Connect with us

KAPT Bogor Raya Menyayangkan Terjadinya PHK di PT Goodyear Bogor

Kota Bogor – Kebijakan pihak tertentu di PT Goodyear dengan mem-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sebagian pekerjanya di masa pademi Covid-19 sangat disayangkan oleh berbagai pihak dan salah satunya Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) Bogor Raya.

Koordinator KAPT Bogor Shane M. Hasibuan menilai, kebijakan PHK merupakan langkah terakhir yang harus ditempuh perusahaan sesuai dengan perundang – undangan yang berlaku.

“PHK seharusnya menjadi langkah terakhir yang ditempuh oleh perusahaan meski dalam situasi sulit akibat Pandemi corona saat ini. UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan telah mengatur bagaimana pengusaha, buruh, serikat buruh, dan pemerintah harus bekerja sama agar tidak terjadi PHK,” ujar Shane dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/8).

Shane menambahkan, menurutnya Presiden Joko Widodo berharap kepada para pengusaha yang mendapatkan stimulus ekonomi di masa pandemi Covid-19 untuk tidak melakukan PHK kepada karyawannya.

“Presiden mengatakan, agar para pengusaha jangan hanya menginginkan stimulus dari pemerintah, tetapi tetap melakukan PHK kepada karyawannya. Saat ini Pemerintah sudah menerbitkan paket insentif bagi pengusaha seperti pembebasan atau pengurangan pembayaran pajak dan hibah anggaran untuk sektor usaha kecil serta kebijakan lain,” tambahnya.

Koordinator KAPT Bogor Shane M. Hasibuan

Bahkan menurutnya, tidak sedikit, ada situasi dimana penggunaan insentif dilakukan hanya untuk membayar kompensasi manajemen, pemilik usaha, dan direksi, bukannya untuk menggaji karyawan.

Shane menegaskan, bahwa situasi pandemi saat ini memang abnormal namun tidak bisa dijadikan alasan untuk mem-PHK karyawan. Untuk itu pihaknya mendorong stakeholders di eksekutif maupun legislatif Kota Bogor, agar memprioritaskan sisi kemanusiaan, apalagi disituasi sulit saat ini dibutuhkan kerjasama dan gotong royong untuk meringankan beban masyarakat.

“Apalagi saya juga selama ini belum mengetahui sejauh mana kontribusi PT Goodyear, Perusahaan besar berskala internasional dan telah lama beraktivitas di Kota Bogor terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan Kota Bogor.” Pungkasnya.

Sebelumnya, masalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan Management PT Goodyear terhadap 44 Karyawannya di tengah Pandemi Covid-19 ini juga mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor dengan mengundang kedua belah pihak yakni perwakilan manajemen PT Goodyear dan Serikat Pekerja PT Goodyear untuk bermediasi bersama Dinas Ketenagakerjaan Kota Bogor, Rabu (26/8).

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Ence Setiawan yang hadir dalam pertemuan berharap dalam mediasi ini didapati solusi terbaik dari kedua belah pihak dengan mengedepankan aspek kemanusian.

“Perlu ada win win solution. Yang utama bagaimana ke 44 pekerja ini bisa bekerja lagi dan tidak di PHK, semua pasti terdampak Covid 19. Siapapun baik dari perusahaan pasti ada alasan. Karena semua ada di Serikat Pekerja dan manajemen PT Goodyear keputusannya, perlu ada win win solution,” ujar Ence.

Sementara itu Ketua Serikat Pekerja PT Goodyear, Iwan Ibnu menjelaskan, sebelum terjadi PHK kepada 44 karyawan, Serikat Pekerja telah memberikan masukan solusi dan langkah-langkah kepada manajement PT Goodyear untuk menghindari PHK.

“Dalam kesempatan ini, kita ingin diskusi ini bergerak kedepan mencari solusi tebaik sebagai keluarga besar PT Goodyear sebagai semboyan sejak dahulu, sebagai keluarga besar banyak mekanisme, langkah yang bisa diambil sebelum PHK dilakukan, diantaranya dengan pemotongan gaji, apakah 10%,” ujar Iwan.

Pertemuan mediasi antara perwakilan manajemen PT Goodyear dengan SP PT Goodyear di DPRD Kota Bogor

Iwan pun membacakan hasil mediasi yang diterbitkan Dinas Ketenagakerjaan Kota Bogor yang menganjurkan agar perusahaan memerintahkan kepada 44 orang pekerja untuk bekerja kembali dan tetap membayarkan seluruh hak pekerja sampai adanya keputusan pengadilan.

“Dalam anjuran ini ada kurun waktu 10 hari untuk mengikuti anjuran ini, apabila tidak maka dianggap menolak. Dan dalam forum ini kami nyatakan menerima,” tegasnya.

“Apabila alasan PHK karena keuangan, maka dapat dibicarakan sebagai keluarga besar. Bila memang alasannya karena sudah tidak ada pekerjaan corenya lagi, bisa diterima,” tambah Iwan.

Menanggapi pernyataan Serikat Pekerja terkait Surat Anjuran Dinas Ketenagakerjaan Kota Bogor, Manajemen PT Goodyear, yang diwakili Kepala Divisi Human Resources, Pamrihadi Wiraryo mengatakan, ia akan mengkaji surat anjuran tersebut.

“Menanggapi pernyataan Ketua Serikat Pekerja terkait anjuran, kami belum terima surat anjuran tersebut. Kami masih memiliki waktu beberapa hari terkait surat anjuran, kami masih belum dapat menanggapi,” ujarnya.

Pamrihadi menerangkan, bahwa perusahaan sebelumnya telah mengambil beberapa langkah sesuai dengan peraturan yang berlaku, sebelum mengambil keputusan untuk mem-PHK.

“Beberapa karyawan yang lain sudah menandatangani surat PHK. Dasar PHK ada beberapa, diantaranya pandemi covid 19, diantaranya penjualan turun 80%, produksi juga turun, 12 minggu tidak berproduksi. Impactnya perusahaan mengalami dampak keuangan luar biasa. Kerugian Rp 88,8 M dari Januari sampai dengan Juni,” terangnya.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Kasus Covid-19 Per 19 September: 240.687 Positif, 174.350 sembuh, dan 9.448 Meninggal

Oleh

Fakta News

Jakarta – Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19, tetapi jumlah kasusnya masih terus bertambah hingga hari ini, Sabtu (19/9/2020). Pemerintah menyatakan bahwa penularan virus corona masih terjadi, sehingga terjadi penambahan pasien Covid-19 dalam jumlah cukup tinggi.

Berdasarkan data hingga Sabtu ini pukul 12.00 WIB, terdapat 4.168 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Hal itu menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 240.687 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Informasi ini diungkap Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui data yang disampaikan kepada wartawan pada Sabtu sore. Data juga dapat diakses di situs covid19.go.id atau laman Kementerian Kesehatan yang diperbarui setiap sore.

Jumlah kasus Covid-19 memang terus meningkat, tetapi pemerintah berusaha memberi harapan dengan memperlihatkan banyaknya pasien yang sembuh.

Dalam sehari, tercatat ada penambahan 3.576 pasien Covid-19 yang sembuh dan tidak lagi terinfeksi virus corona. Dengan demikian, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh mencapai 174.350 orang.

Akan tetapi, kabar duka masih melanda Indonesia dengan adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Pada periode 18 – 19 September 2020, ada 112 pasien Covid-19 yang tutup usia.

Dengan begitu, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia kini mencapai 9.448 orang.

Baca Selengkapnya

BERITA

Setelah Ketua KPU, Kini Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi yang Dinyatakan Positif Covid-19

Oleh

Fakta News
Sidang MK, KPU
Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi

Jakarta – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi mengumumkan bahwa dia terkonfirmasi positif Covid-19. Pengumuman itu dia sampaikan dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (19/9/2020).

“Teman-teman yang baik, saya ingin mengabarkan bahwa berdasarkan tes swab pada Jumat (18/9/2020) yang hasilnya saya dapatkan Sabtu siang, saya dinyatakan positif terpapar Covid-19,” kata Pramono.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisinya baik-baik saja. Pramono mengaku tidak mengalami gejala sakit.

Pramono mengatakan, sejak Jumat pagi, ia melaksanakan isolasi mandiri di rumah dinas di Kompleks KPU yang berada Jl Siaga Raya, Jakarta Selatan.

Sementara itu, keluarganya tinggal di rumah pribadi di Tangerang. Pramono juga mengatakan, tugas sebagai Komisioner KPU tetap dilaksanakan dari rumah dinas.

Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman mengumumkan bahwa dirinya terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itu diketahui usai Arief menjalani tes PCR atau swab test pada Kamis (17/9/2020) sebagai syarat menghadiri rapat di Istana Bogor.

Sementara itu, sebelum Arief, Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik juga dinyatakan positif Covid-19 pada 9 September 2020.

Dengan demikian, Pramono menjadi anggota KPU ketiga yang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Baca Selengkapnya

BERITA

Rektor IPB Dinyatakan Positif Covid-19, Masa Pembatasan Kampus Diperketat dan Diperpanjang 2 Minggu

Oleh

Fakta News

Kabupaten Bogor – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria dinyatakan positif terjangkit virus corona atau Covid-19. Hal itu disampaikan langsung oleh Arif Satria setelah melakukan pemeriksaan swab pada Jumat (18/9/2020).

“Atas inisiatif saya sendiri, saya melakukan test swab dan ternyata hasilnya dinyatakan positif (Covid-19),” kata Arif melalui keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2020).

Arif menjelaskan, meskipun dinyatakan positif, saat ini dirinya dalam kondisi fisik yang baik. Arif juga bisa tetap beraktivitas dan melaksanakan tanggung jawab selaku rektor melalui koordinasi secara virtual.

“Saya akan melaksanakan protokol kesehatan untuk isolasi mandiri sampai dengan dinyatakan sembuh,” ujar dia.

Arif berharap, seluruh civitas akademika dan tenaga kependidikan IPB dalam keadaan sehat meski sedang melaksanakan agenda yang padat.

Arif berharap agar semuanya menjaga kesehatan pribadi maupun keluarga dan kampus IPB dapat tetap kondusif dengan menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan.

“Mohon doanya, semoga Allah memberi karunia kesehatan, dan saya pun mendoakan agar kita semua senantiasa dianugerahi kesehatan, sehingga kita bisa terus beraktivitas, berinovasi dan saling menginspirasi,” kata dia.

Arif mengatakan, atas kejadian ini dirinya memutuskan untuk memperpanjang dan memperketat masa pembatasan masuk kampus, terhitung 14 hari sejak hari ini.

“Sebagai ikhtiar kita telah mengikuti imbauan Gubernur Jawa Barat, Wali Kota dan Bupati Bogor dengan menerapkan kembali pembatasan masuk kampus IPB,” kata dia.

“Saya mengerti dan memahami bahwa hal ini sangat berat bagi kita semua, dan untuk itu saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujar Arif.

Baca Selengkapnya