Connect with us
Ermawan Wibisono, Koordinator Wilayah Jawa Timur KAPT Serukan Gotong Royong

Elit Jangan Ambil Momentum Politik Saat Pandemi

Koordinator Komunitas Alumni Perguruan Tinggi Jawa Timur (KAPT Jatim)

Jakarta – Beberapa waktu belakangan ini terjadi perdebatan di publik yang dipicu oleh statement Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat (PD), Edhie Baskoro Yudhono atau disapa akrab Ibas tentang Pemerintah Indonesia diminta untuk mengibarkan bendera putih tanda menyerah dan menyatakan ‘Failed Nation’.

Koordinator Komunitas Alumni Perguruan Tinggi Jawa Timur (KAPT Jatim), Ermawan Wibisono, angkat bicara sehubungan dengan statement Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (Ibas Yudhoyono) yang menilai pemerintah gagal dalam menangani pandemi Covid-19

Ermawan menjelaskan bahwa Failed Nation atau Negara gagal adalah negara yang dianggap gagal memenuhi persyaratan dan tanggung jawab dasar suatu pemerintahan berdaulat. Tidak ada kesepakatan umum tentang definisi negara gagal. Definisi negara gagal menurut beberapa literaturv sering digunakan untuk mencap suatu negara yang memiliki ciri-ciri berikut:

  • Kehilangan kontrol atas wilayahnya sendiri, atau monopoli pengerahan pasukan fisik sah di wilayahnya.
  • Tergerusnya kewenangan yang sah dalam pembuatan keputusan bersama.
  • Tidak mampu menyediakan layanan publik.
  • Tidak mampu berinteraksi dengan negara lain sebagai anggota penuh komunitas internasional.

Masih menurut Ermawan, Ibas harusnya punya informasi bagaimana pandemi ini menghancurleburkan paradigma lama, tidak satu negarapun yang siap menghadapinya dan sebagai anggota DPR, sudah selayaknya Ibas tahu apa yang sedang dilakukan pemerintah sekaligus sebagai pimpinan partai beliau bisa memberikan masukan yang konstruktif, bukan hanya sekedar menyalahkan apalagi gampang menyerah.

“Sangat disayangkan, seorang Politikus Demokrat ternama, anggota DPR dan anak dari mantan Presiden SBY (Ibas -red) memberikan pernyataan publik seperti itu, penilaian Negara Gagal ini terlalu jauh dari kenyataan, apalagi pandemi ini sesuatu yang baru yang kita hadapi dalam generasi kita ini, ini bencana global, seluruh dunia sedang perang melawan pandemi ini. Sebagai anggota DPR dia bisa memberi usulan yang konstruktif, jangan malah banyak mengeluh dan mudah. menyerah. Sayang masih muda pemimpin partai besar terkesan punya mental gampang menyerah.” ujar Ermawan.

“Kita sebagai Bangsa Indonesia, bangsa pejuang dengan jiwa gotong royong yang sudah mengajkar sejak nenek moyang kita. sudah seharusnya kita bahu-membahu melawan pandemi Covid-19 ini, lupakan pertentangan politik, mari bersama-sama mengatadi krisis dampak pandemi ini. Tidak melihat partai atau dukungan politik, korbannya semua golongan, mau kaya atau miskin, mau pendukung pemerintah atau oposisi. Disaat-saat seperti ini pernyataan-pernyataan para elit itu tolonglah yang bisa membangkitkan rasa solidaritas, gotong royong, silahkan kritik namun konstrutif.” lanjut Ermawan.

Menurutnya, Ibas dan siapapun itu tentunya harus membantu bangsa Indonesia keluar dari pandemi. Ermawan meminta Ibas jangan mengambil momentum politik di tengah kesempitan ini.

“Ibas jangan merasa senang dengan cuitannya di tengah pagebluk ini. Ini hanya usaha memanfaatkan momentum politik saja. Seharusnya kita semua tetap fokus penanganan Covid-19, jangan ambil kesempatan politik di tengah pandemi,” tegas Ermawan Wibisono

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Menyikapi Dinamika Situasi Terkini, Ini Arahan Wakil Ketua Umum SEKNAS JOKOWI

Oleh

Fakta News

Redaksi www.fakta.news menerima rilis dari DPN Seknas Jokowi, berupa tujuh poin arahan dari Wakil Ketua Umum nya, Rambun Tjajo, S.H., bagi seluruh kader Seknas Jokowi, dalam menghadapi dinamika situasi yang ada.

Tujuh Poin arahan tersebut seperti dibawah ini:

Pertama, untuk seluruh kader SEKNAS JOKOWI baik DPW,DPD dan Anggota maupun simpatisan dapat mensosialisasikan program pemerintah terkait vaksinasi nasional.

Kedua, kepada seluruh pengurus DPW dan DPD untuk dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerahh dan organisasi pendukung pemerintah terkait program vaksinasi tersebut.

Ketiga, mendorong kembali semangat Gotong Royong antar kader, anggota serta simpatisan diberbagai daerah dalam menghadapi situasi pandemic covid19 ini.

Keempat, agar seluruh kader SEKNAS JOKOWI dapat mencermati perkembangan situasi internal maupun eksternal organisasi dengan cermat dan tidak terprovokasi.

Kelima, kepada seluruh kader untuk dapat mematuhi keputusan organisasi yang telah rumuskan oleh Tim Careteker yang dipimpin oleh saudara Helmy Fauzi dalam kerja-kerja organisasi menuju kongres.

Keenam, tidak melakukan tindakan inskonstitusional serta provokasi dikanal sosial media yang sifatnya memancing polemik dalam organisasi.

Ketujuh, tetap mejaga Semangat persatuan antar kader SEKNAS JOKOWI dengan saling berkomunikasi satu sama lain, baik di tinggat DPN, DPW maupun DPD.

Demikian arahan ini saya sampaikan untuk dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Terima kasih.

Jakarta, 23 Juli 2021

Wakil Ketua Umum

RAMBUN TJAJO

Baca Selengkapnya

BERITA

Pandemi Covid-19, IA-ITB Dukung Konsep Ekonomi Sirkular

Oleh

Fakta News

 

Jakarta – Ikatan Alumni ITB (IA-ITB) akan terus mendorong berbagai upaya transisi dan transformasi ekonomi, dari ekonomi linear ke ekonomi sirkular. IA-ITB percaya, konsep ekonomi sirkular akan mengubah banyak kota di Indonesia menjadi kota dengan masyarakat yang adil dan makmur.

Ketua Umum IA-ITB, Gembong Primadjaja, menyampaikan optimisme itu dalam kata sambutannya pada webinar Indonesia Circular Economy Forum (ICEF), di Jakarta, Kamis, 22/07/21.

“Konsep sirkular ekonomi menjadi pusat upaya untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang dibarengi dengan efisiensi sumber daya dan kelestarian lingkungan hidup,” kata Gembong.

IA-ITB sebagai himpunan para alumni dari perguruan tinggi tertua di Indonesia, ujar Gembong, sangat mendukung berbagai upaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga lingkungan.

“Konsep ekonomi sirkular yang bisa diterapkan pada suatu kota, memerlukan kerja sama antara warga, pelaku bisnis, pemerintah, dan komunitas penelitian. IA-ITB memiliki kemampuan di semua sektor tersebut, karena banyak alumni ITB yang berkiprah di keempat sektor ini. Jadi, IA-ITB ingin ikut terlibat aktif sebagai penggerak perubahan,” tutur Gembong, alumni Teknik Mesin ITB angkatan 1986.

Gembong meyakini, masa depan bisnis harus dilakukan melalui pendekatan holistik. Bisnis tidak melulu berfokus pada pertumbuhan, namun juga harus mampu melindungi lingkungan dan membantu ekosistem untuk tumbuh dan berkembang.

“Kita dapat memilih bagaimana teknologi mampu mengambil peran dalam konsep ekonomi sirkular. Kita juga bisa lebih bijaksana memutuskan bahwa perubahan memang harus dilakukan. IA-ITB amat berharap, ICEF bisa menghasilkan panduan terbaik untuk mewujudkan ekonomi sirkular,” ucap Gembong.

Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, Gembong melihat konsep sirkular ekonomi justru bisa menjadi salah satu alternatif menciptakan ketahanan ekonomi, dengan tetap memperhatikan keselamatan lingkungan.

Keyakinan Gembong ini sesuai dengan tema yang diusung ICEF, yakni “Towards Smart & Sustainable Cities Through Circular Economy: Building Resilience During COVID-19 Recovery”. ICEF sudah berlangsung selama empat tahun, dipelopori oleh Greenaration Foundation. Pada kegiatan tahun keempatnya ini, ICEF menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri.

***

Narahubung:
Zaumi Sirad, Kepala Humas dan Publikasi IA-ITB
[email protected]

Baca Selengkapnya

BERITA

Sinergi Rekind dan 3 BUMN Konstruksi, Bidik Proyek EPC Strategis

Oleh

Fakta News

Jakarta – PT Rekayasa Industri (Rekind) bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, sepakat meningkatkan sinergi. ‘Bidikannya’ mengarah pada terselenggaranya proyek-proyek strategis di bidang EPC di tanah air, terutama untuk sektor industrial plants.

Wujud sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama yang diwakili Alex Dharma Balen – Direktur Utama Rekind, Agung Budi Waskito – Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Entus Asnawi Mukhson – Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan Novel Arsyad – Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Kegiatan yang dilakukan secara online, pada Rabu (21/7) itu disaksikan langsung oleh Wakil Menteri I BUMN Pahala N. Mansury, Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk Kementerian BUMN Zuryati Simbolon dan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Ahmad Bakir Pasaman.

“Ini merupakan bentuk kerjasama dengan prinsip B to B (business to business) bidang EPC, terutama untuk memastikan terselenggaranya proyek-proyek strategis, seperti halnya pengembangan dan pembangunan kilang-kilang, baik itu kilang refinery, petrokimia, fasilitas pengolahan, power plant, gasifikasi hingga pengerjaan proyek di luar negeri,” tegas Pahala N. Mansury dalam sambutannya.

Kerjasama ini juga diharapkan mampu menjadi nilai tambah bagi semua pihak dan memastikan terselenggaranya pembangunan proyek-proyek strategis tersebut dengan kualitas yang baik, efisien dan mampu memenuhi timeline yang tepat.

Biaya, mutu dan waktu merupakan pertimbangan penting. Bahkan Presiden RI dalam arahannya selalu menekankan pentingnya BUMN sebagai salah satu pendorong peningkatan investasi di Indonesia. Salah satu peluang yang memungkinkan untuk meningkatkan investasi adalah melalui pembangunan proyek-proyek strategis.

“Kita berharap, dengan berjalannya proyek-proyek strategis tersebut juga akan mendorong dan mengakselerasi perkembangan perekonomian di Indonesia, terutama mengantisipasi pandemi Covid 19,” tambahnya.

Pahala N. Mansury memastikan prinsip kerjasama antarperusahaan tersebut mengutamakan prinsip-prinsip GCG (Good Corporate Governance). “Kementerian BUMN menjamin tidak adanya intervensi atau mengedepankan satu pihak dibandingkan pihak lainnya. Semua berdasarkan proses terbuka, kompetitif dan transparan. Kerjasama ini juga mengacu pada Budaya kerja AKHLAK sebagai upaya meningkatkan nilai dan daya saing BUMN karya dan Rekind,” ujarnya.

Baca Selengkapnya