Menkeu: Defisit Transaksi Berjalan Bukanlah Sebuah Dosa

  • Fakta.News - 8 Nov 2018 | 17:39 WIB
Menkeu: Defisit Transaksi Berjalan Bukanlah Sebuah Dosa
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjadi panelis dalam seminar "Managing Financial Shock" yang diselenggarakan oleh Bloomberg di Singapura (07/11).(Foto: Istimewa)

Singapura – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pada beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami defisit transaksi berjalan (impor lebih besar daripada ekspor), namun itu semua dapat dikompensasi oleh banyaknya arus modal ke Indonesia. Sehingga secara keseluruhan tetap terjadi surplus transaksi.

Namun, pada tahun 2018 ini, defisit tersebut tidak bisa terkompensasi dikarenakan larinya arus modal dari Indonesia sebagai dampak normalisasi ekonomi global yang antara lain dengan adanya kebijakan kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat. Sehingga sebagai dampaknya terjadi pelemahan pada nilai tukar rupiah.

“Defisit transaksi berjalan bukanlah sebuah dosa, apalagi untuk negara berkembang seperti Indonesia. Sepanjang defisit tersebut memang digunakan untuk impor barang-barang yang produktif,” paparnya seperti dikutip dari laman Facebooknya.

Hal tersebut  disampaikannya ketika menjadi panelis dalam seminar “Managing Financial Shock” yang diselenggarakan oleh Bloomberg di Singapura (07/11). Turut menjadi panelis adalah Managing Director Bank Sentral Singapura Ravi Menon dan mantan Direktur Bank Sentral AS Janet Yellen. Bertindak selaku moderator Clive Crook dari Bloomberg.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar