Parlemen Bamsoet Ajak Parlemen yang Tergabung di MIKTA Mengembangkan Industri Kreatif

  • Fakta.News - 16 Sep 2018 | 18:59 WIB
Bamsoet Ajak Parlemen yang Tergabung di MIKTA Mengembangkan Industri Kreatif
Bamsoet ajak Parlemen di MIKTA untuk kembangkan industri kreatif(Foto: Dok.DPR)

Bali – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak parlemen yang tergabung dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea, Turki dan Australia) untuk Mengembangkan industri kreatif. Saat ini industri kreatif telah menjadi salah satu sektor ekonomi paling dinamis secara global, seiring dengan perkembangan teknologi, pendidikan dan inovasi.

Dengan mengembangkan Industri kreatif, menurut Bamsoet, tidak hanya memberikan pemasukan besar untuk negara. Tetapi, juga menciptakan pasar baru dan memperluas lapangan kerja. “Industri kreatif mampu membuka banyak peluang kerja bagi masyarakat, termasuk kepada pemodal kecil dan mereka yang berpendidikan rendah,” ujar Bamsoet dalam sesi pertama forum konsultasi MIKTA dengan tema ‘Creative Industries to Support Inclusive Economic Growth’, yang diselenggarakan di Istana Tampak Siring Bali, Minggu (16/09/18).

Mantan Ketua Komisi III DPR ini menilai, dukungan kepada pelaku industri kreatif pemula, pemodal kecil dan berpendidikan rendah perlu ditingkatkan. Karenanya, salah satu hal penting yang bisa dilakukan parlemen adalah memperbaiki kesadaran para pelaku industri kreatif mengenai masalah Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Baca Juga:

Tanpa perlindungan HKI, menurut Bamsoet, baik dalam bentuk merek, paten, maupun hak cipta, produk kreatif mereka mudah dibajak dan dimanipulasi dengan nama lain. “Perbaikan metode dan perluasan sasaran sosialisasi HKI harus terus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan para pelaku yang mengembangkan industri kreatif,” urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN ini menambahkan, hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah upaya peningkatan kapasitas para pelaku industri kreatif dan pengakuan kemampuan yang dibuktikan dengan sertifikasi. Hal ini penting agar para pelaku yang mengembangkan industri kreatif semakin mampu bersaing di era globalisasi saat ini.

“Setiap negara memiliki definisi dan cara yang berbeda dalam membangun industri kreatifnya. Namun demikian, kita semua berpandangan sama bahwa industri kreatif memiliki potensi tinggi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa,” kata Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memaparkan, industri kreatif di Indonesia tidak hanya memberikan nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga menciptakan nilai tambah sosial, budaya dan lingkungan. Dari tahun ke tahun, kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian Indonesia terus meningkat.

“Penanganan ekonomi kreatif di Indonesia dilakukan oleh Badan Ekonomi Kreatif. Pada tahun 2016, sektor ini menyumbang 7,44 persen atau sebesar Rp 922,58 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” sebut Bamsoet.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar