oleh

Fakta News
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per hari ini Rabu (3/6) ada sebanyak 684 sehingga totalnya menjadi 28.233 orang. Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 8.406setelah ada penambahan sebanyak 471 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal bertambah 35 orang sehingga totalnya menjadi 1.698.

“Kita mendapatkan kasus konfirmasi positif sebanyak 684, sehingga totalnya menjadi 28.233,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (3/6).

Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 354.434 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 101 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 60 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 180 lab. Secara keseluruhan, 354.434 orang telah diperiksa dan hasilnya 28.233 positif (kulumatif) dan 218.200 negatif (kumulatif).

Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 48.153 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 13.285 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 418 kabupaten/kota di Tanah Air.

Sementara itu, data provinsi 5 besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari DKI Jakarta 7.623 orang, Jawa Timur 5.318, Jawa Barat 2.319, Sulawesi Selatan 1.668, Jawa Tengah 1.455 dan wilayah lain sehingga totalnya 28.233.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 2.586 disusul Jawa Timur sebanyak 799, Jawa Barat 701, Sulawesi Selatan 636, Jawa Tengah 371 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 8.406 orang.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Selanjutnya Gugus Tugas merincikan akumulasi data positif COVID-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 20 kasus, Bali 490 kasus, Banten 954 kasus, Bangka Belitung 62 kasus, Bengkulu 92 kasus, Yogyakarta 237 kasus.

Selanjutnya di Jambi 97 kasus, Kalimantan Barat 202 kasus, Kalimantan Timur 310 kasus, Kalimantan Tengah 456 kasus, Kalimantan Selatan 1.033 kasus, dan Kalimantan Utara 165 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 209 kasus, Nusa Tenggara Barat 685 kasus, Sumatera Selatan 1.029 kasus, Sumatera Barat 583 kasus, Sulawesi Utara 377 kasus, Sumatera Utara 444 kasus, dan Sulawesi Tenggara 251 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 129 kasus, Lampung 136 kasus, Riau 117 kasus, Maluku Utara 176 kasus, Maluku 238 kasus, Papua Barat 172 kasus, Papua 858 kasus, Sulawesi Barat 92 kasus, Nusa Tenggara Timur 97 kasus, Gorontalo 118 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus.

 

(hels)

Baca Selengkapnya

BERITA

Gus Mis: Ancaman bagi Negeri Ini adalah ISIS, HTI dan Kelompok Ekstremis

Oleh

Fakta News
Zuhairi Misrawi

Jakarta – Cendekiawan Nadhlatul Ulama (NU) Zuhairi Misrawi (Gus Mis) menanggapi sebagian pihak yang masih meributkan bahaya PKI atau komunisme di Indonesia. Gus Mis menegaskan, ancaman bagi negeri ini adalah kelompok-kelompok ekstrimis seperti ISIS.

“Ancaman bagi negeri ini adalah ISIS, HTI dan kelompok ekstremis lainnya!,” ujar Gus Mis.

Gus Mis pun menduga kalangan yang gemar melontarkan isu PKI sebagai pihak yang berniat membelokkan isu.

Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) itu menyatakan, siasat kelompok-kelompok ‘anti PKI’ itu mudah terbaca.

“Jangan suka membelokkan pada hal lain, kawan. Siasatmu mudah dibaca!” ujar Gus Mis.

Isu PKI memang terus dihembuskan sebagian kalangan. Salah satunya tampak dari acara Apel Siaga dan Mimbar Bebas bertema: “Tumpas Komunis Dari Bumi Pertiwi Save Pancasila dan NKRI” yang diinisiasi Gerakan Pemuda Indonesia (GPI) bersama beberapa Ormas Islam, OKP dan LSM pada Senin (1/6).

Faktanya, yang mengganggu keamanan dengan tindakan brutal justru ekstrimis ISIS.Seorang anggota polisi Polda Kalimantan Selatan meninggal diserang simpatisan ISIS, Senin (1/6) dini hari.

Seorang lagi anggota polisi yang bertugas di Polsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan mengalami luka-luka akibat serangan teroris tersebut.

 

(mjf)

Baca Selengkapnya