Connect with us

Serang Jokowi Bertubi-tubi, Mahfud MD Sebut Perilaku Amien Rais Overdosis

Perilaku Amien Rais Overdosis
Amien Rais(Foto: istimewa)

Jakarta – Serangan bertubi-tubi yang dilakukan Amien Rais terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini, dinilai sudah melebihi batas. Bahkan sejumlah pihak menyebut perilaku Amien Rais yang juga pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu overacting demi mencari perhatian Jokowi saja.

Terkait serangan Amien Rais ini, anggota Dewan Pengarah BPIP Mahfud MD mengatakan bahwa perilaku Amien Rais telah overdosis. Hal ini diungkapkan Mahfud dalam acara bincang-bincang di sebuah stasiun tv swasta nasional Jumat (8/6/2018) malam. “Sebenarnya sih kalau kita mempelajari perilaku politiknya Pak Amien, orangnya memang keras sejak dulu. Tapi menurut saya yang belakangan ini agak overdosis,” ujarnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini pun menunjukkan salah satu contoh ucapan Amien yang menurutnya sudah keterlaluan. “Overdosis itu nampaknya di berbagai tempat Pak Amien hanya selalu menyerang Jokowi saja, misalnya yang terakhir dia menunjuk gambarnya Jokowi, ‘ini orang sebentar lagi akan dilengserkan oleh Allah’.” sebut Mahfud.

Selain itu, Mahfud yang juga pakar hukum menilai dengan sikapnya yang kelewat batas atau overdosis Amien Rais, implikasinya tidak bagus bagi Amien. Menurut Mahfud kalau ternyata misalnya Jokowi tidak lengser, berarti Allah tidak percaya pada omongan Pak Amien. “Kan gitu kalau dibalik (logikanya) ya. Iya kalau lengser, kalau enggak kan berarti Allah enggak sama dengan Amien, lebih dipercaya oleh Allah itu Jokowi, kan gitu,” terang Mahfud.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Sambangi Grand Indonesia di Akhir Pekan, Capres 01 Jokowi Diserbu Pengunjung Mall

Oleh

Fakta News
Capres Jokowi
Capres 01 Joko Widodo saat mengunjungi Mall Grand Indonesia, Sabtu (20/4/2019) (Foto: Biro Pers Setpres)

Jakarta – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi), Sabtu siang 20 April 2019, mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta, Grand Indonesia Mall. Jokowi tiba sekitar pukul 13.40 WIB ditemani oleh Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir.

Jokowi terlihat mengenakan kemeja putih lengan panjang digulung dan celana bahan warna hitam. Begitu tiba, para pengunjung yang sudah menanti kedatangan capres petahana ini langsung berebut salam dan foto bersama atau swafoto.

Terdengar pula teriakan pengunjung yang memanggil nama Jokowi. “Jokowi! Presiden! Jokowi! Presiden!” sahut para pengunjung mall di Jakarta, Sabtu 20 April 2019.

Jokowi seperti biasa meladeni para pengunjung untuk bersalaman, foto bersama atau swafoto.

Capres Jokowi

Kemudian Jokowi pun naik ke lantai 5 mall tersebut. Jokowi menyambangi Food Court untuk santap siang bersama.

Usai santap siang bersama, Jokowi turun dan kembali bersalaman dengan para pengunjung mal. Ia kemudian menghampiri awak media yang telah menantinya.

“Makan siang saja,” ujarnya ketika ditanya para wartawan.

Jokowi juga mengaku senang melihat antusiasme warga yang menyambutnya. Selain bersalaman, warga juga menurutnya mengucapkan selamat atas hasil sementara Pilpres 2019.

“Ya masyarakat yang senang, tapi saya lebih senang,” ungkapnya.

Baca Selengkapnya

BERITA

Alumni Menteng 64 Bersyukur atas Kemenangan Jokowi-Amin dan Serukan Masyarakat tetap Tenang dan Gembira Menunggu Hasil Resmi dari KPU

Oleh

Fakta News
Capres 01 Joko Widodo (ist)

Jakarta – Pemilu 2019 terus menarik perhatian berbagai kalangan terlebih para relawan, terutama Relawan Alumni Menteng 64 (AM64). Ketua AM64, Irlan Suud menyatakan rasa syukur atas pelaksanaan Pemilu 2019 yang berlangsung sukses, damai dan aman.

Irlan menilai sukses Pemilu 2019 juga menunjukkan bahwa KPU, Bawaslu serta ditopang oleh TNI dan Polri telah bekerja keras secara profesional, dimana partisipasi pemilih meningkat lebih dari 80 persen.

“Pemilu 2019 telah berlangsung dengan aman, damai, jujur dan adil dengan tingkat partisipasi pemilih lebih dari 80 persen. Ini adalah bukti bahwa rakyat Indonesia semakin matang dalam berdemokrasi, ” kata Irlan Suud dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/4/2019).

Irlan juga menyampaikan bahwa hasil hitung cepat yang dilakukan oleh 12 lembaga survei kredibel dan independen yang memiliki tradisi keilmuan teruji dan terbukti selama ini, memperlihatkan bahwa pasangan Jokowi-Amin unggul secara nasional termasuk di Jakarta.

“Kami Alumni Menteng 64 sebagai relawan Jokowi-Amin bersyukur atas hasil yang menggembirakan ini.  Kami pun optimis bahwa hasil penghitungan resmi KPU nantinya tidak akan jauh berbeda dengan hitung cepat tersebut, ” kata Irlan lagi menanggapi hal tersebut.

Baca Selengkapnya

BERITA

Langgar Larangan Pemantau Pemilu, Bawaslu Cabut Sertifikat Akreditasi Jurdil 2019

Oleh

Fakta News

JakartaBadan Pengawas Pemilu (Bawaslu) secara resmi mencabut akreditasi PT Prawedanet Aliansi Teknologi yang mengembangkan perangkat Jurdil 2019 sebagai pemantau pemilu 2019. Pasalnya Jurdil 2019 tercatat di Bawaslu sebagai pemantau pemilu bukan sebagai lembaga survei yang malah memublikasikan hasil quick count Pilpres 2019.

“Jurdil 2019 adalah pengembangan dari pemantau PT Prawedanet Aliansi Teknologi. Akhirnya kita cabut akreditasinya hari ini sebagai pemantau karena tidak sesuai dengan prinsip pemantauan. Bawaslu menilai PT Prawedanet Aliansi Teknologi telah melanggar larangan bagi pemantau pemilu,” ungkap anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin, Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Bawaslu telah mengeluarkan surat kepada Direktur Utama PT Prawedanet Aliansi Teknologi perihal pencabutan sertifikat akreditasi pemantau pemilu dengan Nomor Surat 0872/K.BAWASLU/PM.00.00/4/2019.

Dalam surat tersebut dijelaskan Bawaslu memberikan persetujuan terhadap PT Prawedanet Aliansi Teknologi yang mengajukan permohonan untuk menjadi pemantau pemilu dengan membuat aplikasi pelaporan dari masyarakat terhadap adanya dugaan pelanggaran pemilu.

Namun dalam kenyataannya mereka melakukan quick count dan memublikasikan hasil quick count melalui Bravos Radio dan laman www.jurdil2019.org.

Atas hal tersebut Bawaslu menilai PT Prawedanet Aliansi Teknologi telah menyalahgunakan Sertifikat Akreditasi Nomor 063/BAWASLU/IV/2019 yang dikeluarkan Bawaslu.

Baca Selengkapnya