Connect with us

Ini Faktanya, Soal Saksi PKS yang Disebut Keracunan Sianida

Hatta Zailiyus, Keracunan Sianida, Sakit Lupus

Pekanbaru – Seorang saksi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pekanbaru, Riau, Hatta Zailiyus, yang disebut-sebut keracunan sianida, padahal setelah dicek Hatta menderita sakit Lupus.

Namun berita negatif soal sakitnya Hatta, sebelumnya sudah beredar luas dan sengaja diedarkan di medsos. Hatta saksi PKS di Pekanbaru, Riau itu, dalam pemberitaannya di medsos, disebutkan, terpaksa dilarikan ke rumah sakit usai Pemilu 2019. Saksi yang bernama Hatta Zailiyus ini sempat menjadi saksi pemungutan suara di Bina Widya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Usai pemilu, Hatta dirujuk ke RSUD Arifin Achmad (AA) Pekanbaru karena sakit. Kabar sakitnya Hatta, viral di media sosial. Muncul narasi negatif yang disebarluaskan oleh warganet soal penyebab sakitnya Hatta.

Unggahan yang beredar luas di medsos itu, berupa video kondisi Hatta saat dirawat di rumah sakit. Dalam video berdurasi 37 detik yang viral itu, Hatta tampak terbaring dan meronta. Sementara kedua tangannya diikat ke ranjang.

Penyebar video juga menyertakan keterangan, bahwa saksi PKS tersebut bernama Hatta. “Hatta mulai sakit kurang lebih 7 hari habis pemilu. Mulai gelisah, gak bisa tidur, sama banyak bicara yang aneh. Kemaren malam udah coba di rukyah sekali, tapi belum ada perubahan,” bunyi keterangan pada video itu.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Per 9 Mei 2021, Kemenlu Catat Telah Ada 4.538 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Oleh

Fakta News

Jakarta – Jumlah warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang terpapar Covid-19 masih bertambah, hingga Minggu (9/5/2021) pukul 08.00 WIB pagi. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mencatat, ada penambahan 8 WNI di luar negeri yang terkonfirmasi Covid-19 dalam 24 jam.

Adapun 7 WNI dinyatakan positif Covid-19 di Korea Selatan, sementara 1 WNI di Mesir.

“Tambahan WNI terkonfirmasi COVID19 di Mesir dan Korea Selatan, sembuh di India, Mesir, dan Korea Selatan,” dikutip dari akun Twitter resmi Kemenlu, @Kemlu_RI, Sabtu.

Sementara itu, jumlah WNI di luar negeri yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 bertambah 10 orang terdiri dari 8 orang di India, 1 orang di Mesir, dan 1 orang di Korea Selatan.

Dengan penambahan tersebut, ada 4.538 WNI yang terpapar Covid-19 di mana 3.587 WNI dinyatakan sembuh, 189 meninggal dunia, dan 762 orang masih dalam perawatan.

Berikut data sebaran 4.538 WNI yang terkonfirmasi Covid-19 di luar negeri hingga 9 Mei 2021:

1. Albania: 2 WNI (sembuh)

2. Arab Saudi: 270 WNI (89 sembuh, 80 stabil, 101 meninggal)

3. Aljazair: 12 WNI (sembuh)

4. Amerika Serikat: 201 WNI (149 sembuh, 26 stabli, 26 meninggal)

5. Argentina: 2 WNI (stabil)

6. Australia: 12 WNI (10 sembuh, 2 stabil)

7. Austria: 3 WNI (2 sembuh, 1 stabil)

8. Azerbaijan: 19 WNI (17 sembuh, 2 stabil)

9. Bahamas: 1 WNI (sembuh)

10. Bahrain: 50 WNI (44 sembuh, 3 stabil, 2 meninggal)

11. Bangladesh: 16 WNI (14 sembuh, 2 stabil)

12. Belanda: 68 WNI (53 sembuh, 10 stabil, 5 meninggal)

13. Belgia: 21 WNI (21 sembuh)

14. Bosnia dan Herzegovina: 6 WNI (sembuh)

15. Brunei Darussalam: 8 WNI (7 sembuh, 1 stabil)

16. Bulgaria: 7 WNI (6 sembuh, 1 stabil)

17. Ceko: 8 WNI (2 sembuh, 6 stabil)

18. Chile: 3 WNI (2 sembuh, 1 stabil)

19. Denmark: 5 WNI (2 sembuh, 3 stabil)

20. Ekuador: 2 WNI (sembuh)

21. Filipina: 33 WNI (sembuh)

22. Ethiopia: 9 WNI (6 sembuh, 3 stabil)

23. Finlandia: 22 WNI (sembuh)

24. Ghana: 1 WNI (meninggal)

25. Hongaria: 22 WNI (21 sembuh, 1 stabil)

26. India: 123 WNI (102 sembuh, 20 stabil, 1 meninggal)

27. Inggris: 119 WNI (108 sembuh, 5 stabil, 6 meninggal)

28. Irak: 15 WNI (13 sembuh, 1 stabil, 1 meninggal)

29. Iran: 1 WNI (sembuh)

30. Irlandia: 2 WNI (sembuh)

31. Italia: 30 WNI (29 sembuh, 1 stabil)

32. Jepang: 35 WNI (4 sembuh, 31 stabil)

33. Jerman: 36 WNI (11 sembuh, 22 stabil, 3 meninggal)

34. Kamboja: 19 WNI (16 sembuh, 3 stabil)

35. Kanada: 11 WNI (7 sembuh, 4 stabil)

36. Kazakhstan: 19 WNI (5 sembuh, 14 stabil)

37. Korea Selatan: 269 WNI (246 sembuh, 23 stabil)

38. Kuba: 2 WNI (1 sembuh, 1 stabil)

39. Kuwait: 251 WNI (235 sembuh, 8 stabil, 8 meninggal)

40. Lebanon: 1 WNI (stabil)

41. Libya: 1 WNI (meninggal)

42. Madagaskar: 4 WNI (stabil)

43. Malaysia: 168 WNI (52 sembuh, 114 stabil, 2 meninggal)

44. Maladewa: 27 WNI (25 sembuh, 1 stabil, 1 meninggal)

45. Meksiko: 3 WNI (sembuh)

46. Mesir: 56 WNI (49 sembuh, 4 stabil, 3 meninggal)

47. Makedonia Utara: 2 WNI (sembuh)

48. Mozambik: 3 WNI (2 sembuh, 1 stabil)

49. Myanmar: 2 WNI (sembuh)

50. Namibia: 1 WNI (sembuh)

51. Nigeria: 2 WNI (sembuh)

52. Oman: 20 WNI (2 sembuh, 18 stabil)

53. Norwegia: 4 WNI (sembuh)

54. Pakistan: 37 WNI (33 sembuh, 4 stabil)

55. UEA: 113 WNI (106 sembuh, 1 stabil, 6 meninggal)

56. Panama: 4 WNI (sembuh)

57. Papua Nugini: 3 WNI (stabil)

58. Peru: 16 WNI (12 sembuh, 2 stabil, 2 meninggal)

59. Polandia: 2 WNI (sembuh)

60. Portugal: 15 WNI (stabil)

61. Prancis: 12 WNI (8 sembuh, 4 stabil)

62. Qatar: 383 WNI (354 sembuh, 28 stabil, 1 meninggal)

63. RRT (China) : 2 WNI (1 sembuh, 1 stabil)

64. RRT (Makau): 3 WNI (sembuh)

65. RRT (Hong Kong): 298 WNI (292 sembuh, 6 stabil)

66. Rusia: 35 WNI (34 sembuh, 1 stabil)

67. Rumania: 12 WNI (sembuh)

68. Singapura: 739 WNI (693 sembuh, 44 stabil, 2 meninggal)

69. Slovenia: 2 WNI (sembuh)

70. Serbia: 2 WNI (stabil)

71. Siprus: 1 WNI (sembuh)

72. Spanyol: 34 WNI (33 sembuh, 1 meninggal)

73. Sri Lanka: 5 WNI (4 sembuh, 1 stabil)

74. Sudan: 22 WNI (21 sembuh, 1 meninggal)

75. Suriah: 37 WNI (35 sembuh, 2 stabil)

76. Swedia: 1 WNI (stabil)

77. Suriname: 3 WNI (sembuh)

78. Swiss: 9 WNI (stabil)

79. Taiwan: 213 WNI (101 sembuh, 112 stabil)

80. Thailand: 12 WNI (9 sembuh, 3 stabil)

81. Timor Leste: 11 WNI (stabil)

82. Tunisia: 14 WNI (stabil)

83. Turki: 133 WNI (90 sembuh, 39 stabil, 4 meninggal)

84. Uzbekistan: 19 WNI (18 sembuh, 1 meninggal)

85. Vatikan: 53 WNI (33 sembuh, 20 stabil)

86. Vietnam: 1 WNI (stabil)

87. Jordania: 72 WNI (63 sembuh, 6 stabil, 3 meninggal)

88. Kapal pesiar: 201 WNI (182 sembuh, 12 stabil, 7 meninggal)

Baca Selengkapnya

BERITA

PP Muhammadiyah: 1 Syawal Jatuh Pada 13 Mei 2021

Oleh

Fakta News

Jakarta – PP Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1442 jatuh pada tanggal 13 Mei 2021. Hasil itu berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Hal itu tertuang dalam Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2021. Maklumat ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir pada tanggal 26 Januari 2021.

Pada maklumat itu dijelaskan bahwa ijtimak jelang Syawal 1442 terjadi pada Rabu, 12 Mei sekitar pukul 02.03.03 WIB.

Tinggi bulan pada saat terbenam matahari di Yogyakarta hilal sudah wujud serta di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam matahari itu bulan berada di atas ufuk.

“1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis Wage, 13 Mei 2021 M,” kata maklumat yang diterima redaksi, Minggu (9/5/2021).

“Demikian maklumat ini disampaikan agar menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah Nya kepada kita,” sambungnya.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penentuan awal bulan Syawal 1442 Hijriah pada Selasa, 11 Mei 2021. Sidang isbat tersebut digelar pada hari ke-29 Ramadhan.

“Isbat awal Syawal digelar 11 Mei 2021 atau 29 Ramadhan 1442 H secara daring dan luring,” ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, dalam keterangan tertulis, Rabu (5/5/2021).

Kamaruddin mengatakan sidang isbat penentuan awal Idul Fitri itu akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Menurutnya, sidang isbat hanya akan dihadiri fisik secara terbatas.

“Sesuai protokol kesehatan, undangan untuk menghadiri sidang dibatasi, hanya dihadiri Menag dan Wamenag, Majelis Ulama Indonesia, Komisi VIII DPR, serta sejumlah Dubes negara sahabat dan perwakilan ormas,” ucapnya.

Baca Selengkapnya

BERITA

100 Hari Kapolri, 419 Konten Medsos Ditegur Terkait Hate Speech

Oleh

Fakta News
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Jakarta – Sebanyak 419 konten di akun media sosial (medsos) ditegur dalam kurun waktu 100 hari kerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ratusan konten akun itu ditegur lewat Virtual Police, program yang digagas Sigit dengan sasaran akun-akun yang dinilai melakukan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), seperti memuat konten ujaran kebencian dan SARA.

“419 akun yang ditegur, sebanyak 274 di antaranya dinyatakan lolos verifikasi,” kata Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/5/2021).

Maksud dari lolos verifikasi adalah konten tersebut dinilai memenuhi unsur ujaran kebencian berdasarkan SARA. Jumlah konten akun medsos yang ditegur itu direkapitulasi dari 23 Februari sampai 3 Mei 2021.

Slamet juga menyebut 98 konten yang tidak lolos verifikasi. Sementara itu, untuk 47 konten lainnya masih dalam proses verifikasi.

Virtual Police dibuat Sigit untuk merespons arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar polisi berhati-hati dalam menerapkan pasal-pasal UU ITE dan arahan agar penegakan hukum mengedepankan restorative justice.

Baca Selengkapnya