Connect with us

Gelar Operasi Yustisi di Jateng, Ganjar Minta Petugas Lakukan Tindak Tegas dengan Edukasi Melekat

Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memimpin apel Operasi Gabungan Penegakan Yustisi Protokol Kesehatan COVID-19 di wilayah Kota Semarang, Rabu (16/9). Hadir dalam apel tersebut Wakil Gubernur Taj Yasin, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi, serta Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Ganjar mengatakan Kota Semarang merupakan satu di antara tujuh daerah di Jawa Tengah yang angka kasus COVID-19-nya masih tinggi.

“Semarang masih tertinggi, tetapi dua minggu ini pergerakannya sudah sangat bagus,” katanya.

Ia meminta para petugas yang akan turun dalam operasi yustisi protokol kesehatan itu untuk melakukan tindakan tegas tanpa ragu.

“Lakukan tindakan tegas, tetapi edukasi tetap melekat,” katanya.

Ganjar Pranowo juga meminta berbagai kalangan jangan menjadikan tenaga medis sebagai “tentara” terdepan dalam menghadapi penyebaran virus corona jenis baru (COVID-19). Ia menyebut tenaga medis pertahanan terakhir dalam menghadapi pandemi virus corona jenis baru tersebut.

“Kita yang akan melawannya dengan menjaga ketertiban, menjalankan protokol kesehatan,” kata dia saat memimpin apel Operasi Gabungan Penegakan Yustisi Protokol Kesehatan COVID-19 di wilayah Kota Semarang di Semarang, Rabu (16/9).

Di Jawa Tengah, kata dia, terdapat 18.389 kasus positif COVID-19, di mana jumlah meninggal dunia mencapai 1.701 orang.

“Kondisi ini butuh didukung masyarakat (untuk menghadapi pandemi, red.). Ayo tertib,” kata Ganjar Pranowo.

Upaya mencegah penyebaran COVID-19, kata dia, butuh dukungan masyarakat. Ia menilai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak, tidak sulit dilakukan.

Kepada para petugas yang melaksanakan penegakan yustisi protokol kesehatan, ia meminta mereka bertindak tegas tanpa ragu, namun tetap selalu memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Selamat bertugas, jaga kesehatan diri, jangan pernah lepas masker,” kata dia kepada petugas gabungan Satpol PP, kepolisian, dan TNI yang akan bertugas.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Kasus Covid-19 Per 19 September: 240.687 Positif, 174.350 sembuh, dan 9.448 Meninggal

Oleh

Fakta News

Jakarta – Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19, tetapi jumlah kasusnya masih terus bertambah hingga hari ini, Sabtu (19/9/2020). Pemerintah menyatakan bahwa penularan virus corona masih terjadi, sehingga terjadi penambahan pasien Covid-19 dalam jumlah cukup tinggi.

Berdasarkan data hingga Sabtu ini pukul 12.00 WIB, terdapat 4.168 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Hal itu menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 240.687 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Informasi ini diungkap Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui data yang disampaikan kepada wartawan pada Sabtu sore. Data juga dapat diakses di situs covid19.go.id atau laman Kementerian Kesehatan yang diperbarui setiap sore.

Jumlah kasus Covid-19 memang terus meningkat, tetapi pemerintah berusaha memberi harapan dengan memperlihatkan banyaknya pasien yang sembuh.

Dalam sehari, tercatat ada penambahan 3.576 pasien Covid-19 yang sembuh dan tidak lagi terinfeksi virus corona. Dengan demikian, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh mencapai 174.350 orang.

Akan tetapi, kabar duka masih melanda Indonesia dengan adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Pada periode 18 – 19 September 2020, ada 112 pasien Covid-19 yang tutup usia.

Dengan begitu, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia kini mencapai 9.448 orang.

Baca Selengkapnya

BERITA

Setelah Ketua KPU, Kini Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi yang Dinyatakan Positif Covid-19

Oleh

Fakta News
Sidang MK, KPU
Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi

Jakarta – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi mengumumkan bahwa dia terkonfirmasi positif Covid-19. Pengumuman itu dia sampaikan dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (19/9/2020).

“Teman-teman yang baik, saya ingin mengabarkan bahwa berdasarkan tes swab pada Jumat (18/9/2020) yang hasilnya saya dapatkan Sabtu siang, saya dinyatakan positif terpapar Covid-19,” kata Pramono.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisinya baik-baik saja. Pramono mengaku tidak mengalami gejala sakit.

Pramono mengatakan, sejak Jumat pagi, ia melaksanakan isolasi mandiri di rumah dinas di Kompleks KPU yang berada Jl Siaga Raya, Jakarta Selatan.

Sementara itu, keluarganya tinggal di rumah pribadi di Tangerang. Pramono juga mengatakan, tugas sebagai Komisioner KPU tetap dilaksanakan dari rumah dinas.

Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman mengumumkan bahwa dirinya terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itu diketahui usai Arief menjalani tes PCR atau swab test pada Kamis (17/9/2020) sebagai syarat menghadiri rapat di Istana Bogor.

Sementara itu, sebelum Arief, Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik juga dinyatakan positif Covid-19 pada 9 September 2020.

Dengan demikian, Pramono menjadi anggota KPU ketiga yang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Baca Selengkapnya

BERITA

Rektor IPB Dinyatakan Positif Covid-19, Masa Pembatasan Kampus Diperketat dan Diperpanjang 2 Minggu

Oleh

Fakta News

Kabupaten Bogor – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria dinyatakan positif terjangkit virus corona atau Covid-19. Hal itu disampaikan langsung oleh Arif Satria setelah melakukan pemeriksaan swab pada Jumat (18/9/2020).

“Atas inisiatif saya sendiri, saya melakukan test swab dan ternyata hasilnya dinyatakan positif (Covid-19),” kata Arif melalui keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2020).

Arif menjelaskan, meskipun dinyatakan positif, saat ini dirinya dalam kondisi fisik yang baik. Arif juga bisa tetap beraktivitas dan melaksanakan tanggung jawab selaku rektor melalui koordinasi secara virtual.

“Saya akan melaksanakan protokol kesehatan untuk isolasi mandiri sampai dengan dinyatakan sembuh,” ujar dia.

Arif berharap, seluruh civitas akademika dan tenaga kependidikan IPB dalam keadaan sehat meski sedang melaksanakan agenda yang padat.

Arif berharap agar semuanya menjaga kesehatan pribadi maupun keluarga dan kampus IPB dapat tetap kondusif dengan menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan.

“Mohon doanya, semoga Allah memberi karunia kesehatan, dan saya pun mendoakan agar kita semua senantiasa dianugerahi kesehatan, sehingga kita bisa terus beraktivitas, berinovasi dan saling menginspirasi,” kata dia.

Arif mengatakan, atas kejadian ini dirinya memutuskan untuk memperpanjang dan memperketat masa pembatasan masuk kampus, terhitung 14 hari sejak hari ini.

“Sebagai ikhtiar kita telah mengikuti imbauan Gubernur Jawa Barat, Wali Kota dan Bupati Bogor dengan menerapkan kembali pembatasan masuk kampus IPB,” kata dia.

“Saya mengerti dan memahami bahwa hal ini sangat berat bagi kita semua, dan untuk itu saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujar Arif.

Baca Selengkapnya