Pembaharuan Sistem Antikorupsi Ala Mahatir Mohamad

  • Fakta.News - 10 Jul 2018 | 23:11 WIB
Pembaharuan Sistem Antikorupsi Ala Mahatir Mohamad
Memperbaharui sistem antirasuah di Malaysia(Foto: Istimewa)

Jakarta – Pasca kasus korupsi 1MDB, tampaknya menjadi pelajaran bagi Malaysia untuk melakukan pembaharuan sistem antikorupsi. Seperti yang kini tengah dilakukan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad. Ia tampak membangun sistem antikorupsi, dengan menginstruksikan kabinetnya mendeklarasikan kekayaan mereka dan menolak hadiah alias gratifikasi.

“Kami akan melakukan semua yang memungkinkan untuk dilakukan. Kami di tengah kondisi untuk memperbaiki sistem administrasi dan formulasi hukum demi mengurangi potensi korupsi, bahkan memberantasnya,” kata Mahathir, dikutip dari Bloomberg, Selasa (10/7/2018).

Instruksi tersebut, berlaku bagi semua yang berada di bawah pemerintahannya, termasuk dirinya sendiri, menteri-menteri, anggota parlemen, dengan deadline deklarasi kekayaan yang akan segera ditetapkan.

Baca Juga:

Seperti diketahui, mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak didakwa dengan sejumlah tuduhan pelanggaran hukum pidana dan korupsi terkait dengan 1MDB. Uang negara Malaysia yang diduga dikorupsi Najib jumlahnya miliaran dollar AS.

Ketika penggeledahan dilakukan di rumah Najib, aparat menemukan 1,1 miliar ringgit (US$274 juta) uang tunai, perhiasan, dan tas bermerek. Meski telah didakwa dengan sejumlah tuduhan, Najib konsisten menolak semua tuduhan tersebut dan mengaku tidak bersalah.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar