Connect with us

Polri: 175 Tersangka Ditangkap Terkait Karhutla di Wilayah Indonesia

Jakarta – Polisi menangkap ratusan tersangka yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia. Penetapan tersangka tidak hanya diberikan kepada individu, tapi juga korporasi.

“Jumlah tersangka perorangan terkait masalah karhutla tahun 2019 ini sampai dengan September ada 175 tersangka, ini perorangan atau individu. Dengan jumlah korporasi yang ditetapkan empat korporasi,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 10 September 2019.

Ia menambahkan, ratusan tersangka ditangkap di enam wilayah berbeda. Wilayah itu yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Sedangan untuk korporasi yang tersandung kasus karhutla antara lain; PT Sepanjang Inti Surya Usaha (SISU) dan PT Surya Argo Palma (SAP) dari Kalimantan Barat, PT Palmindo Gemilang Kencana dari Kalimantan Tengah, dan PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) dari Riau.

Jenderal bintang satu itu mengatakan, sebagain besar korporasi tersebut dinilai lalai dalam mengelola lahan. Lantaran tidak dikelola dengan baik dan tidak diawasi dengan baik.

“Tidak dilakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengntisipasi kebakaran hutan dengan baik maka itu bisa ditersangkakan minimal Ada unsur kelalaian. Ada sanksi hukum pidananya,” jelasnya.

Adapun, luas lahan yang terbakar dan jumlah tersangka di Sumatera dan Kalimantan jika dirinci sebagai berikut.

Riau:

Luas area terbakar 491 ribu hektare, 42 tersangka perorangan dan satu korporasi.

Sumsel:

Luas area terbakar tuju ribu hektare. Jumlah tersangka 18 orang.

Jambi:

Luas area terbakar 23 ribu hektare. Jumlah tersangka 14 orang.

Kalsel:

Luas area terbakar dua ribu hektare. Jumlah tersangka dua orang.

Kalteng:

Luas area terbakar 338 ribu hektare. Jumlah tersangka 45 orang dan saya satu korporasi.

Kalbar:

Luas area terbakar 69 ribu hektare. Jumlah tersangka 54 orang dan dua korporasi.

Baca Juga:

 

Yuch

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

270 Pilkada Serentak di Tahun 2020, Presiden: Mari Jaga Agar Berjalan Aman, Damai, dan Demokratis

Oleh

Fakta News
Presiden dan Wapres berfoto bersama dalam acara Presiden saat menghadiri Pengukuhan Pengurus DPP Partai Hanura Masa Bakti 2019-2024, di Jakarta Convention Centre, Provinsi DKI Jakarta, Jumat (24/1).

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa tahun 2020 ini akan ada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di 270 daerah.

“Saya hanya titip marilah kita menjaga agar pilkada yang sebanyak 270 itu berjalan aman, berjalan damai, bermartabat, dan demokratis. Jangan sampai ada lagi politik SARA, Setop enggak ada itu,” ujar Presiden saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Masa Bakti 2019-2024, di Jakarta Convention Centre (JCC), Provinsi DKI Jakarta, Jumat (24/1).

Kepala Negara mengingatkan jangan lagi ada hoaks, ujaran-ujaran kebencian, saling fitnah, dan saling hujat-menghujat. “Situasi yang kondusif itu sekarang sengat diperlukan sekali, stabilitas politik dan kamanan itu sangat diperlukan sekali oleh negara mana pun, negara kita juga dalam rangka pembangunan negara yang kita cintai,” tambah Presiden.

Saat ini, menurut Presiden, Pemerintah masih memiliki pekerjaan-pekerjaan dan agenda-agenda besar yang harus diselesaikan dengan cepat. Kepala Negara mencontohkan bahwa pemerintah juga telah mengajukan yang namanya omnibus law ke DPR.

Ia menambahkan bahwa saat ini baru omnibus law untuk perpajakan, minggu depan nanti akan diserahkan lagi omnibus law untuk cipta lapangan kerja.

“Ini adalah dalam rangka persaingan, kompetisi negara kita dengan negara-negara lain. Agar kita lebih fleksibel, agar kita lebih lincah, agar kita lebih kompetitif dalam hal apa pun. Karena sekarang ini dan ke depan,” tambah Presiden seraya menambahkan negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat.

 

Yuch

Baca Selengkapnya

BERITA

Wapres Ma’ruf Amin Tegaskan Pemerintah Serius Lakukan Penangkalan Radikalisme

Oleh

Fakta News
Wapres Ma'ruf Amin

Jakarta – Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menegaskan bahwa pemerintah serius dalam melakukan penangkalan radikalisme. Menurut Ma’ruf, radikalisme dan aksi terorisme timbul dari cara berpikir intoleran. Oleh sebab itu, kelompok intoleran tidak boleh diberi kesempatan untuk berkembang di Indonesia.

“Pemerintah memandang perlu serius lakukan penangkalan radikalisme. Saya ditugaskan Pak Presiden menggalang upaya penangkalan ini,” ujar Ma’ruf Amin dikutip dari siaran pers Wapres RI, Jumat (24/1/2020).

Ma’ruf mengatakan, pihaknya mengoordinasikan kementerian dan lembaga dalam rangka menangkal radikalisme tersebut. Cara dengan mencegah berkembangnya pola pikir intoleran.

“Harus ditanggulangi dari hulu ke hilir. Melalui lembaga pendidikan dari PAUD sampai ke pendidikan tinggi,” kata dia.

Adapun dalam kunjungannya ke Yogyakarta, Ma’ruf Amin menghadiri Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Istana Presiden Yogyakarta, Jumat (24/1/2020). Acara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

 

Adn

Baca Selengkapnya

BERITA

Waspada Wabah Virus Korona, Menhub Budi Karya Minta Maskapai Tutup Penerbangan ke Wuhan Tiongkok

Oleh

Fakta News
Tiket Pesawat
Menhub Budi Karya Sumadi

Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kepada seluruh maskapai untuk sementara waktu menutup penerbangan rute Wuhan, Tiongkok. Permintaan ini guna mengantisipasi penyebaran wabah virus korona.

“Kita minta beberapa penerbangan untuk tidak terbang ke Wuhan karena ada beberapa, ada Lion, Citilink (yang terbang ke Wuhan). Sementara ini kita menutup penerbangan ke sana,” kata Budi, seperti dilansir Antara, Jumat, 25 Januari 2020.

Meski tidak ada peringatan perjalanan (travel warning) resmi atas kejadian tersebut, Budi menyebut, secara langsung pemerintah telah menyampaikan penutupan rute Wuhan kepada maskapai. “Secara langsung kita sudah sampaikan ke operator,” ujarnya

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto melaksanakan pengawasan ketat berkenaan dengan kedatangan orang dan barang dari luar negeri guna mencegah penularan virus corona baru yang telah menimbulkan wabah di Kota Wuhan, Tiongkok.

Jokowi juga mengatakan bahwa hingga Jumat siang, belum ada warga negara Indonesia yang dijangkiti virus corona. Virus corona saat ini penyebarannya menimbulkan keprihatinan global karena telah menyebabkan 830 orang terinfeksi dan 26 orang meninggal dunia.

Pemerintah sebelumnya juga telah menyiapkan ratusan thermoscanner di pintu keluar masuk Indonesia. Thermoscanner demi mencegah mewabahnya virus korona asal Wuhan, Tiongkok.

“135 pintu negara baik udara, laut, maupun darat yang jaga petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes Anung Sugihantono dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet, Rabu, 22 Januari 2020.

Thermoscanner dapat mendeteksi awal suhu tubuh manusia di atas 38 derajat celsius. Nantinya, seseorang yang bersuhu di atas 38 derajat akan terlihat berwarna merah di thermoscanner.

 

Munir

Baca Selengkapnya