Connect with us
DPR RI

Kalimantan Banjir Besar, Andi Akmal : Regulasinya Kurang Dukung Penjagaan Lingkungan

Kalimantan Banjir Besar, Andi Akmal : Regulasinya Kurang Dukung Penjagaan Lingkungan
Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin. Foto: Ist/nvl

Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin mengatakan, musibah banjir besar di Kalimantan yang terjadi selama berhari-hari itu menjadi teguran keras bagi pengelola Negara Indonesia. Ia menyatakan, kerusakan daerah tangkapan hujan  sudah terjadi bertahun-tahun. Hal ini akibat regulasi yang ada tidak terlalu mendukung pada pengamanan dan penjagaan lingkungan yang semestinya.

“Pada tahun 2000 luas hutan Kalimantan adalah 33.234.711 Ha, lalu menurun menjadi 26.886.772 Ha pada tahun 2013, dan hutan Kalimantan yang tersisa pada tahun 2017 adalah seluas 24.834.752 Ha,” urai Akmal dalam berita rilisnya, Kamis (18/11/2021).

Legislator dapil Sulawesi Selatan II ini menjabarkan, secara nasional proporsi tutupan lahan hutan dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Laju deforestasi terjadi akibat penebangan ilegal (illegal logging), kebakaran hutan ataupun konversi dari hutan menjadi perkebunan. Proporsi tutupan hutan nasional pada tahun 2019  adalah 50,10  persen dari total luas lahan secara keseluruhan atau sama dengan 94.114.000 hektar

Akmal juga menjelaskan, selama periode 2015-2020, paling tidak terjadi kabakaran hutan dan lahan seluas 5.645.022 Hektar. Berdasarkan perhitungan, kebakaran hutan di Indonesia mencapai luas 940.837 hektar per tahun atau sama dengan 2578 hektar per hari, telah menghancurkan kehidupan satwa, menghilangkan biomass, merusak ekosistem, melepaskan karbon, dan asap kebakaran hutan telah mengggangu kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat

Wakil rakyat kelahiran Bone ini juga mengingatkan bahwa pada tahun 2020 kala terjadi pandemi Covid-19, saat yang bersamaan hutan dan lahan kita yang terbakar mencapai 269.942 hektar. Hampir 150.000 hektar kebakaran hutan dan lahan terjadi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Papua.

“Jadi ini saat ini telah tampak kerusakan yang terjadi di darat dan udara akibat ulah manusia yang mengakibatkan perubahan iklim, dan menurunnya kemampuan dataran untuk menerima kondisi alam, termasul meluasnya lahan kritis, yang ujungnya timbul bencana alam seperti banjir besar,” tandas politisi Fraksi PKS itu.

Ia memaparkan, total luas lahan kritis nasional mencapai 14 Juta hektar. Proporsinya terhadap total luas lahan adalah sebesar 7,46 persen. Luas lahan kritis tertinggi pada tingkat provinsi ada di Provinsi Sumatera Utara yaitu seluas 1.338.810 hektar, berikutnya adalah Kalimantan Barat seluas 1.015.631 hektar, dan Provinsi Jawa Barat luas lahan kritisnya hampir mencapai 1 juta hektar yaitu seluas 911.192 hektar.

“Sudah saatnya pemerintah saat ini berbenah total tanpa menyalahkan masa keadaan masa lalu. Yang paling penting bagaimana di masa depan lingkungan kita menjadi membaik sehingga meningkatkan kualitas hidup makhluk hidup di dalamnya termasuk ummat manusia,” tutup Andi Akmal Pasludddin.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Presiden Jokowi: Presidensi G20 Indonesia Akan Jadi Katalis Pemulihan Ekonomi Global yang Inklusif

Oleh

Fakta News
Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan World Economic Forum secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 20 Januari 2022. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.

Bogor – Indonesia akan berusaha agar Presidensi G20 tahun 2022 dapat menjadi bagian penting untuk menjawab keresahan dan kecemasan masyarakat dunia dengan menjadi katalis bagi pemulihan ekonomi global yang inklusif. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat menghadiri pertemuan World Economic Forum secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 20 Januari 2022.

“Tema Presidensi G20 Indonesia tahun ini adalah Recover Together, Recover Stronger. Kami akan mengedepankan partnership dan inklusivitas serta menyediakan platform terobosan dalam upaya transformasi di berbagai bidang,” ujar Presiden.

Guna mewujudkan hal tersebut, Presidensi G20 Indonesia akan fokus pada tiga prioritas utama yang sejalan dengan prioritas nasional dan kondisi global. Prioritas pertama adalah menata kembali arsitektur kesehatan global agar lebih inklusif dan tanggap terhadap krisis.

“Produksi vaksin ditingkatkan dengan distribusi yang merata, investasi dan pendanaan yang dibutuhkan harus dapat dimobilisasi secara cepat (sebagai) upaya untuk mencegah krisis selanjutnya,” ungkapnya.

Sedangkan prioritas kedua menurut Presiden Jokowi adalah optimalisasi teknologi digital untuk transformasi ekonomi yang dampaknya harus dirasakan oleh masyarakat, terutama UMKM. Selain itu, literasi dan kemampuan digital masyarakat juga harus turut ditingkatkan dan keamanan data juga harus tetap dijaga.

“Yang ketiga, transisi energi yang lebih ramah lingkungan. Kita perlu menyediakan teknologi dan pendanaan. Melalui teknologi, mampu mendorong produksi berbasis ekonomi hijau,” ucap Presiden.

“Saya mengundang seluruh pemimpin ekonomi dunia untuk berkontribusi pada Presidensi G20 untuk memastikan pemulihan global yang lebih kuat, yang lebih inklusif. Kerja sama tidak hanya antara pemerintah, not only G-to-G but also G-to-B, or even B-to-B,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi pun mengundang seluruh pemimpin ekonomi dunia untuk berkontribusi pada Presidensi G20 Indonesia. Menurutnya, tiga prioritas tersebut merupakan kesempatan dan peluang investasi yang perlu dimanfaatkan secara optimal.

Presiden Jokowi meyakini bahwa Presidensi G20 Indonesia akan memberikan dampak konkret bagi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, Presidensi Indonesia harus memanfaatkan kerja sama G20 untuk meningkatkan perdagangan, industrialisasi, hingga penguasaan teknologi, baik di Indonesia maupun dunia internasional.

“Presidensi Indonesia ingin memperkuat kerja sama dengan pelaku ekonomi dunia. Interaksi dengan pelaku ekonomi akan saya intensifkan selama presidensi Indonesia,” ungkap Presiden.

Selain interaksi secara intensif, berturut-turut dengan KTT G20, Indonesia juga akan menyelenggarakan WEF Roundtable on Downstream Industries, Bloomberg CEO Forum, dan Digital Transformation Expo.

“Sekali lagi, saya mengundang sektor swasta untuk mengidentifikasi kontribusi nyata yang dapat diberikan di tiga sektor prioritas: kesehatan, digital, dan transisi energi. Berbagai komitmen tersebut akan dimasukkan dalam G20 Action for Strong and Inclusive Recovery,” ucap Presiden.

Baca Selengkapnya

BERITA

Perkenalkan ‘Gerakan Masyarakat Tepat Waktu’, Cara Peter F Momor Beri Solusi Meningkatkan Produktivitas Bangsa

Oleh

Fakta News

Jakarta – Pegiat seni, Peter F Momor, punya suatu cara unik untuk berbagi kebahagiaannya bersama masyarakat Indonesia dalam merayakan ulang tahunnya yang ke-50 ini. Tepat di tanggal 21 Januari 2022, Peter meluncurkan suatu ide program ‘Gerakan Masyarakat Tepat Waktu’.

Melalui Gerakan ini Peter ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia turut berpartisipasi membangun dan memajukan bangsa melalui cara sederhana yaitu menghargai serta menepati waktu.

“Bangsa kita terkenal dengan budaya dan mental jam karet, saatnya kita membalikkan identitas negatif dan stigma yang terlanjur melekat tersebut menjadi bangsa yang punya budaya disiplin, memiliki etos kerja serta produktivitas yang tinggi,” ungkap Peter dalam keterangan, Kamis (20/1/2022).

Menurut Peter, Gerakan Masyarakat Tepat Waktu ini dapat diterapkan mulai dari hal sederhana yaitu mencantumkan kode ‘TW’ di belakang jam. Misalnya undangan acara rapat tertera dimulai pukul 19.00 TW, itu artinya acara dimulai Tepat Waktu tanpa ada toleransi keterlambatan.

Diharapkan nantinya kode TW ini akan dipakai pula pada segala bidang, misalnya jadwal keberangkatan moda transportasi, sistem telekomunikasi, dll.

“Oleh karena itu peran serta tekad masyarakat untuk mendisiplinkan diri dan jujur pada diri sendiri yang didukung oleh kebijakan-kebijakan Pemerintah akan mendorong gerakan masyarakat ini menjadi suatu Gerakan Nasional Tepat Waktu. Sehingga nantinya menjadi suatu warisan berharga bagi kemajuan generasi berikutnya bangsa kita,” demikian harapan pria asal Manado ini.

“Setiap menit bahkan detik sangat berharga dan tidak bisa diulang.
Dengan menghargai waktu berarti kita menghargai Tuhan yang adalah pemberi waktu  dan kehidupan,” imbuh Peter yang juga merupakan salah seorang pendiri ASPARNAS (Asosiasi Pariwisata Nasional) serta IPPA (Indonesia Professional Photographer Association).

Baca Selengkapnya

BERITA

Kabar Baik dari Presiden Jokowi Mengenai Pandemi Covid-19

Oleh

Fakta News

Jakarta – Kabar baik mengenai pandemi Covid-19 datang dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia optimis pandemi Covid-19 di Indonesia akan terkendali pada tahun 2022 ini. Jokowi mengatakan optimisme itu dilihat dari berbagai indikator perekonomian yang terus menunjukkan perbaikan.
Meski begitu, Jokowi tetap meminta semua pihak untuk berhati-hati, khususnya terhadap penularan varian Omicron yang tengah meningkat saat ini.

“Tahun 2022 akan menjadi momentum dan penanganan pandemi juga semakin terkendali, meskipun hati-hati masih ada varian Omicron yang harus diwaspadai,” kata Jokowi dalam ‘Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2022’ yang disiarkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (20/1/2022).

Alasan lain yang membuat Jokowi optimis pandemi Covid-19 ini bisa terkendali adalah karena tingkat vaksinasi corona yang terus meningkat. Kata Presiden, tercatat 301 juta vaksin telah disuntikkan per hari ini.

Jokowi mengatakan cakupan vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 85 persen, sementara dosis kedua sudah mencapai 58 persen. Bahkan saat ini pemerintah sudah memulai pemberian dosis ketiga atau booster pada masyarakat Indonesia sejak 12 Januari 2022 lalu.

“Penanganan pandemi semakin baik harus kita pakai untuk membangkitkan optimisme, memberikan keyakinan, kepercayaan yang lebih besar kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk segera melanjutkan aktivitas ekonomi dan aktivitas-aktivitas produktif lainnya,” katanya. []

 

Baca Selengkapnya