Connect with us
Parlemen

Legislator Apresiasi Langkah BPKH Antisipasi Pembatalan Haji 2020

Legislator Apresiasi Langkah BPKH Antisipasi Pembatalan Haji 2020
Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina. Foto : DPR RI

Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mengapresiasi kebijakan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama yang dengan cepat menyiapkan langkah antisipasi terbaik jika ibadah Haji tahun 2020 dibatalkan, akibat meluasnya wabah virus Corona (Covid-19) di Arab Saudi.

“Saya apresiasi sikap dari BPKH dan Dirjen PHU yang dengan siap menyiapkan langkah-langkah antisipasi jika tahun 2020 ini tidak ada penyelenggaraan ibadah Haji akibat virus Covid-19 di Arab Saudi,” ungkap Selly saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara virtual dengan Kepala BPKH dan Dirjen PHU, Rabu (15/4/2020).

Politisi PDI-Perjuangan itu mengatakan, BPKH sudah menyiapkan segala opsi termasuk yang terburuk apabila jemaah Haji tahun 2020 meminta pengembalian uang. “Salah satunya BPKH ini sudah menyiapkan langkah suatu opsi terburuk jika jemaah Haji tahun ini minta pengembalian uang,” imbuh Selly.

Lebih lanjut mantan Wakil Bupati Cirebon itu menyampaikan, seluruh pihak yang bertanggung jawab atas keberangkatan jemaah Haji termasuk BPKH dan Kemenag harus siap dan siaga menunggu keputusan dari Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2020 ini.

“BPKH dan Kemenag harus siap dan siaga menunggu keputusan dari Pemerintah Arab Saudi mengenai ibadah Haji tahun ini, karena dibatalkan atau tidaknya bukan keputusan dari Indonesia. Tetapi kita harus berharap masalah ini cepat selesai, sehingga ibadah Haji tahun ini tanpa masalah,” harap legislator dapil Jawa Barat VIII itu.

Seperti yang diketahui, di tengah situasi pandemi virus Corona saat ini, persiapan keberangkatan Haji tetap dilaksanakan. Sebanyak 156 hotel di Mekkah dan 28 hotel di Madinah telah siap menampung jemaah Haji asal Indonesia, termasuk kebutuhan konsumsi jemaah selama berada di tanah suci. (tn/sf)

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Polri: Anita Kolopaking Kunci Ungkap Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra

Oleh

Fakta News
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono

Jakarta – Bareskrim Polri hari ini memeriksa Anita Kolopaking, pengacara Djoko Tjandra terkait kasus surat jalan yang melibatkan oknum Polri. Anita diyakini tahu betul soal kasus surat jalan Djoko Tjandra.

“ADK (Anita Dewi Kolopaking) ini kunci karena selama ini hubungan antara Djoko Tjandra kemudian BJP PU semua melalui ADK. Jadi yang bersangkutan ini yang menjembatani selama ini terkait kasus surat palsu,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, Jumat (7/8/2020).

Awi menjelaskan pemeriksaan Anita hari ini untuk menelusuri apa saja peranan Anita dalam kasus surat jalan Djoko Tjandra. Awi memastikan Polri akan menggalinya secara tuntas.

“Untuk hari ini seluruhnya akan kita tuntaskan terkait apa yang selama ini perannya ADK dalam kasus surat palsu yang melibatkan BJP PU,” ujar Awi.

Anita Kolopaking telah resmi menjadi tersangka di kasus surat jalan kliennya, Djoko Tjandra. Ia sedianya diperiksa pagi ini (4/7/2020) pukul 09.00 WIB.

Saat ini polisi belum menahan Anita meskipun diduga melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 263 ayat 2 dan 223 KUHP. Namun, Polri telah mengajukan surat pencekalan Anita ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta.

 

(edn)

Baca Selengkapnya

BERITA

Kasus Covid-19 di Indonesia Per 7 Agustus: 121.226 Positif, 77.557 Sembuh, dan 5.593 Meninggal

Oleh

Fakta News

Jakarta – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memberikan data terbaru mengenai perkembangan jumlah kasus dan data pasien penyakit yang disebabkan virus corona di Indonesia. Data Satgas Covid-19 memperlihatkan bahwa penularan virus corona masih terjadi di masyarakat hingga Jumat (7/8/2020).

Hal ini menyebabkan jumlah kasus Covid-19 terus bertambah. Data hingga Jumat pukul 12.00 WIB memperlihatkan ada penambahan 2.473 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan itu menyebabkan kini ada 121.226 kasus Covid-19 di Tanah Air, terhitung sejak kasus pertama yang diumumkan pada 2 Maret 2020.

Informasi ini disampaikan Satgas Covid-19 melalui situs Covid19.go.id yang di-update pada Jumat sore.

Sebanyak 2.473 kasus baru itu didapatkan setelah pemerintah melakukan pemeriksaan 30.159 spesimen dari 15.599 orang yang diambil sampelnya dalam sehari. Pemerintah secara akumulasi sudah melakukan pemeriksaan 1.663.315 spesimen dari 951.910 orang yang diambil sampelnya. Artinya, satu orang bisa menjalani lebih dari satu kali pemeriksaan spesimen.

Meski jumlah kasus terus bertambah, pemerintah menumbuhkan harapan dengan kabar bahwa semakin banyak pasien Covid-19 yang sembuh. Data yang sama memperlihatkan bahwa ada penambahan 1.912 pasien Covid-19 yang sembuh.

Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) memperlihatkan hasil negatif virus corona. Sehingga, total pasien Covid-19 yang sembuh kini mencapai 77.557 orang. Angka ini mencapai 64 persen dari keseluruhan kasus Covid-19 yang sudah terkonfirmasi.

Akan tetapi, pemerintah juga memperlihatan kabar duka dengan masih adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Pada periode 6 – 7 Agustus 2020, diketahui ada penambahan 72 pasien Covid-19 yang tutup usia. Dengan demikian, angka kematian akibat Covid-19 mencapai 5.593 pasien sejak awal pandemi terjadi di Indonesia.

Perubahan data mengenai jumlah kasus, serta perubahan angka pasien sembuh dan meninggal menyebabkan kini masih ada 38.076 pasien Covid-19 dalam perawatan. Selain itu, tercatat ada 80.200 orang yang berstatus suspek.

Saat ini kasus Covid-19 di Indonesia tercatat di 34 provinsi, atau semua provinsi dari Aceh hingga Papua. Secara khusus, sudah ada 479 kabupaten/kota dari 34 provinsi yang terdampak penularan virus corona.

 

(zico)

Baca Selengkapnya

BERITA

Kutuk Keras Teror Molotov di DPC Cianjur, Ono Minta Kader PDIP Jaga Ketat Kantor Partai

Oleh

Fakta News
Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono

Bandung – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono meminta agar seluruh kader PDI Perjuangan khususnya di Cianjur untuk tetap tenang dan tidak terpancing serta tetap menjaga kondusifitas. Hal itu ditegaskannya terkait kembali terjadinya aksi pelemparan bom molotov di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Jumat (7/8) dinihari.

“DPD PDI Perjuangan Jabar mengutuk keras aksi pelemparan bom molotov ini. Insiden ini merupakan ancaman bagi rakyat Indonesia, khususnya PDI Perjuangan,” kata Ono, Jumat.

Ono mengatakan, insiden pelemparan bom molotov terhadap PDI Perjuangan ini sudah ketiga kalinya, yakni di Kecamatan Cileungsi dan Megamendung Kabupaten Bogor dan kemudian di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur.

Menurut Ono, tindakan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab ini merupakan tindakan yang tak mencerminkan nilai inti Pancasila.

“Tidak ada satu agamapun yang membenarkan atau melegalkan tindakan anarkisme seperti ini,” tegasnya.

Ono menginstruksikan agar seluruh kantor DPC PDI Perjuangan di seluruh Jawa Barat dijaga ketat 24 jam untuk mengantisipasi aksi serupa.

Ia juga mengimbau agar Kader PDI Perjuangan melakukan silaturahmi dengan masyarakat disekitar kantor DPC PDI Perjuangan agar berpartisipasi aktif, mencegah kejadian serupa.

“Pengurus partai di seluruh daerah Jabar agar melibatkan masyarakat di sekitar kantor DPC PDI Perjuangan untuk bersama-sama menjaga kondusifitas di wilayahnya masing-masing,” kata anggota Komisi IV DPR RI ini.

Selain itu, Ono juga meminta agar pihak kepolisian serius menuntaskan kasus ini.

Apalagi, kata dia, pihaknya telah melakukan pelaporan sejak insiden pertama namun belum ada titik terang.

“Aparat keamanan, baik TNI atau Polri agar dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat dan kami berharap agar kejadian ini tak terulang kembali,” tandasnya.

 

(edn)

Baca Selengkapnya