Connect with us

Sebelum Ditangkap, Polri Akui Sempat Ingatkan Mustofa Nahra Soal Cuitannya

mustofa

Jakarta – Polisi telah resmi menahan Mustofa Nahrawardaya, Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Polisi menjelaskan, sebelum ditangkap Mustofa juga telah pernah diingatkan soal bahaya penyebaran hoaks.

Hal ini disampaikan Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019).

“Khusus saudara MN ini, bukannya dia tidak tahu tentang UU ITE, bukannya tidak tahu tentang sanksi yang dia terima ataupun bahkan dia bukan tidak tahu apa dampak yang akan ditimbulkan oleh masyarakat seperti yang disampaikan oleh disampaikan tadi,” kata Ricky.

Dia bahkan sudah pernah dipanggil dan diimbau untuk berhenti menyebarkan informasi seperti itu. Namun imbauan itu dianggapnya tak didengar. Mustofa terus melakukan hal tersebut.

“Akun-akun itu itu sudah lama sekali kita pantau bahkan saudara MN ini sudah pernah kita undang, kita panggil ke kantor direktorat siber untuk diajak berkoordinasi, diajak berkomunikasi dan diajak menyampaikan dampak yang muncul apabila Anda menyebar akun-akun yang negatif itu sudah kita lakukan,” paparnya.

Karena itu, Ricky menegaskan pihak kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap Mustofa karena sudah diingatkan berkali-kali.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Puan Maharani Ajak Masyarakat Dukung Atlet Indonesia di Sea Games 2019

Oleh

Fakta News

Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta seluruh masyarakat Indonesia mendukung atlet Tanah Air yang tengah berjuang di pesta olahraga akbar SEA Games 2019, di Filipina.

Dikutip dari Instagram resmi @puanmaharani Ketua DPR RI Puan Maharani, mengunggah dua foto bersama atlet Indonesia yang berlaga di Asian Games 2018 lalu.

Mengenakan jaket hitam dan topi merah, Puan Maharani berpose bersama sederet atlet wanita.

Puan berharap kesuksesan prestasi Asian Games 2018 bisa diraih lagi di SEA Games 2019 sesuai target yang sudah ditetapkan.

“Target awal 45 medali emas dan sudah berhasil 70 medali emas. Semoga target utama menempati peringkat kedua di SEA Games 2019 bisa juga,” tulis Puan Maharani di akun IG yang terverifikasi, Minggu (8/12).

“Terus kibarkan Merah Putih dan kumandangkan Indonesia Raya di pentas dunia,” tambahnya.

Diberitakan perolehan medali atlet Indonesia melorot ke posisi 4, setelah sempat berada di posisi 2 beberapa hari kemarin.

 

Munir

Baca Selengkapnya

BERITA

Panggil Kapolri, Jokowi Ingin Progres Kasus Novel Baswedan Segera Diumumkan

Oleh

Fakta News

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis kemarin sore. Jokowi ingin mendapatkan ketegasan soal kasus teror air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

“Sore, kemarin saya sudah undang Kapolri. Kita tanyakan langsung ke Kapolri. Ingin mendapatkan sebuah ketegasan. Ada progres atau nggak,” kata Jokowi di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).

Kepada Jokowi, Kapolri melaporkan ada temuan baru soal kasus Novel. Temuan itu sudah menuju tahap kesimpulan.

“Dijawab ada temuan yang baru yang sudah menuju pada kesimpulan. Karena itu, saya nggak kasih waktu lagi. Saya bilang secepatnya diumumkan. Siapa,” ujar Jokowi.

Namun Jokowi tak mengungkap temuan baru yang dilaporkan Kapolri. Dia meminta Kapolri menyampaikan langsung ke publik dalam waktu dekat.

“Tanyakan langsung ke Kapolri. Saya tidak berbicara masalah bulan. Kalau sudah saya bilang secepatnya, berarti dalam waktu harian,” ujar dia.

Sebelumnya, Jokowi pada 1 November meminta Kapolri Jenderal Idham Aziz menuntaskan pengungkapan kasus teror terhadap penyidik KPK Novel dengan tenggat awal Desember. Sementara itu, Polri berjanji kasus Novel diungkap sebelum akhir tahun.

“Tidak akan berapa lama lagi. Insyaallah tidak sampai berbulan-bulan. Doakan, insyaallah,” kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (9/12). Irjen Iqbal menjawab pertanyaan apakah pengungkapan kasus Novel tak akan sampai tahun berganti.

 

Adn

Baca Selengkapnya

BERITA

Ada omnibus Law, Perekonomian Indonesia di 2020 Diprediksi Tumbuh di Atas 5 Persen

Oleh

Fakta News
Ketergantungan Terhadap Utang berkurang karena kontribusi pajak dan defisit keseimbangan primer serta APBN

Jakarta – Perekonomian Indonesia tahun 2020 diprediksi akan tumbuh lebih baik bila dibandingkan dua tahun sebelumnya. Ekonom BNI Ryan Kiryanto optimistis hal itu terjadi dengan upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendorong agar DPR segera mengesahkan omnibus law.

“Kenapa kita optimis tahun depan lebih baik dari 2018, 2019? Karena ada jurus sakti yang namanya omnibus law,” ucapnya ditemui di Labuan Bajo, NTT, Senin (9/12/2019).

Omnibus law di dalamnya berisi 74 undang-undang yang pada akhirnya dilebur menjadi satu dalam aturan itu. “Sebanyak 74 undang-undang yang conflicting itu nanti akan diambil alih oleh omnibus law,” ujarnya.

Apalagi, proses omnibus law oleh pemerintah sedang disusun dan diprediksi sebelum akhir tahun 2019, sudah disahkan oleh DPR nantinya. Omnibus law ini merupakan kemudahan bagi pemerintah agar dapat menarik investor tanpa harus berpatok terhadap aturan undang-undang.

Salah satunya mengatur terkait perpajakan yang selama ini selalu dipersoalkan oleh pelaku usaha serta investor.

“Saya dengar bulan Desember ini lagi dirapikan, lalu diketok sama DPR. Kedua, ada omnibus law terkait dengan perpajakan. Kartu saktinya ada di omnibus law. Pajak untuk korporasi dapat diskon 300 persen,” katanya.

Selanjutnya, ada visi misi presiden yang harus dilaksanakan oleh para kabinet kerja periode II, Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin. Karena adanya perintah tersebut, maka para kabinet kerja harus mengesampingkan visi misi mereka.

“Tujuh perintah presiden, ini garansi saya. Saya yakin ekonomi kita bisa tumbuh di atas 5 persen di tahun 2020,” ujar Ryan.

 

Mujafi

Baca Selengkapnya