Connect with us
Rasim

Pedagang Keliling yang Jadi Inspirator Desa Mandiri di Banyumas

Rasim, pedagang keliling yang jadi inspirator desa mandiri(foto: satelitpost)

Banyumas – Pernah mendengar Agrowisata Bulak Barokah? Belakangan ini, objek wisata baru yang letaknya di Desa Langgosari, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah tersebut ramai didatangi orang. Mereka yang datang umumnya memang ingin belajar dan mengetahui pertanian gula kelapa.

Tak cuma itu, pengunjung yang umumnya datang membawa keluarga juga bisa berwisata sambil berkebun, berternak, sampai memancing. Agrowisata memang tengah tren di antara jenis wisata lainnya.

Baca Juga:

Berubahnya desa yang semula angker dan terbengkalai itu menjadi desa yang ramai dan hidup tak terlepas dari peran Kepala Desa Langgosari, Rasim. Di bawah kepemimpinannya, perekonomian warganya ikut terderek naik berkat adanya agrowisata di desanya.

“Saya terinspirasi kata-kata Bung Karno tentang desa yang berdikari. Kalau desa mau maju harus memiliki usaha sendiri,” kata Rasim.

Ya, jika Dana Desa oleh sebagian kepala desa digunakan untuk infrastruktur jalan, Rasim justru memanfaatkannya untuk merintis agrowisata sebagai pusat bisnis desa, serta memperkuat BUMDes.

Tak disangka, Agrowisata Bulak Barokah pun kini mulai dilirik pelancong sejak resmi dibuka pada November 2017 lalu. Mereka yang datang bahkan ada yang dari Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, dan pusat Kota Banyumas sendiri.

Rasim 5

Sekadar informasi, Desa Langgongsari mendapat dana desa sebesar Rp315 juta pada 2015, Rp600 juta pada 2016, dan Rp922 juta pada 2017. Rasim menggunakannya untuk membangun berbagai bidang usaha mulai dari pertanian, peternakan, perdagangan, hingga sentra pengolahan gula kelapa. Semua dibangun secara terpadu di satu lokasi.

“Berharapnya 10-15 tahun ke depan produksi gula merah dari desa ini bisa mencapai 10 ton per hari dengan kualitas ekspor,” akunya.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Majelis Hakim Tolak Eksepsi Bahar bin Smith

Oleh

Fakta News
Majelis Hakim PN Bandung tolak eksepsi Bahar bin Smith (ist)

Jakarta – Eksepsi terdakwa kasus penganiayaan remaja di bawah umur Bahar Smith ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Keputusan majelis hakim itu dibacakan dalam sidang putusan sela di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Kota Bandung, Kamis (21/3/2019).

“Mengadili, menolak eksepsi dari penasihat hukum terdakwa tersebut,” ucap ketua majelis hakim Edison Muhammad.

Dengan demikian, persidangan pun akan dilanjutkan dengan agenda menghadirkan saksi oleh jaksa penuntut umum pada pekan depan 28 Maret 2019. Ada dua orang saksi yang rencananya akan dihadirkan.

Majelis hakim menilai surat dakwaan yang dibuat tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Cibinong memenuhi syarat untuk melanjutkan persidangan ke pemeriksaan saksi.

“Memerintahkan kepada jaksa penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara terhadap terdakwa Hb Assayid Bahar bin Smith alias Habib Bahar bin Ali bin Smith sebagaimana dalam perkara tersebut,” sebutnya.

Lalu, Majelis Hakim menanggapi keberatan tempat pengadilan di Kota Bandung yang masuk dalam poin nota keberatan Bahar Smith. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan kewenangan MA yang berasal dari permohonan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong, Pengadilan Negeri Bogor dan pihak kepolisian setempat.

Baca juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Indo Barometer: Jokowi-Ma’ruf Raih Elektabilitas 50,2 Persen, Prabowo-Sandiaga 28,9 Persen

Oleh

Fakta News
Survei Indo Barometer menempatkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul atas Prabowo-Sandiaga (ist)

Jakarta – Elektabilitas pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin masih menempati posisi teratas dari hasil sejumlah lembaga survei nasional yang telah dirilis belakangan ini. Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dengan selisih yang beragam terhadap rival utamanya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.

Yang terbaru adalah lembaga survei Indo Barometer yang merilis hasil survei elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden menjelang Pemilihan Presiden 2019. Berdasarkan survei yang dilakukan pada 6-12 Februari 2019 ini, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin sebesar 50,2 persen, sementara paslon 02 Prabowo-Sandiaga 28,9 persen.

“Dengan simulasi kertas suara jika seandainya pemilu dilaksanakan hari ini siapa yang dipilih, 50,2 persen memilih Jokowi-Ma’ruf dan 28,9 persen memilih Prabowo-Sandiaga,” ujar peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli dalam konferensi pers di Hotel Century Park, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

“Sementara itu, persentase responden yang tidak memberi tanda dalam surat suara adalah 20,9 persen,” lanjut Hadi.

Hadi mengatakan, survei ini menggunakan simulasi surat suara lengkap dengan foto pasangan calon. Selisih elektabilitas keduanya adalah 21,3 persen.

“Maka selisih elektabilitas 01 dan 02 hari ini di atas 20 persen,” tuturnya.

Baca Selengkapnya

BERITA

TKN Jokowi-Ma’ruf Kerahkan Kekuatan Fokus Tangkal Berita Hoaks dan Fitnah

Oleh

Fakta News
hoax, prabowo
Direktur Program TKN Aria Bima(Istimewa)

Jakarta Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menilai kabar hoaks dan fitnah terlanjur merebak luas karena TKN terlalu fokus mengkampanyekan program-program Jokowi-Ma’ruf.

Demikian dikatakan Direktur Program TKN Aria Bima saat menyinggung hoaks yang ada di akar rumput seperti isu soal pelarangan azan hingga pernikahan sesama jenis. Menurutnya hoaks itu disebarkan oleh pendukung Prabowo-Sandiaga.

“Mereka tidak menyampaikan visi misi Prabowo-Sandi, mereka menyampaikan hoaks. Nah itu kita lalai, kami pikir rakyat itu tidak mudah percaya, faktanya banyak yang percaya,” ujar Aria di Posko Cemara, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Untuk itu Arya mengatakan pihaknya saat ini akan maksimal menangkal hoaks dan fitnah terhadap Jokowi-Ma’ruf. Kali ini, kata Aria, seluruh kekuatan yang dimiliki TKN akan digunakan untuk menangkal hoaks di masyarakat.

Baca Juga:

Kekuatan yang dimaksud adalah 162.000 calon legislatif ditambah relawan dan tokoh masyarakat pendukung Jokowi-Maruf.

“Mulai kemarin sudah ditegaskan. Tidak hanya menyampaikan yang baik-baik tapi juga lawan hoaks bersama-sama,” ujar Aria.

Aria mengatakan semua elemen kekuatan harus turun door to door, sama seperti cara hoaks itu disebarkan. Ini sekaligus upaya untuk meningkatkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf pada satu bulan jelang pemilu.

Baca Selengkapnya