Connect with us

Kuasai DPRD Jabar, Pengamat: Gerindra dan PKS Jadi Ancaman Pemerintahan Ridwan-Uu

Gubernur dan Wagub Jabar, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum

Bandung – Pengamat politik UPI Karim Suryadi menilai dominasi Gerindra-PKS di DPRD Jabar akan ‘mengancam’ ketenangan pemerintah Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. Kader-kader Gerindra dan PKS nampaknya akan vokal mengkritisi Pemprov Jabar.

Wajar saja, karena Gerindra-PKS merupakan koalisi pengusung Sudrajat-Ahmad Syaikhu, yang menjadi lawan politik RK-Uu di Pilgub Jabar 2018. Pada kontestasi Pilpres 2019, Gerindra-PKS juga jadi kubu lawan koalisi pengusung RK-Uu.

Menurutnya, ada dua kemungkinan yang terjadi dengan dominasi Gerindra-PKS saat ini. Pertama, Gerindra-PKS akan menunjukkan tajinya dengan mengkritisi pemerintahan atau sebaliknya justru ‘sepakat’ dengan berkompromi.

“Bisa mengkritisi. Tapi sisi lain mengayun pada titik ekstrem di mana kedua kekuatan main mata, mengambil kompromi, lobi-lobi cari aman, meski berseberangan tapi sepakat menjalankan pemerintahan dengan adem ayem,” kata Karim dilansir Detikcom, Rabu (14/8/2019).

Ia mengatakan, apabila opsi kompromi yang dipilih, akan sangat berisiko bagi kader-kader Gerindra-PKS di Jabar. Pasalnya, sambung dia, sikap tersebut akan menjadi citra negatif di masyarakat karena tidak menjalankan tugasnya sebagai pengawas pemerintah.

“Tapi sebenarnya yang diharapkan dengan komposisi seperti itu akan makin dinamis. Karena dalam politik lebih dipicu ketakutan kehilangan kekuasaan, dukungan. Itu mendorong mereka. Kalau adem ayem akan hilang (dukungan),” ungkap dia.

Ia memprediksi Gerindra-PKS akan memilih menjadi pengkritik pemerintah. Sebab, sambung dia, kedua partai tersebut juga tidak ingin kehilangan dukungan yang diraihnya susah payah dalam beberapa tahun terakhir di Jabar.

Sebab, dalam beberapa tahun terakhir, DPRD Jabar selalu dipegang oleh PDIP. Gerindra-PKS tentu tidak ingin keberhasilan menduduki kursi pimpinan saat ini direbut kembali parpol lain pada periode selanjutnya.

“Persentasenya 60 persen kritis, 40 persen adem ayem. Karena dua kekuatan pimpinan akan signifikan bertahan di Jabar. Banyak kader Gerindra-PKS bilang boleh kalah di nasional namun tidak di Jabar,” ujar Karim.

Baca Juga:

 

Yuch

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Tata Cara Pengisian Sensus Penduduk 2020 Secara Online

Oleh

Fakta News

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengadakan sensus penduduk pada 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini BPS menggunakan metode sensus melalui sistem dalam jaringan (daring) atau online.

Nantinya, masyarakat diminta untuk mengisi data sensus secara online.

Berikut tata cara pengisian sensus penduduk dengan sistem online yang dikutip Kompas.com dari harian Kompas edisi 17 Februari 2020:

  1. Masuk ke laman www.sensus. bps.go.id menggunakan perangkat elektronik yang terhubung dengan internet.
  2. Mengisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP.
  3. Mengisi nomor Kartu Keluarga (KK).
  4. Membuat Password dan memilih pertanyaan pengaman untuk menjaga keamanan data.
  5. Layar daftar pertanyaan akan muncul, lalu isi daftar pertanyaan sesuai dengan kondisi saat ini.
  6. Contoh pertanyaan meliputi alamat, daya listrik, jenis air minum yang digunakan, dan data anggota keluarga lainnya.
  7. Setelah selesai mengisi daftar pertanyaan, klik kirim.
  8. Klik unduh bukti pengisian.
  9. Selesai.

Meski demikian, selain menggunakan metode online, BPS juga akan tetap menggunakan metode sensus konvensional yang akan dilaksanakan pada Juli 2020.

 

Mujafi

Baca Selengkapnya

BERITA

Survei Litbang Kompas Sebut Mayoritas Masyarakat Tidak Tahu Ada Sensus Penduduk

Oleh

Fakta News

Jakarta – Litbang Kompas melakukan jajak pendapat tentang pengetahuan masyarakat terkait informasi adanya sensus penduduk yang dilakukan pada 15 Februari hingga Maret 2020. Dilansir dari Harian Kompas edisi 17 Februari 2020, sebanyak 60,9 persen responden tidak tahu akan diadakan sensus penduduk.

Dalam sensus tahun ini, Badan Pusat Statistik (BPS) akan menggunakan sistem dalam jaringan (daring) atau online. Sensus dengan cara konvensional akan dilakukan pada Juli 2020.

Terkait Informasi tersebut, hasil jajak pendapat Litbang Kompas menyebut 54,3 persen responden tidak tahu bahwa sensus penduduk tahun ini akan menggunakan sistem online. Sementara, sebanyak 30,4 persen tahu dan bersedia mengisi data secara online. Sedangkan 15,3 persen tidak tahu informasi tersebut dan tidak bersedia mengisi data sehingga memilih untuk didatangi petugas sensus saja.

Ketika responden ditanya lebih memilih mengisi sensus secara online atau didatangi petugas di rumah, hasilnya 51,5 responden masih memilih untuk didatangi petugas sensus. 25,8 persen setuju mengisi secara online dan 22,3 persen memilih tidak masalah mengisi data sensus secara online ataupun didatangi ke rumah oleh petugas.

Jajak pendapat ini dilakukan sejak 12 hingga 13 Februari 2020 dengan metode jajak pendapat melalui telepon.

Jumlah responden yang digunakan sebanyak 530 berusia minimal 17 tahun berbasis rumah tangga dipilih secara bertingkat di 17 kota besar di Indonesia. Di antaranya Banda Aceh, Padang, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Makassar, Manado, Ambon dan Jayapura.

Jumlah responden ditentukan secara proporsional di setiap kota. Tingkat kepercayaan jajak pendapat 95 persen dengan nirpencuplikan kurang lebih 4,3 persen.

Meski demikian, kesalahan pencuplikan bisa saja terjadi. Hasil jajak pendapat ini mencerminkan pendapat masyarakat sesyai karakteristik responden di 17 kota besar.

Baca Selengkapnya

BERITA

Jadi Tuan Rumah Summit Kota Sehat 2020, Kota Semarang lakukan Persiapan Serius

Oleh

Fakta News

Jakarta – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau yang biasa disapa Hendi mengatakan, pihaknya serius menyiapkan Summit Kota Sehat 2020 di Semarang, Minggu (29/3/2020) hingga Rabu (1/4/2020).

Rencananya, event dua tahunan tersebut akan diikuti 514 perwakilan yang terdiri dari 416 kebupaten, 98 kota, dan 34 pembina Provinsi Sehat se-Indonesia.

Menurut Hendi, Summit Kota Sehat 2020 akan melibatkan narasumber lintas kementerian dan universitas internasional, serta best practice wali kota sejumlah daerah berpredikat Kota Sehat.

Ia melanjutkan, akan diadakan juga expo program unggulan Kota Sehat bagi 20 kabupaten atau kota, dan site visit 11 lokasi di Kota Semarang. Lokasi site visit adalah kelurahan yang aktif mendukung konsep Kota Sehat seperti Kelurahan Kandri di Gunung Pati sebagai kelurahan dengan tatanan pariwisata sehat.

Lokasi lain ada di Kelurahan Pedurungan Tengah, sebagai tatanan ketahanan pangan dan gizi, serta Kelurahan Pedalangan sebagai tatanan permukiman sarana umum.

Selain itu, ada pula Kota Lama, pengelolaan sampah di Jatibarang, hingga kawasan Agrowisata Cepoko, serta Purwosari. Dengan demikian, peserta Summit Kota Sehat tidak hanya bertransfer ilmu, namun juga berwisata di Kota Semarang.

“Kota sehat merupakan bagian penting bagi pembangunan manusia Indonesia. Semoga menghasilkan kolaborasi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di daerah masing-masing,” kata Hendi, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Selain sebagai tuan rumah, Ketua Forum Kota Sehat Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi optimis, Kota Semarang dapat menjadi role model untuk berbagai pengalaman dalam Summit Kota Sehat. Pasalnya, pada tahun 2019 Kota Semarang berhasil menerima penghargaan Swasti Saba Wistara.

Swasti Saba Wistara adalah predikat tertinggi Kota Sehat & Sejahtera pada taraf pengembangan, menurut Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.

“Untuk itu semua elemen di Kota Semarang diharapkan bergerak bersama mendukung Kota Semarang sebagai tuan rumah Forum Summit Kota Sehat,” kata Krisseptiana.

 

Munir

Baca Selengkapnya