Connect with us
Parlemen

Komisi X Kritisi Permohonan Penyesuaian Anggaran Kemenpora

Komisi X Kritisi Permohonan Penyesuaian Anggaran Kemenpora
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Reni Marlinawati. Foto: DPR RI

Jakarta – Komisi X DPR RI mengkritisi permohonan penyesuaian anggaran antar program dan fungsi sebesar Rp 20 miliar yang diajukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Penyesuaian dalam bentuk pergeseran tersebut memang diusulkan dalam dua Rapat Kerja sebelumnya. Namun, sumber pergeseran anggaran itu diambil dari anggaran untuk pembinaan prestasi dibawah KONI sebesar 20 miliar yang dibekukan.

Namun dalam Raker ini, Komisi X DPR RI mendapatkan penjelasan bahwa pergeseran anggaran itu diambil tidak lagi dari anggaran tersebut, tetapi diambil dari fungsi pariwisata.  Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Reni Marlinawati saat memimpin Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Menpora RI beserta jajaran, di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (16/9/2019).

“Pada dua raker sebelumnya dijelaskan bahwa semula diambil dari anggaran untuk pembinaan prestasi yang dikelola KONI sebesar Rp 20 miliar yang dibekukan. Tapi pada raker ini kami mendapatkan penjelasan bahwa pergeseran itu diambil tidak lagi dari anggaran itu, tetapi diambil dari fungsi pariwisata. Peruntukannya adalah layanan manajemen sebesar Rp 4 miliar, kemudian Rp 16 miliar untuk pembangunan sarana prasarana bangunan,” ujar Reni.

Belum Ada Dokumen Perubahan

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menjelaskan, Komisi X DPR RI belum dapat menyetujui permohonan penyesuaian anggaran tersebut dikarenakan anggaran yang semula diambil dari KONI, sekarang berubah tanpa adanya dokumen perubahan anggaran yang diambil dari fungsi pariwisata. Tak hanya itu, Reni mengungkapkan, belum dapat diterimanya permohonan Kemenpora itu juga karena Komisi X berpandangan pada saat ini sektor pariwisata merupakan prioritas pembangunan nasional.

“Maka dari itu, kami justru heran kenapa sektor pariwisata yang notabene sedang menjadi prioritas, tapi anggarannya diubah,” tutur Reni. Namun demikian, Komisi X DPR RI pada akhir kesimpulan Raker dengan Kemenpora RI tetap menyepakati berbagai poin penting terkait permohonan penyesuaian anggaran.

Namun Komisi X DPR RI menolak pengajuan Rp 16 miliar oleh Kemenpora terkait program peningkatan sarana dan prasarana. DPR hanya setuju menganggarkan rencana pengelolaan keuangan dan kerumahtanggaan Kemenpora sebesar Rp 4 miliar. Pada kesimpulan tersebut, Komisi X DPR RI juga menyetujui Pagu Anggaran Kemenpora RI pada RAPBN TA 2020 (definitif) sebesar Rp1,7 triliun. (pun/sf)

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Gugus Tugas Laporkan 11 Provinsi Nihil Kasus Baru Covid-19

Oleh

Fakta News

Jakarta – Pemerintah mengumumkan sudah ada 28.233 kasus positif virus Corona (COVID-19), dengan tambahan 684 kasus, per 3 Juni 2020. Dari data yang sama, diketahui ada 11 provinsi yang nihil kasus baru pada hari ini.

“Kita mendapatkan kasus konfirmasi positif sebanyak 684 sehingga totalnya menjadi 28.233,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, dr Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BNPB, Rabu (3/6/2020).

Yuri juga merinci ada tambahan 471 pasien yang sembuh dari virus Corona, sehingga total menjadi 8.406 orang. Pasien positif Corona yang meninggal bertambah 1.698 orang dan totalnya kini 1.698.

“(Sebanyak) 418 kabupaten/kota telah terdampak,” sebut Yuri.

Sementara itu, orang dalam pantauan (ODP) hingga hari ini berjumlah 48.153. Kemudian pasien dalam pengawasan terkait Corona ada 13.285 orang.

Berikut ini daftar daerah nihil penambahan kasus positif Corona pada 3 Juni:

  1. Aceh: 0 kasus baru
  2. Bengkulu: 0 kasus baru
  3. DI Yogyakarta: 0 kasus baru
  4. Jambi: 0 kasus baru
  5. Kalimantan Utara: 0 kasus baru
  6. Kepulauan Riau: 0 kasus baru
  7. Lampung: 0 kasus baru
  8. Riau: 0 kasus baru
  9. Papua Barat: 0 kasus baru
  10. Sulawesi Barat: 0 kasus baru
  11. Nusa Tenggara Timur: 0 kasus baru
Baca Selengkapnya

BERITA

Kasus Positif COVID-19 Naik 684, Pasien Sembuh 471, Meninggal 35

Oleh

Fakta News
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per hari ini Rabu (3/6) ada sebanyak 684 sehingga totalnya menjadi 28.233 orang. Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 8.406setelah ada penambahan sebanyak 471 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal bertambah 35 orang sehingga totalnya menjadi 1.698.

“Kita mendapatkan kasus konfirmasi positif sebanyak 684, sehingga totalnya menjadi 28.233,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (3/6).

Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 354.434 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 101 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 60 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 180 lab. Secara keseluruhan, 354.434 orang telah diperiksa dan hasilnya 28.233 positif (kulumatif) dan 218.200 negatif (kumulatif).

Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 48.153 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 13.285 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 418 kabupaten/kota di Tanah Air.

Sementara itu, data provinsi 5 besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari DKI Jakarta 7.623 orang, Jawa Timur 5.318, Jawa Barat 2.319, Sulawesi Selatan 1.668, Jawa Tengah 1.455 dan wilayah lain sehingga totalnya 28.233.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 2.586 disusul Jawa Timur sebanyak 799, Jawa Barat 701, Sulawesi Selatan 636, Jawa Tengah 371 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 8.406 orang.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Selanjutnya Gugus Tugas merincikan akumulasi data positif COVID-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 20 kasus, Bali 490 kasus, Banten 954 kasus, Bangka Belitung 62 kasus, Bengkulu 92 kasus, Yogyakarta 237 kasus.

Selanjutnya di Jambi 97 kasus, Kalimantan Barat 202 kasus, Kalimantan Timur 310 kasus, Kalimantan Tengah 456 kasus, Kalimantan Selatan 1.033 kasus, dan Kalimantan Utara 165 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 209 kasus, Nusa Tenggara Barat 685 kasus, Sumatera Selatan 1.029 kasus, Sumatera Barat 583 kasus, Sulawesi Utara 377 kasus, Sumatera Utara 444 kasus, dan Sulawesi Tenggara 251 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 129 kasus, Lampung 136 kasus, Riau 117 kasus, Maluku Utara 176 kasus, Maluku 238 kasus, Papua Barat 172 kasus, Papua 858 kasus, Sulawesi Barat 92 kasus, Nusa Tenggara Timur 97 kasus, Gorontalo 118 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus.

 

(hels)

Baca Selengkapnya

BERITA

Gus Mis: Ancaman bagi Negeri Ini adalah ISIS, HTI dan Kelompok Ekstremis

Oleh

Fakta News
Zuhairi Misrawi

Jakarta – Cendekiawan Nadhlatul Ulama (NU) Zuhairi Misrawi (Gus Mis) menanggapi sebagian pihak yang masih meributkan bahaya PKI atau komunisme di Indonesia. Gus Mis menegaskan, ancaman bagi negeri ini adalah kelompok-kelompok ekstrimis seperti ISIS.

“Ancaman bagi negeri ini adalah ISIS, HTI dan kelompok ekstremis lainnya!,” ujar Gus Mis.

Gus Mis pun menduga kalangan yang gemar melontarkan isu PKI sebagai pihak yang berniat membelokkan isu.

Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) itu menyatakan, siasat kelompok-kelompok ‘anti PKI’ itu mudah terbaca.

“Jangan suka membelokkan pada hal lain, kawan. Siasatmu mudah dibaca!” ujar Gus Mis.

Isu PKI memang terus dihembuskan sebagian kalangan. Salah satunya tampak dari acara Apel Siaga dan Mimbar Bebas bertema: “Tumpas Komunis Dari Bumi Pertiwi Save Pancasila dan NKRI” yang diinisiasi Gerakan Pemuda Indonesia (GPI) bersama beberapa Ormas Islam, OKP dan LSM pada Senin (1/6).

Faktanya, yang mengganggu keamanan dengan tindakan brutal justru ekstrimis ISIS.Seorang anggota polisi Polda Kalimantan Selatan meninggal diserang simpatisan ISIS, Senin (1/6) dini hari.

Seorang lagi anggota polisi yang bertugas di Polsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan mengalami luka-luka akibat serangan teroris tersebut.

 

(mjf)

Baca Selengkapnya