Connect with us
Rakernas KAPT

Pandangan Umum Korwil Jawa Timur di Rakernas KAPT

Jakarta – Relawan Komunitas Alumni Perguruan Tinggi, termasuk KAPT Jawa Timur adalah bagian penting dalam menghantarkan Joko Widodo melanjutkan kepemimpinan RI 2019-2024. Jokowi jadi presiden juga berkat peran signifikan para relawan. Untuk itu KAPT harus terus meneguhkan komitmen kebersamaan sampai paripurna. Jokowi dan relawan adalah satu kesatuan utuh, sevisi dan misi dalam membangun Indonesia untuk Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berdasarkan Gotong Royong.

Bangsa kita adalah bangsa yang tangguh, tahan terhadap ujian, cobaan dan tantangan. Kita telah teruji selama Pandemi covid-19. Pasca pandemi muncul tantangan dan krisis pangan (termasuk dunia), krisis energi, krisis keuangan. Kita akan mampu menghadapinya dengan semangat gotong royong, kebersamaan dan kemandirian.
Kita ini adalah kapal besar, perahu besar. Relawan ini adalah penumpangnya kita semua. Karena ada perahu, dalam satu kapal besar, kita harus kompak. Menjaga persatuan kita, dan yang paling penting solid dan terus menajaga komunikasi diantara kita.

Dalam hal politik, pemilihan umum 2024 masih jauh. Yang penting nyambut gawe, bekerja keras agar ekonomi sehat. Kita jangan tergesa-gesa, jangan terburu-buru, ojo ngantek keliru. Ojo kesusu. Santai dulu urusan politik, yang penting ekonomi kita selesaikan bersama-sama.

Kita adalah bangsa besar. Sebagai bangsa yang besar dan beragam sukunya, yang penting yang harus kita jaga adalah persatuan, tegak Bersatu. Bhinneka tunggal Ika. Sebagai bangsa harus kompak. Sebagai relawan kita juga harus kompak.

Sebagai relawan, kita tetap bersatu, harus kompak, menjaga silaturahmi sehingga nantinya kita tidak keliru memilih pemimpin.

KAPT untuk Bangsa

KAPT harus terus bergerak memberikan support penyelesaian krisis baik pandemi covid19 beserta dampaknya, krisis pangan, krisis energi dan krisis keuangan.

Penanganan kebencanaan adalah keniscayaan dan hal yang paling steril dari kepentingan karena mengusung tema kemanusiaan. Penanganan Kebencanaan adalah pintu masuk universal dalam menunjukkan peran dan keberpihakan KAPT dalam kerelawanan untuk kemanusiaan.

Penggunaan, pemanfaatan dan pengelolaan media sosial adalah keniscayaan pada era sekarang, dan harus menjadi perhatian sungguh-sungguh bagi KAPT. Termasuk kewaspadaan terhadap hoax dan ujaran kebencian di medsos yang bisa memecahbelah bangsa.

Media sosial adalah media yang efektif dengan potensi pengguna yang tersebar di seluruh pelosok negeri, serta efisien dan lebih taktis dan strategis pengoperasiannya. Dampaknyapun signifikan.

Gerakan melawan intoleransi serta support deradikalisasi dalam semangat nasionalisme harus tetap dikedepankan bahkan harus diperbesar gerakannya. Hendaknya tidak cuma membangun opini, tetapi harus dapat diwujudkan dalam gerakan dan aktifitas yang lebih strategis dan mempunyai dampak besar dan nyata.

Menggerakkan dan memperbesar partisipasi masyarakat dan penguatan pengorganisasian guna peningkatan kekuatan ekonomi harus menjadi program utama.

Program dan aktivitas KAPT yang mengedepankan keberpihakan pada gerakan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan dan anak.

Program kerja KAPT harus menyentuh daerah terpencil dan sulit terjangkau di Jatim dengan program nyata semisal penggunaan sel surya, teknologi tepat guna dan sebagainya.

Organisasi KAPT hendaknya lebih dikonkritkan berbasis komunitas alumni, tidak perlu langsung seluruh Jatim tapi bisa dimulai dengan Surabaya dan Malang sebagai prioritas utama.

Ketahanan pangan adalah sebuah modal dasar untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dan mengatasi krisis pangan. Untuk itu penanganan dan pengelolaan dari hulu hingga hilir. Faktor produksi, benih, pupuk, penganan pasca panen hingga pemasaran dan pengolahan serta diversifikasi hasil pertanian harus menjadi perhatian.

KAPT Jawa Timur

KAPT Jawa Timur mendukung penuh upaya pemda Jawa Timur mewujudkan masyarakat jawa timur yang adil, sejahtera, unggul dan berakhlak dengan tata kelola pemerintahan yang partisipatoris inklusif melalui kerja bersama dan semangat gotong royong, melalui berbagai kegiatan yang disinkronkan dengan program kerja KAPT.

Saat Pandemi, KAPT Jatim banyak terlibat pada relawan pendampingan baik di masyarakat, RS Lapangan, Penyediaan Ambulan dan Tabung serta stok Oksigen, pembagian masker, handsanitizer, unit pencuci tangan, dsb. Mobilisasi vaksinasi untuk warga.

Bencana Semeru, KAPT turun langsung memberikan bantuan logistik, assesmen teknologi serta pendampingan masyarakat.

Ekonomi, saat harga minyak melambung, KAPT melaksanakan operasi Minyak Murah untuk masyarakat.
KAPT mejalankan pemenuhan air bersih bagai kampung pesisir di wilaya Gresik, sebagai kebutuhan pokok masyarakat. Dilakukan pendampingan menuju pengelolaan secara mandiri oleh kelompok masyarakat bergandengan dengan PDAM setempat.

Pembangunan pertanian di wilayah Malang, KAPT membantu pendistribusian pupuk melalui koordinator dari Dampit, dan desa-desa di kabupaten. Juga melaksanakan penyuluh di desa menggandeng SDM potensian dari Unibraw.

Maritim, KAPT Bersama ITS dan BKNU Jatim menginisiasi program Kerangka Jaring Apung (KJA) di kawasan perairan Malang Selatan sebagai inisiasi program perikanan laut yang juga support pada pengembangan program pariwisata.

Rekomendasi:

1. Eksistensi KAPT, apakah diperlukan untuk terakomodasi melalui badan hukum.
Untuk memperbesar peran dan fungsi KAPT dalam kontribusi memajukan bangsa.
2. Penggunaan, pemanfaatan dan pengelolaan media sosial adalah keniscayaan pada era sekarang, dan harus menjadi perhatian sungguh-sungguh bagi KAPT. Termasuk kewaspadaan terhadap hoax dan ujaran kebencian di medsos yang bisa memecahbelah bangsa.
3. Kesiapan pemerintah terhadap bonus demografi (SDM)
4. Assesmen BUMN pupuk pada kearifan dan inisiatif lokal untuk mendukung pemuliaan tanaman dan memperbesar hasil produksi pertanian.
5. Reformasi hukum, penataan dan penguatan sistem baik di tubuh Polri, Kejaksaan, Kehakiman maupun Advokat.
6. Pembangunan Maritim harus tetap menjadi prioritas karena Indonesia adalah negara maritime. Inisiatif masyarakat seperti program semacam KJA (Kerangka Jaring Apung), Intensifikasi pertambakan mulai dari penggunaan lahan tidur, penyediaan bibit unggul serta pengelolaan dengan secara modern perlu didukung dan dikembangkan.
7. Bidang Pendidikan, negara harus hadir sebagai bentuk tanggungjawab amanat Pembukaan dan batang tubuh UUD 1945. Negara tidak boleh melepaskan diri dari tanggungjawab memfasilitasi dan menyediakan Pendidikan murah (gratis) bagi para generasi penerus bangsa. Kapitalisasi dan komersialisasi pendidikan harus dihapuskan.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Badan Pangan Nasional Diminta Lebih Agresif Dalam Pengelolaan Pangan

Oleh

Fakta News
Badan Pangan Nasional Diminta Lebih Agresif Dalam Pengelolaan Pangan
Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin. Foto: DPR RI

Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin meminta Badan Pangan Nasional untuk dapat mulai agresif dalam bekerja untuk mengelola persoalan pangan dari hulu hingga hilir. Mengingat, pada rapat kerja sinkronisasi pembahasan badan anggaran antara Komisi IV dengan Kementerian Pertanian telah memutuskan realokasi eksternal BKP sebesar Rp103.525.552.000,00 (seratus tiga miliar lima ratus dua puluh lima juta lima ratus lima puluh dua ribu rupiah).

“Di Kementerian Pertanian, setelah berbagai rapat dari komisi hingga banggar terjadi penurunan pagu dari semula Rp15.422.181.379.000,00 (lima belas triliun empat ratus dua puluh dua milyar seratus delapan puluh satu juta tiga ratus tujuh puluh sembilan ribu rupiah) pada pembahasan raker 8 september 2022 menjadi Rp 15.318.655.827,00 akibat realokasi eksternal pada Badan Ketahanan Pangan/Badan Pangan Nasional,” urai Andal Akmal dalam rilis media yang diterima Parlementaria, Kamis (29/9/2022).

Politisi Fraksi PKS ini menyayangkan anggaran Kementan secara keseluruhan sudah sangat menurun dari sebelum pandemi, tapi masih terus terpotong. Padahal, tuturnya, dana sekitar 103 M untuk kinerja Badan Pangan Nasional yang diambil dari Kementan sangat minim untuk optimal bekerja. Bahkan, ia menyitir permintaan Kemendag yang hendak mengusulkan anggaran Rp100 Triliun hanya untuk serap beras petani.

“Saya setuju atas gagasan Kemendag ketika pemerintah menyiapkan dana 100 T untuk serap beras petani sehingga ada semangat bagi petani untuk berproduksi karena ada jaminan serapan hasil panen dengan harga yang baik. Dengan begini, ketika produksi melimpah maka petani sejahtera dan importasi berkurang”, jelas Andi Akmal.

Lebih lanjut, Andi Akmal mengingatkan Badan Pangan Nasional telah dibentuk sejak tahun 2021 berdasarkan Perpres Nomor 66 Tahun 2021. Menurutnya, kurang seriusnya pemerintah menangani persoalan pangan sudah terlihat sejak disahkannya UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang mengamanatkan terbentuknya Badan Pangan Nasional yang terealisasi setelah 9 tahun berjalan.

“Kini semua fungsi badan ketahanan pangan yang ada di Kementan sudah pindah ke Badan Pangan Nasional mulai dari SDM hingga anggaran. Maka, saya perlu menegaskan kepada pemerintah dalam hal ini Badan Pangan Nasional agar lembaga ini lebih profesional dan lebih agresif dalam persoalan pengelolaan pangan mulai dari manajemen stok hingga pengendalian harga,” pungkas Andi Akmal.

Baca Selengkapnya

BERITA

KKP Resmikan Integrated Maritime Intelligent Platform untuk Sukseskan Program Ekonomi Biru

Oleh

Fakta News

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan soft launching Integrated Maritime Intelligent Platform di Gedung Mina Bahari I, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2022). Peresmian infrastruktur teknologi ini wujud komitmen KKP dalam mengimplementasikan lima program Ekonomi Biru untuk menjaga kesehatan laut dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Langkah yang dibuat KKP luar biasa sekali. Tinggal kita sekarang eksekusinya, kemudian apa yang dipunya Pak Trenggono di sini bisa dikoordinasikan, di integrasikan dengan Bakamla dan Kemenhan. Kita bisa buat efisiensi. Kita harus betul-betul buat ini terintegrasi,” ungkap Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutannya pada acara peluncuran Integrated Maritime Intelligent Platform KKP.

Luhut meyakini keberadaan Integrated Maritime Intelligent Platform besar pengaruhnya pada keberlanjutan ekosistem kelautan, pemberantasan illegal fishing, kedaulatan negara, hingga meningkatkanya pendapatan negara melalui penerimaan negara bukan pajak sektor kelautan dan perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, pembangunan Integrated Maritime Intelligent Platform sebagai media terintegrasi yang menampung seluruh data dan informasi di KKP dan menjadi pusat komando untuk merespon kejadian ataupun sebagai alat pengambilan kebijakan dan keputusan.

“Saat ini KKP tengah menyiapkan roadmap ekonomi biru sepanjang masa yang dituangkan dalam 5 program prioritas untuk memastikan laut tetap sehat dan populasi biota perikanan terjaga dengan baik untuk menjaga keseimbangan alam laut demi kelangsungan hidup generasi berikutnya,” jelas Menteri Trenggono.

Lebih lanjut disampaikan Trenggono, salah satu program prioritas yang menjadi andalan adalah kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota. Untuk melindungi nelayan lokal di seluruh Indonesia pada zona penangkapan ikan terukur, KKP pun mengembangkan Command Center yang dapat mengawasi aktivitas perikanan di perairan Indonesia.

“Penyiapan teknologi ini fokus pada pengintegrasian seluruh sistem informasi yang ada di KKP, infrastruktur, data satelit dan penyiapan SDM, serta sistem pengawasan. Ke depannya, platform ini juga akan mendukung pengawasan aktivitas pemanfaan ruang laut, yang juga menjadi baseline saya dalam membuat berbagai macam kebijakan,” papar Menteri Trenggono.

Integrated Maritime Intelligent Platform dilengkapi dengan tiga fitur, yaitu fitur Monitoring yang memantau sebaran dan pergerakan kapal perikanan di seluruh perairan Indonesia berbasis VMS (Vessel Monitoring System) dan AIS (Automatic Identification System), fitur Dashboard yang menyajikan informasi indikator utama sektor kelautan dan perikanan Indonesia, dan fitur Alert dengan fungsi mendeteksi setiap dugaan pelanggaran dan memberikan peringatan cepat kepada Command Center.

Selain layanan pemantauan kapal perikanan, Integrated Maritime Intelligent Platform menyediakan berbagai informasi spasial tematik dari Eselon 1 lingkup KKP untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat, seperti sebaran dan luasan wilayah konservasi, sebaran tambak, sebaran dan luasan mangrove dan terumbu karang, sebaran alur kabel dan pipa bawah laut, sebaran siswa didik Pendidikan Vokasi KP, sebaran Penyuluh Kelautan, sebaran Unit Pengolahan Ikan, data Pelabuhan Perikanan, dan data penunjang lainnya.

“Kebijakan pengelolaan perikanan yang efisien dan lestari ini akan memberikan keuntungan ekonomi pelaku usaha akan meningkatkan penerimaan negara, serta mendorong kesejahteraan dan kehidupan sosial masyarakat nelayan menjadi lebih baik. Melalui sistem informasi teknologi dan transformasi digital, KKP siap menjadi penggerak utama pengelolaan perikanan berkelanjutan untuk pemulihan ekonomi nasional,” tegas Trenggono.

Hadir pada soft launching Menteri Pertahanan RI; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; Kepala Staf Kepresidenan; Wakil Menteri KLHK; Penasihat Khusus Menko Marves Bidang Pertahanan dan Keamanan Maritim; Auditor Utama Keuangan Negara IV BPK RI; Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Kementerian PPN/Kepala Bappenas; Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kominfo; Dirjen Perhubungan Laut, Kemenhub; Dirjen Penegak Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, KLHK; Tortama KN IV BPK RI; Direktur Kelautan dan Perikanan, Bappenas; serta Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi, Kemenkeu.

Baca Selengkapnya

BERITA

Heri Gunawan Pertanyakan Pembiayaan BSI untuk UKM

Oleh

Fakta News
Heri Gunawan Pertanyakan Pembiayaan BSI untuk UKM
Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan saat rapat Komisi XI dengan direksi BSI di Gedung DPR RI, Rabu (28/9/2022). Foto: DPR RI

Jakarta – Bank Syariah Indonesia (BSI) mengalami penurunan kinerja khusus untuk pembiayaan usaha kecil menengah (UKM). Padahal, para pelaku UKM ini banyak masuk di industri halal. Sebaliknya, BSI malah menggelontorkan pembiayaannya lebih besar pada korporasi.

Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan, akrab disapa Hergun, mengemukakan hal ini pada rapat Komisi XI dengan direksi BSI di Gedung DPR RI, Rabu (28/9/2022). Baginya ini kabar yang kurang baik di tengah peran perbankan yang harus ikut memulihkan perekonomian nasional.

Perbankan juga turut didorong agar semangatnya tidak hanya mencari keuntungan semata. Ekosistem industri halal yang ingin didorong kemajuannya, namun masih mengalami hambatan, karena pembiayaan UKM-nya lemah.

“Kami melihat penurunan pembiayaan untuk segmen kecil dan menengah yang mencapai 6,63 persen. Ini kabar yang kurang baik untuk upaya pemulihan UKM kita. Sementara pembiayaan korporat tumbuh sampai 24,95 persen. Padahal, kita ketahui bersama ekosistem industri halal itu mayoritas adalah para pelaku UMKM,” ungkap Politisi Fraksi Partai Gerindra.

Namun, lanjut Hergun, pembiayaan BSI untuk segmen mikro sudah tumbuh 31,13 persen. Fakta ini sudah sejalan dengan upaya peningkatan pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) yang kini meningkat secara signifikan.

Secara umum, pembiayaan BSI seperti dijelaskan direksinya, tumbuh 18,55 persen. “Kami mengapresiasi masalah ini. Kita melihat segmen mikro tumbuh sampai 31,13 persen. Ini tentu in line dengan peningkatan pembiayaan KUR yang meningkat secara signifikan,” katanya.

Baca Selengkapnya