Connect with us
Dwi Handoko Pawiro

Menyulap Pantai Serang Jadi Ladang Penghasilan Warga

Dwi Handoko Pawiro hidupkan pantai serang
Dwi Handoko Pawiro

Dwi Handoko Pawiro adalah Kepala Desa (Kades) Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar. Meski menjadi kader partai ternama, ia menolak maju ke panggung politik. Dirinya pun lebih memilih membangun kampung kelahirannya.

Handoko, sapaannya, menjabat sebagai kades di sejak 2014. Namanya mencuat dikenal ketika dalam waktu singkat dirinya telah menelurkan banyak inovasi.

Sebut saja seperti kerja samanya dengan Perhutani untuk mengelola lokasi wisata Pantai Serang. Kini, di sana menjadi tempat konservasi tukik dan mengembangkan peternakan kambing dari anggaran dana desa.

Memang dalam benaknya, bagaimana caranya bisa memperbaiki potensi luar biasa dari destinasi wisata yang ada di desanya. Pantai Serang bagi warga pun sudah menjadi bagian dari hidup.

Baca Juga:

Tapi itu sekarang. Sebelumnya Pantai Serang tak dimaksimalkan seperti saat ini. Bahkan cenderung disia-siakan.

“Saya niatkan hati untuk mengabdi pada tanah kelahiran saya. Hidup ini hanya sekali. Minimal kita harus bermanfaat untuk tanah kelahiran kita,” katanya, seperti dilansir dari Detik.

Dari niat itu, Dwi Handoko Pawiro melahirkan gagasan. Ia melihat 80 persen warganya menggantungkan hidup dari berladang di sawah tadah hujan. Artinya, jika musim kering datang, warga jadi puasa.

Di masa itu, warga pun banyak yang menjadikan gaplek atau ketela yang dikeringkan menjadi bahan pangan utama. Beberapa lainnya memilih pergi sementara menjadi TKI.

Ia menangkap warga yang menjadi nelayan hanya sedikit. Padahal desanya itu dekat dengan pantai.

“Hanya 70 KK dari sebanyak 1.500 KK yang ada. Selebihnya ya nggarap ladang. Kami punya lahan ladang seluas 772 hektare,” paparnya.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Kembali Yakinkan Koalisi, PAN: Kami Ingin Bergabung dan Tulus Bantu Pemerintahan Jokowi

Oleh

Fakta News
Waketum PAN Bara Hasibuan

Jakarta – Waketum PAN Bara Hasibuan menegaskan pernyataan sang ketua umum, Zulkifli Hasan, yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) tanpa syarat. Ia mengatakan PAN tulus ingin kembali membantu Jokowi di periode kedua.

“Kami betul-betul ingin bergabung untuk membantu pemerintahan Jokowi, kami tulus membantu menjawab berbagai tantangan yang Indonesia hadapi sekarang serta melaksanakan janji kampanye (Jokowi),” kata Bara di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Bara menyebut saat ini arah politik PAN memang cenderung ingin bergabung dengan pemerintahan Jokowi. Menurut dia, pernyataan Zulkifli cukup jelas menggambarkan niat PAN, meskipun saat ini belum diputuskan secara resmi.

“Memang arahnya ke sana dan saya rasa statement Pak Zul sudah clear. Pemerintahan ini bagus dan akan kita dukung tanpa syarat apa-apa, saya kira ini ada intensi PAN ke Jokowi,” ujar dia.

Kendati demikian, Bara menegaskan PAN tidak memaksakan diri. PAN, kata dia, memahami kewenangan Jokowi sebagai presiden dalam menentukan komposisi pemerintahannya.

“Itu hak presiden jika misal pemerintahan lebih kuat jika partai-partai lain bergabung. Tapi kalau dianggap tidak butuh, itu juga haknya. Jadi kami sadar dengan kenyataan tersebut. Jadi kami tidak mengajukan conditions apa-apa,” ucap Bara.

Baca Selengkapnya

BERITA

Incar Kursi Ketua MPR, PDIP: Demokrat Harus Yakinkan Parpol Pendukung, Bukan Ungkit Masa Lalu

Oleh

Fakta News
Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari

Jakarta – Partai Demokrat (PD) menjadikan nostalgia kemesraan dengan PDIP di parlemen 2009 sebagai salah satu ‘modal’ dalam mengincar kursi Ketua MPR 2019-2024. PDIP menyatakan modal nostalgia kemesraan saja tak akan membantu Demokrat untuk menggapai keinginan tersebut.

“Kalau mau diingat konteks kemesraan PDIP dan PD, pada waktu itu PDIP sih karena berada di posisi kedua terbesar ya pada saat itu, sehingga ketika meminta dukungan PD pun sudah sepantasnya karena kita juga cukup kuat,” kata Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari, Senin (22/7/2019) malam.

Eva mengatakan PD saat ini harus bisa meyakinkan semua partai mendukung mereka menjabat ketua MPR. “Tapi kuncinya pada saat ini adalah bagaimana PD meyakinkan semua partai-partai untuk mau mendukung PD sebagai ketua. Dan bukan hanya parpol-parpol, tapi juga DPD,” ucap Eva.

Eva lalu berbicara soal kiprah Taufik Kiemas. Menurutnya, selain punya modal di partai, PDIP bisa menjabat ketua MPR karena sosok Taufik Kiemas yang kompeten.

“Nah pada saat Pak Taufik dulu upaya keras dilakukan. Selain modalnya kuat karena menjadi terbesar kedua pada saat itu di bawah PD, maka DPD juga mendukung beliau, Pak TK. Jadi lebih kepada partai dan figur ya,” tutur Eva.

Eva berharap PD bisa membuktikan memiliki kader kompeten untuk posisi ketua MPR. Dia mengatakan modal kemesraan masa lalu saja tak bakal cukup mengantarkan Demokrat mendapatkan kursi ketua MPR.

“Jadi mungkin kesempatannya di temen PD sekarang juga mengajukan figur yang tepat karena misalkan di PKB Cak Imin sendiri yang mungkin maju. Jadi tidak cukup hanya mengandalkan modal masa lalu, tapi juga figur yang kuat. Dan Pak TK dikenal sebagai figur yang diterima semua parpol karena pribadi beliau dekat dengan ketum-ketum,” jelas Eva.

“Jadi menurutku saatnya sekarang kalau PD mau juga ingin posisi seperti PDIP di masa Pak TK maka figur ini penting untuk kemudian membuat orang segan menolak. Sah saja kalau PD ingin kursi di pimpinan,” imbuhnya.

Baca Juga:

 

Yuch

Baca Selengkapnya

BERITA

Kilang Migas Pertamina Bocor, Tumpahan Minyak Sampai ke Pesisir Pantai Karawang

Oleh

Fakta News
(ilustrasi)

Karawang – Insiden kebocoran minyak dan gas (migas) terjadi di sekitar anjungan Lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yang terletak sekitar 2 kilometer (Km) dari Pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat.

Pelancong diimbau tidak berkunjung ke sejumlah pantai di pesisir utara Kabupaten Karawang. Sebab ada tumpahan minyak mentah yang mengotori pantai yang berasal dari kilang Pertamina ONWJ tersebut.

Minyak hitam kental nampak tercecer di Pantai Pisangan, Desa Cemarajaya, Kabupaten Karawang. Bau pekat minyak mentah menyeruak di sekitar pantai hingga tercium warga dan wisatawan yang berenang sejak Minggu 21 Juli kemarin. Sejumlah anak kecil yang sedang berenang kembali ke pantai dan tak meneruskan main air.

Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra menuturkan minyak-minyak tersebut diduga berasal dari insiden kebocoran pipa di perairan utara Karawang.

“Lokasi kebocoran di titik koordinat S 6 09 35″ E 107 60’28,” kata Nuredy melalui pesan singkat.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menuturkan bakal memanggil pihak Pertamina untuk meminta keterangan ihwal insiden tersebut.

“Itu benar (kebocoran). Kemungkinan akan saya panggil yang bersangkutan Kamis besok. Tadi sudah koordinasi sama Lurah Sedari. Bahkan (tumpahan minyak) sudah sampai di wilayah Cemarajaya,” kata Cellica.

Baca Selengkapnya