Connect with us

Kapolri: Kecurangan Pemilu Tanpa Bukti Jelas Akan Terancam Pidana

kecurangan pemilu tanpa bukti
Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto(istimewa)

Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan terus memantau adanya kemungkinan tindak pidana dalam proses pemilu 2019. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, pihaknya akan mengambil tindakan apabila ada pihak tertentu yang ingin memprovokasi massa.

Salah satu contohnya, lanjut Tito, apabila ada pihak yang menuding adanya kecurangan dalam pemilu tanpa disertai bukti yang jelas, maka berpotensi terancam pidana dengan UU Nomor 46 Pasal 14 dan 15 yang berisi menyebarkan berita bohong yang menyebabkan keonaran.

“Misal bilang kecurangan tapi buktinya tidak jelas, lalu terjadi keonaran, maka masyarakat terprovokasi. Maka yang melakukan bisa digunakan pasal itu,” tutur Tito kepada wartawan selepas menghadiri kegiatan evaluasi pemilu bersama DPD RI di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/5/19).

Tito kemudian menyinggung masalah Ratna Sarumpaet yang mengaku dipukuli. Menurutnya, penyebaran kebohongan tersebut dinilai sebagai provokasi.

“Ini seperti kasus yang sedang berlangsung, mohon maaf, tanpa mengurangi praduga tak bersalah, kasus Ratna Sarumpaet. Itu melakukan, menyebarkan, berita bohong yang menyebabkan keonaran,” paparnya.

Baca juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Cabai dan Bawang Diupayakan Mendapat Perlindungan Asuransi

Oleh

Fakta News
Cabai dan Bawang
Cabang dan bawai diupayakan mendapat perlindungan asuransi(Foto: Ilustrasi)

Jakarta – Dianggap penting, komoditas pertanian cabai dan bawang diupayakan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendapat perlindungan asuransi.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Pertanian Tahun 2019, di Botani IICC, Bogor, Selasa 18 Juni 2019.

“Sampai sekarang, kami masih mempertimbangkan indeks risikonya. Kan untuk kedua komoditas ini besar biaya produksinya, tidak seperti padi. Kita harus melihat berapa yang di-cover asuransi, berapa besar polis, dan lainnya,” ujar Sarwo Edhy.

Kendati begitu, Sarwo Edhy mengatakan, Kementan sudah berkomitmen akan menjamin asuransi untuk bawang merah dan cabai. Hanya saja, penentuan indeks risiko ini pun harus dilakukan oleh berbagai pihak mulai dari pihak asuransi hingga para ahli. “Bagaimanapun petani bawang merah dan cabai juga butuh perlindungan gagal panen seperti petani padi. Kita terus upayakan hal itu,” kata Sarwo Edhy.

Beberapa waktu lalu, asuransi pertanian ini sudah disediakan untuk padi dan ternak. Dikatakannya, Kementan pun masih terus berupaya mengedukasi petani untuk menggunakan asuransi ini. Saat ini juga sudah banyak petani yang mulai menggunakan asuransi secara mandiri. “Ini akan kita dorong. Setelah dia merasa itu ada manfaatnya, polis Rp 180.000 itu tidak akan ada artinya dibandingkan manfaat yang mereka peroleh,” kata Sarwo Edhy.

Baca Selengkapnya

BERITA

Kepala BKPM: Terpilihnya Jokowi di Pilpres 2019 Disambut Baik Investor

Oleh

Fakta News
Disambut Baik Investor, Thomas Lembong
Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong(Foto: Istimewa)

Jakarta – Hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dan Pemilihan Legislatif (Pileg) termasuk penyelenggaraannya, disambut baik investor. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong.

Seperti diketahui, hasil Pilpres 2019 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan calon Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin sebagai pemenang. Mereka memperoleh 85.607.362 suara sah setara dengan 55,50 persen dari total suara sah di Pilpres 2019 sebanyak 154.257.601 suara.

Saat ini, kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menjadi penantang Jokowi-Ma’ruf Amin tengah menggugat hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Meskipun demikian, komunitas investor menanggapi sangat baik hasil pemilu yang sudah terjadi,” papar Thomas Lembong, Selasa (18/6/2019).

Tak hanya itu, Thomas Lembong mengungkapkan, investor langsung menyatakan minat investasinya usai pesta demokrasi digelar. Mereka juga melancarkan pertanyaan terkait peluang investasi ke depan.

“Mereka cari tahu ke kami apa peluang-peluang investasi dan arah-arah kebijakan atau terobosan, dan gagasan baru yang bisa kami antisipasi di periode keduanya Pak Presiden (Joko Widodo),” imbuh Thomas Lembong.

Baca Selengkapnya

BERITA

DPR RI Dorong Pengesahan Raperdasus Pengangkatan Anggota DPRD Papua Barat

Oleh

Fakta News
raperdasus, papua, barat, dprd, ketua, dpr, bamsoet
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPRD Papua Barat Pieters Kondjol, Ketua Fraksi Otonomi Khusus DPRD Papua Barat Yan Anton Yoteni, Anggota DPRD Papua Barat Rudi Timisela, Sahaji Refidesu dan Abu Rumkel, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Papua Barat Robert Kardinal.(DPR)

Jakarta, – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) berjanji akan membantu pengesahan Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus) tentang Pengangkatan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua Barat. Pasalnya, hingga kini pengesahan Raperdasus tersebut masih tertunda di Kementerian Dalam Negeri.

“Pada prinsipnya, berbagai proses pembahasan Raperdasus  yang sudah selesai dibahas oleh para wakil rakyat dengan pemerintah daerah, harus dihormati dan dihargai. Jangan sampai belum adanya nomor registrasi dari Kementerian Dalam Negeri terhadap Raperdasus tersebut malah menimbulkan berbagai syakwasangka. Dalam pekan ini DPR RI akan mempertemukan Kemendagri dan Komisi II DPR RI guna mempercepat pengesahan Raperdasus tersebut”. Ujar Bamsoet saat menerima perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Papua Barat, di Ruang Kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Selasa (18/06/19).

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Ketua DPRD Papua Barat Pieters Kondjol, Ketua Fraksi Otonomi Khusus DPRD Papua Barat Yan Anton Yoteni, Anggota DPRD Papua Barat Rudi Timisela, Sahaji Refidesu dan Abu Rumkel. Sedangkan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo ditemani Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Papua Barat Robert Kardinal.

Bamsoet menilai, pengangkatan anggota DPRD Papua Barat melalui jalur otonomi khusus sudah sesuai dengan aturan perundang-undangan. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua jo Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008. Khususnya, pasal 6 ayat 2 yang berbunyi DPRD Papua Barat terdiri dari angggota yang dipilih dan diangkat berdasarkan perundang-undangan.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya