Divestasi Freeport, Antara Hoaks dan Realitas

Dr. Ir. Arman Hakim Nasution, M.Eng
(Manajemen Bisnis ITS)
  • Fakta.News - 22 Jul 2018 | 13:32 WIB
Divestasi Freeport, Antara Hoaks dan Realitas
Ilustrasi: Kawasan Freeport

Pembahasan masalah divestasi Freeport, hingga pekan. Acara di Indonesia Lawyer Club (ILC) di TV One dengan ranking pemirsa terbanyak, pada Selasa malam (17 Juli 2018) lalu, juga memuat hot topik ini.

Pada acara ILC tersebut, banyak pembicara yang kontra membuat statement yang cenderung provokatif, termasuk bernuansa politis. Sayangnya juga dari pihak pemerintah, termasuk juru bicara (jubir) presiden Ali Mukhtar Ngabalin juga tidak berbicara dengan cara diplomatis. Seharusnya yang jadi juru bicara di acara itu Johan Budi, ia lebih elegan dalam berdiplomasi.

Dari sisi Inalum yang berperan sentral dalam divestasi ini, harusnya bukan level juru bicara korporasi yang dimajukan di acara ILC, tetapi BOD lah yang pantas menghadapi para politisi kelas kakap tersebut.

Saya optimis Budi Gunadi Sadikin seandainya hadir, akan bisa mengimbangi kecerdasan dan silat lidah siapapun, termasuk Rocky Gerung yang cenderung arogan.

Bagaimana hoaks dan analisis hater berlanjut di medsos mengenai divestasi Freeport ini?

Salah satu portal yang ‘mengaku’ dari komunitas Islam, dan mengklaim memiliki aplikasi Media Umat Muslim di google apps store menyatakan dengan pesimis, bahwa  Heads of Agreement (HoA) terkait Freeport ini ibarat pertunangan, yang belum tentu bisa dilanjutkan ke jenjang pernikahan, kendati mengakuisisi 51% saham Freeport.

BACA JUGA:

Tulis Komentar