Connect with us
DPR RI

CPNS Setjen DPR RI Diharapkan Mampu Jalankan Tugas Secara Profesional.

CPNS Setjen DPR RI Diharapkan Mampu Jalankan Tugas Secara Profesional.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar memberikan piagam penghargaan kepada peserta latsar terbaik usai menutup acara Pelatihan Dasar CPNS Setjen DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta. Senin (25/10/2021). Foto: Runi/Man

Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar berharap CPNS Setjen DPR RI akan menjadi PNS yang santun, kompeten dan berkarakter sesuai dengan nilai dasar Pancasila, serta mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara professional. Indra juga menyampaikan bahwa seluruh peserta  (latsar) CPNS DPR RI lulus dengan hasil yang memuaskan.

“Lebih lanjut saya berharap dengan berakhirnya latsar CPNS ini maka saudara akan terus mengembangkan pengetahuan dan keahlian serta siap melaksanakan tugas secara fungsional dengan dilandasi kepribadian serta etika Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan kebutuhan Setjend DPR RI,” ucap Indra saat menutup acara Pelatihan Dasar CPNS Setjen DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta. Senin (25/10/2021).

Indra juga menyatakan CPNS Setjen DPR RI harus bisa menjadi agen pembaharuan dan perekat bagi kesatuan bangsa serta wajib memiliki sikap dan semangat pengabdian yang bagus yang berorientasi pada pelayanan, kejujuran, tekun dan tanggung jawab dalam mewujudkan Setjen DPR RI yang professional dan modern dalam mendukung visi DPR RI.

“PNS mempunyai peranan penting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan dan pembangunan pemerintahan. PNS yang mampu memainkan peranan itu hanyalah mereka yang memiliki kompetensi yang diindikasikan dari sikap dan perilaku yang penuh kesetiaan dan ketaatan kepada negara memiliki mental dan moral yang baik serta sadar akan tanggung jawab terhadap pelayanan publik dan mampu menjadi perekat persatuan bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk dapat membentuk sosok PNS seperti itu maka pelatihan dasar memiliki peran yang penting guna meningkatkan sikap dan semangat pengabdian yang beroirientasi kepada kepentingan masyarakat, bangsa dan negara serta tanah air. “Latsar ini juga ditunjukan untuk meningkatkan kompetensi teknis, menajerial dan kepemimpinan serta mewujudkan efisensi, efektifitas dan kualitas pelaksanaan tugas yang dilakukan dengan semangat dan tanggung jawab sesuai dengan lingkungan kerja,” ungkap Indra.

Dikatakannya, apa yang telah diajarkan dalam latsar tersebut adalah sejalan dengan reformasi birokrasi, khususnya berkaitan dengan manajemen perubahan yang bertujuan untuk mewujudkan pegawai Setjen DPR RI yang responsif, progresif, inisiatif dan innovative yang terangkum dalam 4 nilai dasar kinerja, yaitu Religius, Akuntabel, Professional, Integritas (RAPI).

“Ini merupakan satu nilai untuk semua yang bekerja di DPR RI. Sosok pegawai seperti itu akan bisa kita wujudkan manakala kita mampu memperkokoh kemandirian, daya saing dan juga nilai organisasi yang unggul, yakni Innovatif, addabtif dan produktif yang harus kita lakukan secara fundamental dan berkelanjutan,” tuturnya.

Membangun budaya organisasi unggul, sambungnya, merupakan satu keniscayaan untuk mewujudkan sumber daya yang kompeten dengan mengembangkan karakter, semangat dan keuletan. Kesan pertama yang diwujudkan adalah solidaritas dan kepercayaan antar pimpinan dan pegawai. Sedangkan yang kedua menjaga disiplin dan ketertiban, meningkatkan kesejahteraan pegawai, tata kelola kesekretariatan yang baik dan tidak korupsi.

“Hal ini menjadi tugas kita bersama, khususnya Pusdiklat (Pusat Pendidikan dan Pelatihan) untuk mengembangkan metode pendidikan dan pelatihan guna membangun karakter yang komperehensif serta kreatif dengan mengombinasikan kecerdasan spiritual, emosial dan kecerdasan intelektual dengan materi ajar sesuai kompetensi yang dibutuhkan. Dituntut untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan serta kompetensi agar bisa meningkatkan kapasitas diri sehingga tercapai dukungan teknis dan administratif sehingga tidak mengecewakan stakeholder kita tentunya,” pungkasnya.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Indonesia Belum Alami Resesi

Oleh

Fakta News
Indonesia Belum Alami Resesi
Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin. Foto: DPR RI

Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin menilai Indonesia saat belum mengalami resesi. Sebab, prediksi bahwa di 2023 ekonomi dunia akan mengalami gelombang resesi belum menunjukkan hal tersebut di Indonesia. Justru, menurutnya, ekonomi domestik masih bisa tumbuh positif di atas lima persen selama dua kuartal. Kondisi sebaliknya justru terjadi di Amerika Serikat, Tiongkok, dan Uni Eropa.

“Secara teknis, saat ini kita tidak mengalami resesi. Karena suatu negara dikatakan resesi apabila mengalami pertumbuhan PDB yang minus selama dua kuartal berturut-turut. Justru saat ini ekonomi kita masih mampu tumbuh positif di atas 5 persen selama dua kuartal terakhir,” ujar Puteri kepada Parlementaria soal prediksi resesi tahun 2023, Senin (5/12/2022).

Capaian pertumbuhan ekonomi ini, kata Puteri, lebih tinggi dibandingkan AS, Uni Eropa, Tiongkok, maupun Singapura. Namun, di sisi lain, para pengusaha industri terutama tekstil dan garmen mengalami kelesuan usaha, seolah sudah terjadi resesi di tanah air. Ini ditandai dengan berkurangnya pesanan (order) dan sebagian sudah merumahkan, bahkan melakukan Pemutusan Hubungan Karyawan (PHK).

Menurut Puteri, keluhan para pengusaha itu merupakan imbas pelemahan ekonomi AS dan Eropa, bukan resesi di dalam negeri. Permintaan dari luar negeri melemah, sehingga menurunkan ekspor. Kondisi ini perlu direspon pemerintah dengan segera mengatasi dampak rambatan pelemahan ekonomi negara lain,khususnya yang menjadi mitra dagang utama terhadap keberlangsungan industry dalam negeri, terutama industri padat karya.

Baca Selengkapnya

BERITA

Presiden Jokowi Tunjuk Dwi Soetjipto Jadi Kepala SKK Migas 2022-2026

Oleh

Fakta News
Pelantikan Dwi Soetjipto sebagai Kepala SKK Migas periode kedua, Senin (5/12/2022). Foto: Dok. Istimewa

Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Dwi Soetjipto sebagai Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada Senin (5/11/2022).

Pelantikan Dwi Soetjipto artinya sekaligus memperpanjang masa jabatannya sebagai Kepala SKK Migas Periode 2022 – 2026.

Sebelumnya Dwi Soetjipto menjabat sebagai Kepala SKK Migas sejak Periode 2018 – 2022 ini. Dwi Soetjipto menggantikan peran Amien Sunaryadi yang pensiun menjadi Kepala SKK Migas pada 20 November 2018.

“Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 51/M Tahun 2022 Mengangkat Dwi Soetjipto sebagai Kepala SKK Migas,” terang Keppres yang disebutkan dalam pelantikan di Kantor Kementerian ESDM, Senin (5/11/2022).

Seperti diketahui, Dwi Soetjipto merupakan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) pada tahun 2014. Dwi Soetjipto juga pernah menjadi Dirut PT Semen Padang pada periode 2003-2005. Setelahnya, Dwi Soetjipto menjadi Direktur Utama (Dirut) PT Semen Gresik pada 2005-2012.

Dwi Soetjipto meraih gelar Insinyur dari Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada 1980. Kemudian untuk gelar Magister Manajemen didapatnya dari Universitas Andalas pada tahun 2002.

Dalam pelantikan ini, Keputusan Menteri ESDM Nomor 281.S/KP.05/MEM.S/2022) juga memberhentikan dan mengangkat dari dan dalam jabatan pimpinan di lingkungan SKK Migas. Dengan begitu jabatan di lingkungan SKK Migas diisi sebagai berikut:

– Dwi Soetjipto (Kepala)
– Nanang Abdul Manaf (Wakil Kepala)
– Sinta Damayanti (Sekretaris)
– Irjen Purnawirawan, Eko Indra Heri (Pengawas Internal)
– Benny Lubiantara (Deputi Eksploitasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah)
– Wahyu Wibowo (Deputi Eksploitasi)
– Kurnia Chairi (Deputi Keuangan dan Komersialisasi)
– Rudi Satwiko (Deputi Dukungan Bisnis)

Baca Selengkapnya

BERITA

Kunjungan Utusan Khusus AS Soal LGBT Dibatalkan, Kurniasih Minta Hormati Nilai-nilai Pancasila

Oleh

Fakta News
Kunjungan Utusan Khusus AS Soal LGBT Dibatalkan, Kurniasih Minta Hormati Nilai-nilai Pancasila
Anggota DPR RI Kurniasih Mufidayati. Foto: DPR RI

Jakarta – Rencana kedatangan Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Memajukan Hak LGBTQI+ Jessica Stern ke beberapa negara Asia Tenggara termasuk Indonesia menimbulkan polemik. Duta Besar AS untuk Indonesia pun memberikan konfirmasi kunjungan tersebut dibatalkan.

Anggota DPR RI Kurniasih Mufidayati menyebutkan, kedatangan utusan khusus AS untuk misi LGBTQI+ ke Indonesia memang seharusnya dibatalkan karena pasti menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Ia menegaskan, nilai-nilai LGBTQ yang akan dipromosikan utusan AS tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila yang menjunjung tinggi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

Ketua DPP PKS Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) ini menyebut, belajar dari polemik pelarangan kampanye LGBTQ di Piala Dunia Qatar yang didukung FIFA karena menghargai nilai-nilai lokal di Qatar, hal yang sama juga seharusnya diterapkan di Indonesia.

“Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah nilai yang mutlak ada di Pancasila. Semua konsepsi agama di Indonesia tidak memberikan ruang terhadap perilaku LGBTQ. Sebab itu memang sudah seharusnya kunjungan utusan khusus AS soal LGBTQ dibatalkan. Hormati nilai-nilai Pancasila,” kata Kurniasih dalam keterangannya, Sabtu (3/12/2022).

Dalam sisi hukum positif yakni UU Perkawinan, negara juga tidak mengakui hubungan berdasarkan LGBTQ. Terlebih baru-baru ini Jepang sebagai negara sekuler juga mengesahkan UU anti pernikahan sesama jenis. “Artinya ini bukan hanya soal pandangan keagamaan semata, tapi ada pilihan tentang nilai, budaya serta kearifan lokal di setiap negara dimana masing-masing memiliki kedaulatan yang juga harus dihormati oleh negara lain,” papar Kurniasih.

Sebelumnya MUI juga menolak kedatangan utusan khusus AS soal LGBTQ ke Indonesia. Sementara PBNU mewanti-wanti agar urusan khusus AS yang datang ke Indonesia tidak mempromosikan nilai-nilai LGBT.

Jessica Stern, utusan khusus AS untuk Memajukan Hak Asasi Manusia bagi LGBTQI+ sebelumnya dijadwalkan mengunjungi Indonesia pada 7–9 Desember, setelah singgah di Vietnam dan Filipina, kata Departemen Luar Negeri AS pada 28 November. LGBTQI+ sendiri adalah singkatan dari lesbian, gay, biseksual, transgender, queer dan interseks.

Baca Selengkapnya