Connect with us

BEKRAF Dukung LINE Creativate 2017

(Ki-Ka) Matthew Tanudjadja (Global Engineer), Inez Yorisya Kemala (Business Development Manager), Ongki Kurniawan (Managing Director), Ricky Pesik (Wakil Kepala BEKRAF), Ghina Fianny (Webtoon Manager), dan Dilla Anindita (Strategy & Growth Manager)LINE Indonesia

Jakarta – Tak terasa hampir tiga tahun sudah Line Creativate diadakan. Tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ajang kreatif dari Line yang terbesar di Asia Tenggara kali ini mengusung tema: Indonesia Unjuk Kreatif.

Sebelumnya kompetisi digital kreatif ini telah sukses menarik 15 ribu insan kreatif se-Asia Tenggara. Semua saling unjuk kebolehan dengan menampilkan gagasan-gagasan mutakhir di semua lini smart portal milik LINE, seperti LINE WEBTOON, LINE Creator’s Market, LINE Chatbot, juga industri kreatif di Indonesia lainnya. Pada tahun ini pun–yang kembali didukung penuh oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)–diharapkan bisa lebih banyak lagi menarik insan-insan kreatif nasional.

Managing Director LINE Indonesia, Ongki Kurniawan, mengatakan bahwa hadirnya LINE Creative bertujuan menjadi pesta kreatif milik rakyat. Ajang ini sekaligus menjadi sarana untuk mendukung talenta lokal agar terus berekspansi, inovasi, dan memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna di Indonesia. Terlebih saat ini, LINE telah mewadahi lebih dari dua juta pelaku kreatif melalui ragam platform milik LINE. Angka itu pun meningkat 58% dari tahun sebelumnya.

“Untuk itu, kami ingin terus memberikan kesempatan dan apresiasi bagi para kreator lokal lewat LINE Creativate 2017 dan membuka peluang bagi para kreator lokal Indonesia untuk membawa karyanya ke tingkat selanjutnya,” papar Ongki.

LINE Creative sudah berhasil mewadahi para pelaku kreatif dan menjawab tantangan ekonomi yang dekat dengan masyarakat melalui pemanfaatan digital dalam bentuk kompetisi. Atas dasar itulah LINE Creativate 2017 kembali menghadirkan kompetisi LINE WEBTOON (komik digital), LINE Sticker (ilustrasi), dan untuk pertama kalinya di ajang LINE Creativate menghadirkan kompetisi LINE Chatbot.

LINE Creative tahun ini sudah dibuka mulai 2 Agustus dan akan berakhir sampai 8 Oktober 2017. Hadiah total yang diberikan mencapai Rp350.000.000 (350 juta). Selain itu, juaranya juga mendapatkan kesempatan untuk mempublikasikan karya mereka di bawah naungan LINE. Sedangkan untuk acara utamanya sendiri akan diselenggarakan pada tanggal 27 sampai 29 Oktober 2017. Karya yang paling kreatif nanti akan ditunjukkan kepada publik lokal maupun internasional, dengan tujuan memberikan peluang bagi insan berbakat yang bergelut di bidang kreatif.

Sementara Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik memastikan bahwa tahun ini Bekraf bersama Line juga akan melakukan rangkaian roadshow ke tujuh kota di Indonesia (Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, Medan, Banjarmasin, dan Denpasar) yang akan dimulai pada 19 Agustus mendatang. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya Bekraf untuk turut berpartisipasi mencari kreator lokal di seluruh Indonesia, serta mengembangkan konten-konten yang relevan secara lokal dan berguna dalam ekosistem ekonomi kreatif.

“Tahun ini, BEKRAF kembali memberikan dukungan penuh kepada LINE untuk mengajak talenta-talenta lokal berkarya di LINE Creativate 2017. Kami berharap para pemuda Indonesia dapat menyalurkan potensi dengan berkreasi dan jadi bagian revolusi para pelaku kreatif Indonesia,” tutur Ricky Pesik.

Kompetisi #UnjukKreasiLokalmu
Di sini, Anda bisa menunjukkan sesuatu yang “Indonesia Banget”, yang telah menjadi semacam budaya dan kearifan lokal Indonesia. Contohnya seperti kuliner, kebudayaan, produk lokal, seni grafis, sampai tari-tarian, bisa Anda ceritakan ke dalam post foto atau video di Instagram menggunakan tagar #UnjukKreasiLokalmu

Kompetisi LINE Sticker
Konsep LINE Sticker kali ini adalah “Muatan Lokal.” Tentunya setiap sticker yang dibuat harus menonjolkan tentang ragam kebudayaan masyarakat Indonesia dan juga semua yang berkaitan dengan konten lokal.

Kompetisi LINE WEBTOON
Kompetisi ini mengajak para komikus kreatif untuk membuat komik menarik bertemakan “Hari Berarti.” Dalam tema ini, cerita yang harus diangkat adalah tentang kejadian penting di hari tersebut, dan menjadi poin utama dari keseluruhan cerita.

Kompetisi LINE Chatbot
Kompetisi untuk pengembang Chatbot di LINE dengan menggunakan Messaging API. Kategori yang dilombakan ada dua, yaitu Game dan Utilitas. Mengangkat tema “Indonesia Banget,” tentunya pemenang dari Chatbot ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah secara nasional dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia.

W. Novianto

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Gus Yaqut: Ada yang Ingin Benturkan Masyarakat Papua dengan Banser

Oleh

Fakta News
Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Nahdlatul Ulama Yaqut Cholil Qoumas

Jakarta – Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Nahdlatul Ulama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan tuntutan pembubaran Banser NU yang muncul dari Sorong, Papua Barat, bukan murni keinginan masyarakat setempat.

“Kami tahu siapa yang sedang bermain. Pernyataan pembubaran Banser itu tidak mewakili perasaan masyarakat Sorong pada umumnya,” kata Gus Yaqut, sapaan akrabnya, dilansir Tempo, Minggu, 25 Agustus 2019.

Dia menanggapi kabar tuntutan pembubaran Banser NU yang disuarakan masyarakat Sorong seperti yang diungkapkan Yorrys Raweyai. Dia politikus Golkar dan anggota DPD Terpilih dari Papua Barat.

Yaqut membantah Banser NU terlibat pengerebekan dan tindakan rasialis di asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada Jumat pekan lalu, 16 Agustus 2019.

Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) adalah perangkat GP Ansor sebagai Badan Otonom PBNU.

Menurut Yaqut, warga NU termasuk Ansor Banser bersahabat dengan masyarakat Papua. Ketika ada ormas yang mengepung asrama mahasiswa Papua justru Banser menjaga asrama tersebut.

Dia menceritakan, sebelum kejadian di Surabaya ada pihak yang menghubungi Komandan Banser Jawa Timur untuk mengajak mengepung asrama mahasiswa Papua, Jalan Kalasan, Surabaya.

Banser NU dibisiki bahwa terjadi pengrusakan dan pembakaran Bendera Merah Putih di asrama itu. “Kawan-kawan Banser menolak karena harus cek dulu dan mengklarifikasi berita tersebut,” ucap Yaqut.

Gus Yaqut menegaskan bahwa saat ini dia terus berkomunikasi dengan tokoh masyarakat Papua dan Papua Barat untuk meredakan tensi.

Apa yang akan dilakukan Banser NU? “Kami lihat nanti. Tunggu setelah situasi agak reda dan tanggal mainnya,” ujar politikus PKB tersebut. 

Baca Juga: 

 

Yuch

Baca Selengkapnya

BERITA

Polisi Terbakar di Cianjur Meninggal Dunia

Oleh

Fakta News
(Ilustrasi)

Bandung – Ipda Erwin Yudha Wildani, anggota polisi yang terbakar hidup-hidup saat mengamankan demo mahasiswa di Kabupaten Cianjur meninggal dunia.

“Telah gugur putra terbaik Polri Polda Jabar dalam melaksanakan tugas, Ipda Erwin Yudha Wildani,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Senin (26/8/2019).

Erwin meninggal dunia dini hari tadi pukul 01.38 WIB. Erwin meninggal saat tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta.

“Meninggal akibat luka bakar ketika melaksanakan tugas Polri pada pengamanan unjuk rasa di depan kantor pemerintahan Kabupaten Cianjur,” kata Truno.

Erwin yang sudah bertugas selama 25 tahun 7 bulan ini rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kabupaten Cianjur hari ini. Sebelum dimakamkan, bapak dua anak ini akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Mayor Harun Kabir RT 03 RW 11 Gang Pulo 6 Kabupaten Cianjur. Pemakaman akan dipimpin langsung Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi.

“Dalam kesempatan ini Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi menyampaikan ucapan bela sungkawa duka cita mendalam, telah gugur putra terbaik Polda Jabar dalam melaksanakan tugas pengabdian untuk negara, masyarakat dan institusi Polri,” kata Truno.

Seperti diketahui, Erwin terbakar hidup-hidup saat tengah mengamankan demo mahasiswa di Cianjur, Kamis (15/8/2019). Selain Erwin, ada tiga polisi lain yang ikut terbakar.

Dari insiden ini, polisi telah mengamankan sejumlah mahasiswa. 5 orang ditetapkan menjadi tersangka. 

Baca Juga: 

 

Yuch

Baca Selengkapnya

BERITA

Menristekdikti: Harteknas dan Ritech 2019 Tingkatkan Minat Riset dan Inovasi Generasi Muda

Oleh

Fakta News
Menristekdikti M Nasir

Jakarta – Bali menjadi titik momentum harapan bangkitnya riset dan inovasi karya anak bangsa. Dua gelaran terkait teknologi; peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 dan Ritech Expo 2019 dilaksanakan di Lapangan Puputan, Denpasar, Bali pada Minggu (25/8/2019).

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati membuka secara resmi gelaran Ritech Expo 2019 yang akan diselenggarakan empat hari 25-28 Agustus 2019.

Sebelumnya, Menristekdikti dan Wakil Gubernur Bali juga melepas 15.500 peserta gerak jalan sehat dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 di lokasi yang sama.

Hateknas: tumbuhkan minat inovasi

Menteri Nasir dalam sambutan berharap dengan penyelenggaraan Hakteknas di luar Jakarta bisa membangkitkan semangat dan jiwa riset dan inovasi di daerah. Masyarakat Bali dapat menjadikan momen peringatan Hakteknas 2019 sebagai ajang menumbuhkan minat meneliti dan berinovasi, terutama bagi generasi muda.

“Mudah mudahan inovasi selalu muncul dari anak-anak muda Indonesia di Bali. Dari generasi muda Bali akan muncul inovator yang masuk kelas dunia,” ujar Menristekdikti seperti dilansir dari rilis resmi.

Menteri Nasir menambahkan saat ini ada 2 unicorn Indonesia yang masuk 20 besar di Asia. Gojek menempati peringkat 7 dari 20 unicorn Asia dengan nilai di atas 5 miliar dolar atau sekitar Rp 75 triliun. Selain itu, Tokopedia juga berhasil masuk peringkat 11 Asia.

“Generasi muda Bali dapat menjadikan ini sebagai sumber inspirasi. Mudah-mudahan di Bali akan muncul banyak startup sehingga ekonomi daerah dapat tumbuh lebih baik,” harap Menristekdikti.

“Penelitian bernilai ekonomis, ada banyak. Mulai dari besar, sedang, dan kecil. Contoh yang besar, bagaimana minyak sawit bisa dijadikan bahan bakar minyak, seperti solar dan avtur. Kalau bisa diselesaikan dalam dua tahun ke depan, kita tidak impor BBM. Kita bisa hemat 17,6 miliar dolar atau Rp 250 triliun,” ujar Nasir.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana dalam kesempatan yang sama menyambut baik penyelenggaraan puncak Hakteknas 2019 di Bali. Wakil Gubernur berharap para mahasiswa dan generasi muda Bali dapat memanfaatkan acara ini untuk menambah ilmu pengetahuan dan mendorong riset dan inovasi di Provinsi Bali.

Baca Selengkapnya