Connect with us

Penegakan Disiplin, Forkopimda Jatim Bentuk Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa melepas Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19, Rabu (16/9)

Surabaya – Hati-hati bagi pelanggar protokol kesehatan di Jawa Timur. Forkopimda Jatim kini membentuk tim pemburu (Hunter) Pelanggar Protokol Kesehatan (Protkes) COVID-19. Tim Hunter Pelanggar Protkes COVID-19 ini dilepas oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjen M. Fadil Imran dan Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah. Tim ini akan terjun ke masyarakat untuk memburu para pelanggar Protkes.

Tim Hunter Pelanggar Protkes COVID-19 ini terdiri dari 178 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan relawan masyarakat. Untuk kendaraan tim, berupa 9 unit mobil tim (4 unit dari Polda Jatim, 5 unit Satpol PP Jatim), 12 unit kendaraan roda dua, 5 unit truk, 2 unit mobil patroli TNI, 4 unit mobil dobel cabin Samapta, 2 unit patroli pamovid, dan 1 unit mobil eksekuto Ditreskrimum Polda Jatim.

Khofifah mengingatkan masyarakat senantiasa disiplin pada protokol kesehatan. Karena ada sejumlah instrumen perundang-undangan yang diterbitkan, baik dari pemerintah pusat berupa Inpres, Perpres, peraturan kementerian termasuk surat edaran dari berbagai kementerian.

Begitu juga dari Pemprov Jatim yang memiliki Perda No. 2 Tahun 2020 yang merupakan hasil diskusi bersama-sama DPRD, Kapolda dan Pangdam. Yang selanjutnya Perda ini diikuti dengan Pergub, Perwali dan Perbup se-Jatim.

Khofifah menyebut proses sosialisasi dan edukasi sudah cukup diberikan, maka selanjutnya adalah proses penegakan. Secara nasional, operasi yustisi sudah dimulai sejak Senin, 14 September.

Operasi yustisi ini dilakukan sebagai bagian dari law enforcement berbagai regulasi yang ada. Termasuk salah satunya dengan operasi yustisi secara nasional, untuk mengajak masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Karenanya, Tim Hunter Pelanggar Protkes COVID-19 ini dilepas untuk bisa mendorong penegakkan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

“Pangdam, Kapolda, dan jajaran Pemprov Jatim ingin menegakkan dengan melakukan proses yang lebih masif. Maka hari ini kami lepas para hunter, para pemburu bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan COVID-19. Agar kepatuhan lebih masif mengingat penyebarannya masih terus berjalan,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (16/9/2020).

Khofifah menambahkan Tim Hunter ini berhasil dibentuk atas peran besar dari Kapolda, Pangdam, jajaran TNI-Polri, dan Satpol PP yang bersama-sama menegakkan kedisiplinan protkes. Mereka memiliki tugas yang mulia, sebab ingin mengajak masyarakat disiplin, supaya mereka aman, sehat, dan terlindungi.

“Jadi tim pemburu ini tugasnya sangat mulia. Karena mereka memastikan masyarakat tetap aman, dan masyarakat juga terlindungi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen M. Fadil Imran mengatakan sasaran operasi yustisi ada dua. Yakni mobile Hunter dan stasioner. Stasioner bagi mereka yang menggunakan ruang publik khususnya jalan. Sedangkan mobile hunter untuk mereka yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan seperti masyarakat yang sering berkerumun.

Fadil menyebut hukumannya sesuai dengan yang tertuang dalam Perda No. 2 Tahun 2020. Ada sanksi administratif dan sanksi pidana. Untuk sanksi pidana berupa denda maksimum Rp 500 ribu bagi individu, sedangkan bagi persero atau perusahaan sanksinya maksimum Rp 50 juta.

“Kita berharap setelah masyarakat diedukasi, sosialisasi, difasilitasi dengan menyiapkan masker, tempat cuci tangan. Sudah saatnya masyarakat kita berikan upaya-upaya penegakkan hukum, agar mereka lebih taat kepada protokol kesehatan,” pungkasnya

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Walkot Hendi Bagikan Rekening Tabungan ke 1.000 Siswa SMP Tak Mampu di Semarang

Oleh

Fakta News

Jakarta – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membagikan rekening tabungan kepada 1.000 pelajar SMP yang berasal dari keluarga kurang mampu. Pembagian rekening tabungan tersebut dilakukan untuk membantu dan meminimalisi dampak pandemi COVID-19 di Ibu Kota Jawa Tengah.

Menggandeng Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 3 Jateng-DIY, masing-masing rekening yang dibagikan berisikan uang tabungan senilai Rp 200.000.

“Insya Allah nanti ditambahi lagi suatu saat, ini karena perjalanan ke depan menuntut ilmu masih panjang, masih harus melanjutkan ke jenjang SMA hingga Perguruan Tinggi,” ucap Hendi di Semarang, Selasa, (22/9).

“Ingat, hemat pangkal kaya, harus rajin menabung, semoga kelak semua menjadi orang yang sukses,” lanjutnya.

Menurutnya, selama pandemi COVID-19 banyak kendala yang dihadapi siswa selama mengikuti metode bejalar dari rumah.

Mulai dari kebosanan hingga problem kuota, yang membuat banyak siswa berkeinginan untuk dapat segera kembali bersekolah secara tatap muka.

“Tidak menutup kemungkinan sekolah-sekolah bisa melakukan pendidikan secara offline, syaratnya pertama orang tua murid harus setuju dulu, syarat lainnya sekolahnya ada di wilayah zona hijau atau zona kuning, bukan zona merah,” jelasnya.

Hendi berharap konsep belajar jarak jauh, atau belajar dari rumah juga dapat terus berkembang, sehingga dapat meminimalisir kendala – kendala yang hari ini dikeluhkan.

“Semuanya tidak ada yang mampu memprediksi bahwa akan ada yang namanya COVID-19, tapi tahun ini kehendak Gusti Allah ada pandemi COVID-19. Tetap semangat tetap harus berkreasi karena perjalanannya masih panjang,” tandas politisi PDI Perjuangan ini.

Baca Selengkapnya

BERITA

Arteria Minta Hentikan Sebar Fitnah dan Hoax tentang PKI ke PDIP

Oleh

Fakta News
Kepentingan rakyat
Arteria Dahlan

Jakarta – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan meminta fitnah tentang PKI terhadap PDI Perjuangan segera dihentikan. Arteria berharap semua pihak yang berusaha memfitnah atau menista dengan informasi tidak benar tersebut untuk meminta maaf.

Para pihak yang melontarkan ucapan tak benar tersebut diharapkan dapat mengklarifikasi bahwa perbuatan dan informasi yang mereka sebarkan tidak benar.

“Keluarga memang masih berat dan meminta untuk tetap dilakukan upaya hukum, tapi saya berpikir lain. Saya ingin mengimbau untuk kita semua untuk berhenti menyebarkan berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian terlebih dengan memainkan isu PKI, isu agama, maupun isu SARA,” katanya di Jakarta, Selasa (22/9).

Arteria mengatakan bagaimana jika fitnah ini terjadi kepada orang lain yang tidak memiliki fasilitas untuk memberikan klarifikasi dan hanya dihakimi secara sepihak. Dampaknya dapat membuat sosok yang bersangkutan `mati` secara politik.

“Tentunya sebagai anggota Badan Sosialisasi MPR RI, saya memiliki kewajiban moral sekaligus kewajiban politik untuk memastikan bahwa isu-isu terkait dengan politik identitas harus segera diantisipasi dan dicermati secara lebih mendalam, karena di samping mengusik rasa kerukunan di tengah kebhinekaan kita, juga berpotensi menyerang keutuhan eksistensi NKRI,” ujarnya.

Politikus asal Sumatera Barat itu mengaku bersyukur, diberikan kesempatan untuk mempelajari negara-negara yang pernah besar yang luluh lantah dan porak poranda akibat isu SARA dan politik identitas. Diharapkan hal itu tidak terjadi di Indonesia.

Semoga permasalahan-permasalahan terkait politik identitas termasuk juga pengulangan atas isu-isu rutin tahunan seperti PKI di bulan September yang selalu menyerempet PDI Perjuangan dapat segera dihentikan,” ujarnya.

Arteria juga mengungkapkan dirinya juga sempat mengalami hal yang serupa saat keluarganya dituding lekat dengan stigma PRRI.

Namun pascareformasi, Indonesia sudah memiliki TAP MPR Nomor 1 Tahun 1998, di mana semuanya sudah diatur secara tegas dan berkepastian hukum.

“Sudah saatnya, berpikir waras tunjukan soliditas semangat kesetiakawanan untuk melawan krisis global di tengah pandemi Covid-19, jangan kita terbelenggu dengan menghalalkan segala cara sekadar untuk mendapatkan kekuasaan sesaat,” ujarnya.

Baca Selengkapnya

BERITA

In Memoriam Muhammad Sulthon

Oleh

Fakta News

Jakarta – Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kabar duka datang dari relawan pendukung Joko Widodo. Telah meninggal kawan kita bernama Muhammad Sulthon A.I. Adchan pada Rabu 23 September 2020 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pria lulusan ITB Mesin 91 ini mempunyai jasa besar dalam mengawal kemenangan Jokowi di 2014 bersama Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) dalam gerakan 2 juta relawan saksi melalui aplikasi yang dibuatnya, yakni I-Witness. Aplikasi ini berfungsi untuk memonitoring jumlah hasil perhitungan suara pemilihan di masing-masing TPS suatu wilayah dengan konsep real count.

Selain itu ia juga mengembangkan pembangunan ekonomi daerah melalui MAHADESA dengan membuat jaringan online warung desa di kampung halamannya Lumajang.

Belakangan ini ide besar MAHADESA dikembangkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan program infrastruktur ekonomi digital terintegrasi di NTB.

Ide besar MAHADESA yakni membangun sistem perdagangan berbasis teknologi digital di NTB. Sistem perdagangan ini diharapkan menjadi jembatan agar produk UMKM di NTB mudah mengakses pasar digital.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah dalam akun Facebook pribadinya menyampaikan dukacitanya yang mendalam. Diketahui Zulkieflimansyah sangat intens bertukar pikiran kepada almarhum sebelum kepergiannya.

“Semalam Sahabat saya Mas Sulthon berpulang mendahului kita semua menghadap Yang Maha Kuasa di Mataram… Alumni ITB ini memang Teman diskusi yang hangat sejak lama di Jakarta dan beliau menghabiskan waktunya belakangan banyak di NTB karena obsesinya ingin membangun ekonomi masyarakat dari desa.. Desa dan BUMDES harus kita berdayakan.. Konsep dan Ide tentang Mahadesa adalah ide dan konsep beliau.. Setelah saya menjadi Gubernur di NTB ini ingin kami terapkan konsep Mahadesa ini di NTB.. Sdh coba kami jalankan di 20 Desa.. Dan rencananya menyambut Ultah NTB ini kita akan Launching di 500 Desa dan tahun depan semua desa di NTB sdh digital dan mengaplikasikan konsep Mahadesa ini… Sahabat yg sangat gigih dan penuh dedikasi.. Kami ingin terus bersamamu, mendengar mimpi dan visi2 besarmu membangun desa dgn konsep digital..Namun Tuhan ternyata lebih menyayangimu Kawan.. Selamat jalan Chief. Rest in Peace.. Antum orang baik dan Insya Allah dirimu akan dimuliakan Allah di sisiNya.. Insya Allah mimpi2mu akan kami coba terapkan di NTB ini..Aamiin…,” tulis Zulkieflimansyah dilihat dari akun Facebooknya Rabu (23/9).

Sementara itu Koordinator Nasional KAPT, Ammarsjah, berbagi kenangannya saat bersama almarhum membuat gerakan 2 juta relawan saksi dalam mengawal kemenangan Joko Widodo di Pilpres 2014 silam. Saat itu almarhum Sulthon merupakan pembuat aplikasi I-Witness yang memudahkan relawan bisa melaporkan penghitungan suara di TPS secara real time.

“Suatu hari seorang anak muda mendatangi saya di markas pemenangan jalan Widya Chandra, dibawa seorang kawan sambil memperkenalkan diri, “Saya Sulthon adik kelas abang, dimasa lalu saya mendapat kesempatan berusaha sehingga ada sedikit rezeki, mungkin ada yang saya bisa kontribusikan untuk pemenangan pak Jokowi, dia orang baik bang, dan harus didukung.” Itulah awal perkenalan saya dengan sosok Sulthon dan awal kerjasama kami dalam proses pemenangan Jokowi Presiden 2014,” ungkap Ammarsjah.

Bukan hanya itu, lanjutnya, Sulthon juga menginisiasi pengawalan suara dengan membangun platform I -Witness, aplikasi mobile dan mendorong gerakan 2JutaRelawan kawal suara, jauh sebelum kawal pemilu diluncurkan.

“Tidak tanggung tanggung dia menyiapkan tempat bukan saja di lokasi strategis, tetapi juga besar dan mewah, di jalan Jusuf Adiwinata, kemudian setelah selesai dia pindahkan ke jalan Sawo, bersebelahan dengan rumah pak Jokowi selama masa kampanye,” imbuhnya.

Ammarsjah menuturkan, gagasan pengawalan suara ini muncul dari kekhawatiran kawan kawan terhadap kemungkinan kecurangan mulai ditingkat TPS. Sayang sistem ini dibombardir para hacker sehingga kolaps dan akhirnya jejaring ini diarahkan memperkuat Kawal Pemilu.

Usai pemilu Sulthon kembali menggagas penguatan ekonomi akar rumput berbasis RW, menggabungkan konsep koperasi dan Local Mart, yang kemudian dia alihkan untuk pengembangan pedesaan. Dia memperkenalkan program MAHADESA, membangun platform untuk membantu perdagangan berbasis desa.

“Pagi ini saya mendapat kabar mengejutkan, Sulthon telah berpulang. Dia sedang mengabdikan dirinya di NTB, memperkenalkan MAHADESA di NTB, membangun infrastruktur ekonomi desa berbasis IT. Berita yang saya dengar dua hari setelah dinyatakan positif, kesehatannya drop dan akhirnya tidak bisa tertolong lagi,” ucap Ammarsjah.

“Selamat jalan kawan, kontribusi dan pengabdianmu begitu besar, semoga engkau mendapat tempat yang layak disisi Allah SWT,” sambung Ammarsjah.

Baca Selengkapnya