Connect with us

Jika Ditotal Tunjangan, Gaji Dokter Umum PNS 3A di Indonesia Hampir Rp6 Juta

gaji dokter umum pns
Ilustrasi dokter.(Istimewa)

Jakarta – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali melontarkan pernyataan yang “menggemparkan” dengan menyebut gaji dokter kalah dengan gaji tukang parkir. Tanpa merendahkan profesi tukang parkir, sebenarnya berapa sih gaji dokter umum di Indonesia?

Setelah pernyataan dari Prabowo ini meluncur, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr. Daeng M. Faqih pun menyebut bahwa gaji dokter umum golongan 3A di sejumlah daerah sekitar Rp2,9 juta. Dengan rincian, gaji pokok sebesar Rp2,4 juta dan penghasilan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sekitar Rp500 ribu.

“Memang masih banyak dokter, terutama dokter umum yang berada di garda depan, penghasilannya di bawah Rp3 juta,” kata Daeng, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (15/01).

Baca Juga:

Nah, sepintas, pernyataan Ketua Umum IDI ini turut membenarkan pernyataan Prabowo bukan? Tapi, jika disimak pernyataan Dr. Daeng, tentu saja ada yang kurang. Pernyataan tersebut hanya memasukkan nominal gaji pokok dan tunjangan BPJS saja untuk dokter PNS golongan 3A.

Seperti diketahui, berdasarkan PP No.30/2015 tentang Perubahan Ketujuh Belas atas PP No.7/1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil—berkisar antara Rp1,92 juta hingga Rp2,66 juta.

Nah, bagi PNS dari lulusan S-1, ia akan masuk golongan IIIA dengan gaji pokok per bulan sebesar Rp2,45 juta. Khusus, S-1 Kedokteran, langsung masuk di golongan IIIB, dengan gaji pokok 2,56 juta.

Gaji pokok tersebut akan bertambah seiring bertambahnya masa mengabdi. Besarannya gaji pokok dokter umum PNS golongan IIIA maupun IIIB bisa dilihat di bawah ini.

Tunggu dulu, itu baru gaji pokok saja ya. Seperti diketahui, komponen gaji dokter PNS ini bukan hanya gaji pokok. Bagi yang memiliki keluarga, dokter PNS ini akan mendapatkan tunjangan istri dan anak (maksimal 2 anak). Dokter PNS juga akan mendapatkan tunjangan beras, uang makan, dan tunjangan kinerja.

Berapa besaran tunjangan dokter umum PNS ini?

Mari kita hitung. Untuk dokter yang sudah berkeluarga, ia akan mendapatkan tunjangan istri sebesar 10% dari gaji pokok dan tunjangan anak 2% (maksimal 2 anak). Untuk uang makan, dokter PNS ini akan mendapatkan Rp37.000 per hari (maksimal 22 hari).

Soal tunjangan kinerja, untuk dokter PNS di Kementerian Kesehatan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 83 Tahun 2013, tunjangannya mencapai 100% dari gaji pokok. Bahkan, CPNS yang hanya mendapatkan 80% gaji pokok sudah berhak mendapatkan tunjangan 100% bila kinerjanya dinilai bagus.

Lalu, berapa yang take home pay atau gaji yang dibawa pulang oleh dokter PNS ini. Mari kita hitung bersama.

Anggap saja dokter PNS adalah golongan IIIA yang baru setahun bekerja, berkeluarga, dan punya kinerja bagus. Maka, perhitungannya seperti di bawah ini.

Gaji Pokok                          : Rp2.456.700

Tunjangan Istri                  : Rp245.670

Tunjangan Anak                : RP49.134

Tunjangan Beras               : Rp209.280

Uang Makan (22 hari)     : Rp732.600

Tunjangan Kinerja (kelas jabatan 8): Rp2.535.000

Dikurangi IWP dan Iuran Taperum: Rp281.150

Total Take Home Pay : Rp5.947.234

Ternyata angka gaji yang dibawa pulang mendekati Rp6 juta, Tentu ini berbeda dengan pernyataan bombastis Prabowo maupun Ketua Umum IDI.

Dwi

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Menristekdikti: Harteknas dan Ritech 2019 Tingkatkan Minat Riset dan Inovasi Generasi Muda

Oleh

Fakta News
Menristekdikti M Nasir

Jakarta – Bali menjadi titik momentum harapan bangkitnya riset dan inovasi karya anak bangsa. Dua gelaran terkait teknologi; peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 dan Ritech Expo 2019 dilaksanakan di Lapangan Puputan, Denpasar, Bali pada Minggu (25/8/2019).

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati membuka secara resmi gelaran Ritech Expo 2019 yang akan diselenggarakan empat hari 25-28 Agustus 2019.

Sebelumnya, Menristekdikti dan Wakil Gubernur Bali juga melepas 15.500 peserta gerak jalan sehat dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 di lokasi yang sama.

Hateknas: tumbuhkan minat inovasi

Menteri Nasir dalam sambutan berharap dengan penyelenggaraan Hakteknas di luar Jakarta bisa membangkitkan semangat dan jiwa riset dan inovasi di daerah. Masyarakat Bali dapat menjadikan momen peringatan Hakteknas 2019 sebagai ajang menumbuhkan minat meneliti dan berinovasi, terutama bagi generasi muda.

“Mudah mudahan inovasi selalu muncul dari anak-anak muda Indonesia di Bali. Dari generasi muda Bali akan muncul inovator yang masuk kelas dunia,” ujar Menristekdikti seperti dilansir dari rilis resmi.

Menteri Nasir menambahkan saat ini ada 2 unicorn Indonesia yang masuk 20 besar di Asia. Gojek menempati peringkat 7 dari 20 unicorn Asia dengan nilai di atas 5 miliar dolar atau sekitar Rp 75 triliun. Selain itu, Tokopedia juga berhasil masuk peringkat 11 Asia.

“Generasi muda Bali dapat menjadikan ini sebagai sumber inspirasi. Mudah-mudahan di Bali akan muncul banyak startup sehingga ekonomi daerah dapat tumbuh lebih baik,” harap Menristekdikti.

“Penelitian bernilai ekonomis, ada banyak. Mulai dari besar, sedang, dan kecil. Contoh yang besar, bagaimana minyak sawit bisa dijadikan bahan bakar minyak, seperti solar dan avtur. Kalau bisa diselesaikan dalam dua tahun ke depan, kita tidak impor BBM. Kita bisa hemat 17,6 miliar dolar atau Rp 250 triliun,” ujar Nasir.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana dalam kesempatan yang sama menyambut baik penyelenggaraan puncak Hakteknas 2019 di Bali. Wakil Gubernur berharap para mahasiswa dan generasi muda Bali dapat memanfaatkan acara ini untuk menambah ilmu pengetahuan dan mendorong riset dan inovasi di Provinsi Bali.

Baca Selengkapnya

BERITA

Tak Hanya DKI, PSI Tolak Pin Emas Anggota Dewan Secara Nasional

Oleh

Fakta News
Ketum PSI Grace Natalie

Jakarta – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengatakan, penolakan PSI terhadap pin berbahan emas tidak hanya berlaku di DKI Jakarta saja. Ia memastikan penolakan ini berlaku secara nasional.

“Ini bukan hanya sikap PSI di DKI Jakarta tapi menjadi porsi dan komitmen kami,” katanya, usai acara Kopi Darat Wilayah (Kopdarwil) DPW PSI DKI Jakarta, di Novotel Hotel, Jakarta Barat, Minggu (25/8/2019).

Grace menjelaskan, pemerintah seharusnya irit terhadap sesuatu hal. Penggunaan pin berbahan emas, katanya, bisa diganti dengan bahan lain yang lebih murah.

Ia lalu mengungkapkan bahwa di dalam aturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), tidak ada kewajiban anggota DPRD untuk memakai pin berbahan dasar emas. Grace pun langsung menyinggung anggaran pin emas DKI Jakarta yang mahal.

“Buat kami uang Rp 1 miliar itu banyak. Belum lagi dikalikan di tempat-tempat lain. Saya rasa di tempat lain ada juga kok yang bukan emas. Kalau memang ini adalah sebuah kewajiban yang di standarisasi oleh negara, harusnya semua daerah sama dong,” lanjut dia.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menuding PSI mencari popularitas dari isu pin berbahan emas. Grace mempertegas, irit bukanlah sebuah popularitas.

“Irit kok disebut mencari popularitas. Gimana nih. Kita ngirit kepada uang masyarakat. Ini tanggung jawab kita kepada konstituen masyarakat. Ini bukan pencitraan, bukan juga sekedar gimik. Semua hal bisa dipertanggungjawabkan kepada publik, untuk uang masyarakat, apa dasarnya harus dibelanjakan emas 24 atau 22 karat. Itu (pin emas) tidak terkait produktivitas sama sekali. Kalau bisa di irit, kenapa engga,” pungkas Grace.

Sebelumnya diberitakan, PSI DKI Jakarta telah menolak pin emas anggota DPRD DKI Jakarta. Menurut PSI, pengadaan pin emas untuk para anggota Dewan hanya menghamburkan uang.

“Bahwa PSI menyadari bahwa pin penting sebagai identitas jabatan anggota Dewan. Kami persoalkan adalah biaya ini. Kenapa emas? Kita hitung dari anggaran yang ada berarti pin senilai Rp 5 juta untuk dipakai,” ucap Wakil Ketua DPW PSI DKI Jakarta Rian Ernest saat dihubungi, Selasa (20/8).

 

Yuch

Baca Selengkapnya

BERITA

Kodam Brawijaya Jatuhkan Skorsing untuk Anggotanya yang Terlibat Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua

Oleh

Fakta News
Pengepungan Asrama Papua di Surabaya

Surabaya – Kodam V/Brawijaya memberikan skorsing kepada lima anggotanya atas peristiwa pengepungan asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, pekan lalu.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya Letkol Arm Imam Hariyadi mengatakan, lima anggotanya yang dijatuhi skorsing, salah satunya adalah Danramil 0831/02 Tambaksari Mayor Inf N.H Irianto.

“Skorsing itu namanya pemberhentian sementara, sifatnya temporer. Walaupun sebenarnya itu merupakan sanksi juga ya, jadi hak-hak dia dikurangi juga,” kata Imam dilansir Kompas.com, Minggu (25/8/2019) malam.

Menurut dia, skrosing itu diberikan untuk memudahkan Pomdam V/Brawijaya dalam melakukan penyidikan. Ia menyayangkan tindakan oknum anggota TNI tersebut yang diduga telah melakukan pelanggaran disiplin. Seorang prajurit teritorial, sambung dia, seharusnya bisa menjaga sikap di lapangan.

“Terkait dengan anggota saya, mereka pada saat di lapangan kenapa bisa menampilkan sikap-sikap seperti itu (melontarkan ujaran rasial),” ujar dia.

“Seharusnya, seorang prajurit teritorial, tampilan mereka di lapangan seharusnya menampilkan komunikasi sosial. Tidak emosional, walaupun situasinya seperti itu (memanas),” tutur Imam.

Ia menjelaskan, penyidikan yang dilakukan Pomdam V/Brawijaya terus berjalan. Selain itu, Pomdam juga melengkapi berkas-berkas perkara sehingga kasus tersebut bisa segera dibawa ke persidangan.

Mengenai sanksi yang akan dijatuhkan nanti, akan diputuskan melalui persidangan di peradilan militer.

“Begitu persidangan nanti kan ada putusan. Nanti hasil putusan itulah yang nanti (menentukan hukuman). Dasarnya adalah hasil penyidikan saat ini,” terang Imam.

Selain Danramil Tambaksari Mayor Inf NH Irianto, Imam tidak menjelaskan secara rinci siapa saja 4 anggota TNI lainnya yang diduga ikut melontarkan makian kepada mahasiswa asal Papua tersebut.

Namun, ia memastikan semua yang ada di lapangan sudah diambil keterangannya.

“Saya kurang tahu. Nanti yang lain juga akan didalami apakah hanya saksi atau diduga ikut terlibat (melontarkan kata-kata rasis), yang jelas kalau saya lihat ada satu kelihatan emosi,” kata Imam.

 

Yuch

Baca Selengkapnya