Direktur Utama Perum Bulog, Drs. Budi Waseso, S.H: “Perum Bulog Nanti Akan Membuat Beras ‘Receng’ yang Isinya 200 Gram”

  • Fakta.News - 28 Mei 2018 | 07:30 WIB
“Perum Bulog Nanti Akan Membuat Beras ‘Receng’ yang Isinya 200 Gram”

Setiap musim panen padi, para petani kerap kesulitan untuk mengeringkan gabah mereka. Apalagi, panen tersebut terjadi pada musim hujan. Untuk membantu petani keluar dari masalah ini, pemerintah melalui Perum Bulog akan membagikan 1.000 unit dryer (pengeringan gabah) kepada kelompok tani (poktan) atau gabungan kelompok tani (gapoktan).

Harapannya, dengan adanya pengering tersebut, nantinya poktan atau gapoktan membeli gabah petani sehingga gabah tersebut dibeli Bulog sesuai ketetapan pemerintah dalam Inpres No. 5 Tahun 2015. Dengan begitu, harga gabah di petani tidak akan turun, sedangkan harga beras di konsumen juga tidak melonjak.

Dryer tersebut, menurut  Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso, akan digunakan petani untuk mengeringkan padi sehingga kadar airnya bisa memenuhi standar untuk diserap oleh Bulog. “Selama ini, kendalanya karena kami diikat oleh aturan yang menyatakan kadar air gabah sekian baru bisa diserap. Ini kan merugikan petani,” kata Buwas sapaan akrab Dirut Perum Bulog ini.

Baca Juga: 

Nah, hasil penyerapan gabah petani (Sergap) itu sendiri akan digunakan sebagai media atau alat stabilisasi harga di tingkat eceran atau konsumen, bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra), dan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Adapun, realisasi pengadaan gabah dalam negeri yang dilakukan Perum Bulog hingga 8 Mei 2018 sebesar 678.238 ton.

Rabu tiga pekan lalu, usai melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) antara Perum Bulog, Kementerian Pertanian (Kementan), dan TNI mengenai program percepatan Sergap, di Kantor Perum Bulog, Jl. Gatot Subroto, Kav. 49, Jakarta, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini menjelaskan kepada wartawan Fakta.News Ade Ong terkait upaya Bulog melakukan percepatan Sergap tersebut. Berikut kutipan wawancaranya.

BACA JUGA:

Tulis Komentar