Daerah Jaringan Serat Optik 3.000 Kilometer Dibangun di Jawa Barat

  • Fakta.News - 14 Mei 2018 | 21:22 WIB
Jaringan Serat Optik 3.000 Kilometer Dibangun di Jawa Barat
Ilustrasi jaringan serat optik

Bandung – Pemerintah Jawa Barat dikabarkan akan membangun infrastruktur jaringan telekomunikasi berbasis serat optik terintegrasi dengan kabupaten/kota. Hal ini ditujukan untuk mewujudkan konsep provinsi cerdas sepanjang 3.000 km.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Jabar Telmatika (Jabartel) Aliyas, seusai membuka Workshop Smart City 2018 di Gedung Sate, Bandung.

“Sebagai langkah awal, infrastruktur transmisi berkecepatan tinggi itu akan dibangun sepanjang 3.000 kilometer. Pembangunan tersebut akan mengintegrasikan jaringan serat optik yang telah dibangun di kabupaten/kota di Jabar,” terangnya, Senin (14/5).

Baca Juga:

Ia mengatakan seminar tersebut merupakan langkah awal implementasi keputusan gubernur terkait rencana pembangunan pita lebar atau jaringan serat optik. Melalui jaringan serat optik tersebut, tata kelola pemerintahan dan layanan publik diharapkan semakin meningkat.

Masih kata Aliyas, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jabar, pihaknya diberi amanat mewujudkan Jabar sebagai provinsi cerdas.

Jaringan serat optik, jelasnya, akan dibangun di ruas-ruas jalan provinsi, kemudian diintegrasikan dengan jaringan serat optik yang dibangun pemerintah kabupaten/kota.

“Lewat kerja sama yang dibangun dengan BUMD kabupaten/kota, kami akan mengintegrasikan infrastruktur (serat optik) yang dibangun pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.

Menurut Aliyas, pembangunan dilakukan secara bertahap selama lima tahun mulai Juni 2018. “Sebagai BUMD, kami memiliki keleluasaan untuk mencari investor. Dalam waktu dekat, ada sejumlah investor yang akan membangun infrastruktur ini bersama kami,” ujarnya.

Penting untuk Smart City

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jabar Hening Widyatmoko mengapresiasi pembangunan jaringan serat optik terintegrasi tersebut. Menurutnya, tanpa infrastruktur utama, konsep smart city yang kerap digaungkan pemerintah kabupaten/kota takkan terealisasi optimal.

Pihaknya juga mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk mendukung program tersebut. Para kepala daerah, kata Hening, harus memiliki pemahaman yang sama dalam mewujudkan smart city di kabupaten/kotanya masing-masing.

Hening menambahkan pembangunan jaringan serat optik di kantor-kantor pemerintahan itu pun akan sangat bermanfaat dalam tata kelola pemerintahan.

“Sekarang sudah zaman revolusi industri. Kalau tidak disiapkan akan ketinggalan jauh. Perlu adanya politicall will alokasi anggaran untuk penyiapan infrastruktur, agar smart city bukan hanya omong doang,” katanya.

Novianto

BACA JUGA:

Tulis Komentar