Connect with us
Parlemen

Komisi XI Minta Bappenas Tidak Tergesa Pindah Ibu Kota

Komisi XI Minta Bappenas Tidak Tergesa Pindah Ibu Kota
Anggota Komisi XI DPR RI Didi Irawadi Syamsudin. Foto: DPR RI

Jakarta – Rencana Pemerintah melakukan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur, menjadi salah satu agenda besar pemerintahan periode ini yang mendapat perhatian dari berbagai pihak. Dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan jajaran Kementerian Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Anggota Komisi XI DPR RI Didi Irawadi Syamsudin menyoroti rencana tersebut di tengah kondisi perekonomian dunia yang terus melemah.

“Jangan tergesa-gesa dan terburu-buru. Persoalannya adalah apakah timing-nya tepat. Ini kan diupayakan pemindahan awal itu bisa dilakukan pada 2024, dengan eksekutif terlebih dulu. Saya kira dalam prediksi saya, harusnya masih 10 atau 20 tahun lagi, mungkin akan tepat ya, karena mungkin saat itu situasi keuangan negeri kita akan lebih membaik,” kata Didi di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Berdasarkan data Bappenas, penyusunan dan penyelesaian kajian pemindahan ibu kota negara telah dilakukan secara intensif sejak tahun 2017 lalu. Hasilnya, penetapan calon ibu kota negara baru ditetapkan, bahkan Badan Otorita Pemindahan Ibu Kota akan segera dibentuk. Dari segi pertahanan dan keamanan, lanjut politisi Fraksi Partai Demokrat ini, jika ibu kota dipindahkan, berarti harus membangun pangkalan-pangkalan militer di sekitar Kaltim.

Padahal Jakarta sudah dikonsep luar biasa dari sisi pertahanan yang pangkalan militernya ada di Bandung, Madiun, Palembang, sehingga relatif lebih aman. “Belum lagi permasalahan baru dimana terdapat tanah-tanah, yang mungkin milik konglomerat-konglomerat, sehingga apakah itu akan dengan mudah memberikan kompensasi. Jadi harus dipikirkan juga, apakah aset-aset di Jakarta harus ditukar guling. Kompleks sekali saya kira ya,” imbuhnya.

 

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Sufmi Dasco Optimis ‘New Normal’ Dapat Berjalan Baik

Oleh

Fakta News
Sufmi Dasco Optimis ‘New Normal’ Dapat Berjalan Baik
Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR RI Sufmi Dasco Ahmad usai pertemuan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (28/5/2020). Foto : Yoga/Man

Jakarta – Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyoroti kesiapan skenario new normal yang akan diterapkan Pemerintah guna memulihkan roda perekonomian di masyarakat. Dalam hal ini, Dasco memimpin Tim Satgas Lawan Covid-19 DPR RI berkunjung ke Kementerian Koordinator Perekonomian untuk mendapatkan penjelasan lebih detail tentang masterplan new normal yang akan digunakan.

Kedatangan Satgas Lawan Covid-19 ke Kemenko Perekonomian ini pun difokuskan untuk meninjau kesiapan Pemerintah dalam menyiapkan protokol kesehatan terkait kondisi new normal atau fase kenormalan baru. Dasco pun telah menerima penjelasan rencana jangka panjang dan pendek skema new normal tersebut.

“Kami ke Kemenko Perekonomian, dan sudah dipaparkan dengan baik mengenai jangka panjang dan jangka pendek new normal di berbagai sektor,” ujar Dasco usai pertemuan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (28/5/2020). Menurut Dasco, data yang dipaparkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sudah sangat akurat. Dan ia optimistis penerapan new normal dapat dilaksanakan dengan baik.

Namun dalam hal sektor pendidikan, Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) itu menyoroti masih perlunya aturan yang lebih rinci seperti mengenai pengaturan sistem sekolah dan sebagainya. “Sektor pendidikan yang masih harus lebih didetailkan karena menyangkut berbagai aspek terutama bagaimana pengaturan sekolah maupun pesantren,” jelas politisi Partai Gerindra itu.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa skema new normal ini bergantung pada data persebaran Covid yang berasal dari Bdan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional. Data tersebut nantinya diakurasi oleh Kementerian PPN/Bappenas, sehingga menggambarkan secara nyata keadaan sebenarnya di daerah-daerah.

Selain itu, Menko Airlangga juga menuturkan bahwa skema new normal itu juga tergantung pada kesiapan pemerintah daerah. “Data diakurasi oleh Bappenas, sehingga mencerminkan daerah per daerah, jadi tidak one size fit for all, implementasinya juga tergantung kesiapan daerah masing-masing,” pungkas Airlangga. (hs/sf)

Baca Selengkapnya

BERITA

Satgas DPR Kunjungi Kemenko Perekonomian Selaraskan ‘New Normal’

Oleh

Fakta News
Satgas DPR Kunjungi Kemenko Perekonomian Selaraskan ‘New Normal’
Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan pertemuan dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat melakukan kunjungan ke kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (28/5/2020). Foto : Yoga/Man

Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR RI melakukan kunjungan ke kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (28/5/2020). Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan pertemuan dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam langkah untuk membahas dan menyelaraskan visi baru penerapan new normal terutama mengenai protokol kesehatan.

Menurut Dasco, data yang telah disiapkan dan dipaparkan telah akurat dan detail, sehingga new normal dapat dilaksanakan dengan baik dalam waktu dekat. Demikian disampaikan Dasco usai memimpin pertemuan Satgas Lawan Covid-19 DPR RI dengan Menko Perekonomian beserta jajarannya, dimana sebelumnya ia juga memimpin Satgas Lawan Covid-19 menyambangi Kemenag, Kemendagri dan Kementerian BUMN.

“Hari ini kita ke Kemenko Perekonomian dan sudah dipaparkan dengan baik mengenai jangka panjang dan jangka pendek new normal di berbagai sektor. Itu detail daerah per daerah. Namun, secara umum kami menilai sudah cukup baik mendekati sempurna. Terkait persiapan new normal dari berbagai data yang akurat, dan kami lihat bisa dilaksanakan dengan baik,” ujar politisi Partai Gerindra itu.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) itu mengungkapkan terdapat satu sektor yang masih perlu dirinci lebih dalam, yaitu sektor pendidikan seperti mengenai pengaturan sistem sekolah dan sebagainya. “Sektor pendidikan yang masih harus lebih didetilkan karena menyangkut berbagai aspek terutama bagaimana pengaturan sekolah maupun pesantren,” tandas Dasco.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan persiapan new normal di setiap daerah yang sudah siap menerapkannya berdasarkan data yang ada terkait epidemiologinya. Menko Airlangga memaparkan daerah-daerah yang terlihat siap untuk menerapkan kenormalan baru berdasarkan data di lapangan. Ia menyebut, seluruh data kesiapan daerah tersebut bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dihitung kembali oleh BAPPENAS. (pun/sf)

Baca Selengkapnya

BERITA

Meski Pandemi, Ganjar Minta Puskesmas Tetap Layani Imunisasi

Oleh

Fakta News

Semarang – Meski wabah corona belum berlalu namun Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pelayanan kesehatan dan imunisasi terhadap ibu hamil dan balita tetap berjalan. Ini disampaikan Ganjar seusai sidak ke Puskesmas Gayamsari Kota Semarang, Jumat (29/5/2020) pagi.

“Imunisasi gimana di sini? Dijalankan tidak? Tolong digiatkan ya, jangan sampai karena pandemi orang lupa imunisasi,” kata Ganjar kepada petugas puskesmas.

Ganjar meminta pihak Puskesmas gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat lewat kader-kader posyandu. Jika ada masyarakat yang hendak mengimunisasikan anaknya di puskesmas maka harus dilayani.

“Saya minta semua puskesmas melayani imunisasi. Kalau ada ibu hamil atau balita datang, harus dilayani dengan baik. Jangan sampai terjadi degenerasi karena pandemi. Jangan sampai itu,” tandasnya.

Kepala Puskesmas Gayamsari Semarang, Sri Ani Handayani mengatakan bahwa program imunisasi tetap dijalankan selama masa pandemi. Namun, pelayanan imunisasi terjadwal dan dipisah dengan pelayanan umum.

“Jadi kami pakai pendaftaran online, nanti langsung dijadwalkan. Biasanya imunisasi kami lakukan terpisah harinya dengan pelayanan umum agar semuanya terjaga,” kata Ani.

Ani juga mengatakan selama ini program imunisasi tetap berjalan normal. Meski ada pandemi, namun program imunisasi tetap dilaksanakan. “Selama ini masih berjalan, jadi tidak terganggu meskipun ada wabah covid ini,” tutupnya.

Sebelumnya, Ganjar banyak menerima keluhan dari masyarakat di kanal Youtube pribadinya. Sejumlah netizen mengadu ke Ganjar, semenjak ada pandemi corona, pelayanan imunisasi untuk anaknya terkendala.

“Sudah 3 bulan anak saya yang lahir belum sekalipun dapat pelayanan imunisasi. Bagaimana ini pak? Saya dari Pekalongan,” tulis akun Ana El Gunawan di kolom komentar video berjudul Jangan Tunda Imunisasi Anak Karena Corona.

Keponakan saya belom imunisasi dah kelewat 3 bulan, bayi lain di sini juga banyak yang belum imunisasi. Sudah nanya bidan desa bilangnya belum ada, dah usaha nanya ke klinik bidan lain juga gak ada terus vaksinnya,” komentar Yanti Ernawati.

“Pak Ganjar imunisasi sudah tp yg ipv (Polio) habis pak. Daerah Kabupaten Semarang Bawen. Terima kasih,” tulis Septi Agustin Indartina.

“Sama dong, sekarang anak saya sudah 1th belum diimunisasi ipv….semoga pak @Ganjar pranowo bisa kasih solusi ya buk,” timpal akun Budi Tri di komentar Septi.

Ada pula yang mengatakan sudah datang ke Puskesmas namun tidak dilayani. Alasannya, vaksinnya belum datang. “Mau imunisasi di Puskesmas ndak bisa, katanya vaksinnya belum datang dan harus nunggu sampai bulan depan,” ujar Deny Ganjur.

Selain ke puskesmas, Ganjar juga meninjau SMP Negeri 15 Semarang, Kantor Kelurahan Sambiroto dan SMK Negeri 5 Semarang. Di tempat-tempat itu, Ganjar mengecek persiapan dalam rangka menyambut new normal.

“Kita cek semuanya, bagaimana persiapan apabila nanti diterapkan new normal. Sekolah kita siapkan, perkantoran, perusahaan, mall, pasar semuanya kita siapkan untuk bagaimana membuat simulasi mengatur jarak, penerapan protokol kesehatan, ketersediaan sarana prasarana pendukung dan lainnya. Semuanya harus disiapkan, biar masyarakat tidak kaget,” pungkas Ganjar.

 

(zico)

Baca Selengkapnya