Connect with us
Parlemen

Legislator Serukan Konsekuensi Wanita Berkarir

Legislator Serukan Konsekuensi Wanita Berkarir
Anggota Komisi VIII DPR RI Desy Ratnasari. Foto: DPR RI

Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Desy Ratnasari mengatakan, komitmen dan konsekuensi harus menjadi poin penting yang mesti diperhatikan sebelum seorang perempuan memutuskan untuk berkarir. Termasuk menimbang risiko dari pilihan yang dipilihnya nanti, mengingat pekerjaan menjadi ibu, istri dan seorang pekerjaan dalam satu waktu membutuhkan effort yang luar biasa. Menurutnya ini menjadi PR bagi perempuan yang ingin berkarir.

“Misalnya urusan anak, pendidikan anak, urusan berkomitmen bersama suami untuk mengurus rumah tangga dan menyeimbangkan komunikasi dan relasi pada saat  perempuan ini berkarir kan pasti berbeda dengan perempuan yang memilih berkarir atau menjadi ibu rumah tangga. Karena bagi saya ibu rumah tangga juga wanita berkarir,” katanya usai menjadi pembicara di seminar Korpri Setjen DPR RI dengan tema “Wanita Berkarir Syurga” di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, setiap pilihan pasti memiliki dampak dan konsekuensinya. Entah wanita yang bekerja di rumah maupun di luar rumah. Sehingga pembagian tugas antara suami dan istri juga penting dalam mengelola rumah tangga dan mengurus anak. Karena bagi Desy, pernikahan itu adalah komitmen bersama, termasuk mengelola rumah tangga yang juga menjadi komitmen bersama.

“Jadi bukan tugas istri saja atau suami saja, tetapi tugas bersama suami dan istri. Tentunya bagaimana pembagian tugas ini disesuaikan dengan masing-masing pasangan, karena pasti satu keluarga dengan keluarga lain berbeda dalam mengelola keluarganya,” ungkapnya sembari berpesan bahwa dalam mengarungi hidup rumah tangga dibutuhkan kedisiplinan, komitmen dan konsisten.

Pentingnya Kesehatan Mental

Terkait dukungan Pemerintah untuk wanita berkarir, Desy pun menuturkan bahwa saat ini Pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Presiden di dalam UU Ketenagakerjaan dimana Pemerintah memberikan pemenuhan hak perempuan untuk bisa berperan sebagai perempuan sesuai kodratnya. Seperti cuti melahirkan, cuti menstruasi, bahkan bagi pegawai lelaki yang istrinya melahirkan pun mendapatkan cuti untuk merawat anaknya bersama-sama.

“Ini merupakan sebuah kewajiban institusi pekerjaan yang mempekerjakan  mereka, untuk paham  akan nilai-nilai  keluarga dan kebutuhan keluarga,” katanya. Terakhir, Desy juga menyerukan pentingnya kesehatan mental bagi seorang wanita berkarir, yang nantinya akan berdampak pada kesiapan mentalnya, dalam membentuk perilaku wanita dalam mendidik, merawat dan berkomunikasi dalam berumah tangga maupun dalam pekerjaannya.

“Kalau mentalnya tidak sehat, bagaimana mereka bisa berperilaku, bersikap, dan merawat dengan konteks kesehatan. Indonesia kan budayanya kolektif, tentunya support system menjadi hal yang penting di Indonesia dan ciri Indonesia. Ketika suatu keluarga memutuskan untuk salah satunya yang bekerja, tentunya anak jangan menjadi terlantar.  Bagaimana caranya? Indonesia ciri khasnya pasti akan menghubungi orang terdekatnya atau keluarga untuk membantu dalam konteks perawatan anak,” tutup Desy. (ndy/sf)

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Perkenalkan Cucu Ketiga, Presiden Jokowi: Semoga Ia Tumbuh Jadi Anak Yang Baik, Sehat, dan Berbakti

Oleh

Fakta News
Presiden Jokowi dengan menggendong Jan Ethes menjenguk cucuk kedua La Lembang Manah, di RSU PKU Muhammadiyah, Surakarta, Jumat (15/11). (Foto: akun twitter @jokowi)

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan cucu ketiganya, La Lembang Manah, anak kedua dari pasangan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka bersama sang istri Selvi Ananda, yang baru lahir di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Surakarta, Jumat, 15 November 2019.

“Dengan perasaan senang dan bahagia saya menyampaikan kelahiran cucu saya, cucu ketiga: La Lembah Manah, pada hari Jumat 15 November 2019 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Surakarta,” tulis Presiden Jokowi melalui akun twitternya @jokowi yang baru diunggahnya beberapa saat lalu.

Kepala Negara berdoa, semoga ia kelak bertumbuh menjadi anak yang baik, sehat, dan berbakti.

Dalam keterangan kepada awak media, Gibran mengatakan La Lembah Manah lahir dengan berat badan 2,92 kilogram dan panjang 46,5 centimeter pada pukul 15.46 WIB melalui operasi caesar.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim dokter yang telah membantu istrinya melahirkan dengan lancar.

“Saya berterima kasih sekali kepada semua tim dari PKU dan juga kita ini didampingi oleh Pak Menteri (Menteri Kesehatan Terawan Putranto). Terima kasih semua,” kata Gibran.

 

Yuch

Baca Selengkapnya

BERITA

Rumah Dibongkar Paksa, Warga Sunter Kecewa Anies Tak Tepati Janji Kampanye

Oleh

Fakta News
Rumah DP 0, Anies Baswedan, Penanganan Banjir, DPRD

Jakarta – Pembongkaran bangunan liar di Jalan Agung Perkasa VIII, Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dilanjutkan kembali, Jumat (15/11/2019). Warga mengungkapkan kekecewaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atas pembongkaran yang dilakukan sejak Kamis (14/11/2019) kemarin itu.

Seorang warga, Nur, mengatakan dirinya sudah tinggal di tempat itu sejak tahun 1988. Namun kini harus merelakan tempat tinggal dan lapak barang bekasnya.

Ia mengungkapkan kekecewaannya kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dinilai tidak berpihak orang-orang seperti dirinya.

“Saya sempet dukung Pak Gubernur, Pak Anies, cuman Pak Anies nggak tanggung jawab, nggak respon,” katanya.

Nur menambahkan, dirinya dan warga yang lain tidak mendapat bantuan atau ganti rugi setelah bangunan dan tempat usahanya tersebut dibongkar petugas.

“Nggak ada (bantuan) sama sekali. Kita kayak hewan begini Pak, kayak begini,” ucap Nur.

Sementara warga lainnya, Setio bersama istri dan seorang anaknya, belum tahu akan tinggal di mana setelah tempat tinggalnya dibongkar petugas.

“Belum ada tujuan, belum ada pemikiran mau pindah ke mana, belum ada pandangan, belum ada tempat,” katanya.

Ditambah lagi Setio mengaku tidak memiliki cukup uang untuk mencari tempat tinggal. Ia pun hanya bisa pasrah dengan keadaan tersebut.

Baca Selengkapnya

BERITA

Wapres Ma’ruf Amin Pimpin Komando Program Penanggulangan Terorisme

Oleh

Fakta News
Wapres Ma'ruf Amin

Jakarta – Koordinasi terkait program penanggulangan terorisme tidak lagi di bawah Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam). Kini, Wakil Presiden Ma’ruf Amin-lah yang memimpin langsung.

Hal itu diungkapkan oleh Mendagri Tito Karnavian usai rapat bersama Ma’ruf. Tito menjelaskan upaya penanggulangan terorisme memerlukan rancangan besar untuk menyusun strategi pencegahan dan penindakannya, yang tidak memungkinkan dilakukan di bawah koordinasi satu kementerian saja.

“Selama ini kan koordinasinya di bawah satu Menko, yaitu Menko Polhukam. Menko Polhukam tetap (terlibat), tapi karena ini kegiatan lintas kementerian, jadi tidak cukup di bawah Menko. Maka, yang bisa mengerjakan itu Pak Wapres (Ma’ruf Amin),” kata Tito usai rapat internal di Istana Wapres Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat (15/11/2019).

Tito menilai latar belakang Wapres Ma’ruf Amin sebagai ulama merupakan sosok tepat untuk memimpin program penanggulangan terorisme dan radikalisme. Rapat koordinasi perdana terkait penanggulangan terorisme, yang dipimpin Wapres Ma’ruf Amin, untuk pertama kalinya diselenggarakan secara internal sore tadi.

“Pak Wapres saya kira lebih tepat, yang ditunjuk oleh Pak Presiden. Masalah terorisme lebih banyak berhubungan dengan masalah pemahaman, dan Pak Wapres kita adalah ulama besar,” tambah mantan Kapolri itu.

Sementara itu, Ma’ruf mengatakan upaya penanggulangan terorisme dan penanganan radikalisme harus dilakukan dari lapis terkecil kelompok masyarakat, seperti RT dan RW. Menurut Ma’ruf, peran ketua RT dan ketua RW menjadi penting karena merekalah yang paling dekat dan mengenal warganya.

“RT dan RW harus dilibatkan dan diajak, diberi kewenangan dan difasilitasi supaya mereka bukan hanya mengurus surat-surat, tapi juga mengetahui masyarakat di sekitarnya itu seperti apa, apakah ada yang terpapar atau tidak,” ujar Wapres Ma’ruf dalam pernyataan pers mingguan di Istana Wapres Jakarta, Jumat (15/11).

Dalam rapat koordinasi perdana terkait penanggulangan terorisme dan penanganan radikalisme, Wapres Ma’ruf memanggil Mendagri Tito Karnavian, Menteri Agama Fachrul Razi Batubara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Wakil Kepala Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, serta Kepala BNPT Suhardi Alius.

 

Yuch

Baca Selengkapnya