Connect with us

Kemendes Dorong Perguruan Tinggi Aktif Berikan Pendampingan kepada Desa

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT Samsul Widodo

Jember – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi meminta perguruan tinggi aktif memberikan pendampingan kepada desa agar pemerintah desa paham bagaimana membangun desanya berdasarkan potensi dan tantangan yang dimiliki.

“Saya mengapresiasi kegiatan Universitas Jember Membangun Desa yang salah satunya diwujudkan melalui Program Kuliah Kerja Nyata tematik, yang terbukti mampu memberikan kontribusi kepada desa,” kata Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT Samsul Widodo dalam siaran pers, Kamis.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan Festival Universitas Jember Membangun Desa (UMD) yang digagas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember (Unej) di Auditorium Universitas Jember, Rabu (9/10).

Ia menjelaskan pemerintah berencana mengucurkan dana Rp400 triliun untuk Dana Desa pada 2020 hingga 2024 yang dialokasikan kepada 74 ribu lebih desa di Indonesia, sehingga setiap desa memperoleh Rp1 miliar per tahun dan tentunya penyalurannya wajib diikuti dengan langkah pendampingan dan pengawasan agar dana yang disalurkan tepat sasaran.

“Oleh karena itu pemerintah memerlukan mitra yang dapat menjadi pendamping desa, salah satunya dari kalangan perguruan tinggi,” ucap alumnus FISIP Unej itu.

Ia berharap, dengan pendampingan dari perguruan tinggi, maka Dana Desa tidak selalu disalurkan dalam bentuk proyek pembangunan infrastruktur karena berdasarkan data yang dikumpulkan Kemendes PDTT sebagian besar Dana Desa fokus pada pembangunan infrastruktur. Pada 2015 hingga 2019 ada 191.600 kilometer jalan yang dibangun, 959.569 fasilitas air bersih, 1,1 juta meter jembatan baru, dan 50.854 kegiatan PAUD baru.

“Pembangunan infrastruktur dengan Dana Desa tetap penting karena di beberapa sektor memang masih membutuhkan, misalnya baru 50.854 fasilitas MCK yang dibangun, sementara menurut Kementerian Kesehatan masih perlu lima juta fasilitas MCK untuk memenuhi kebutuhan seluruh desa di Indonesia,” katanya.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Sibuk Urusi Formula E, Pengamat Tata Kota Nilai Anies Tak Serius Tangani Banjir Jakarta

Oleh

Fakta News
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jakarta – Pengamat tata kota dari Trisakti, Nirwono Joga, mengkritik kebijakan penanggulangan banjir Jakarta dari Gubernur DKI Anies Baswedan. Menurut dia, gubernur tidak fokus dan serius dalam menanggulangi banjir sehingga kembali terulang dengan dampak yang cukup besar.

“Gubernur DKI terlihat tidak ada upaya serius pencegahan mengatasi banjir sejak awal Januari hingga banjir hari ini,” kata Nirwono, Selasa, 25 Februari 2020.

Menurut Nirwono, banjir hari ini memang disebabkan oleh hujan lokal yang mengguyur ibu kota. Luapan sungai dan luberan saluran air saat hujan lokal sejak Senin malam menunjukkan pemerintah tidak menangani dan membenahi sungai serta memperbaiki saluran air kota dengan baik.

“Tidak ada upaya serius penanganan banjir inilah yang membuat frustasi warga. Terutama warga yang terdampak banjir lagi hari ini,” kata Nirwono.

Ia menuturkan Anies Baswedan saat ini terlihat lebih sibuk mengurusi revitalisasi Monas dan Formula E setelah banjir awal tahun ini. Padahal, banjir merupakan persoalan ibu kota yang mesti segera ditanggulangi.

“Jakarta rawan banjir dari dulu. Tetapi yang membedakan adalah gubernurnya serius apa tidak mengatasi banjirnya?” sebut Nirwono.

Ia pun menyarankan semestinya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta fokus pada pembenahan bantaran sungai, rehabilitasi saluran air, revitalisasi situ, danau, embung dan waduk. Selain itu, pemerintah juga harus memperbanyak ruang terbuka hijau baru untuk daerah resapan air.

“Itu yang tidak dilakukan Anies dalam dua tahun ini. Konsekuensinya ya banjir tidak teratasi dengan baik,” ujarnya.

Nirwono menyebut saluran air yang berfungsi dengan baik di Jakarta hanya 33 persen. Alhasil, saat hujan deras air meluber ke jalan dan memicu banjir di permukiman warga karena tak bisa teralirkan melalui saluran.

“67 persen saluran tidak berfungsi baik, misalnya tersumbat sampah, limbah, dan lumpur, serta jaringan utilitas yang tumpang tindih di dalam saluran air. Seluruh saluran air di Jakarta dan sekitar harus direhabilitasi baik dimensi lebar saluran, keterhubungan antar saluran, dan perawatannya,” kata Nirwono.

 

Chrst

Baca Selengkapnya

BERITA

Mahfud MD Ungkap Pemerintah Tengah Siapkan Inpres Penanganan Papua yang Lebih Komprehensif

Oleh

Fakta News
Menko Polhukam Mahfud MD

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengatakan pemerintah menyiapkan instrumen hukum terkait penanganan Papua.

“Menyiapkan inpres penanganan Papua yang lebih komprehensif,” kata Mahfud di kantornya, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020.

Mahfud mengatakan, instruksi presiden atau Inpres yang disiapkan merupakan kelanjutan dari Inpres Nomor 9 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat. Masa berlaku Inpres yang lama hanya sampai 2019.

“Mau diperbarui sekaligus disambung. Cuma nyambung saja fungsi sehingga koordinasi lebih menyatu dan terarah,” ujarnya.

Dalam rancangan Inpres yang baru, tim milik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang khusus menangani pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial akan digabung dengan tim pertahanan dan keamanan dari Kemenko Polhukam. Selama ini, kedua unit berjalan sendiri. Sehingga, di Inpres yang baru, tim akan digabung dan di bawah komando Bappenas.

Menurut Mahfud, kebijakan seperti itu akan membuat penanganan Papua lebih terpadu. Sehingga, penyelesaian kasus Papua lebih komprehensif dan tidak terkesan bahwa pemerintah menggunakan pendekatan keamanan atau militer.

“Soal Papua itu kan harus diselesaikan secara serius dan terpadu. Selama ini juga sudah serius dan terpadu, tapi unit organisasinya terpisah,” kata dia.

 

Adn

Baca Selengkapnya

BERITA

Menkominfo Indikasikan Ada 127 Hoaks Bertebaran Terkait Virus Corona

Oleh

Fakta News
Menkominfo Johny G Plate

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyatakan, hingga saat ini sudah ada 127 hoaks yang tersebar di Indonesia terkait virus corona.

“127 per 25 februari. Per hari ini, ada 127 isu hoaks dan disinformasi, di antaranya China ingin belajar agama Islam karena warga Islam bebas dari virus corona. Ini disinformasi,” kata Johnny di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

“Ada lagi virus corona menular lewat gigitan nyamuk. Ini hoaks. Faktanya informasi tersebut adalah salah. WHO Western Pasific melalui akun resminya menyatakan bahwa virus corona tidak dapat ditularkan lewat gigitan nyamuk,” lanjut Johnny.

Ia mengatakan, disinformasi dan hoaks sangat merugikan diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Karena itu, ia meminta tak ada lagi pihak yang menyebar hoaks soal virus corona.

Johnny mengatakan, pemerintah melalui Kemenkominfo terus berkoordinasi dengan operator media sosial untuk menghentikan penyebaran konten hoaks tersebut.

“Diperiksa semuanya, diteruskan pada ISP (internet service provider) dan over the top perusahaan global over the top untuk melakukan tindakan karena telah terjadi pelanggaran aturan. Tentu tahapannya tidak langsung (blokir) begitu,” papar Johnny.

“Kita minta untuk stop (penyebaran kontennya). Mari kita jaga jadilah perisai bangsa, jadilah perisai negara jadilah perisai masyarakat jadi lah perisai keluarga jadilah perisai diri sendiri dengan tidak menyebarkan hoaks dan disinformasi,” kata dia.

 

Mujafi

Baca Selengkapnya