Connect with us

Cegah Kabur ke Luar Negeri Jadi Alasan Polisi Putuskan Tahan Eggi Sudjana

Eggi Sudjana, Makar
Eggi Sudjana.(Istimewa)

Jakarta – Kepolisian punya alasan subjektif dalam menentukan apakah tersangka ditahan atau tidak. Salah satunya juga terhadap Eggi Sudjana. Polisi punya alasan untuk menahan politikus Partai Amanat Nasional selama 20 hari.

Salah satu pertimbangan penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya adalah untuk mencegah Eggi melarikan diri.

“Keputusan penahanan itu wewenang penyidik. Pertimbangannya, jangan sampai yang bersangkutan (Eggi) menghilangkan barbuk, mengulangi perbuatannya atau melarikan diri,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Rabu (15/5).

Surat penahanan Eggi bernomor SP.HAN/587/V/2019/Ditreskrimum. Surat tersebut dikeluarkan pada 14 Mei 2019 malam. Tersangka sendiri enggan menandatangani surat penahanan tersebut.

“Tersangka tidak mau menandatangani surat perintah penahanan dan berita acara penahanan,” ujarnya.

Penyidik juga lebih dulu membacakan surat perintah penahanan. Eggi juga dipersilakan membaca surat perintah penahanan itu.

Usai membaca, caleg PAN tersebut tidak mau membubuhkan tanda tangan. Ia malah menandatangani berita acara penolakan tanda tangan surat perintah penahanan dan berita acara penahanan.

“Tersangka dimasukkan ke dalam Direktoratan Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya pada Selasa, 14 Mei 2019 pukul 23.00 WIB,” tutup Argo.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Kembali Yakinkan Koalisi, PAN: Kami Ingin Bergabung dan Tulus Bantu Pemerintahan Jokowi

Oleh

Fakta News
Waketum PAN Bara Hasibuan

Jakarta – Waketum PAN Bara Hasibuan menegaskan pernyataan sang ketua umum, Zulkifli Hasan, yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) tanpa syarat. Ia mengatakan PAN tulus ingin kembali membantu Jokowi di periode kedua.

“Kami betul-betul ingin bergabung untuk membantu pemerintahan Jokowi, kami tulus membantu menjawab berbagai tantangan yang Indonesia hadapi sekarang serta melaksanakan janji kampanye (Jokowi),” kata Bara di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Bara menyebut saat ini arah politik PAN memang cenderung ingin bergabung dengan pemerintahan Jokowi. Menurut dia, pernyataan Zulkifli cukup jelas menggambarkan niat PAN, meskipun saat ini belum diputuskan secara resmi.

“Memang arahnya ke sana dan saya rasa statement Pak Zul sudah clear. Pemerintahan ini bagus dan akan kita dukung tanpa syarat apa-apa, saya kira ini ada intensi PAN ke Jokowi,” ujar dia.

Kendati demikian, Bara menegaskan PAN tidak memaksakan diri. PAN, kata dia, memahami kewenangan Jokowi sebagai presiden dalam menentukan komposisi pemerintahannya.

“Itu hak presiden jika misal pemerintahan lebih kuat jika partai-partai lain bergabung. Tapi kalau dianggap tidak butuh, itu juga haknya. Jadi kami sadar dengan kenyataan tersebut. Jadi kami tidak mengajukan conditions apa-apa,” ucap Bara.

Baca Selengkapnya

BERITA

Incar Kursi Ketua MPR, PDIP: Demokrat Harus Yakinkan Parpol Pendukung, Bukan Ungkit Masa Lalu

Oleh

Fakta News
Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari

Jakarta – Partai Demokrat (PD) menjadikan nostalgia kemesraan dengan PDIP di parlemen 2009 sebagai salah satu ‘modal’ dalam mengincar kursi Ketua MPR 2019-2024. PDIP menyatakan modal nostalgia kemesraan saja tak akan membantu Demokrat untuk menggapai keinginan tersebut.

“Kalau mau diingat konteks kemesraan PDIP dan PD, pada waktu itu PDIP sih karena berada di posisi kedua terbesar ya pada saat itu, sehingga ketika meminta dukungan PD pun sudah sepantasnya karena kita juga cukup kuat,” kata Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari, Senin (22/7/2019) malam.

Eva mengatakan PD saat ini harus bisa meyakinkan semua partai mendukung mereka menjabat ketua MPR. “Tapi kuncinya pada saat ini adalah bagaimana PD meyakinkan semua partai-partai untuk mau mendukung PD sebagai ketua. Dan bukan hanya parpol-parpol, tapi juga DPD,” ucap Eva.

Eva lalu berbicara soal kiprah Taufik Kiemas. Menurutnya, selain punya modal di partai, PDIP bisa menjabat ketua MPR karena sosok Taufik Kiemas yang kompeten.

“Nah pada saat Pak Taufik dulu upaya keras dilakukan. Selain modalnya kuat karena menjadi terbesar kedua pada saat itu di bawah PD, maka DPD juga mendukung beliau, Pak TK. Jadi lebih kepada partai dan figur ya,” tutur Eva.

Eva berharap PD bisa membuktikan memiliki kader kompeten untuk posisi ketua MPR. Dia mengatakan modal kemesraan masa lalu saja tak bakal cukup mengantarkan Demokrat mendapatkan kursi ketua MPR.

“Jadi mungkin kesempatannya di temen PD sekarang juga mengajukan figur yang tepat karena misalkan di PKB Cak Imin sendiri yang mungkin maju. Jadi tidak cukup hanya mengandalkan modal masa lalu, tapi juga figur yang kuat. Dan Pak TK dikenal sebagai figur yang diterima semua parpol karena pribadi beliau dekat dengan ketum-ketum,” jelas Eva.

“Jadi menurutku saatnya sekarang kalau PD mau juga ingin posisi seperti PDIP di masa Pak TK maka figur ini penting untuk kemudian membuat orang segan menolak. Sah saja kalau PD ingin kursi di pimpinan,” imbuhnya.

Baca Juga:

 

Yuch

Baca Selengkapnya

BERITA

Kilang Migas Pertamina Bocor, Tumpahan Minyak Sampai ke Pesisir Pantai Karawang

Oleh

Fakta News
(ilustrasi)

Karawang – Insiden kebocoran minyak dan gas (migas) terjadi di sekitar anjungan Lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yang terletak sekitar 2 kilometer (Km) dari Pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat.

Pelancong diimbau tidak berkunjung ke sejumlah pantai di pesisir utara Kabupaten Karawang. Sebab ada tumpahan minyak mentah yang mengotori pantai yang berasal dari kilang Pertamina ONWJ tersebut.

Minyak hitam kental nampak tercecer di Pantai Pisangan, Desa Cemarajaya, Kabupaten Karawang. Bau pekat minyak mentah menyeruak di sekitar pantai hingga tercium warga dan wisatawan yang berenang sejak Minggu 21 Juli kemarin. Sejumlah anak kecil yang sedang berenang kembali ke pantai dan tak meneruskan main air.

Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra menuturkan minyak-minyak tersebut diduga berasal dari insiden kebocoran pipa di perairan utara Karawang.

“Lokasi kebocoran di titik koordinat S 6 09 35″ E 107 60’28,” kata Nuredy melalui pesan singkat.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menuturkan bakal memanggil pihak Pertamina untuk meminta keterangan ihwal insiden tersebut.

“Itu benar (kebocoran). Kemungkinan akan saya panggil yang bersangkutan Kamis besok. Tadi sudah koordinasi sama Lurah Sedari. Bahkan (tumpahan minyak) sudah sampai di wilayah Cemarajaya,” kata Cellica.

Baca Selengkapnya