Connect with us

Bertemu PM Thailand, Jokowi Bahas Etnis Rohingya hingga Kerja Sama Perdagangan

PM Thailand, Jokowi, ASEAN

Tingkatkan Keamanan Rakhine State

Bersama Indonesia, Thailand juga sepakat untuk bersama-sama mengerek harga karet di pasar internasional. Presiden juga mengapresiasi dukungan Thailand dalam konsep outlook ASEAN mengenai Indo-Pasifik.

“Untuk Kerja sama Indo Pasifik, Presiden Jokowi menyampaikan pernghargaan atas dukungan Thailand terhadap Konsep Outlook ASEAN mengenai Indo Pasifik,” ujar Bey Machmudin.

Bukan itu saja. Presiden juga turut membicarakan soal keamanan etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar. Presiden menekankan pentingnya keamanan di sana.

“Indonesia menyampaikan pentingnya laporan Preliminay Needs Assesment (PNA) untuk segera ditindaklanjuti. Selain itu, Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya situasi keamanan yang lebih baik di Rakhine State sehingga proses repatriasi yang sukarela, aman, dan bermartabat dapat dilakukan,” imbuhnya.

Dwi

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Kepala BNPT: Mahasiswa Harus Manfaatkan Kearifan Lokal Cegah Radikalisme

Oleh

Fakta News
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat (Humas BNPT RI)

Padang – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., kembali memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat mengenai penguatan wawasan kebangsaan sebagai upaya mencegah radikalisme dan terorisme di lingkungan perguruan tinggi.

Bertempat di Convention Hall Universitas Andalas pada Kamis (22/08) pagi, kuliah umum ini dihadiri oleh segenap civitas akademika termasuk Majelis Guru Besar, para Wakil Rektor, Senat, Dekan, Kepala Biro dan pejabat struktural di lingkungan Universitas Andalas.

Di hadapan 800 mahasiswa baru yang berasal dari berbagai fakultas dan jurusan, Kepala BNPT mengawali kuliah umum dengan mengungkapkan keresahannya atas pergeseran nilai-nilai kearifan lokal yang sedang dialami khususnya di tengah masyarakat Sumatera Barat. Sejarah dan akar budaya kian terlupakan, kini masyarakat cenderung apatis dengan perubahan-perubahan yang ada di sekitar lingkungannya.

Bentuk keapatisan terhadap nilai-nilai budaya ini disinyalir karena saat ini masyarakat cenderung bergantung dengan teknologi internet. Informasi yang beredar sulit untuk disaring, apalagi yang berbau perpecahan sehingga dapat melunturkan rasa kebersamaan sebagai satu bangsa. Hal ini menjadi celah besar masuknya paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

“Siapa yang tidak kenal Ulama-Ulama besar dari Sumatera Barat seperti Buya Hamka, banyak sekali diplomat-diplomat ulung dan sastrawan yang besar asal tanah Minangkabau. Jangan tinggalkan sejarah bangsa kita, jangan lupakan asal muasal dan kearifan lokal yang penting bagi kita hanya karena sekarang disibukkan dengan gadget. Hanya gara-gara hoaks di media sosial, kita berseteru dengan saudara kita. Begitu hebatnya gadget bermain, bukti dunia hanya ada dalam genggaman kita,” ujar Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H.

“Kita akan berupaya mengaktifkan kembali kearifan lokal dan budaya, kita harus ingat kembali kemajuan dan kehebatan bangsa. Nilai-nilainya harus kita kembalikan sehingga negara kita bisa maju tetapi dengan tidak melupakan sejarah,” lanjutnya.

Peringatan untuk kembali menerapkan pendekatan sejarah dan meningkatkan rasa nasionalisme di kehidupan sehari-hari ini secara khusus ditujukan kepada para mahasiswa baru Universitas Andalas terlebih sebagai salah satu Universitas terbaik di Indonesia, Universitas Andalas dituntut untuk melahirkan generasi muda unggul yang akan menjadi masa depan Indonesia. Anak muda yang masih memiliki idealisme tinggi inilah yang mudah sekali terpapar dan terkena infiltrasi paham radikalisme.

 

Yuch

Baca Selengkapnya

BERITA

PKB Siap Berperan Sukseskan Program Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf

Oleh

Fakta News
Muktamar V PKB

Jakarta – Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tahun 2019 tuntas dengan terpilihnya kembali Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai Ketua Umum. PKB mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penyelenggaraan muktamar ini.

Muktamar PKB digelar di Nusa Dua, Badung, Bali, pada 20-21 Agustus 2019. Jokowi menjadi pihak yang membuka Muktamar PKB sebelum acara itu ditutup wapres terpilih KH Ma’ruf Amin.

“Kami sangat berterima kasih dan merasa terhormat karena Pak Presiden bersedia membuka muktamar. Pak Jokowi sudah menyenangkan hati umat PKB dan NU, apalagi saat pembukaan mengenakan baju warna hijau,” ujar Wasekjen PKB demisioner Ahmad Iman dalam keterangan tertulis, Kamis (22/8/2019).

Ahmad Iman mengatakan kehadiran Jokowi menjadi pelecut semangat semua kader PKB untuk terus bekerja. PKB juga disebutnya menjadi termotivasi untuk mengambil peran dalam menyukseskan program-program pemerintah.

“Semua kader PKB tentu akan semakin solid dan semakin bersemangat untuk ikut serta dalam menyukseskan agenda-agenda pemerintahan Jokowi-Kiai Ma’ruf. Kehadiran Pak Jokowi sangat berarti dan menyenangkan bagi kami,” sebut Ahmad Iman.

Baca Selengkapnya

BERITA

Festival Pamalayu Ajang Generasi Muda Kenal Sejarah Masa Lampau

Oleh

Fakta News
Peluncuran Festival Pamalayu

Jakarta – Singasari merupakan kekuatan besar di Jawa, sebelum Majapahit lahir. Kekuasaanya bahkan sampai Kamboja. Festival Pamalayu, merupakan cara mengenang bagian dari epos Singasari sebagai kerajaan besar, yang membuka hubungan Jawa dan Sumatera pada abad ke-13.

Rangkaian Festival Pamalayu akan diadakan dalam kurun pada 22 Agustus 2019-7 Januari 2020. Festival Pamalayu di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat memiliki ragam acara, di antaranya lomba fotografi, menulis, lokakarya warisan kebudayaan, dan pesta rakyat.

“Festival Pamalayu ini menjadi pintu menjemput nilai-nilai tua di masa lalu,” kata Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, saat peluncuran Festival Pamalayu di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Agustus 2019. Ia menambahkan bahwa pemilihan waktu akhir festival tersebut, 7 Januari 2020 bertepatan dengan ulang tahun Kabupaten Dharmasraya yang ke-16.

Sutan menjelaskan bahwa Festival Pamalayu akan menjadi ajang untuk anak-anak muda mengenal lebih dekat sejarah masa lampau. “Melalui Festival Pamalayu kami semai benih baru. Benih yang lama disimpan dari peradaban nenek moyang, kemudian ditawarkan untuk masa mendatang,” tuturnya.

Menurut dia pengetahuan kebudayaan dan sejarah yang akan dibagikan dalam Festival Pamalayu, merupakan keutamaan untuk para anak-anak muda. Ia pun mengumpamakan hubungan masyarakat dalam kehidupan pada masa lampu.

“Bayangkan pada zaman dahulu, tidak ada pesawat, mobil, kereta, tapi persahabatan antar pulau luar biasa melalui sungai, laut,” ujarnya. “Dan itu berjalan dari pulau ke pulau membuat suatu persahabatan, kekuatan, kesatuan.”

Adapun Pamalayu merupakan sebuah ekspedisi pada abad ke-13, atau 22 Agustus 1286. Ekspedisi itu dilakukan oleh Kerajaan Singasari untuk menjalin persahabatan dengan Malayu-Dharmasraya di bawah pemerintahan Raja Kertanegara. Ekspedisi tersebut sebagai bentuk bala bantuan untuk mencegah invasi Kekaisaran Mongol yang dipimpin Kubilai Khan.

 

Yuch

Baca Selengkapnya