Connect with us

Cuitan Andi Arief Soal Mahar Rp500 M untuk Posisi Cawapres Bikin PAN Marah

Cuitan Andi Arief soal mahar Sandiaga Uno Picu polemik
Sandiaga UnoFoto: Metronews

Jakarta – Cuitan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Demokrat Andi Arief di Twitter kian jadi perhatian. Selain menyebut Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai jenderal kardus, ia juga menyebar isu ada uang Rp500 miliar yang diberikan pada PAN dan PKS dari Sandiaga Uno. Cuitan Andi Arief pun memicu polemik.

Hal ini langsung dibantah Wasekjen PAN Yandri Susanto. Ia meminta dengan keras kepada Andi Arief untuk tidak meneruskan cuitannya. Menurut Yandri, hal itu hanya berdampak buruk dan fitnah.

“Itu (cuit) tidak benar dan fitnah ya, mulut comberan itu harap disetop, kalau enggak kita akan kita tuntut dia di meja hukum. Tolong dicabut secepatnya itu,” tegas Yandri, Rabu (8/8).

Andi Arief sendiri tak bergeming dengan ancaman pidana yang disampaikan Yandri. Politis Demokrat tersebut bahkan menegaskan bahwa cuitannya di Twitter adalah fakta akurat.

“Benar, saya dengar dan bisa dicek dalam karier politik saya, bahwa saya tidak pernah bohong,” kata Andi ketika berada di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jakarta Selatan, Kamis (9/8) dini hari.

Baca Juga:

Andi menambahkan Prabowo sebagai calon presiden “telah berselingkuh” dan tak sejalan dengan kariernya sebagai mantan jenderal militer. Dengan tegas, Andi meyakini Prabowo telah melakukan politik transaksional dengan menerima suntikan dana segar sebesar Rp500 miliar.

“Saya Andi Arief tidak pernah membuat isu, dalam karier politik saya,” kata dia.

Arief pun enggan menarik ucapannya soal itu. Bagi dia Rp500 miliar yang dijanjikan Sandiaga Uno untuk posisi calon wakil presiden kepada Prabowo Subianto benar adanya.

Arief pun mencamkan bahwa pernyataannya itu bukan dilatari motif politik tertentu. Bahkan dirinya berani bertanggung jawab atas karier politiknya.

Ia pun justru menunggu klarifikasi dari Prabowo menyampaikannya kepada ketua umumnya Susilo Bambang Yudhyono.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Bangkitlah Kota Medan, Geka Medan: Amanah Masyarakat Kota Medan Dapat Diwujudnyatakan oleh Bobby Nasution dan Aulia Rahman

Oleh

Fakta News
Gerakan Kebangkitan Medan (Geka Medan) Medan dititik NOL bersama Bobby Nasution dengan Tim Futsal Millennial di Kota Medan pada 25 November 2020 lalu

Medan – Gerakan Kebangkitan Medan (Geka Medan) Medan di titik NOL, menyambut baik atas pelantikan Walikota Medan dan Wakil Walikota Medan periode 2021-2024. Geka Medan mengucapkan selamat menjalankan Amanah Masyarakat kota Medan, untuk dapat melakukan pembaharuan di segala sektor secara simultan.

“Melaksanakan kerja kerja kerja dari walikota sebelumnya yang belum terlaksana dan merencanakan kerja kerja kerja di tahun 2022. Geka Medan berharap pasangan walikota dan wakil walikota yang baru ini segera siap aksi kerja kerja dan kerja, guna penataan diberbagai sektor bersama-sama dengan SKPD yang sudah ada di Pemko Medan,” ucap Ketua Umum Gerakan Kebangkitan Medan dititik NOL Mangatas Simarmata dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/3/2021).

Mangatas menambahkan, Geka Medan berharap sudah ada kerja kerja kerja nyata dalam 100 hari ke depan sejak dilantik tanggal 26 Februari 2021 yang lalu.

“Dalam suasana masih masa pandemi Covid-19 ini, kami Geka Medan berharap banyak agar kiranya pengawasan prokes dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 benar benar dapat terlaksana dengan baik. Dan kiranya bang Bobby Nasution serta bang Aulia Rachman dapat menciptakan terobosan baru untuk Kota Medan dalam menurunkan angka penderita Covid-19 di Kota Medan,” ujarnya.

Mangatas Simarmata yang juga didampingi oleh Rintosa Girsang sebagai Ketua Harian bersama sekretaris Indah Tobing, sangat berharap kepada pasangan walikota dan wakil walikota yang baru ini mampu melakukan terobosan pembaharuan di Kota Medan sehingga makin lebih baik dan bergerak dari titik NOL.

Baca Selengkapnya

BERITA

Ganjil-Genap Ditiadakan 2 Minggu, Kota Bogor Perkuat PPKM Mikro

Oleh

Fakta News

Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) menyepakati beberapa kebijakan baru saat Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Penanganan Covid-19 di Posko Satgas Covid-19, Gedung Eks DPRD, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Selasa (2/3/2021).

Kebijakan yang disepakati diantaranya dua Minggu tidak ada Ganjil Genap (Gage) dan memperkuat PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, setelah mengevaluasi data seminggu terakhir, yang mana dari semua indikator, data-data menunjukkan tren baik. Mulai dari angka kasus aktif Covid-19 turun dari 1.339 (11,7 persen) menjadi 1.181 (9,8 persen).

Angka kesembuhan naik dari 9.932 (86,7 persen) menjadi 10.698 (88,6 persen). Angka kematian turun menjadi 1,6 persen dari sebelumnya 1,7 persen dan angka ketersediaan tempat tidur (BOR) di Rumah Sakit juga turun dari 48,5 persen menjadi 44,2 persen.

“Dari semua indikator semakin membaik, ini tidak saja dampak dari vaksin yang mungkin sudah mulai bekerja, tetapi juga dampak dari berbagai macam kebijakan Pemkot dan Forkompinda, seperti PPKM Mikro dan Ganjil Genap,” ujar Bima Arya.

Wali Kota menuturkan, karena langkah-langkah kebijakan Pemkot selalu terukur berdasarkan data-data, maka pihaknya selama dua Minggu kedepan meniadakan Ganjil Genap sembari mengevaluasi. Hal ini agar rem dan gas dilakukan tepat sesuai data-data.

“Jadi ada sedikit relaksasi kedepan untuk mendorong ekonomi. Di bulan Februari Rata-rata occupancy hotel 54,87 persen, omset restoran rata-rata menurun 65 persen, kunjungan ke pasar mulai membaik, jadi dua minggu kedepan tidak ada Ganjil Genap,” jelasnya.

Bima Arya menambahkan, pihaknya juga sepakat untuk lebih memperkuat lagi PPKM Mikro. Mulai dari posko, memperkuat koordinasi di lapangan serta akan ada simulasi khusus dengan 36 lurah baru bersama Satgas Covid-19 Kota Bogor.

“Setiap dua minggu semua dievaluasi. Jam operasional tetap tidak berubah, karena instruksi menteri jam 21.00 WIB restoran tutup,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, terkait dengan pelaksanaan Ganjil Genap, karena sudah ada tren penurunan dan juga perlu relaksasi ekonomi untuk semua pelaku usaha di Kota Bogor.

Sehingga dua Minggu kedepan tidak ada Ganjil Genap dengan catatan relaksasi ini tidak membuat masyarakat Kota Bogor menjadi tidak disiplin.

“Kalau angka (kasus Covid-1)) naik lagi, maka dua minggu kedepan akan kembali kami laksanakan Ganjil Genap,” tegasnya.

Kapolresta menuturkan, dalam memperkuat PPKM Mikro akan semakin dilibatkan Polisi RW dan ASN pendamping RW. Hal ini agar pada tingkat RT dan RW semakin berdaya dengan dukungan dinas, TNI dan Polri untuk bisa menekan penyebaran Covid-19 di tingkat lingkungan.

“Klaster perumahan dan klaster lingkungan hasil evaluasi kita menurun, semoga tetap bisa dipertahankan standar protokol kesehatan di daerah pemukiman,” terangnya.

Ia menambahkan, meski tidak ada Ganjip Genap, pihaknya masih melakukan pemantauan dengan tetap memberlakukan Crowd Free Road. Pasalnya, jika ada ruas jalan yang padat akan dilakukan penutupan sementara ataupun cara lain untuk mengurangi kepadatan.

“Terbukti setiap pelaksanaan Ganjil Genap, ada penurunan tempat kerumunan,” pungkasnya.

Baca Selengkapnya

BERITA

Wapres Ma’ruf: Genose, Wujud Prestasi UGM Ciptakan Inovasi di Masa Pandemi

Oleh

Fakta News

Jakarta – Pandemi Corona Virus Desease-2019 (Covid-19) yang belum berakhir, membuat pemerintah terus berupaya meminimalisir penyebaran virus. Selain terus mengampanyekan gerakan 3 M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan), pemerintah juga mengupayakan 3 T (tracing, testing, treatment).

Hal ini memicu para peneliti untuk melahirkan sebuah inovasi yang dibutuhkan masyarakat saat ini, salah satunya Genose dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Karena memang juga pada saat seperti pandemi ini kan semua memerlukan alat-alat kesehatan yang bisa menunjang, termasuk untuk mendeteksi ditemukannya Genose oleh UGM ini, ini suatu prestasi dari pada sebuah inovasi yang kita sudah lakukan,” kata Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin saat menerima Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) selaku Kepala Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) Bambang Brodjonegoro dan Tim Peneliti Genose UGM Yogyakarta, di Kediaman Resmi Wapres Jalan Diponegoro Nomor 2, Selasa (02/03/2021).

Lebih jauh Wapres memberikan apresiasi kepada Tim Genose UGM Yogyakarta yang terus melakukan inovasi dan mencari solusi dari permasalahan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada BRIN dan Kemenristek karena kita kan memang selama ini dianggap riset kita masih terlalu tertinggal dibanding dengan negara tetangga kita,” ucap Wapres.

Wapres pun berharap agar penelitian di bidang selain kesehatan dapat terus dikembangkan sebagai upaya meningkatkan daya saing dengan negara-negara lain.

“Saya berharap mudah-mudahan akan terus dikembangkan upaya-upaya riset dan penelitian untuk memperoleh hasil-hasil inovasi yang tidak saja di bidang kesehatan tapi juga di bidang-bidang lain. Kita harus memacu diri karena inovasi yang menentukan kita di dalam persaingan global,” harap Wapres.

Sementara itu, Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro menjelaskan bahwa selain menggunakan teknologi kesehatan, penelitian dari Genose juga merupakan kombinasi dari penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang diharapkan dapat menjadi tren teknologi masa depan.

“Alat ini intinya menggunakan teknologi terkini yaitu kecerdasan artificial yang dipakai untuk mendeteksi apakah positif atau negatif. Jadi menggabungkan kesehatan dengan artificial intelligence. Metode kecerdasan artifisial dengan melakukan analisa terhadap hembusan napas kita.” ujar Bambang.

Pada kesempatan tersebut, Bambang juga menyampaikan bahwa Genose merupakan bukti nyata bahwa di balik pandemi masih ada semangat dari para peneliti untuk dapat mengembangkan produk risetnya.

“Selama masa Covid ada berkah yang tidak disangka, yaitu semangat untuk melakukan riset dan inovasi tumbuh luar biasa. Ternyata kualitasnya luar biasa dan dapat dipertanggungjawabkan karena melalui semua proses standarisasi perizinan yang diharuskan,” ungkap Bambang.

Sebagai informasi, Genose merupakan alat yang dikembangkan oleh Tim Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, yang metode samplingnya menggunakan hembusan napas. Hembusan napas pada manusia diklaim memiliki senyawa yang dapat membedakan seseorang yang terpapar virus Covid-19 atau yang tidak terpapar. Hasil tes menggunakan Genose dapat diketahui dalam waktu kurang dari satu menit.

Selain Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, hadir pula Sekretaris Kemeristek/BRIN Mego Pinandito, Ketua Konsorsium Riset Inovasi Covid-19/Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Plt. Deputi Penguatan Riset dan Pengembangan Ismunandar, dan Tim Penemu Genose UGM Eko Fajar Nur Prasetyo, Safitri, dan Irma Setyawati Lubis.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar dan Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi.

Baca Selengkapnya