Connect with us
Parlemen

Benahi Papua dengan Pendekatan Multi Aspek

Benahi Papua dengan Pendekatan Multi Aspek
Anggota Komisi II DPR RI Abdul Hakam Naja. Foto: DPR RI

Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Abdul Hakam Naja menyampaikan, permasalahan Papua hendaknya dibenahi dengan pendekatan multi aspek. Tidak cukup hanya dengan pendekatan keamanan yang kaku, atau dengan pendekatan ekonomi tapi tanpa dibarengi dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Untuk pembangunan Papua yang terintegrasi satu sama lain, diperlukan grand design dengan road map yang diimplementasikan secara konsisten.

“Pendekatan di Papua harus komprehensif, tidak cukup hanya dengan dana, tidak cukup dengan pendekatan ekonomi. Tetapi harus multi aspek,” papar Hakam saat diskusi Forum Legislasi dengan tema ‘Membedah UU Otsus Papua. Telaah Upaya Pemerintah Redam Konflik di Bumi Cendrawasih’ di Media Center DPR RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Legislator Fraksi PAN ini mengakui, memang dalam Undang-Undang Otonomi Khusus masih banyak kekurangan, sehingga tidak menunjukkan hasil yang maksimal, oleh sebab itu perlu pembenahan. “Undang-Undang Otsus ini kita melihat banyak sisi kekurangannya, makanya harus kita benahi, agar jadi bekal pemerintahan kedepan 2019-2024, ini saya kira harus melakukan perubahan,” ungkap Hakam.

Pembenahan multi aspek meliputi revitalisasi pada kelembagaan yang ada di Papua seperti Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPR-P) dan Majelis Rakyat Papua (MRP) serta jajaran Pemerintahan yang ada di Papua. “Kita perlu melakukan pendekatan pada institusi, karena institusi yang ada  DPR-P, MRP, Pemerintahan, masyarakat hukum adat, ini perlu kita lakukan revitalisasi, agar fungsi mereka bisa bersinergi satu sama lain,” jelas Hakam.

Selain itu, turunannya adalah perbaikan layanan pada publik, mengharuskan ditata kembali pengelolaan pemerintah yang baik, dan pemerintahan yang bersih. “Ini saya kira menjadi PR yang tidak kalah besar, karena bagaimana program kita buat, bagaimana perencanaan yang baik, bagaimana tata laksana yang memadai dengan dana yang besar, tanpa proses manajemen pemerintahan yang baik dan bersih, saya kira tanpa itu semua, akan menjadi sulit, saya kira ini menjadi problem bagi kita,” pungkas Hakam. (eko/es)

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Akan Dikunjungi MPR, DPR dan DPD, Menko Polhukam Pastikan Kondisi Papua Aman

Oleh

Fakta News
Menko Polhukam Mahfud MD

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan, kondisi di Papua aman pada saat kunjungan kerja MPR, DPR, dan DPD pada bulan Maret mendatang. Hal ini disampaikan Mahfud setelah menggelar rapat dengan MPR di ruang GBHN, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020).

“Ini bukan soal pengungsi nih. Ini ketua DPR, ketua DPD, ketua MPR mau kunker ke Papua, ya sudah kondusif tadi laporan kesiapan dari daerah dari semua birokrasi kondusif bagus,” kata Mahfud.

Ia mengatakan, salah satu agenda kunjungan kerja yakni DPR memastikan persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan digelar di Papua.

“Ya soal persiapan PON dan lain-lain, jadi kita koordinasi saling memberi tukar informasi, dan memberi bekal,” ujar dia.

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar rapat kerja dengan Mahfud MD di ruang GBHN, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020). Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, rapat kerja bersama Menko Polhukam akan membahas mengenai penyelesaian konflik yang terjadi di Papua.

“Hari ini (Senin, red) kami mengundang para pihak yang terkait penyelesaian Papua, yang pertama kami ingin mendapat laporan terkait keamanan politik dan sosial,” kata Bambang.

Rapat kerja juga akan dihadiri Pimpinan DPR dan DPD. Sebab, Pimpinan MPR, DPR, dan DPD, akan berkunjung ke Papua pada awal Maret.

“Kami pimpinan MPR, DPR, dan DPD akan berkunjung ke papua tanggal 2 Maret sampai tanggal 5 untuk memastikan masalah keamanan, karenanya (kami) mendengar laporan tentang keamanan,” ujar dia.

 

Mujafi

Baca Selengkapnya

BERITA

Pendaftaran KIP Kuliah Dibuka pada 2-31 Maret 2020

Oleh

Fakta News

Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) bagi para pemegang Kartu Indonesia Pintar yang ingin mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Pendaftaran KIP Kuliah dibuka pada 2-31 Maret 2020 hingga pukul 23.59 WIB melalui laman http://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/.

“Pada tahun ini, pemerintah mengeluarkan kebijakan KIP Kuliah agar terintegrasi dengan kebijakan yang telah dilaksanakan selama lima tahun belakangan ini, yakni KIP yang dimiliki siswa SMA maupun SMK,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam, dalam keterangan tertulis, Senin, 24 Februari 2020.

Nizam, mengatakan KIP Kuliah adalah penguatan program Bidikmisi yang memperluas akses mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Namun kebijakan KIP Kuliah ini untuk sementara diperuntukkan hanya bagi calon mahasiswa baru di kampus.

Nizam menuturkan pendaftaran SNMPTN telah dibuka. pemerintah memperpanjang waktu pendaftaran SNMPTN khusus bagi calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu yang membutuhkan KIP Kuliah yang seharusnya berakhir pada 27 Februari 2020 pukul 23.50.

“Bagi calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu yang membutuhkan KIP Kuliah, disediakan perpanjangan waktu yang menyesuaikan pendaftaran KIP Kuliah, yaitu tanggal 2 hingga 31 Maret 2020,” kata dia.

Sementara untuk calon mahasiswa lainnya, batas pendaftaran SNMPTN tetap sama, yakni 27 Februari 2020. Hal ini berlaku pula bagi calon mahasiswa yang sudah memiliki KIP pada jenjang pendidikan sebelumnya.

Ketua Tim Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Mohammad Nasih, menjelaskan, bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang sama sekali belum memiliki KIP tetap dapat melakukan pendaftaran SNMPTN hingga pengisian program studi dan pilihan universitas. Namun, diharapkan tidak melakukan finalisasi terlebih dulu sebelum mendaftar pada laman KIP Kuliah.

“Pendaftaran KIP Kuliah dimulai awal Maret mendatang. Boleh saja sudah mulai mendaftar dan mengisi informasi-informasi yang perlu dicantumkan di pendaftaran SNMPTN, tetapi kami imbau untuk jangan finalisasi terlebih dulu. Jika pendaftaran KIP Kuliah sudah rampung, baru pendaftaran SNMPTN dapat difinalisasi dan cetak kartu,” jelas Nasih.

 

Chrst

Baca Selengkapnya

BERITA

WHO Ungkap Tingkat Penyebaran Virus Corona dalam Kondisi Sangat Memprihatinkan

Oleh

Fakta News
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus

Jakarta – Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penyebaran virus corona (COVID-19). Tedros mengatakan peningkatan penyebaran virus corona di Iran, Italia dan Korea Selatan dalam beberapa hari terakhir dalam kondisi sangat memprihatinkan.

“Peningkatan kasus corona secara tiba-tiba di Italia, Iran dan Republik Korea sangat memprihatinkan,” ujar Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan di Jenewa, seperti dilansir AFP, Senin (24/2/2020) waktu setempat.

Sementara itu, Tedros mengatakan epidemi virus corona terus meningkat di China, dan belum menunjukkan tanda penurunan.

Diketahui, di Korea Selatan, otoritas kesehatan melaporkan kasus kematian ke-7 akibat virus corona COVID-19. Sebanyak 161 kasus baru, 142 di antaranya terinfeksi COVID-19 dari Daegu, kota di mana wabah COVID-19 menular di Korea Selatan. Sedangkan tiga kasus baru dilaporkan berasal dari Seoul, ibukota Korea Selatan.

Korea Selatan mengumumkan pada (23/2) bahwa mereka telah memutuskan untuk menaikkan level siaga menjadi “merah”, level tertinggi.

Sementara di Iran sudah delapan orang meninggal dunia akibat virus corona di wilayahnya. Jumlah total kasus virus corona yang ditangani otoritas Iran dilaporkan terus bertambah.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (24/2), juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, menuturkan kepada televisi nasional Iran bahwa jumlah kasus virus corona yang terkonfirmasi di negara ini sejauh ini bertambah menjadi 43 kasus.

“Kita mendapati 43 orang telah didiagnosis terinfeksi virus Covid-19 di negara ini. Delapan pasien di antaranya kehilangan nyawa mereka dalam beberapa terakhir,” sebut Jahanpour dalam pernyataannya.

Sedangkan di Italia, pemerintah Italia menutup beberapa kawasan pedesaan di utara negara itu yang berpenduduk sekitar 50 ribu orang, setelah otoritas kesehatan melaporkan 150 kasus infeksi. Hingga saat ini ada tiga kasus kematian di Italia karena infeksi virus Corona. Virus itu diduga menyebar dari sebuah desa kecil dekat kota Milan.

Sementara di China, mengenai korban jiwa, otoritas kesehatan China melaporkan adanya 150 kematian baru di wilayahnya hingga Minggu (23/2) tengah malam, dengan 149 orang di antaranya meninggal di Provinsi Hubei, yang merupakan pusat wabah ini. Total, korban meninggal akibat virus corona sejauh ini bertambah menjadi 2.592 orang di China daratan. Sedikitnya 30 orang lainnya meninggal akibat virus corona di delapan negara dan wilayah lain di luar China daratan.

 

Munir

Baca Selengkapnya