Misteri Bagaimana Piramida Dibangun Akhirnya Terungkap

  • Fakta.News - 26 Okt 2017 | 05:00 WIB
Misteri Bagaimana Piramida Dibangun Akhirnya Terungkap
Misteri cara membangun dan asal materialnya terungkap(foto : edupaint.com)

Jakarta – Bagaimana Piramida Agung Giza dibangun? Tentunya, sudah menjadi misteri yang sekian lama terpendam. Misteri itulah, yang mengundang kepenasaran para arkeolog seiring sejak ditemukannya piramida tersebut

Namun upaya arkeolog untuk mengkap misteri bagaimana piramida itu dibangun, rupanya membuahkan hasil. Misteri itu terungkap, seperti dikutip dari The Independent, Rabu (25/10/2017), setelah ditemukannya gulungan kertas papirus yang berisi informasi yang ditulis oleh seorang lelaki bernama Merer. Dia diketahui adalah seseorang yang memimpin sekitar 40 pelaut.

Temuan terbaru itu, diyakini menjadi jawaban atas pertanyaan yang sekian lama gentayangan tanpa jawaban tersebut.

Mengulik bagaimana Piramida dibangun, memang menarik. Pertanyaan itu, didasari pada beratnya pekerjaan membawa bebatuan di gurun, dan minimnya teknologi pendukungnya. Batu yang dibutuhkan pun dalam jumlah besar, sementara alat canggih untuk mengangkutnya melewati gurun pasir belum ada pada zaman Mesir Kuno.

Dari berbagai penelitian sebelumnya, para arkeolog telah lama mengetahui bahwa bebatuan tersebut dibawa sejauh delapan mil dari Giza ke sebuah tempat bernama Tura. Sementara bahan granit digali dari jarak lebih dari 500 mil. Adapun cara bagaimana bahan-bahan ini diangkut, masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan.

Bukti baru yang ditemukan para arkeolog memperlihatkan, orang zaman Mesir Kuno mengangkut lebih dari 170.000 ton batu kapur untuk membangun Piramida Agung Giza, menggunakan perahu yang dibuat khusus.

“Kami telah menguraikan pusat cekungan kanal yang dijadikan area pengiriman utama ke kaki dataran tinggi Giza,” kata arkelogis asal Amerika Serikat Mark Lehner yang sudah berpengalaman 30 tahun melakukan penggalian di Mesir.

Informasi ini terungkap dari gulungan kertas papirus kuno, berbagai potongan bekas badan perahu dan jaringan saluran air di lokasi Piramida. Hasil penelitian mengungkapkan, bagaimana bangunan berusia lebih dari 4.000 tahun ini dibangun pada 2.550 SM.

Para arkeolog meyakini, ada ribuan pekerja terlatih yang menggunakan perahu untuk menyusuri kanal yang digali sepanjang Sungai Nil. Pelayaran ini bertujuan mengangkut batu kapur. Perahu-perahu ini disatukan oleh tali tebal yang dipilin. Beberapa di antaranya masih dalam kondisi baik saat ditemukan.

Setelah mengumpulkan bahan-bahan bangunan tersebut, para pekerja membawanya ke sebuah pelabuhan yang berjarak beberapa meter dari dasar Piramida. Total, ada sekitar 2,3 juta blok batuan terkirim dengan cara ini selama dua dekade.

Arsitektur Mesir Kuno

Piramida Giza adalah piramida tertua dan terbesar dari tiga piramida yang ada di Nekropolis Giza. Ini juga merupakan satu-satunya bangunan yang masih menjadi bagian dari Tujuh Keajaiban Dunia.

Piramida Agung Giza adalah bagian utama dari kompleks bangunan makam, yang terdiri dari dua kuil untuk menghormati Khufu (satu dekat dengan piramida dan satunya lagi di dekat Sungail Nil).

Tiga piramida yang lebih kecil untuk istri Khufu, dan sebuah piramida “satelit” yang lebih kecil lagi, berupa lintasan yang ditinggikan, dan makam-makam mastaba berukuran kecil di sekeliling piramida para bangsawan. Kompleks piramida Giza, yang dibangun bangsa Mesir kuno sekitar 5000 tahun yang lalu, memiliki luas area yang bisa disamakan antara jarak dari St Peter (Roma), Katedral Florence (Milan) sampai ke St. Paul (London).

Diyakini pula, kumpulan batu di Piramid Giza apabila disatukan bisa membuat tembok setinggi 3 meter dengan ketebalan 0,3 meter yang bisa melingkupi seluruh Perancis. Sementara bangsa Mesir Kuno sendiri membangunnya dalam waktu 30 tahun. Belum lagi dari cara memindahkan batu batuan dan menyusunnya, menjadi piramida yang tinggi. Ada yang mengatakan, membuat struktur lereng atau ulir seperti pada skrup yang kemudian dikapur dengan batu kapur pada lapisan luar. Ada pula yang menyebutkan, bahwa batu batu tersebut adalah hasil pengecoran konstruksi yang akurat, serta titik berat pusat benda.

Menurut penelitian dari ilmuwan dan arkeologi, bahan baku pembuatan piramida diambil dari beberapa tempat. Misalnya batu kapur dari Tura, granit dari Aswan, tembaga dari Sinai dan kayu untuk peti dari Libanon yang kesemuanya diangkut melalui Sungai Nil. Piramida Giza atau piramida agung yang terbentang di hamparan padang pasir bersuhu lebih dari 35 derajat Celcius itu terdiri atas 3 Piramid besar plus satu buah Sphinx.

Ketiga piramid itu adalah Khufu (Cheops), Khafre ( Rakhaef / Chephren ) dan Menkaure ( Mycerinus ) ditambah tiga piramida kecil. Masing masing dari piramid Cheops Chepren dan Mycerinus memiliki kesamaan interior. Ada ruang raja, ruangan ratu, pintu terowongan yang berdiameter satu seperempat meter dengan panjang 40 meter.

M Riz

BACA JUGA:

Tulis Komentar