Mengepung Kedatangan Senjata dan Amunisi Pesanan Korps Brimob Polri

  • Fakta.News - 1 Okt 2017 | 01:00 WIB
Mengepung Kedatangan Senjata dan Amunisi Pesanan Korps Brimob Polri
Pengamanan atau pengepungan kedatangan senjata dan amunisi di gudang Unex Bandara Soekarno - Hatta(foto : Istimewa)

Tangerang –  Akhirnya senjata dan amunisi pesanan Polri tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (30/9/2017) malam. Dari data yang dihimpun, senjata serta amunisi ini diimpor oleh PT Mustika Duta Mas dan akan didistribusikan ke Korps Brimob Polri.

Senjata dan amunisi ini, dikirim dari Ukraina diangkut dengan menggunakan Pesawat Charter model Antonov AN-12 TB, dengan Maskapai Ukraine Air Alliance UKL-4024. Pesawat itu mengangkut senjata dan amunisi, yakni Arsenal JSCO 100 Rozova Dolina STR, 6100 Kazanlak Bulgaria.

IMG-20170930-WA0013

Barang-barang keperluan pengamanan itu, yaitu :
1. Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 mm sebanyak 280 pucuk. Dikemas dalam 28 box (10 pucuk/box) dengan berat total 2.212 kg.

2. Amunition Castior 40 mm, 40 x 46 mm round RLV-HEFJ with high explosive fragmentation Jump Grenade. Dikemas dalam 70 box (84 butir/box) dan 1 box (52 butir), total 5.932 butir (71 box) dengan berat 2.829 kg.

IMG-20170930-WA0012

Pesawat pengangkut senjata dan amunisi itu, landing di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 23.30 WIB. Unloading barang pada pukul 23.45 WIB. Barang tersebu kemudian diturunkan dari pesawat, dan dibawa untuk disimpan sementara di Gudang UNEX Area Kargo Bandara Soekarno-Hatta.

Dari data manives barang, senjata dan amunisi itu akan dikirim ke alamat penerima, yaitu Bendahara Pengeluaran Korps Brimob Polri Kesatriaan Amji Antak Kelapa Dua Cimanggis, Indonesia.

IMG-20170930-WA0015

Heboh Seperti Mengepung Terosis
Kedatangan senjata dan amunisi untuk keperlusn operasional Korps Brimob Polri, keruan mengundang jajaran tentara, yang sebelumnya pembelian senjata itu memang dianggap kontroversi oleh kalangan TNI.

Terkait pengamanan itu melayanglah surat laporan kepada Kasgartap1/Jkt, dari : Kasubgar 0506/Tgr, dari : Pasiops 0506/Tgr Mayor Inf Nursabab.

Isinya : Mohon ijin melaporkan sbb :
~ Pada hari Sabtu tgl 30-09-2017
Telah datang Pasukan PAM utk Mengamankan datangnya senjata SAGL kaliber 40mm sebanyak 280 pucuk dan amunisi granat nya sebanyak 5.932 butir yg datang tadi malam dibandara Sutta pkl 23.30 Wib dan disimpan di gudang Kargo Unex.

Pasukan PAM tersebut terdiri dari:
1. Satu( 1 ) Pleton Yonif Para Raider 328/Dgh dengan jumlah kekuatan: 17 org. Dpp: Lettu Inf Masrul. Jumlah senjata: 16 pucuk SS2 V4 , Munisi 1XBP:250butirX16=4000 butir, 1pucuk Pistol Combat G2 , Munisi :10 butir.

2. Satu( 1 ) Tim Tai pur Kostrad dng Jumlah: 10 Org. Dpp: Letda Inf Haryono. Jumlah Senjata: 10 Pucuk FN 46 , Munisi:14 butirX10=140 btr.

3. Satu ( 1 ) Tim BKO dari Avsec AP 2, Terdiri dari :
~ Garnisun I/Jkt :3 Org dpp Lettu cpm Tri Susilo, Tidak Bersenjata
~ Pomad : 2 Personil. Pistol FN 46 2 Pucuk, dengan Munisi 20 butir tajam
~ Kodim : 2 Personil. SS1 2 Pucuk, munisi: 10 butir tajam
~ Marinir : 2 Personil. SS1 2 Pucuk, munisi: 20 butir tajam
~ POM AU : 2 Personil. SS1 2 Pucuk, munisi: 20 butir tajam
~ Paskhas : 2 Personil. Steyr 2 Pucuk, munisi: 20 butir tajam
~ Intel Kodim 0506/Tgr, 4 Org Dpp. Lettu Chb Jitu.S
Pistol FN 4 Pucuk, Munisi: 24 butir tajam
~ Bais TNI : 5 Personil, Dpp: Mayor Inf Heri
Pistol Walther kal.32/2 Pck Munisi 12 butir tajam
~ Babinsa Koramil 02/Batu , ceper 25 Org Dpp Kapten Inf Budi Nuryanto, Tdk bersenjata
~ Intel KOREM 052/WKR , 3 personil Dpp: Kapten Kav Sutarto Pistol TT 2 pucuk , Munisi 17butir tajam
~ Jumlah keseluruhan: 79 Org
~ Sampai saat ini situasi dan kondisi dilapangan masih Kondusif
~ Mapping Pasukan sebagai berikut :

a. Pintu DKT/Kargo : Regu BKO AP II dan Babinsa Koramil 02/Batu Ceper

b. Gudang Unex : Ton Para Raider 328/Dgh dan Ton Taipur

c. PAM area Luar dan wilayah Gudang serta Kargo : Tim Intel
Gabungan Kodim dan Korem.

Demikian kami laporkan jika ada perkembangan akan kami laporkan pada kesempatan pertama. Begitu isi laporannya yang beredar di publik.

Tampaknya, memang ada sesuatu yang darurat dari kedatangan senjata yang diperlukan Polri ini, pengamanan pun demikian ketat dan seolah kondisinya gawat dan mengkhawatirkan.

M Riz

BACA JUGA:

Tulis Komentar