Connect with us
Internet Positif

Cara Melindungi Diri dari Penipuan Kloning Facebook

Penjelasan kloning Facebook

Kloning Facebook atau penggandaan akun tanpa ijin merupakan sebuah teknik di mana scammers membuat profil Facebook palsu dengan menggunakan gambar dan informasi-informasi yang dicuri dari profil Facebook pengguna yang asli untuk digunakan untuk tindakan-tindakan penipuan.

Penipu mungkin dapat membuat profil yang terlihat sangat mirip dengan profil asli korban. Apalagi jika korban menunjukkan semua informasi dan materi profilnya yang diatur ke “publik”.

Pertama, izinkan fakta.news menjelaskan bahwa kloning Facebook bukanlah tindakan “hacking” seperti yang diklaim dalam beberapa peringatan keamanan yang beredar. Penipu tidak mendapatkan akses ke akun Facebook korban yang sebenarnya atau menipu pengguna dengan membocorkan rincian loginnya. Mereka hanya menyalin informasi dan gambar yang tersedia untuk umum dan menggunakannya untuk membuat profil baru.

Mengapa scammers melakukan ini? Begitu scammers telah membuat profil palsu, mereka dapat mengirim permintaan pertemanan kepada orang-orang yang ada dalam daftar teman yang akan menjadi target penipuan.

Teman-teman korban akan menerima permintaan pertemanan kedua, karena mereka percaya (tidak menduga) bahwa korban yang dia kenal selama ini tidak berteman dengan mereka. Atau, orang yang memiliki banyak sekali teman di Facebook lupa bahwa mereka sudah berteman dengan korban, lalu menerima permintaan teman kedua. Dan,sangat disayangkan umumnya pengguna Facebook cenderung langsung menerima permintaan pertemanan tanpa harus dipikirkan sebelumnya. Cara lain, adalah mengirim pesan bahwa halaman Facebooknya terhapus atau terblokir, sehingga meminta untuk pertemanan ulang.

Setelah scammers memiliki beberapa “teman” di profil palsu, mereka kemudian mulai mengirim pesan-pesan penipuan atas nama korban mereka. Mereka akan mencoba menarik teman-teman tersebut penipuan uang muka dengan mengklaim bahwa korban telah memenangkan sejumlah besar uang dan menawarkan “teman” untuk mendapat kesempatan yang sama untuk menang.

Mereka mungkin mengirim pesan yang mengabarkan bahwa korban telah terdampar di negara asing atau mendapat musibah dan segera membutuhkan pinjaman uang. Karena penerima pesan berpikir bahwa mereka berbicara dengan seseorang yang mereka sangat kenal, mereka mungkin akan langsung mentransfer uang tersebut.

Para penipu ini juga bisa menggunakan ilusi kedekatan atau persahabatan dengan mengumpulkan informasi pribadi dari teman korban. Seorang pengganda akun yang pintar bahkan bisa melakukan pencurian identitas dengan menipu teman korban untuk membocorkan sejumlah besar informasi pribadi dan keuangan mereka.

Cara melindungi akun Facebook Anda dari kloning

Pemegang akun Facebook sulit untuk seratus persen menghilangkan risiko dari aksi kloning. Namun, Anda dapat dengan signifikan mengurangi risiko ini  melalui penggunaan setelan privasi, yaitu menyembunyikan sebanyak mungkin informasi-informasi Anda.

Semakin banyak informasi Anda yang tersedia untuk umum (foto, alamat, nomor telepon dll), kemungkinan upaya kloning profil Anda akan lebih efektif. Sayangnya, banyak pengguna Facebook yang memiliki banyak informasi pribadi diatur ke “Publik”. Akun yang relatif terbuka ini menjadi sasaran empuk untuk mengkloning scammers.

Inilah yang harus dilakukan untuk mengubah itu.

(Harap dicatat bahwa petunjuk ini menjelaskan cara mengakses Facebook dari browser web komputer. Jika Anda menggunakan Facebook di perangkat seluler atau melalui aplikasi, Anda mungkin perlu menggunakan metode yang berbeda untuk mengakses setelan daftar privasi dan teman Anda.)

  1. Sembunyikan daftar teman Anda

Hal ini terutama penting untuk menyembunyikan daftar teman Anda. Jika para scammers kloning tidak dapat melihat teman Anda, mereka tidak akan bisa mengirimkan undangan palsu ke teman Anda. Jadi, menyembunyikan daftar teman Anda bisa membantu menggagalkan scammers klon. Untuk menyembunyikan daftar teman Anda, buka profil Anda dan klik tab “Teman”. Kemudian, klik ikon pensil di sisi kanan dan klik “Edit Privasi”:

facebook-cloning-3

Pengaturan Privacy

Di bagian “Siapa yang dapat melihat daftar teman Anda?”, Pilih “Only me” dalam daftar drop-down:

facebook-cloning-4

Pilih ‘Only Me’

  1. Jalankan “Pemeriksaan Privasi”

Jika Anda mengklik ikon “Kunci” di bagian kanan atas profil Facebook Anda, Anda dapat melakukan pemeriksaan privasi cepat yang terkait dengan entri, aplikasi, dan profil Anda. Sedapat mungkin, pastikan bahwa semuanya diatur ke “Teman” atau “Hanya Aku” daripada “Publik”:

facebook-cloning-5

Pengaturan siapa saja yang boleh melihat postingan Anda

  1. Lihat profil Anda sebagai “Publik”

Pada poin ini, mungkin ada baiknya untuk melihat seperti apa tampilan Facebook Anda kepada seseorang yang bukan teman Anda. Untuk melakukan ini, klik ikon “Lock” lagi lalu klik “Who can see my stuff”. Sekarang, klik tautan “Lihat As” di bawah “Apa yang orang lain lihat di timeline saya?”:

facebook-cloning-6

Pengecekan Privasi

Anda sekarang harus melihat timeline Facebook Anda sebagai anggota publik – atau Facebook scone scammer – akan melihatnya.

Periksa tab “Teman” dan “Foto” dan elemen lainnya untuk melihat apa yang terlihat oleh orang asing. Facebook tidak akan membiarkan Anda menyembunyikan profil dan foto depan Anda saat ini, tentu saja namanya saja facebook. Namun, daftar teman Anda, sebagian besar foto Anda, dan sebagian besar informasi Anda yang lain tidak akan terlihat oleh.

Jika masih ada informasi-informasi yang harus disembunyikan, lanjutkan dengan langkah selanjutnya.

  1. Periksa siapa saja yang bisa melihat foto Anda

Penipu kloning sering menyalin gambar dari profil yang ditargetkan dan menambahkannya ke profil palsu untuk menambah ‘kepercayaan’ agar lebih meyakinkan bahwa itu milik korban. Seperti dicatat, Facebook tidak akan membiarkan Anda menyembunyikan Profil dan foto depan  Anda saat ini. Namun, Anda dapat memastikan bahwa sebanyak mungkin foto Anda yang lain diatur ke “Teman” atau “Hanya Aku”. Klik tab “Foto” dan buka “Album”. Beberapa jenis album memiliki siapa saja yang boleh meilhat album tersebut, aturlah agar hanya “teman” atau “Hanya Aku” dalam satu klik:

facebook-cloning-8

Penyetelan siapa saja yang boleh meilhat foto-foto Anda

Untuk album lain, seperti “fambar profil” dan “foto linimasa” Anda mungkin perlu menentukan siapa yang bisa melihatnya satu per satu. Buka gambarnya, klik tombol “Edit” dan pilih opsi yang Anda inginkan siapa saja yang melihatnya.

  1. Periksa Siapa yang bisa melihat informasi profil lainnya

Bahkan informasi yang kelihatannya tidak berbahaya seperti buku, musik, dan film apa yang Anda sukai dapat membantu pembuat scammer membangun profil kloning yang lebih dipercaya. Jadi, klik tab “Lainnya” dan, sedapat mungkin, pastikan materi di setiap bagian tidak disetel ke publik. Anda juga dapat menyembunyikan sepenuhnya dengan mengklik pilihan More dan memilih “Manage Sections”:

facebook-cloning-7

Penyetelan materi-materi lain

 Gali setelan privasi Anda

Anda juga dapat memeriksa dan mengubah pengaturan privasi terkait melalui bagian “Pengaturan Privasi dan Alat”. Sebaiknya Anda membiasakan diri dengan pilihan di bagian ini, jadi perlu meluangkan waktu untuk memeriksanya. Klik panah drop-down di sebelah kanan ikon kunci dan klik “Settings”. Kemudian klik “Privacy” di menu sebelah kiri. Pastikan semuanya sudah sesuai keinginan Anda:

facebook-cloning-9

Menggali ulang setelan privasi

 Periksa kembali profil “Publik” Anda

Sekarang, kembali ke Langkah 3 di atas dan periksa lagi apa saja yang bisa dipakai untuk menipu oleh para penipu di Profil Anda. Akun Anda sekarang akan terkunci dengan cukup ketat. Jika masih banyak informasi-informasi Anda terlihat, Anda dapat selalu kembali dan men-tweak berbagai pengaturan privasi seperti yang dijelaskan di atas.

Apa yang harus dilakukan jika akun Anda sudah dikloning?

Jika Anda menemukan bahwa akun Facebook Anda telah dikloning, laporkan akun palsu ke Facebook . Dan, segera kabarkan semua teman Anda, bahwa telah terjadi upaya kloning terhadap akun Anda. Peringatkan mereka untuk tidak menerima permintaan pertemanan yang terlihat sepertinya berasal dari Anda.

Apa yang harus Anda lakukan jika menerima permintaan pertemanan yang Anda curigai dari pelaku scammer?

 Waspadalah, terhadap permintaan teman dari orang-orang yang sudah berteman dengan Anda. Jika Anda menerimanya, periksa daftar teman Anda sendiri untuk mengetahui apakah Anda masih terikat dengan orang tersebut. Jika demikian, permintaan pertemanan tersebut kemungkinan berasal dari akun kloning. Kabari segera teman Anda yang menjadi korban kloning, agar segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini. Pada tahap awal, teman Anda mungkin tidak sadar bahwa akunnya telah dikloning.

Bantu untuk mendidik teman-teman Anda

Jika setiap pengguna Facebook mengetahui bagaimana cara kerja penipuan cara kloning ini dan bagaimana melindungi diri mereka sendiri, prevalensi dan dampak kloning akan sangat berkurang atau bahkan dihilangkan. Sayangnya, itu tidak akan terjadi dalam waktu singkat. Meskipun demikian, Anda pasti bisa membantu dengan memastikan bahwa teman Anda tahu tentang ada upaya kloning. Jika perlu, luangkan waktu untuk menjelaskan masalahnya dan bantu mereka dengan setelan Facebook mereka. Mengirimkan mereka tautan ke situs fakta.news dan tindakan ini mungkin langkah awal yang hebat. Semoga bermanfaat.

K. Rinaldi & Hoax Slayers

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Kawasan Malioboro Terapkan Sistem Zonasi untuk Atur Kuota Pengunjung

Oleh

Fakta News

Yogyakarta – Pembagian zonasi di Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mengatur kuota pengunjung mulai diterapkan sejak Senin, 29 Juni 2020. Pembagian zona guna mengontrol jumlah pengunjung yang berwisata di salah satu ikon Kota Yogyakarta itu.

“Kami sudah mulai mengatur kuota maksimal jumlah pengunjung di tiap zona. Tujuannya supaya tidak ada kerumunan orang,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Ekwanto, Kamis, 2 Juni 2020.

Ekwanto membeberkan Jalan Malioboro dari ujung utara hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta terbagi dalam lima zona, baik di pedestrian timur maupun barat.

Zona 1 dimulai dari Grand Inna Malioboro-Malioboro Mall, Zona 2 dari Malioboro Mall-Mutiara, Zona 3 dari Halte Transjogja 2-Suryatmajan, Zona 4 dari Suryatmajan-Pabringan, dan Zona 5 dari Pabringan-Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Di tiap zona sudah ditetapkan kuota maksimal pengunjung pada satu waktu. Setiap pengunjung wajib memindai QR code yang telah tersedia sehingga petugas akan memperoleh informasi mengenai jumlah dan pergerakan pengunjung.

“Setiap kali berpindah zona, pengunjung harus melakukan scan ulang. Dengan demikian, kami bisa memantau pergerakan jumlah pengunjung di tiap zona. Petugas di tiap zona akan mengingatkan pengunjung untuk selalu memindai QR code,” kata dia.

Lebih lanjut, Ekwanto mengungkapkan kika jumlah pengunjung sudah memenuhi kuota, akan ada pemberitahun ke telepon genggam petugas yang berada di zona tersebut.

“Pun saat kuotanya tersisa 30 atau 50 pengunjung, koordinator lapangan diminta menghubungi petugas melalui radio untuk mengingatkan jika di zona tersebut sudah hampir penuh,” jelas dia.

Sejak awal pekan, pengunjung lebih banyak memadati zona 1, zona 2, dan zona 5 Malioboro. Namun belum ada zona dengan jumlah pengunjung melebihi kuota.

“Jumlah pengunjung rata-rata masih 500 sampai 600 orang per hari. Didominasi warga lokal DIY meski sudah ada beberapa dari luar daerah tetapi jumlahnya masih sedikit,” ungkap Ekwanto.

Sejumlah kendala yang dihadapi petugas di lapangan, imbuh dia, pengunjung belum memahami cara memindai QR code. “Ada yang masih harus dibimbing atau bertanya ke petugas. Terkadang, ini yang berpotensi menimbulkan kerumunan”.

Menurut dia, proses pemindaian yang seharusnya dapat dilakukan dengan cepat, berlangsung lebih lama karena pengunjung tidak siap dengan aplikasi pemindai QR code, dan terkadang menimbulkan antrean.

“Harapannya, pengunjung sudah siap dengan aplikasi pemindai QR code sehingga proses masuk ke Malioboro menjadi lebih cepat,” katanya.

Puncak kunjungan di Malioboro biasanya terjadi sejak pukul 16.00-24.00 WIB. “Di jam-jam tersebut, petugas cukup kewalahan. Tetapi kami berusaha semaksimal mungkin agar wisatawan tetap mematuhi aturan,” urai Ekwanto.

 

(edn)

Baca Selengkapnya

BERITA

Pasien Sembuh COVID-19 Tetap Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Oleh

Fakta News
Kepala Divisi Penyakit Tropik Infeksi Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto Kolonel CKM Dr. dr. Soroy Lardo, SpPD FINASIM

Jakarta – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional) mencatat penambahan data pasien sembuh COVID-19 totalnya menjadi 25.595 setelah ada penambahan sebanyak 789 orang. Namun untuk para pasien yang sudah sembuh, diwajibkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan karena sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan pasien sembuh COVID-19 pasti tidak akan terinfeksi kembali.

Kepala Divisi Penyakit Tropik Infeksi Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto Kolonel CKM Dr. dr. Soroy Lardo, SpPD FINASIM menjelaskan bahwa penelitian virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 masih berjalan sampai saat ini sehingga bagi pasien yang telah sembuh, masih ada potensi terinfeksi dan positif kembali.

“Proses keilmuan (virus SARS-CoV-2) sampai saat ini masih kita teliti. Kalau seorang pasien sudah sembuh, kemungkinan terinfeksi dan positif kembali masih mungkin,” jelas Soroy.

Melihat peningkatan signifikan kasus positif COVID-19, Soroy mengingatkan kembali bahwa yang terpenting sebenarnya adalah mengembangkan pola hidup bersih dah sehat berkonsep high vigilance atau konsep kewaspadaan tinggi pada masyarakat yang harus terus ditanamkan.

Perilaku baru seperti social distancing, physical distancing, penggunaan masker, cuci tangan sesering mungkin adalah kondisi yang akan membentuk kultur baru masyarakat yang dapat mencegah penularan COVID-19. Bagi pasien sembuh COVID-19 juga tetap harus mematuhi protokol kesehatan karena potensi terjangkit atau terinfeksi kembali masih sangat mungkin terjadi.

“Walaupun sudah sembuh, harus tetap menjalankan protokol kesehatan,” tegas Soroy.

Soroy juga menjelaskan kriteria pasien sembuh dan pola perawatan pasien COVID-19 yang dilakukan RSPAD Gatot Soebroto. Soroy mengungkapkan bahwa virus SARS-CoV-2 memiliki keunikan atau karakteristik dalam menginfeksi tubuh dan variasi penularannya.

Pada perjalanan awal penanganan pasien COVID-19 RSPAD Gatot Subroto mendapatkan pasien dengan komplikasi berat dan saat ini telah beralih ke praktek harian, seperti penanganan pasien cenderung tidak berat tapi ada komorbit atau penyakit kronis rentan COVID-19, pasien yang mau melahirkan tapi terinfeksi COVID-19, pasien cuci darah tapi terinfeksi COVID-19. Kemudian pihak rumah sakit merawat dan memantau perkembangan kondisi pasien secara berkala. Pasien yang melalui perjalanan penyembuhan dari kondisi berat kemudian kondisi baik dan rawat jalan didukung perubahan klinis ketika pasien mampu melakukan suatu adaptasi dengan hasil tes swab dua kali negatif baru dapat dikatakan pasien COVID-19 telah sembuh.

“Kita melihat pasien COVID-19 yang melalui perjalanan penyembuhan dari kondisi berat kemudian kondisi baik dan rawat jalan, kemudian terjadi perubahan klinis ketika pasien mampu melakukan suatu adaptasi secara mandiri lalu dengan hasil tes swab dua kali negatif, artinya pasien tersebut telah sembuh,” ujarnya.

Soroy juga menjelaskan rata-rata perawatan pasien positif COVID-19 bervariasi tergantung dari kondisi pasien tersebut. Pasien dengan komorbit tertentu akan mendapatkan perawatan yang cukup lama. Sedangkan untuk pasien tanpa komorbit, perawatan yang telah dievaluasi bisa sampai dua minggu perawatan.

RSPAD Gatot Subroto memiliki dua jenis Unit Gawat Darurat (UDG), yaitu UGD biasa dan UGD Disaster yang digunakan khusus penanganan pasien COVID-19. Setelah pasien COVID-19 masuk ke UGD Disaster, tim medis menentukan risk assesment atau penilaian risiko pasien. Jika pasien memiliki komorbit dan dalam kondisi berat, dari awal pihak rumah sakit memberikan informasi kepada keluarga pasien bahwa pasien tersebut akan dirawat di ruang ICU tekanan negatif. Jika pasien tersebut kondisinya sedang dan ringan tentunya akan mendapatkan perawatan di ruang rawat biasa.

“Dari setiap perawatan terutama pasien dengan komorbit, perlu diperhatikan komorbitnya terkontrol atau tidak. Jika terkontrol, maka akan kita lakukan pematauan dengan mengetahui perjalan klinis daripada COVId-19 yang disebut virulensi dari masa inkubasi, yang umumnya per hari harus kita awasi terlebih dengan adanya komorbit. Umumnya pada beberapa penelitian, pada hari ke lima atau enam bisa terjadi kondisi yang kurang diprediski oleh kita sehingga kondisi pasien bisa jadi memberat. Namun pada konteks ini kita akan memberikan pelayanan terbaik dengan sesuai standar terapi yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan serta perhimpunan dan tentunya akan selalui kita komunikasikan kepada pasien,” tutup Soroy.

 

(chrst)

Baca Selengkapnya

BERITA

Update Penambahan Kasus COVID-19, Positif 1.624, Meninggal 53 dan Sembuh 1.072 Orang

Oleh

Fakta News
Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional) mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per hari ini Kamis (2/7) totalnya menjadi 59.394 setelah ada penambahan sebanyak 1.624 orang. Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 26.667 setelah ada penambahan sebanyak 1.072 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal menjadi 2.987 dengan penambahan 53.

Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 23.519 pada hari sebelumnya, Rabu (1/7) dan total akumulasi yang telah diuji menjadi 849.155. Adapun uji pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 144 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 110 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 274 lab.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 10.814 dan jumlah yang akumulatifnya adalah 503.132. Dari pemeriksaan keseluruhan, didapatkan penambahan kasus positif per hari ini sebanyak 1.624 dan negatif 9.190 sehingga secara akumulasi menjadi positif 59.394 dan negatif 443.738.

“Kasus positif terkonfirmasi sebanyak 1.624 orang, sehingga akumulasi kasus positif yang kita dapatkan sampai dengan hari ini adalah 59.394,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (2/7).

Menurut Yuri, angka ini tidak tersebar merata di seluruh Indonesia, melainkan ada beberapa wilayah yang memiliki kasus penambahan dengan jumlah tinggi, namun ada beberapa yang tidak sama sekali melaporkan adanya penambahan kasus positif.

“Untuk Jawa Timur ada penambahan kasus baru sebanyak 374 orang, namun juga melaporkan kasus yang sembuh sebanyak 192 orang. Kemudian DKI Jakarta hari ini melaporkan kasus terkonfirmasi baru adalah 190 orang dan kemudian kasus sembuh dilaporkan sebanyak 191 orang. Sulawesi Selatan 165 orang dan terkonfirmasi sembuh sebanyak 50 orang,” ungkap Yuri.

“Kemudian Jawa Tengah 153 orang dan kasus terkonfirmasi sembuh adalah 98 orang. Kemudian Kalimantan Selatan kasus baru 114 orang dan sembuh 51 orang,” imbuhnya.

Sementara itu, data provinsi 5 besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari Jawa Timur 12.695, DKI Jakarta 11.823, Sulawesi Selatan 5.379, Jawa Tengah 4.159 dan Jawa Barat 3.280.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 6.871 disusul Jawa Timur sebanyak 4.391, Sulawesi Selatan 1.941, Jawa Barat 1.665, Jawa Tengah 1.357 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 26.667 orang.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Gugus Tugas Nasional merincikan akumulasi data positif COVID-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 86 kasus, Bali 1.640 kasus, Banten 1.474 kasus, Bangka Belitung 155 kasus, Bengkulu 130 kasus, Yogyakarta 320 kasus.

Selanjutnya di Jambi 117 kasus, Kalimantan Barat 336 kasus, Kalimantan Timur 531 kasus, Kalimantan Tengah 946 kasus, Kalimantan Selatan 3.337 kasus, dan Kalimantan Utara 206 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 307 kasus, Nusa Tenggara Barat 1.260 kasus, Sumatera Selatan 2.120 kasus, Sumatera Barat 750 kasus, Sulawesi Utara 1.159 kasus, Sumatera Utara 1.690 kasus, dan Sulawesi Tenggara 464 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 186 kasus, Lampung 193 kasus, Riau 228 kasus, Maluku Utara 940 kasus, Maluku 762 kasus, Papua Barat 244 kasus, Papua 1.916 kasus, Sulawesi Barat 119 kasus, Nusa Tenggara Timur 118 kasus dan Gorontalo 256 kasus serta dalam proses verifikasi ada 4.

Total untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 40.778 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 13.359 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 452 kabupaten/kota di Tanah Air.

 

(hels)

Baca Selengkapnya