Connect with us

Pemkot Semarang Jadi Role Model Percepatan Pembangunan Daerah

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi

Jakarta – Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi didapuk sebagai role model oleh Kementerian Dalam Negeri dalam percepatan pembangunan daerah di Indonesia. Transformasi Kota Semarang yang terbilang cepat menjadi alasan mengapa pria yang akrab disapa Hendi tersebut diangkat sebagai role model.

Bahkan, dalam kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Pendapatan Daerah Wilayah I, Hendi diminta untuk berbicara di hadapan perwakilan 7 pemerintah provinsi serta 97 pemerintah kabupaten/kota seluruh Indonesia. Bertempat di PO Hotel Kota Semarang, hadir juga dalam kegiatan tersebut Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo.

Hendi menjelaskan, transformasi Kota Semarang yang relatif cepat beberapa tahun ke belakang ini dilakukan dengan menjalankan konsep pembangunan Bergerak Bersama. Hal tersebut bukan konsep baru sebenarnya. Dasarnya adalah konsep gotong royong Founding Father yaitu Bung Karno. Di mana menanamkan bahwa kota Semarang adalah milik bersama, maka harus dibangun bersama-sama juga.

“Kota Semarang mungkin menghadapi tantangan yang sama dengan sebagian daerah di Indonesia, yaitu anggaran pembangunan daerahnya jauh dibanding kota-kota besar lainnya. Tapi anggaran pemerintah hanya satu bagian, masih ada bagian-bagian pembangunan lain yang bisa disinergikan,” ungkap Hendi dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2020).

Hendi melanjutkan, konsep pembangunan Bergerak Bersama itu kemudian juga diperkuat dengan upaya reformasi birokrasi guna menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

“Kami ingin menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Caranya bagaimana? Bekerja dengan maksimal dan melaksanakan pembangunan yang benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” tegas Hendi.

“Hasilnya penerimaan pajak daerah Kota Semarang meningkat dari sebelumnya kurang dari Rp 1 triliun di tahun 2016 menjadi Rp 1,5 triliun di tahun 2019. Sehingga PAD Kota Semarang meningkat dari Rp 1,5 triliun di tahun 2017 menjadi Rp 2,1 triliun di tahun 2019,” tambahnya.

Keberhasilan Kota Semarang itu pun diapresiasi Hadi Prabowo yang saat itu hadir untuk membuka kegiatan. Menurutnya, keberhasilan Kota Semarang mengagumkan dengan peningkatan APBD dari Rp 1,8 Triliun menjadi Rp 5,2 Triliun.

“Kalau dulu Semarang kaline banjir sekarang sudah tidak banjir. Kota Semarang menggeliatnya luar biasa. Ini menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan sampai evaluasi APBD Kota Semarang sangat bagus dan bisa menjadi referensi peserta yang lain,” ungkap Hadi.

Lebih lanjut Hadi menyebutkan jika Semarang bisa dianggap sebagai kota yang mandiri dan berhasil mengoptimalkan pendapatan asli daerah sendiri, yang bahkan PAD Kota Semarang lebih besar dari dana transfer pusat. Untuk itu dirinya menekankan pemerintah memiliki PR mengedukasi masyarakat. Pajak dan retribusi tujuannya bukan untuk memberatkan masyarakat. Caranya dengan membuktikan kepada wajib pajak bahwa mereka benar-benar mendapatkan timbal balik atas pajak yang dibayarkan sehingga Pemerintah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

“Seperti disampaikan Wali kota Semarang tadi, peningkatan Pendapatan Asli Daerah adalah seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah,” tegas Hadi.

“Pertama, jangan sampai ada Aset yang dibiarkan tanpa menghasilkan. Barang Milik Daerah bisa dikerjasamakan dengan Bangun Guna Serah, atau Bangun Serah Guna atau bentuk lainnya. Kedua, Pemerintah harus responsif dan reaktif dalam upaya meningkatkan pendapatan, kenali potensi yang ada di daerahnya,” pungkasnya.

 

Mujafi

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Bima Arya Bagikan Face Shield untuk Pedagang di Pasar Sukasari Bogor

Oleh

Fakta News

Bogor – Para pedagang di Pasar Sukasari mulai menggunakan Face Shield usai Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir membagikan dan mengenakannya secara langsung kepada sejumlah pedagang di Plaza Sukasari, Jalan Siliwangi, Kota Bogor, Kamis (4/6/2020).

Total ada 450 Face Shield yang dibagikan berasal dari bantuan Persatuan Sepakbola Bogor (PSB), Klub Basket Bogor Raya dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bogor yang dihimpun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor.

Di hadapan semua yang hadir, Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan, ada dua solusi untuk menghadapi Covid-19. Pertama, meminta dan memohon doa kepada sang pencipta agar virus Corona segera dihilangkan. Kedua, menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak.

“Insya Allah akan selamat dan sekarang saya meyakini hal itu. Saya ingin yang membedakan pedagang di Kota Bogor dengan tempat lain adalah pedagangnya tertib semua,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut Bima juga menjelaskan, belum lama ini para kepala daerah di Jawa Barat mendapatkan arahan dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Berdasarkan data perkembangan penanggulangan Covid-19 di Jawa Barat, seluruh daerah yang baik perkembangannya adalah kota atau kabupaten yang disiplin menggunakan masker.

“Kuncinya disini, semakin disiplin menggunakan masker Insya Allah angka penyebaran Covid-19 akan bisa ditekan, Insya Allah angka Covid-19 akan 0 (nol). Karena dengan mengenakan masker yang sakit tapi tanpa gejala kemungkinan kecil bisa menularkan dan yang sehat tidak akan tertular. Kita tidak pernah tahu Orang tanpa Gejala (OTG) gentayangan ke sana ke sini. Ini adalah benteng terakhir,” paparnya.

Di hadapan para pedagang Pasar Sukasari, Bima mengungkapkan kekhawatirannya mengingat resiko penularan Covid-15 cukup luar biasa. Ia mengaku kadang menemukan ada pedagang yang masih nakal, tidak menggunakan masker.

Ia menekankan, kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di pasar adalah memaksimalkan alat pelindung diri mengingat tingkat bahaya yang dihadapi hampir sama dengan tenaga kesehatan.

“Akan lebih bagus jika sudah menggunakan masker juga menggunakan face shield,” katanya.

Kepala Dispora Kota Bogor, Herry Karnadi menerangkan, inisiasi bantuan face shield untuk para pedagang di pasar Kota Bogor berangkat dari postingan Wali Kota Bogor melalui akun instagram pribadinya yang mengatakan akan membagikan face shield untuk para pedagang pasar. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian semua pihak untuk membantu dan memberikan kontribusi bagi penanganan pandemi Covid-19 di Kota Bogor.

“Dari total face shield yang dibagikan jika masih ada lebihnya akan diberikan kepada para pedagang di pasar lain. Semoga ini menjadi edukasi protokol kesehatan bagi para pedagang pasar,” kata Herry.

Turut hadir Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor Samson Purba, Ketua PPI Kota Bogor Teguh Rahman Hakim, Ketua PSB Dodi Irwan Suparno dan Sekretaris Umum Klub Basket Bogor Raya Delvin Sahertian.

 

(hed)

Baca Selengkapnya

BERITA

Menteri BUMN Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris Adhi Karya

Oleh

Fakta News

Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran dewan komisaris dan direksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Hal itu diputuskan melalui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) hari ini, Kamis (4/6).

Melalui persetujuan dalam RUPST, diputuskan bahwa ditetapkan Entus Asnawi Mukhson sebagai direktur utama, menggantikan Budi Harto.

Begitu pula untuk jajaran dewan komisaris, pada jabatan komisaris utama terjadi perombakan, yang mana M Fadjroel Rachman digantikan oleh Dodi Usoho Hargo.

“RUPS sore ini ada perubahan tapi untuk operation-nya dari dalam yang menjadi direktur operasi 1. Satu lagi di direksi, Agung Darmawan dari BNI. Sehingga dengan masih dominannya yang dari internal (Adhi Karya),” kata Entus di Kantor Adhi Karya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2020).

Berikut jajaran dewan komisaris dan direksi baru Adhi Karya:

Dewan Komisaris:
Dodi Usoho Hargo (Komisaris Utama)
Cahyo R. Muzhar (Komisaris)
Yustinus Prastowo (Komisaris)
Widiarto (Komisaris)
Hironimus Hilapok (Komisaris Independen)
Abdul Muni (Komisaris Independen)

Direksi:
Entus Asnawi Mukhson (Direktur Utama)
Suko Widigdo (Direktur Operasi 1)
Pundjung Setya Brata (Direktur Operasi 2)
A.A G. Agung Darmawan (Direktur Keuangan)
Agus Karianto (Direktur SDM)
Partha Sarathi (Direktur Quality, Health, Safety and Environment dan Pengembangan)

(edn)

Baca Selengkapnya

BERITA

PP Muhammadiyah Keluarkan Surat Edaran Terkait Tuntunan dan Panduan Hadapi Covid-19, Termasuk Salat Jumat Dua Gelombang

Oleh

Fakta News
Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti

Yogyakarta – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan edaran No. 05/EDR/I.0/E/2020 tentang tuntunan dan panduan menghadapi pandemi dan dampak virus Corona (COVID-19). Selain itu, dalam edaran tersebut juga mengatur tentang salat Jumat dua gelombang.

Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengatakan bahwa dalam kehidupan masyarakat, agama sangat diperlukan sebagai pemandu perilaku dan memberikan ketenangan jiwa. Masyarakat juga memerlukan rujukan dan panduan agama dalam hubungannya dengan pelaksanaan ibadah mahdah maupun muamalah.

Padahal, menurut para dokter, ahli epidemiologi dan virologi, dari sudut kesehatan Indonesia masih dalam masa darurat COVID-19, hal itu ditandai terjadinya fluktuasi kasus setiap waktu. Meskipun demikian, sesuai laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 terdapat beberapa daerah yang dinyatakan aman dari COVID-19.

Karena itu, umat Islam pada umumnya dan warga Muhammadiyah pada khususnya hendaknya senantiasa melaksanakan ibadah sesuai dengan syariat Islam berdasarkan dalil-dalil yang maqbulah/makbul, disertai fungsi ibadah yang semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan ihsan dalam kehidupan.

“Di daerah yang dinyatakan belum aman (zona merah), ibadah sunah dan fardu hendaknya dilaksanakan di rumah. Kemudian di daerah yang aman (zona hijau), salat sunah hendaknya dilaksanakan di rumah dan salat fardu kifayah sebaiknya dilaksanakan di rumah apabila syarat fardlu kifayah di masjid telah terpenuhi,” kata Abdul melalui keterangan tertulis, Kamis (4/6/2020).

Selanjutnya, pernyataan status aman (hijau) atau darurat (merah) ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Warga Muhammadiyah juga diminta agar selalu mengikuti perkembangan keadaan sehingga ketika ada perubahan status terkait pandemi Corona bisa melakukan tindakan yang diperlukan.

Lebih lanjut, untuk salat Jumat dapat dilaksanakan di masjid, musala atau tempat lain yang memungkinkan. Namun, pelaksanaan salat di masjid/musala wajib mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan telah Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) atau Pemerintah setempat.

“Untuk memberikan kesempatan masyarakat yang hendak menunaikan ibadah salat Jumat, pelaksanaan salat Jumat dengan protokol pencegahan COVID-19 dapat dilaksanakan lebih dari satu rombongan/sif atau diperbanyak tempatnya dengan memanfaatkan gedung/ruangan selain masjid/musala yang memenuhi syarat tempat salat,” ucapnya.

Abdul menambahkan umat Islam pada umumnya dan warga Muhammadiyah pada khususnya diminta tetap waspada disertai ikhtiar untuk mengatasi berbagai masalah pandemi COVID-19 baik kesehatan, sosial maupun ekonomi.

Selain itu, dalam beribadah hendaknya tetap mengutamakan pertimbangan kesehatan, kemaslahatan, keselamatan dan keamanan sesuai maqāṣid al-syarī’ah untuk menghindari mafsadat dan mengurangi penularan COVID-19.

“Semoga Allah SWT memberikan perlindungan kepada bangsa Indonesia dengan Rahman dan Rahim-Nya,” pesan Abdul.

 

(mjf)

Baca Selengkapnya