Connect with us
Parlemen

Pembangunan Sekolah Butuh Pengawasan Ketat

Pembangunan Sekolah Butuh Pengawasan Ketat
Anggota Komisi X DPR RI Adrianus Asia Sidot. Foto: DPR RI

Jakarta – Pembangunan seluruh sekolah di Tanah Air butuh pengawasan ketat dari kalangan profesional. Kasus robohnya sekolah di Jawa Timur merupakan bukti bahwa pengawasan terhadap infrastruktur pendidikan sangat lemah. Anggota Komisi X DPR RI Adrianus Asia Sidot menegaskan, pengawasan jangan hanya sebatas di atas kertas, tapi harus betul-betul pengawasan di lapangan.

“Pengawasan harus berjalan dengan baik. Jangan hanya pengawasan di atas kertas. Persoalannya apakah Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) mampu mengawasi pembangunan gedung-gedung sekolah di seluruh Indonesia. Kenapa tidak diserahkan saja kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Adrianus usai mengikuti rapat kerja dengan Mendikbud, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Adrianus juga mengungkapkan, selama ini untuk merehabilitasi gedung-gedung sekolah saja diserahkan kepada Komite Sekolah yang tidak mengerti struktur bangunan. Komite Sekolahnya hanya tahu program rehabilitasi atau pembangunan gedung baru sekolah sudah terealisasi tanpa mengerti kekuatan struktur bangunannya. Hal ini juga jadi poin koreksi yang disampaikan Anggota F-PG DPR itu. “Nah, Komite Sekolah ini orang yang tidak memiliki kompetensi terhadap pembangunan gedung. Yang penting jadi, kekuatan gedung nomor sekian,” kilahnya.

Ke depan, sambung mantan Bupati Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat ini, pendidikan harus dikelola secara serius. Bukan sekadar menjalankan perintah Undang-Undang (UU) atau konstitusi, tapi harus punya komitmen yang kuat dari semua pemangku kepentingan. Bukan hanya pemerintah, masyarakat dan swasta juga harus punya rasa tanggung jawab yang sama. Tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. (mh/sf)

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Erick Thohir Kunjungi Posko BUMN-DPR untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Oleh

Fakta News

Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengunjungi posko masak Kementerian BUMN dan DPR. Posko itu didirikan guna menyediakan kebutuhan bahan konsumsi bagi masyarakat yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19.

“Posko Masak ini merupakan inisiasi DPR RI yang bersinergi dengan dengan Kementerian BUMN. Sampai hari ini Posko Masak telah mendistribusikan 500 ribu nasi bungkus dengan kapasitas 20 ribu nasi bungkus/hari,” kata Erick melalui keterangan tertulis, Sabtu 6 Juni 2020.

Posko masak yang digagas DPR dan Kementerian BUMN sudah didirikan di lima wilayah DKI Jakarta yakni, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Jakarta Selatan, Masing-masing wilayah memiliki dua posko dengan total ada 10 dapur umum.

Erick bersama dengan Satgas Lawan Covid-19 DPR mengunjungi Posko Masak di Jalan Raya Cilandak KKO, Ragunan, Pasar Minggu.  Dia ingin memastikan pelayanan makanan yang diberikan kepada masyarakat dapat berlangsung maksimal.

Erick pun memastikan, akan terus membuka dapur umum sampai masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir agar dapat membantu memenuhi kebutuhan makanan masyarakat.

“Makanan disiapkan dengan gizi yang seimbang sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga. Saya ikut makan juga tadi, masakannya enak dan porsinya pas. Semoga masyarakat terbantu dengan adanya dapur umum ini,” kata dia.

Adapun dapur umum ini didirikan guna membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan makanan selama PSBB. Beberapa BUMN turut berpartisipasi misalnya Surveyor Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Nindya Karya (Persero), PT Bukit Asam (Persero) Tbk dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk bersinergi dengan Satgas DPR-RI.

 

(mjf)

Baca Selengkapnya

BERITA

Garuda Indonesia Bagi Tips Aman untuk Penumpang yang Akan Bepergian dengan Pesawat

Oleh

Fakta News

Jakarta – Kita sudah sering mendengar protokol kesehatan Covid-19 yang diterapkan di berbagai tempat umum. Tak hanya mematuhi apa saja ketentuan untuk mencegah penularan virus corona itu, sebaiknya kita juga mempersiapkan diri dengan pengetahuan, membawa berbagai perlengkapan penunjang, dan berperilaku sesuai dengan panduan kesehatan tadi.

Jika kamu akan bepergian dengan pesawat, maskapai penerbangan Garuda Indonesia berbagi tips aman bagi para penumpang. Berikut rinciannya seperti tertera dalam keterangan tertulis Garuda Indonesia:

1. Tunda perjalanan saat sakit

Jika merasa tidak enak badan, sebaiknya tunda dulu perjalanan untuk sementara. Jangan sampai kamu menularkan penyakit kepada orang sekitar. Dan tentunya tidak nyaman bepergian saat sedang kurang sehat.

2. Tutup mulut dan hidung saat batuk

Kendati kamu merasa sehat, selalu tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan tisu atau tangan bagian atas. Tujuannya, mencegah droplet atau percik keluar bertebaran di udara.

3. Jangan sentuh wajah

Jangan menyentuh mulut, hidung, dan mata dengan tangan selama dalam perjalanan. Sebab, virus corona masuk ke dalam tubuh melalui mukosa yang ada pada mulut, hidung, dan mata.

4. Pakai masker

Pakai selalu masker -baik masker kain maupun masker bedah atau masker kesehatan selama keluar rumah, di bandara, pesawat, hingga sampai tujuan. Bagi kamu yang sedang mengalami penyakit infeksi disarankan memakai masker kesehatan selama di pesawat.

5. Bersihkan toilet

Jika terpaksa menggunakan toilet di pesawat atau bandara, lap dulu dudukan toilet menggunakan tisu lalu buang ke tempat sampah. Akan lebih baik jika kamu membawa sendiri tisu basah antibakteri ketika mengelapnya.

6. Cuci tangan

Cucilah tangan dengan sabun selama 40 sampai 60 detik dengan air mengalir. Kamu juga dapat menggunakan hand sanitizer secara berkala.

7. Jangan buang sampah sembarangan

Apapun situasinya, jangan membuang sampah sembarangan terutama tisu bekas batuk atau bersin.

8. Jangan sering menyentuh benda

Minimalkan memegang permukaan yang disentuh oleh banyak orang, seperti pegangan tangga, tombol lift, gagang pintu, dan lainnya. Sebab, itu adalah titik transmisi virus, kuman, dan bakteri dari satu orang ke orang lain.

 

 

(hels)

Baca Selengkapnya

BERITA

Penambahan Kasus Positif COVID-19 Capai Rekor Terbanyak, Jawa Timur Paling Tinggi

Oleh

Fakta News
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto

Jakarta – Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengungkapkan bahwa jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 secara akumulasi menyentuh angka 993 pada hari ini Sabtu (6/6). Atas penambahan tersebut, total kasus positif COVID-19 menjadi 30.514.

Adapun penambahan kasus positif tersebut sekaligus menjadi rekor paling tinggi yang terhitung sejak kasus pertama dilaporkan pada Senin (2/3). Sebelumnya, angka peningkatan kasus positif yang cukup tinggi juga tercatat pada Kamis (21/5) sebanyak 973 dan Sabtu (23/5) sebanyak 949.

Menurut data yang dihimpun oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Provinsi Jawa Timur menjadi wilayah dengan penambahan kasus tertinggi, meski jumlah pasien sembuh juga dilaporkan meningkat secara signifikan.

“Kenaikan tertinggi pada hari ini kita dapatkan dari pemeriksaan di Jawa Timur sebanyak 286 kasus, meskipun pada hari yang sama Jawa Timur juga melaporkan kasus sembuh sebanyak 154 kasus.” kata Yuri dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (6/6).

Kemudian di bawah Jawa Timur ada DKI Jakarta yang melaporkan penambahan kasus sebanyak 104, disusul Papua 87, Sulawesi Utara 79 dan Sumatera Utara 68 orang.

Adapun untuk kasus penambahan di DKI Jakarta, Yuri mengatakan bahwa angka tersebut berasal dari hasil tracing yang dilaksanakan secara agresif ditambah dengan kedatangan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masuk melalui Bandara Soekarno-Hatta.

“DKI Jakarta berdasarkan kajian yang kita dapatkan dari data, sebagian diperoleh dari hasil tracing yang dilaksanakan secara agresif terhadap kontak positif, ditambah lagi dengan pekerja migran Indonesia yang masuk melalui Soekarno-Hatta,” jelas Yuri.

Selain penambahan kasus positif COVID-19, Yuri juga mengumumkan adanya peningkatan pasien sembuh menjadi 9.907 setelah ada penambahan sebanyak 464 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal bertambah 31 orang sehingga totalnya menjadi 1.801.

Akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 394.068 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 103 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 67 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 192 lab. Secara keseluruhan, 264.740 orang telah diperiksa dan hasilnya 30.514 positif (kulumatif) dan 234.226 negatif (kumulatif).

Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 46.571 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 13.347 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 421 kabupaten/kota di Tanah Air.

 

(hels)

Baca Selengkapnya