Connect with us
Parlemen

Kasus Jiwasraya Harus Selesai Maksimal 3 Tahun

Kasus Jiwasraya Harus Selesai Maksimal 3 Tahun
Ketua Komisi XI DPR RI, Dito Ganinduto saat konferensi pers di Kantor BPK RI, Jakarta, Senin (3/2/2020). Foto: DPR RI

Jakarta – Komisi XI DPR RI bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menggelar rapat konsultasi dengan agenda pembahasan progres terkait pemeriksaan terhadap kasus gagal bayar PT Jiwasraya. Tidak hanya itu, BPK juga turut menyampaikan kepada Komisi XI DPR RI terkait pemeriksaan terhadap BUMN dalam hal Penyertaan Modal Negara (PMN), Badan Layanan Umum (BLU), serta sejumlah isu lainnya terkait dengan pengelolaan uang negara.

Ketua Komisi XI DPR RI, Dito Ganinduto mengungkap, pihaknya dan BPK telah menyepakati bahwa penyelesaian kasus Jiwasraya harus bisa rampung dalam waktu 3 tahun. Ia juga mengungkapkan, pemeriksaan secara investigatif tahap pertama telah selesai, termasuk audit forensik. Tidak hanya Jiwasraya, pemeriksaan juga turut dilakukan terhadap BUMN, Kementerian Keuangan, hingga OJK dan BEI yang sedang berjalan saat ini.

“Solusi ini harus selesai maksimal 3 tahun. Tahun 2023 harus selesai dan tidak boleh lebih dari 3 tahun. Ini adalah komitmen kami bersama. Hal ini harus bisa selesaikan secepatnya, Komisi XI dan BPK sepakat bahwa sekarang ini tujuannya adalah untuk mencari solusi yaitu mengembalikan dana klaim nasabah yang berinvestasi pada produk JS Saving Plan,” kata Dito dalam konferensi pers di Kantor BPK RI, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Politisi Fraksi Partai Golkar ini memastikan bahwa pemerintah akan senantiasa hadir dalam kasus ini. Sesuai dengan apa yang dijanjikan Menteri BUMN, pengembalian dana nasabah akan dilakukan mulai Kuartal I, atau pada Maret hingga April 2020. “Kami mengharapkan tidak lebih dari 3 tahun harus selesai,” imbuhnya.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

ITB Terapkan Ijazah Format Digital untuk Lulusan yang Batal Diwisuda

Oleh

Fakta News

Bandung – Di tengah wabah pandemi Corona ada banyak inovasi yang dimunculkan, tak terkecuali dari dunia Pendidikan. Institut Teknologi Bandung mulai menerapkan kebijakan penggunaan ijazah digital dengan tanda tangan elektronik bersertifikat (digital signature).

Kebijakan tersebut akan mulai diterapkan bagi lulusan ITB yang akan diwisuda kedua di Tahun Akademik 2019/2020 yang pelaksanaannya ditiadakan karena pencegahan penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Jaka Sembiring mengatakan ijazah digital memiliki tingkat keamanan yang jauh lebih baik terhadap pemalsuan atau perubahan ijazah dan transkrip, proses pembuatan ijazah dan transkrip nilai dapat dilakukan secara efisien karena tidak lagi membutuhkan tanda tangan basah dari Rektor, Dekan, Kaprodi hingga mahasiswa.

“Semua dapat dilakukan dengan ‘satu klik’. Keabsahan ijazah dan transkrip dapat diperiksa langsung oleh pihak yang berkepentingan tanpa harus melalui proses yang lama dan panjang namun cukup menggunakan aplikasi pembaca PDF yang dapat diunduh secara bebas,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (8/4/2020).

Lebih lanjut, ITB menggunakan Standar PAdES (PDF Advance Electronic Signature) pada penerapan Ijazah dan Transkrip Digital. Ijazah digital diamankan secara kriptografi dengan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh Penyelenggara Sertifikat Elektronik yang sudah tersertifikasi oleh Kementerian Kominfo.

“Keaslian ijazah akan dapat diverifikasi langsung oleh masyarakat secara kasat mata dengan membuka dokumen ijazah menggunakan Aplikasi Pembaca PDF (Bagian Digital Signature),” ujar Jaka.

“Selain itu, ijazah digital ITB akan tetap diterbitkan dalam dua bentuk, yaitu ijazah bentuk kertas dan ijazah bentuk file pdf,” pungkasnya.

 

(zico)

Baca Selengkapnya

BERITA

Pemkot Semarang Umumkan 10 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh, Total Jadi 17 Pasien

Oleh

Fakta News
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam

Jakarta – Kabar baik secara beruntun diinformasikan oleh Pemerintah Kota Semarang terkait kesembuhan pasien positif virus Corona atau COVID-19 di Kota Semarang. Tak tanggung-tanggung, 10 pasien positif COVID-19 yang berada pada empat rumah sakit rujukan di Ibu Kota Jawa Tengah itu dinyatakan sembuh.

“Pagi ini (rabu, red) ada 3 pasien positif yang sembuh dari RST, RS Tugurejo, dan RSDK, kemudian di sore hari kita mendapatkan data kembali untuk menyatakan 7 pasien lagi sembuh. Jadi total ada 10 pasien COVID-19 sembuh hari ini,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2020).

Abdul Hakam menjelaskan kesepuluh pasien yang dinyatakan sembuh itu terdiri dari 1 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang (RST), 2 pasien di Rumah Sakit Tugurejo, 3 pasien di Rumah Sakit Dokter Karyadi (RSDK), dan 4 pasien Rumah Saki St. Elisabeth.

Dengan penambahan 10 pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh, berarti hingga saat ini ada 17 pasien positif virus Corona yang dinyatakan sembuh. Kesembuhan sejumlah pasien positif COVID-19 di Kota Semarang ini tentu saja menjadi sebuah tren positif penanganan virus tersebut di Ibu Kota Jawa Tengah ini.

“Pasalnya bila dihitung, kesembuhan 17 pasien positif di Kota Semarang itu secara beruntun diumumkan dalam kurun waktu 8 hari sejak Pemerintah Kota Semarang pertama kali mengumumkan adanya pasien sembuh di RSUD KRMT Wongsonegoro (RSWN),” tambahnya.

Apalagi di sisi lain pada saat ini juga tercatat ada 21 dari 54 pasien positif COVID-19 dirawat dalam perbaikan klinis, yang berarti 21 pasien tersebut tinggal menunggu hasil swab test negatif untuk bisa dinyatakan benar-benar sembuh dari virus Corona.

Namun walaupun begitu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menegaskan jika perjuangan Kota Semarang untuk melawan virus corona masih perlu terus dilakukan bersama.

“Saya tidak mengharapkan setelah ada banyak kabar pasien yang dinyatakan sembuh, lalu masyarakat menjadi kendur dalam physical distancing. Justru harus diyakini menjadi momentum untuk lebih tertib, supaya mata rantai COVID-19 ini dapat semakin cepat diputus,” tandasnya.

 

(zico)

Baca Selengkapnya

BERITA

Total 32 Pasien Positif Corona di RSPI Sulianti Saroso Dinyatakan Sembuh Per 8 April 2020

Oleh

Fakta News

Jakarta – Empat pasien positif Corona yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso kini kembali telah dinyatakan sembuh. Hingga hari ini, angka tersebut menambah jumlah kasus positif Corona yang sembuh di RSPI Sulianti Saroso sebanyak 32 kasus.

“Dalam 24 jam terakhir, pasien sembuh confirmed (positif) sebanyak empat orang,” demikian pernyataan tertulis dari RSPI Sulianti Saroso, Rabu (8/4/2020).

Pihak rumah sakit juga mengatakan, dalam satu hari terakhir, ada dua kasus pasien meninggal akibat virus Corona. Masing-masing satu orang untuk pasien positif dan satu kasus lainnya untuk pasien dengan status pasien dalam pemantauan (PDP).

RSPI Sulianti Saroso juga kembali mengumumkan setidaknya ada empat pasien baru terkait virus Corona yang kini ditangani pihaknya. Kini, total ada 25 pasien virus Corona yang masih dirawat di RSPI Sulianti Saroso.

Dari 25 pasien yang masih dirawat tersebut, terdapat tiga orang yang kini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Diketahui, total pasien di ruang ICU tersebut berkurang satu dari jumlah kemarin.

“Pasien yang masih dirawat kriteria PDP 16 orang. Pasien yang masih dirawat kriteria confirmed (positif) 9 orang,” imbuhnya.

Salah satu rumah sakit rujukan penanganan virus Corona di Jakarta ini juga mengumumkan, dalam 24 jam terakhir, setidaknya ada pengurangan tujuh kasus orang dalam pemantauan (ODP) yang ditangani pihak RSPI Sulianti Saroso. Per hari ini, pihak rumah sakit hanya menangani sembilan kasus ODP.

Berikut ini rincian pasien yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso hingga 8 April 2020:

1. ODP sampai 8 April 2020

– Jumlah per 8 April: 9

– Jumlah total: 2.832

2. Pasien yang dirawat

– PDP:

Masih Dirawat: 16

Sembuh: 38

Meninggal: 7

Total: 61

– Confirmed:

Masih Dirawat: 9

Sembuh: 32

Meninggal: 15

Total: 56

Jumlah Total: 117

3. Pasien Yang Masih Dirawat

– PDP:

Ruang Isolasi: 14

ICU: 2

– Confirmed:

Ruang Isolasi: 8

ICU: 1

Total: 25

Baca Selengkapnya