Connect with us

Jaksa Tuntut Pria Pengancam Penggal Jokowi 5 Tahun Penjara

Jakarta – Hermawan Susanto, pria yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat beraksi di depan gedung Bawaslu, dituntut 5 tahun penjara. Hermawan diyakini bersalah karena telah menyerukan pernyataan dengan nada mengancam.

“Menyatakan terdakwa Hermawan Susanto terbukti bersalah melakukan tindak pidana mengharapkan orang lain, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan kejahatan atau memberi bantuan untuk melakukan kejahatan atau memberi kesempatan sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan makar untuk membunuh atau merampas kemerdekaan Presiden,” kata jaksa Permana saat membacakan surat tuntutan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Raya, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Kasus ini bermula saat Hermawan diajak oleh temannya bernama Rian ke depan gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, untuk mengawal laporan dari pihak-pihak Prabowo Subianto–capres saat itu–tentang Pilpres 2019. Jaksa menyebut Hermawan melakukan aksi di depan gedung Bawaslu.

Saat di samping gedung Bawaslu, jaksa mengatakan Hermawan melihat dua perempuan menggunakan kacamata warna hitam yang sedang merekam aktivitas massa. Kemudian Hermawan mendekati dua wanita itu dan langsung melontarkan kata-kata ancaman.

“Dari Poso nih, siap penggal kepala Jokowi, demi Allah, Allahu Akbar, siap penggal kepalanya Jokowi, Jokowi lehernya siap kita penggal dari Poso. Demi Allah,” kata jaksa sambil menirukan ucapan Hermawan saat itu.

“Berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas, penuntut umum berpendapat bahwa terdakwa terbukti dan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana ancaman pidana dalam alternatif kedua sebagaimana Pasal 104 jo Pasal 110 ayat 2,” jelas jaksa.

Hal memberatkan Hermawan, menurut jaksa berbelit-belit dalam memberikan keterangan, mengganggu stabilitas dan keamanan negara, mengganggu ketertiban umum dan dapat membahayakan nyawa seseorang, yaitu presiden RI.

Sedangkan hal meringankan Hermawan, menurut jaksa, ia belum pernah dihukum, menyesal, berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, bersikap sopan di depan persidangan, berusia muda sehingga diharapkan dapat memperbaiki diri, dan memiliki tanggungan keluarga yang diharapkan dapat memperbaiki diri,” kata jaksa.

Atas perbuatan itu, Hermawan diyakini jaksa bersalah melanggar Pasal 104 jo Pasal 110 ayat 2 KUHP.

 

Mujafi

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Achmad Yurianto: Data Kasus Corona Indonesia 2.092 Positif, 191 Meninggal, 150 Orang Dinyatakan Sembuh Per 4 April 2020

Oleh

Fakta News
Jubir Penanganan Corona Achmad Yurianto

Jakarta – Pemerintah memperbarui data peningkatan kasus positif virus Corona terbaru (COVID-19). Total angka kasus positif COVID-19 per 4 April 2020 pukul 15.40 WIB adalah 2.092.

“Pada hari ini kami melakukan pendataan dan merekap kembali seluruh data. Kami masih cukup berprihatin pada hari ini masih terjadi penambahan kasus untuk konfirmasi positif sebanyak 106 kasus, sehingga total menjadi 2.092 kasus konfirmasi positif dengan menggunakan pemeriksaan molekuler,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona Achmad Yurianto dalam siaran langsung kanal YouTube BNPB, Sabtu (4/4/2020).

Pasien sembuh tercatat bertambah 16 orang. Angka kematian juga disebut bertambah 10 orang.

“Kemudian, kita bersyukur bahwa ada 16 saudara kita yang sudah sembuh dengan pemeriksaan negatif dan dua kali pemeriksaan berturut-turut, sehingga bisa dipulangkan. Total menjadi 150 orang. Kita bersyukur bahwa mereka yang sudah sembuh ini kondisinya bagus dan tidak perlu dikhawatirkan lagi untuk menularkan penyakit, bahkan kita yakini yang 150 orang ini telah sembuh dan memiliki imunitas, kekebalan terhadap virus COVID-19. Kita masih berprihatin ada 10 yang meninggal, sehingga total menjadi 191 meninggal,” katanya.

Data Kasus Corona di Indonesia hingga 4 April 2020 pukul 15.40 WIB

Berikut ini pernyataan lengkapnya:

Saudara-saudara, pada sore ini kami akan menyampaikan beberapa hal merupakan kelengkapan dari beberapa permasalahan tadi yang sudah disampaikan oleh para pembicara sebelumnya.

Pertama adalah kita saat ini masih tetap mewaspadai adanya penularan yang terjadi di lingkungan masyarakat yang disebabkan oleh masih adanya kasus positif tanpa keluhan yang berada di tengah-tengah kita. Ini yang kemudian kita kenal dengan terminologi OTG (orang tanpa gejala).

Ini menjadi potensi tinggi terjadinya penularan di tengah masyarakat. Karena pada satu sisi orang tersebut tidak mengalami keluhan apa pun, dan kemudian di sisi lain banyak masyarakat yang masih belum melaksanakan dengan benar ketentuan physical distancing, menjaga jarak.

Oleh karena itu, dari hari ke hari ini menjadi kekhawatiran kita bahwa penularan masih terus terjadi, masih terus berjalan. Oleh karena itu, kami harapkan ini menjadi perhatian kita bersama. Kita jadikan ini adalah titik pangkal untuk pencegahan dan pengendalian penyakit COVID-19 ini.

Tetap tinggal di rumah adalah jawaban yang terbaik. Oleh karena itu, kita harapkan tidak melakukan perjalanan ke mana pun. Bukan hanya masalah pulang ke kampung, tetapi juga melakukan perjalanan ke keluarga yang lain, ke kota lain atau ke tempat lain itu memiliki risiko yang besar untuk terjadinya penularan.

Mari bersama-sama kita pahami bahwa ini adalah kunci keberhasilan kita untuk memutuskan rantai penularannya. Oleh karena itu, kami minta ini menjadi bagian utama kita, di samping membiasakan untuk mencuci tangan dengan baik dengan menggunakan sabun, dengan air yang mengalir paling tidak dalam waktu 20 detik. Kemudian mulai menghentikan kebiasaan baik yang disadari maupun tidak disadari untuk menyentuh wajah, menyentuh hidung, menyentuh mulut, menyentuh mata. Ini adalah rute-rute yang paling klasik untuk infeksi penyakit ini.

Terakhir, mari kita yakini bahwa tetap tinggal di rumah adalah solusi yang terbaik untuk menghindarkan diri dari sebaran penyakit ini.

Saudara-saudara, berikutnya, kami sampaikan bahwa pada hari ini telah kita lakukan pendorongan logistik berupa APD dan masker dari Jakarta menuju ke Batam, Tanjung Pinang, Medan, Banda Aceh. Kemudian Balikpapan, Tarakan, Gorontalo, Manado, dan Palu. Kemudian Pontianak, Palangka Raya, dan Banjarmasin dengan jumlah kisaran antara 5.000-7.000 lembar APD dan masker dengan kisaran antara 20-150 ribu.

Kegiatan-kegiatan ini adalah bukti bahwa pemerintah berkepentingan dan sangat memperhatikan kebutuhan layanan di daerah yang dilaksanakan oleh saudara kita para tenaga kesehatan di semua lini layanan kesehatan. Bukan hanya di rumah sakit umum pemerintah, tapi juga di rumah sakit swasta, di klinik, di puskesmas, yang semuanya memiliki risiko yang sama untuk terpapar penyakit ini. Oleh karena itu, APD menjadi sesuatu yang sangat penting bagi pemerintah, karena inilah upaya kita untuk bisa memberikan layanan terbaik kepada masyarakat yang menderita COVID-19 disertai perlindungan maksimal bagi petugas layanan kesehatannya.

Ini yang akan kita laksanakan terus, dan kami berterima kasih bahwa masih banyak pihak masih terus menerus memberikan bantuan baik diserahkan langsung kepada masyarakat, maupun kepada pemerintah daerah atau melalui gugus tugas di tingkat nasional. Kami menyadari bahwa inilah bentuk toleransi sosial yang menjadi bagian jati diri bangsa Indonesia. Kita akan terus melakukan upaya ini dan kami yakin masyarakat akan bersama kita untuk menghadapi permasalahan COVID-19.

Kemudian yang terakhir, pada hari ini kami melakukan pendataan dan merekap kembali seluruh data. Kita masih cukup berprihatin pada hari ini masih terjadi penambahan kasus untuk konfirmasi positif sebanyak 106 kasus, sehingga total menjadi 2.092 kasus konfirmasi positif dengan menggunakan pemeriksaan molekuler.

Kemudian, kita bersyukur bahwa ada 16 saudara kita yang sudah sembuh dengan pemeriksaan negatif dan 2 kali pemeriksaan berturut-turut, sehingga bisa dipulangkan. Total menjadi 150 orang. Kita bersyukur bahwa mereka yang sudah sembuh ini kondisinya bagus dan tidak perlu dikhawatirkan lagi untuk menularkan penyakit, bahkan kita yakini yang 150 orang ini telah sembuh dan memiliki imunitas, kekebalan terhadap virus COVID-19. Kita masih berprihatin ada 10 yang meninggal, sehingga total menjadi 191 meninggal.

Kami sudah melaksanakan pemeriksaan molekuler dengan PCR pada lebih dari 7.896 orang dan kasus yang kita dapatkan tersebar di 120 kabupaten/kota. Kami melihat bahwa sebaran kasus sekarang muncul akibat pergerakan orang positif tanpa gejala, kasus positif tanpa keluhan apa pun dari kota besar yang kita data memiliki kasus tertinggi sebagai pusat sebaran ke daerah di sekitar ke kota-kota di sekitar. Inilah yang meyakinkan kita bahwa tinggal di rumah adalah jawaban satu-satunya yang paling benar. Tidak melakukan perjalanan ke mana pun, apakah ke kampung, ke rumah saudara, atau ke tempat lain, tidak dilakukan. Karena inilah upaya kita untuk dilakukan.

Saudara-saudara sekalian, harus kita waspadai bahwa ancaman klasik yang muncul pada periode musim pancaroba ini untuk beberapa kota adalah demam berdarah. Oleh karena itu, mari tinggal di rumah, bersihkan lingkungan dari sarang nyamuk. Ini adalah jawaban yang paling tepat, bukan hanya untuk mengendalikan COVID, tapi juga untuk mengantisipasi sebaran penyakit demam berdarah yang secara frekuentif akan muncul pada periode ini.

Kami yakin kita semua bisa. Tinggal di rumah, berantas sarang nyamuk, pasti kita mampu melakukan itu. Dengan bersatu, dengan semangat saling melindungi, lindungi yang sakit, yang sehat, lindungi keluarga kita, lindungi lingkungan kita. Maka kita menjadi bagian yang kokoh dari lindungi bangsa kita. Kita bisa.

Baca Selengkapnya

BERITA

Kabar Duka, Wakil Jaksa Agung Arminsyah Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Tol Jagorawi

Oleh

Fakta News
Wakil Jaksa Agung Arminsyah

Jakarta – Satu orang dikabarkan meninggal dunia dalam peristiwa terbakarnya mobil Nissan GT-R di Ruas Tol Jagorawi KM 13. Korban adalah Wakil Jaksa Agung Arminsyah, yang mengemudikan mobil tersebut.

“Identitas pengemudi atas nama Dr Arminsyah, SH, MSi, Wakil Jaksa Agung,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangan kepada wartawan, Sabtu (4/4/2020).

Jenazah Arminsyah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Selain Arminsyah, di dalam mobil tersebut terdapat penumpang.

Hanya, belum diketahui siapa penumpang tersebut. Penumpang dievakuasi ke RS Bina Husada.

“Satu penumpang dilarikan ke RS Bina Husada,” katanya.

Yusri mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.40 WIB ketika korban sedang melaju di jalan tol dari arah selatan di jalur cepat. Mobil pun menabrak pembatas jalan dan seketika mobil terbakar.

Polisi melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Akibat kecelakaan tersebut, kemacetan terjadi hingga 1 kilometer.

 

(adn)

Baca Selengkapnya

BERITA

Antisipasi Pemudik, Ganjar Perintahkan Kades di Jawa Tengah Siapkan Ruang Isolasi di Wilayahnya

Oleh

Fakta News
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat mengecek tempat isolasi khusus untuk menampung para pemudik di Desa Ngrapah, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Sabtu (4/3/2020) pagi.

Semarang – Kepala desa se-Jawa Tengah diminta bersiap ‘menyambut’ pemudik dengan menyiapkan ruang isolasi. Nantinya perantau yang nekat mudik di masa pandemi Corona ini harus diisolasi 14 hari.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan dirinya memerintahkan hal tersebut kepada para kepala desa lewat WA group dan ternyata sudah ada yang langsung melaksanakan. Ia pagi tadi meninjau di dua lokasi yang sedang melakukan persiapan yaitu Desa Ngrapah Kecamatan Banyubiru dan Desa Bejalen Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang.

“Tadi malam saya komunikasi dengan Kepala Gugus Tugas Covid-19 dan diminta menyiapkan daerah terutama desa untuk membuat tempat khusus sebagai tempat isolasi bagi mereka yang baru pulang dari perantauan. Setelah itu, langsung saya perintahkan kepada seluruh kepala desa melalui WhatsApp group untuk menyediakan. Hari ini saya cek agar desa benar-benar serius melaksaakan ini,” kata Ganjar, Sabtu (4/4/2020).

Ganjar menegaskan kepala desa tidak perlu bangunan baru untuk ruang isolasi, cukup memanfaatkan balai desa atau ruang pertemuan atau tempat lainnya yang sudah ada.

“Nanti kami bantu bagaimana cara mengelolanya. Kami juga sudah minta bantuan TNI/Polri untuk membantu melakukan penjagaan melalui Babinsa dan Babhinkamtibmas di desa-desa,” tandasnya.

Selain persiapan untuk pemudik, Ganjar juga menegaskan agar kepala desa mengawasi kelompok rentan tertular yaitu lansia dan penyandang disabilitas.

“Kalau perlu diisolasi dulu dan tidak boleh bertemu dengan keluarga yang baru pulang dari perantauan. Untuk kebutuhan mereka, desa bisa mencukupi menggunakan anggaran yang ada atau menggerakkan gotong royong masyarakat. Buat lumbung pangan dan gerakkan kembali jimpitan,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Ngrapah, Wargiyati, menjelaskan pihaknya memanfaatkan gedung serbaguna untuk tempat isolasi karena cukup besar dan dekat fasilitas kesehatan.

“Setelah tadi malam diperintah, langsung kami eksekusi pagi ini. Ini cukup besar, bisa menampung ratusan orang,” ujar Wargiyati.

Ia menjelaskan sudah ada 30 perantau yang mudik dan mereka langsung diminta isolasi diri di rumah selama 14 hari. Setelah gedung serbaguna siap maka akan dipindah.

“Setiap pemudik yang datang, langsung didatangi bidan dan Babinsa untuk dilakukan pengecekan. Yang sehat harus isolasi di rumah 14 hari, yang sakit langsung dibawa ke rumah sakit. Nanti setelah gedung ini siap, maka seluruh perantau akan kami isolasi di gedung ini,” katanya.

 

(hels)

Baca Selengkapnya