Parlemen Data Intelejen Menyebut, 700 WNI Bergabung Dengan ISIS

  • Fakta.News - 9 Nov 2018 | 13:31 WIB
Data Intelejen Menyebut, 700 WNI Bergabung Dengan ISIS

Jakarta – Data intelejen yang disampaikan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyebutkan, terdapat 700 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak. Dan 70 orang diantaranya ditangkap di Filipina.

Terkait data intelejen itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo mendorong, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika/ASPASA (Direktorat Timur Tengah), untuk melakukan kerja sama dengan negara Iran, Irak, Suriah, dan Turki. Hal itu, guna mendeteksi adanya WNI yang bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak.

Kerja sama dengan otoritas Irak dan Suriah itu, menurut Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet itu dalam keterangan persnya, Jumat (9/11), untuk memastikan keikutsertaan WNI yang bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak. Dalam kerja sama itu, juga mengupayakan agar WNI yang bergabung tersebut untuk kembali kepada pemahaman Pancasila dan menyadari kekeliruannya. “Serta kembali ke tanah air untuk bersama membangun di negara sendiri,” tutur Bamsoet.

Selain itu, Bamsoet juga mendorong Kemenlu Melalui Direktorat Jenderal Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI), untuk memberikan pendampingan hukum kepada WNI yang ditangkap di Filipina.

Kemudian, mendorong Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau para pemuka agama untuk memberikan ceramah atau tausiah yang berisikan materi perbandingan tentang paham mazhab yang ada di Indonesia. Dan itu harus dikaitkan dengan rasa nasionalisme.

Upaya Bamsoet itu, juga mendorong Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) melalui Direktorat Jenderal Imigrasi, untuk memperketat setiap WNI yang ingin melakukan perjalanan ke wilayah yang sedang terjadi konflik (seperti di Suriah).

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar