Data 500 Ribu Pengguna Bocor, Google Plus Ditutup?

  • Fakta.News - 9 Okt 2018 | 17:30 WIB
Data 500 Ribu Pengguna Bocor, Google Plus Ditutup?
Ilustrasi.(Foto: Engadget)

Jakarta – Perusahaan induk Google, Alphabet Inc mengumumkan akan menutup layanan jaringan sosialnya Google Plus (Google+) dan akan memperketat aturan berbagi data. Keputusan ini diambil akibat bocornya 500 ribu data pengguna yang mungkin digunakan pihak luar.

Dilansir Liputan6.com dari Reuters, Selasa (9/10/2018), penyebab kebocoran data pengguna ditengarai berasal dari sebuah bug API di dalam platform, yang bisa memberikan akses kepada pengembang aplikasi pihak ketiga untuk mengakses profil dan data pribadi pengguna Google+.

Masalah ini sebetulnya ditemukan pada bulan Maret dan sudah diatasi, sebagai bagian review tentang bagaimana Google berbagi data dengan aplikasi lain.

Google mengakui hal itu dalam sebuah postingan blog, seraya menekankan bahwa tidak ada pengembang eksternal yang telah mengeksploitasi kerentanan atau adanya data yang disalahgunakan.

Namun, Harian ekonomi The Wall Street Journal melaporkan sebelumnya Google memutuskan tidak memberitahu adanya masalah ini ke pihak yang berwenang. Google khawatir bahwa bila mereka menyampaikan hal tersebut maka akan mendapat perhatian yang sama seperti yang dialami oleh Facebook.

Setelah pengumuman itu, saham induk Google, Alphabet, langsung ditutup anjlok 1% ke US$ 1155,92 per saham. Google sendiri menolak memberikan komentar lebih lanjut.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar