Connect with us

Lima Pendiri PAN Desak Amien Rais Mundur

Amien Rais

Jakarta – Lima pendiri PAN mendesak Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengundurkan diri. Amien dianggap telah melanggar prinsip-prinsip dasar pendirian partai. Lima pendiri PAN tersebut adalah Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohamad, Toeti Heraty, dan Zumrotin.

Saran itu disampaikan melalui surat terbuka tertanggal 26 Desember 2018. Goenawan Mohamad membenarkan surat tersebut ditulis dan ditandatangani kelima pendiri dan penggagas PAN tersebut.

“Iya benar. Yang menulis Pak Abdillah Toha. Kami semua menandatangani,” ujar Goenawan saat dimintai konfirmasi, Rabu (26/12/2018).

Baca Juga:

Dalam surat yang diterima, kelima pendiri PAN tersebut mengatakan surat dibuat setelah memerhatikan perkembangan kehidupan politik di Indonesia. Khususnya, kiprah Ketua Dewan Kehormatan PAN bersama PAN ataupun secara personal.

“Untuk itu, barangkali sudah saatnya Saudara (Amien Rais) mengundurkan diri dari kiprah politik praktis sehari-hari, menyerahkan PAN sepenuhnya ke tangan generasi penerus, dan menempatkan diri Saudara sebagai penjaga moral dan keadaban bangsa serta memberikan arah jangka panjang bagi kesejahteraan dan kemajuan negeri kita,” demikian tulis surat terbuka tersebut.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Labuan Bajo Dipersiapkan Sejak Sekarang, Presiden Jokowi: Tahun 2023 Untuk Agenda G-20 dan ASEAN Summit

Oleh

Fakta News
Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai memimpin ratas Pengembangan Destinasi Wisata Labuan Bajo di Plataran Komodo Resort, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/1).

Labuan Bajo – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa pekerjaan besar menyelesaikan kendala di Labuan Bajo seperti infrastruktur, lanskap, sampah, serta kekurangan air baku sehingga perlu dipersiapkan dari sekarang agar pada tahun 2023 telah siap digunakan sebagai tempat perhelatan G-20 dan ASEAN Summit.

“Semuanya ini kita siapin dan kita harapkan akhir tahun ini selesai sehingga 2021 itu langsung Kementerian Pariwisata bisa promosi besar-besaran,” ujar Presiden saat menjawab usai Rapat Terbatas (ratas) membahas mengenai Pengembangan Destinasi Wisata Labuan Bajo di Plataran Komodo Resort, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/1).

Soal sampah, Presiden menyampaikan bahwa akan dikirimkan kapal untuk membersihkan dan mulai Februari nanti juga akan bergerak ke bawah laut untuk mengambil sampah. Meskipun belum banyak, menurut Presiden, tetapi harus dimulai. Ia menegaskan bahwa jangan sampai ada sampah di Labuan Bajo ini.

“Yang di darat nanti Kementerian PU akan mempersiapkan incenerator dan juga tempat pembuangan sampah akhirnya, dan juga yang paling penting lagi juga pendidikan masyarakat mengenai budaya sampah,” ujar Kepala Negara.

Destinasi Premium 

Sementara itu, Presiden Jokowi juga menjelaskan bahwa maksud Labuan Bajo sebagai destinasi premium adalah adanya diferensiasi dengan tempat-tempat yang lain.

“Kita harapkan di sini belanjanya lebih besar, stay-nya lebih, tinggalnya lebih lama. Kita harapkan itu. Jadi artinya bukan jumlah turisnya tetapi spending-nya, belanjanya yang lebih banyak. Kira-kira itu,” tambah Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden juga berharap nanti awal tahun ini bandara terminalnya diperlebar dan diperbaiki serta runway-nya juga diperpanjang.

“Saya kira nanti akan, ini akhir tahun nanti itu semuanya selesai insyaallah, tinggal masuk ke promosi. Artinya step-step itu kita lakukan, memperbaiki produk secara total kemudian nanti baru masuk ke promosi,” ujar Presiden.

Mengenai air bersih, Presiden menyampaikan akan ditambah 100 mililiter per detik dan sedang disiapkan juga oleh Kementerian PUPR.

“Ini semuanya dilihat secara detail. Kita ke sini melihat secara detail lagi, termasuk landscaping. Nanti lanskap di Pulau maupun lanskap yang ada di daratan di sini semuanya akan ditanami flamboyan, tabebuya, dan bougenvil,” tambah Presiden.

Untuk mengatasi masalah kawasan yang gundul, Presiden mengaku telah memerintahkan Menteri Kehutanan untuk membuat nursery di sini, yang bisa memproduksi 5 juta sampai 7 juta bibit pohon.

“Nanti setiap tahun menanam segitu terus, rutin. Sudah, saya tadi sudah detail sekali. Saya kira sudah, pembicaraan kita sudah teknis dan sangat detail sekali sehingga semuanya yang kira-kira kita ragu semuanya sudah kita tutup,” pungkas Presiden di akhir wawancara.

 

Chrst

Baca Selengkapnya

BERITA

Panitia Natal DPR-MPR-DPD Gelar Audiensi dengan Tokoh Nasrani

Oleh

Fakta News
Panitia Natal DPR-MPR-DPD Gelar Audiensi dengan Tokoh Nasrani
Anggota DPR RI Mercy Chriesty Barends. Foto: DPR RI

Jakarta – Penyelenggaraan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 MPR RIDPR RIDPD RI akan berlangsung pada tanggal 29 Januari 2020 mendatang di Kompleks Parlemen. Untuk itu, dalam rangka persiapan acara tersebut, Panitia Natal yang dipimpin oleh Anggota DPR RI Mercy Chriesty Barends melakukan audiensi dengan sejumlah tokoh agama umat Nasrani, Jumat (17/1/2020). Adapun, kunjungan diawali dengan audiensi dengan Gembala Sidang Gereja Bethel Indonesia Mawar Saron Pendeta Jacob Nahuway.

Kemudian, dilanjutkan pertemuan dengan Ketua dan Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). Turut hadir dalam acara pertemuan tersebut yaitu Anggota DPR RI Marinus Gea (F-PDI Perjuangan), Anggota DPR RI Willy Midel Yoseph (F-PDI Perjuangan) dan Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal (Setjen) dan Badan Keahlian (BK) DPR RI Yohannes O.I Tahapari.

“Kita melakukan audiensi kepada pihak-pihak yang selama ini memang mendukung penuh setiap penyelenggaraan Natal dan Tahun Baru. Tiap tahunnya, bergiliran dari yang menyampaikan kesan dan pesan Natal, yang menyampaikan khotbah dan doa syafa’at. Untuk tahun ini, yang menyampaikan khotbah dan renungan itu dari GBI Mawar Saron Pendeta Jacob Nahuway, kemudian KWI yang menyampaikan doa syafaat dan PGI menyampaikan kesan dan pesan Natal,” ujar Mercy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Selain itu, Mercy mengungkapkan, berdasarkan hasil audiensi sebelumnya dengan Ketua DPR RI, Ketua MPR RI dan Ketua DPD RI disepakati untuk menjadikan perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 ini sebagai perayaan kebangsaan. Dengan tujuan, sambung Mercy, yakni merekatkan kembali persatuan antar warga negara Indonesia yang sempat terkoyak akibat tahun politik 2019 belum lama ini.

“Buat kami, perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 ini adalah momentum untuk kita cooling down dari suasana tahun politik 2019. Momen untuk kita kembali berada dalam suasana persaudaraan sejati untuk bisa membangun Indonesia Maju,” tandas legislator dapil Maluku itu sembari mengungkapkan pihaknya akan mengundang seluruh kalangan dari semua unsur latar belakang agama, seperti perwakilan agama Muslim, Hindu, Buddha, Kong Hu Cu serta berbagai latar belakang suku dan keragaman lainnya dengan jumlah 2.000 undangan.

“Pesan persaudaraan, persahabatan dan persatuan Indonesia yang diusung sebagai tema besar perayaan Natal di Parlemen ini diharapkan membawa suasana segar diawal tahun 2020 untuk meningkatkan kerja sama seluruh pihak. Mari kita bersatu padu lagi dibawah tema besar kita ‘Bersahabat Dengan Semua Orang’. Semoga, dengan persaudaraan sejati ini bisa membawa Indonesia menjadi lebih maju,” pungkas Mercy. (pun/sf)

Baca Selengkapnya

BERITA

Agar Tidak Hambat Investasi di Labuan Bajo, Presiden Jokowi Minta Gubernur dan Bupati Selesaikan Soal Sengketa Tanah

Oleh

Fakta News
Presiden Jokowi memberikan arahan dalam Ratas mengenai Pengembangan Destinasi Wisata Labuan Bajo di Plataran Komodo Resort, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/1).

Labuan Bajo – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa masih banyak tanah sengketa di Manggarai Barat sehingga perlu diselesaikan oleh Kepala Daerah karena menjadi perhatian bagi investor yang ingin menanamkan modal.

“Ini mungkin untuk Pak Gubernur, Pak Bupati mengenai masih banyaknya tanah sengketa yang ada di sini. Ini tolong menjadi catatan karena ini juga menjadi perhatian dari para investor yang ingin menanamkan modalnya di sini. Jadi betul-betul diselaraskan antara hukum adat yang ada dengan hukum positif yang kita miliki,” ujar Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas (ratas) mengenai Pengembangan Destinasi Wisata Labuan Bajo di Plataran Komodo Resort, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/1).

Mengenai kapal besar yang masuk ke Labuan Bajo, Presiden minta semua teregistrasi. “Jangan sampai di sini hanya membuang sampahnya, menikmati, dan membuang sampahnya, tetapi masyarakat di sini tidak mendapatkan sebuah pemanfaatan dari datangnya kapal-kapal besar yang masuk,” tambah Presiden.

Terkait sampah baik yang di darat maupun di laut, Presiden minta untuk dibuat acara gerakan nanti dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk pembersihan sampah di dalam laut, di karang. Menurut Presiden, dirinya telah mendapatkan keluhan dari orang-orang yang datang ke sini untuk diving soal kebersihan tersebut.

“Meskipun belum banyak tetapi harus mulai kita bersihkan sebelum menjadi sebuah jumlah yang sangat banyak. Juga di darat saya harapkan nanti di Kementerian PU, LHK juga menyiapkan infrastruktur untuk pembuangan sampah baik berupa incenerator maupun dengan sistem yang lainnya, tapi ini juga harus segera diselesaikan,” tambah Presiden.

Soal air baku, Presiden meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan tambahan untuk air baku karena ini juga menjadi salah satu keluhan dari para pemilik-pemilik hotel yang ada di Labuan Bajo.

“Kemudian yang terakhir, yang berkaitan dengan promosi. Saya kira target kita akhir tahun 2020, apabila semuanya sudah rapi, sudah tertata, promosi secara besar-besaran saya minta segera dilakukan oleh Kementerian Pariwisata, termasuk digelarnya event-event internasional yang menarik para wisatawan agar datang ke Labuan Bajo,” ujar Presiden.

Di akhir pengantar, Kepala Negara menyampaikan agar disiapkan organisasi baik dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu dalam hal memberikan keamanan para wisatawan.

“Paling tidak kalau mereka melihat di sini ada SAR-nya, ada BNPB-nya rasa aman, rasa nyaman itu akan muncul karena memang bisa kita lihat kesiapan kita dalam mengatasi hal-hal seperti,” pungkas Presiden.

 

Ping

Baca Selengkapnya